Anda di halaman 1dari 3

I.1.

Pendekatan Sistem Struktur Bangunan

I.1.1.1 Persyaratan Perancangan Sistem Struktur Bangunan1 Kelayakan (service ability) Kestabilan (stability) Kekuatan (strength) Keamanan (safety) Keawetan (durability)

Secara umum, struktur bangunan dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu base structure (pondasi), struktur rangka bangunan (kolom-balok), dan upper structure (struktur atap). Ketiganya harus membentuk suatu kesatuan sistem struktur yang tertutup, kokoh, dan kaku (rigid). I.1.1.2 Kriteria pemilihan sistem struktur 1. Resistance to Load Sistem struktur dipilih atas dasar kemampuannya melawan beban utama (gravitasi, angin, gempa) Kemampuan mempertahankan stabilitas bangunan Berkekuatan melawan perubahan bentuk dan pergeseran struktur secara parsial atau menyeluruh. Sistem struktur memiliki daya tahan sampai batas waktu yang dikehendaki

2. Building Use and Function Sistem struktur ditentukan oleh Tipe atau fungsi bangunan Sistem struktur ditentukan oleh bentuk dan dimensi ruang Sistem struktur ditentukan oleh ketinggian dan tata ruangsecara horizontal dan vertikal. 3. Integration to Other Building System Sistem struktur yang memiliki kemampuan bersatu dengan sistem bangunan Iainnya. Dapat menjadi tumpuan eksterior cladding serta komponen fasade Iainnya Selain itu, jaringan mekanikal, elektrikal dapat terakomodir di celah sistem struktur oleh adanya sifat fleksibilitas sistem tersebut. 4. Cost Infulence

Mata Kuliah Struktur dan Konstruksi 4. Universitas Gadjah Mada. 2010

Berkaitan dengan masalah biaya dengan bahan serta sistem kontruksi tahan api, antisipasi, bentang, style yang diinginkan dan adanya sifat integritas. Berkaitan dengan biaya dan penataan the most economical arrangement dari sistem struktur Berkaitan dengan keterbatasan biaya 5. Fire Resistance

Berapa lama struktur bangunan masih dapat berdiri Apakah mudah terbakar atau tidak Apakah mudah kehilangan kekuatan atau tidak ketika kenaikan suhu Sebagai gambaran: Baja tidak terbakar, tetapi cepat kehilangan kekuatan pada suhu tinggi, Sebaliknya kayu mudah terbakar tetapi kekuatannya tidak cepat hilang. 6. Construction Limitation

Berapa lama waktu yang dikehendaki(mungkin lebih cepat karena gaji tukang mahal). Faktor ini sering menjadi kriteria utama. Apakah material tersedia atau tidak Apakah Labors atau tukang tersedia atau tidak Apakah equipment yang diperlukan untuk merakit tersedia atau tidak. 7. Style (What Style of the Building will be?)

Gaya (style) apa yang ingin dicapai menentukan pilihan sistem struktur. Contoh: misal intemasional style .... cenderung memilih Steel Post and Beam System. Harus ada keseimbangan antara Gaya apa yang diinginkan dari aspek praktis dipandang dan sisi konstruksi. 8. Social and Culture Influence

Berkaitan dengan aspek lingkungan sosial dan budaya

I.1.1.3 Tipe Struktur Bangunan a. b. c. d. e. f. g. h. Dinding pendukung sejajar ( paralel bearing walls ) Inti dan dinding pendukung fasade ( core and faade bearing walls ) Boks berdiri sendiri ( self supporting boxes ) Plat terkantilever ( cantilevered slab ) Plat rata ( flat slab ) Interspasial ( interspatial ) Gantung ( suspension ) Rangka selang-seling ( staggered truss )

i. j. k. l. m. n.

Rangka kaku ( rigid frame ) Rangka kaku dan inti ( rigid frame and core ) Rangka trussed ( trussed frame ) Rangka belt-trussed dan inti ( belt-trussed and core ) Tabung dalam tabung ( tube in tube ) Kumpulan tabung ( bundled tube )

Gambar 5. 1 Tipe Struktur Bangunan

Sumber : Mata Kuliah Struktur dan Konstruksi 4. Universitas Gadjah Mada. 2010