Anda di halaman 1dari 15

PENGANTAR AKUNTANSI 2

(bukan dari Modul-UT) INTRODUKSI Pembukuan berpasangan atau tata buku berpasangan : teknik pencatatan transaksi debet dan kredit berpasangan dengan nilai yang sama sehingga balance. Transaksi : kejadian ekonomi yang perlu dibukukan, misalnya penjualan, pembelian, penyusutan, dll. Contoh : tgl 2/1 dijual 100 buku seharga @Rp2000,- dengan tunai. Jurnalnya sbb : Kas Pendapatan Penjualan Rp200.000 Rp200.000

Setelah dijurnal sampai satu bulan atau dua bulan, lakukan posting ke masing-masing rekening/perkiraan/ buku besarnya. Rekening Kas Tgl 2/1 Penjualan Tgl 3/1 dst Rp200.000 (d)

Rekening Pendapatan Penjualan Tgl 2/1 Buku100 Tgl 3/1 dst Rp200.000(k)

Rekening Persediaan Tgl 2/1 Jual 100 buku Tgl 3/1 dst Pada akhir tahun atau akhir semester atau triwulan susun laporan keuangannya ke bentuk : Neraca, Laporan Laba/Rugi, dan Laporan Perubahan Modal. Sebelumnya, kadang-kadang perlu dibuat worksheet, atau Neraca Lajur untuk membantu mengontrol angka-angka. Semua sudah dipelajari di Pengantar Akuntansi I. Laporan L/R tidak signifikan jika dalam neraca sudah dapat dilihat rugi/laba. Jurnal dengan laporan L/R : Pembelian Kas Persediaan Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp200.000 (k)

Harga Pokok Pembelian Kas Penjualan HPP penjualan Persediaan Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx

Jurnal tanpa laporan L/R : Persediaan (beli) Kas Kas Persediaan (jual) Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx

biaya-biaya yang masih harus dibayar dimasukkan ke dalam rek hutang Modal = selisih aset dengan hutang dianggap rugi/laba.

Karena harga-harga sering berubah, penandingan (matching) biaya-biaya (harga pokok dll) dengan pendapatan tidak sesuai lagi. Perlu dikembangkan laporan keuangan tanpa laporan L/R.

KAS Kas bertambah dilakukan debet, berkurang jurnalnya kredit. Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan, aktiva yang paling lancar, tidak produktif (bukan barang modal), harus dijaga jangan sampai berlebihan (idle), dan jangan kekurangan. Dua jenis kas : "kas di tangan" (kas kecil, cek, travel cek, wesel) dan "kas di bank" (tabungan dan giro). Dana aktiva tidak lancar disebut : dana pensiun, deposito berjangka, asuransi, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun bukan kelompok kas. Pengawasan kas : 1. penerimaan kas : petugas yang menerima kas dipisah dengan yang mencatat penerimaan kas, tiap transaksi segera dicatat, digunakan mesin register (mesin kasir, dll) 2. pengeluaran kas : pembayaran didukung bukti-bukti kuat, dana kas kecil diawasi ketat, ditetapkan penulis/penandatangan cek yang sah. Selisih kas : perbedaan saldo kas menurut buku dengan saldo kas fisik, mungkin kecurian, kehilangan, dll, dianggap biaya lain-lain. Selisih lebih dianggap pendapatan lain-lain. Sistem pengendalian kas kecil : 1)sistem dana tetap pengisian di akhir. Pencatatannya : 1. Saat pembentukan Kas Kecil Kas kecil Kas Rp200.000 Rp200.000

2. Selama periode bukti-bukti pengeluaran dikumpul (tidak dicatat) 3. Saat pengisian kembali : Biaya Biaya lain Biaya lain Kas Rp Rp Rp Rp

2)sistem dana langsung langsung dibukukan. Pengisian tetap di akhir. Giro bank disebut rekening giro di bank. Cek : perintah tertulis pemegang rekening giro (drawer) kepada bank (drawee) untuk membayar jumlah yang tertera kepada pemegang cek (payee). Rekening tabungan dan deposito berjangka tidak bisa diambil dengan cek. Rekonsiliasi bank : ikhtisar yang membandingkan saldo dan transaksi di pembukuan perusahaan dengan di rekening koran (pembukuan) bank. Perbedaan terjadi sebab : a)sudah dicatat oleh bank di perusahaan belum, misalnya bunga, biaya adm, dll b)sudah dicatat oleh perusahaan di bank belum, misalnya : setoran dalam perjalanan, cek yang belum cair, dll.

SURAT BERHARGA Surat berharga adalah penanaman sementara atas kelebihan kas berupa sertifikat yang diperjual-belikan, akan menghasilkan pendapatan deviden, bunga, atau kenaikan harga saat menjual kembali, digolongkan sebagai investasi jangka pendek, sebab : a)mudah diperjual-belikan, b)tidak bertujuan menguasai perusahaan lain, c)untuk dijual kembali, d)harga pasar stabil. Metode penilaian surat berharga ada 2 : 1)METODE HARGA PASAR (tidak dibahas), 2)METODE HARGA PEROLEHAN, tekniknya : a)saat pembelian : dibeli 500 lembar saham nominal @Rp1000 kurs 104 biaya Rp2500. Harga beli = 500 x 104/100 x Rp1000 Biaya adm untuk broker Jumlah Jurnal : Saham PT X Kas Rp522.500 Rp522.500 = Rp520.000 = Rp 2.500 = Rp522.500

b)selama pemilikan : diterima deviden Rp200/lembar Jurnal : Kas Pendapatan Deviden Rp100.000 Rp100.000

c)saat dijual kembali dengan kurs 103 Harga beli = 500 x 103/100 x Rp1000 Biaya adm Jumlah Nilai saham awal Rugi penjualan saham Jurnal : Kas Rugi penj saham Saham PT X Rp513.000 Rp 9.500 Rp522.500 = Rp515.000 = Rp 2.000 = Rp513.000 = Rp522.500 = Rp 9.500

Menghitung hari bunga dengan 2 cara : a)satu tahun = 12 bulan, 1 bulan > 15 hari b)satu tahun = 360 hari. Pemegang obligasi memperoleh bunga dua kali setahun, tanpa memper-hatikan penerbit obligasi mendapat laba/tidak. Beda saham dan obligasi : 1)saham bukti pemilikan obligasi bukti meminjam uang, 2)saham mendapat deviden obligasi mendapat bunga tetap. Pencatatannya : a)saat pembelian, tanggal 30 Juli dibeli 800 lembar obligasi @Rp1000, kurs 102, bunga 12% dibayar tanggal 1 April dan 1 Oktober. Biaya adm Rp2000. Nilai obligasi Biaya adm Harga obligasi = 102/100 x 800 x Rp1000 = Rp816.000 = Rp 2.000 = Rp818.000

Hari bunga sebelum obligasi dibeli : April = 29 hari, Mei = 31, Juni = 30, Juli = 30, Total = 120 hari. Bunga 120 hari = 120/360 x 12% x 800 x Rp1000 = Rp32.000. Jurnal : Obligasi Piutang bunga Kas PT X Rp818.000 Rp 32.000 Rp850.000

b)selama pemilikan : menerima bunga tanggal 1 Oktober sebesar : bunga 2x satu tahun = x 800 x Rp1000 x 12% = Rp48.000 Jurnal : Kas Piutang bunga (4 bl) Pendapatan Bunga (2 bl) Rp48.000 Rp 32.000 Rp 16.000

Pendapatan bunga tanggal 1 April tahun depan Jurnal : Kas Pendapatan Bunga Rp48.000 Rp48.000

c)saat obligasi dijual tanggal 31 Mei, kurs 103, biaya adm Rp2000 Nilai jual = 103/100 x 800 x Rp1000 Biaya adm Harga jual obligasi = Rp824.000 = Rp 2.000 = Rp822.000

Hari bunga sisa : April = 29 hari, Mei = 31, Total = 60 hari. Bunga 60 hari = 620/360 x 12% x 800 x Rp1000 = Rp16.000 Jurnal : Kas Laba penjualan Obligasi PT X Pendapatan bunga Rp838.000 Rp 4.000 Rp818.000 Rp 16.000

Premium (agio) saham/obligasi : selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai nominal (misalnya : 101/100). Disagio : selisih kurang (misalnya : 99/100). Agio dan disagio harus dialokasi (diamortisasi) sesuai periode pendapatan bunga.

PIUTANG Piutang adalah tagihan kepada pihak lain yang timbul dari transaksi masa lalu biasanya penjualan secara kredit, bagian dari aktiva lancar sebab diharap dapat ditagih kurang dari satu tahun. Jenisnya : piutang dagang (account receivable), piutang wesel (notes receivable), klaim asuransi, deviden, bunga, dll. Bila barang sudah diantar, namun tidak jadi membeli disebut retur penjualan. Jurnal : Piutang dagang Penjualan Retur penjualan Piutang dagang Rp500.000 Rp500.000 Rp100.000 Rp100.000

Pada penjualan 2/10 n/30 artinya : discount 2% bila pembayaran sampai hari kesepuluh, batas waktu 30 hari harus lunas. Resiko kredit adalah kemungkinan piutang tidak dapat ditagih, disebut kerugian piutang. Metode akuntansi piutang : a)metode penyisihan : dari persentase total atau umur piutang disisihkan, b)metode penghapusan langsung : sama besarnya hanya beda di pencatatan, c)apapun yang digunakan harus konsisten (tetap). Jurnal Metode Penyisihan : Kerugian piutang Penyisihan piutang Jurnal Metode Langsung : Kerugian piutang Piutang dagang Rpxx Rpxx Rpxx Rpxx

Pada piutang wesel, wesel tagih (notes receivable) adalah wesel hak/bagian kita. Wesel bayar (notes payable) adalah kewajiban/hutang kita. Contoh : tanggal 31 Mei, diterima wesel tagih Rp500.000 bunga 12%/tahun, jatuh tempo 29 Agustus. Untuk mendapat bunga maksimal, wesel dicairkan di akhir. Hari bunga = Juni 30 hari, Juli 31 hari, Agustus 29 hari = jumlah 90 hari. Bunga = 90/360 x 12% x Rp500.000 = Rp15.000. Diskonto wesel tagih artinya menghitung bunga waktu menjual ke pihak lain atau dijaminkan. Hari bunga diperhitungkan masing-masing. Piutang dijaminkan diberi penjelasan di catatan atas laporan keuangan (CALK), biasanya tidak diberitahukan kepada pihak yang berhutang dan pembayarannya tetap kepada pihak pertama, lalu dialihkan ke penerima jaminan. Kalau penjualan piutang, pihak yang berhutang diberitahu sehingga pembayaran langsung ke pembeli piutang.

PERSEDIAAN Persediaan adalah aktiva yang akan dijual atau dikonsumsi, termasuk aktiva lancar. Bagi suatu perusahaan, mobil dan mesin bisa jadi aktiva tetap. Bagi perusahaan pedagang mobil/mesin, mereka disebut persediaan. Sistem pencatatan persediaan a)sistem fisik/periodik : dilakukan dengan menghitung fisik yang ada di akhir periode, b)sistem perpetual : setiap pembelian/penjualan dicatat di kartu persediaan jenis barang masing-masing. Franco gudang penjual/pembeli maksudnya : hak barang berpindah setelah keluar/tiba dari/di penjual/pembeli. Metode penilaian persediaan : a. metode harga pokok

1)metode identifikasi khusus : penilaian harga dari nilai perolehan 2)metode rata-rata : sistem fisik, perpetual : dasarnya harga rata-rata. Contoh :

2/1 1989 persediaan awal = 50 unit @ Rp100 = 5000 10/1 15/1 20/1 Jumlah pembelian = 100@110 = 11000 pembelian = 200@115 = 23000 pembelian =100@115 = 11500 = 450@440 = 50500

Rata-rata sederhana = 440/4 = @Rp110. Rata-rata tertimbang = 50500/450 = @ Rp112,22. Perpetual : harga langsung dirata-ratakan setiap ada perubahan volume persediaan (pembelian/penjualan). 3)metode FIFO : nilai dihitung dari harga barang yang pertama masuk dianggap yang pertama dijual. 4)metode LIFO : last in first out. b. metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar.

c. metode taksiran : taksiran laba kotor, dan metode harga eceran. Dalam keadaan mendesak tidak mungkin inventarisasi (misalnya : kebakaran) bisa dipakai persentase laba kotor tetap. Contoh : penjualan persediaan awal pembelian Rp1.200.000, Rp100.000, Rp950.000, =

persentase laba 25% x penjualan. Maka, harga pokok = 100.000 + 950.000 Rp1.050.000. Laba kotor = 25% x 1.200.000 HPP penjualan = 1.200.000 300.000 Persediaan akhir = 1.050.000 900.000 = Rp300.000. = Rp900.000. = Rp150.000.

Metode harga eceran disebabkan barang yang dijual bermacam-macam dan frekuensi perubahan tinggi. Caranya : antara harga pokok dan harga jual dibuat rata-rata tertimbang, sbb : Harga PokokHarga Jual Persediaan awal Pembelian Barang siap Penjualan Persediaan akhir 80.000 100.000

520.000 600.000

650.000 750.000 625.000 125.000

Tertimbang : 600.000/750.000 = 80% Persediaan akhir harga eceran : 80% x 125.000 = Rp100.000

AKTIVA TETAP Sifatnya : berujud, digunakan dalam operasi, tidak untuk dijual, mempunyai masa manfaat > 1 tahun. Harga perolehan aktiva tetap : a)harga beli ditambah biaya dalam pengadaan, b)yang dibangun sendiri ditambah biaya hingga siap pakai, c)yang dipertukarkan, perbedaan nilai buku diakui sebagai laba/rugi pertukaran. Bila aktiva sejenis, laba/rugi ditangguhkan, d)hasil sumbangan dicatat sebesar taksiran/harga pasar dengan mengkredit "modal dari sumbangan". Pengeluaran untuk aktiva tetap : 1)capital expenditure, yang menambah nilai aktiva tetap tsb, 2)revenue expenditure, yang memberi manfaat hanya satu periode/kurang dibebankan sebagai biaya. Penyusutan adalah berkurangnya manfaat secara berkala. Penyusutan fungsional akibat fungsinya tidak sesuai dan ketinggalan zaman. Besar penyusutan : a)sesuai harga perolehan dirata-rata, b)taksiran nilai residu (sisa-bukan besi tua) : ketika mencapai umur teknis (umur potensial mampu dipakai tetapi sudah tidak ekonomis), c)taksiran nilai ekonomis (umur ekonomis < umur teknis). Metode penyusutan :
1. garis lurus : P = (HPNR) / n

: penyusutan per tahun

HP : harga perolehan NR : nilai residu n : jk pemakaian (umur ekonomis)

2. penyusutan per tahun menurun : T = 1

(NR/HP) = T x Nilai aktiva

T : tarif per tahun a : umur ekonomis


3. penyusutan angka tahun (dipercepat) : (n/n!) *(HP NR)

Tahun 1 : P = (n / n!) *(HP NR) Tahun 2 : P = [(n 1)/n!] *(HP NR) Tahun 3 : P = [(n 2)/n! ] *(HP NR) Tahun 4 : dst Dalam penjualan aktiva tetap apabila harga penjualan di atas harga buku aktiva tetap yang dijual, berarti penjualan aktiva tetap tersebut memperoleh laba. Sebaliknya, menderita kerugian. Rugi atau laba penjualan mobil dapat dihitung sebagai berikut : Harga perolehan mobil Akumulasi penyusutan Harga buku akhir tahun IV Harga penjualan mobil Laba penjualan mobil Jurnal : Kas Akml penyst Mobil Laba penjualan Rp6.000.000 Rp6.000.000 Rp10.000.000 Rp 2.000.000 = 10.000.000 = = = = 6.000.000 4.000.000 6.000.000 2.000.000

Suatu kasus sbb : Jurnal tukar tambah mesin : Mesin fotokopi (baru) Rp5.000.000

Akml penyst mesin(lama) Rp1.750.000 Rugi pertukaran mesin Mesin fotokopi (lama) Kas Rp 250.000 Rp3.000.000 Rp4.000.000

Kasus di atas menimbulkan peluang bisnis di bidang penukaran produk lama dan baru (recycle).

AKTIVA TIDAK BERUJUD & LAIN-LAIN Adalah hak paten, hak cipta, franchises, goodwill sebab untuk memperolehnya perlu membayar/dibeli. Hak paten 17 tahun. Harga perolehan paten dihitung dari biaya-biaya eksperimen, survey, pengembangan dan pengurusan. Hak cipta 28 tahun bekaitan dengan sastra/seni. Harga perolehan cipta dari biaya pembuatan dan pengurusan. Franchises diberikan oleh pemerintah/badan usaha untuk menggunakan fasilitas umum. Harga perolehan dari biaya pengurusan. Goodwill : nilai lebih yang dimiliki dalam lokasi, pelayanan, nama besar dan lainlain. Harga perolehan dari biaya pembelian (misalnya : ISO2000, Halal). Amortisasi aktiva tidak berujud = alokasi harga perolehan aktiva tiap tahun sesuai umur dengan metode rata-rata. Jika kenyataannya aktiva tak berujud itu tidak ada manfaatnya (misalnya ISO2000) lebih baik dihapuskan sekaligus. Jurnal pengadaan : Hak paten Kas Rp3.000.000 Rp3.000.000

Jurnal penyesuaian per tahun : Biaya amortisasi paten Rp20.000 Hak paten Rp20.000

Aktiva tetap yang sedang dibangun dan memakan waktu panjang sampai beberapa periode dapat dikelompokkan sebagai aktiva lain-lain. Nama perkiraan : aktiva dalam konstruksi. Demikian halnya dengan hasil penelitian yang belum selesai (beban ditangguhkan). Bagi perusahaan per-kebunan, tanaman muda yang belum berbuah dan aktiva tetap yang tidak digunakan dalam operasi (dan tidak disusutkan) termasuk aktiva lain-lain.

UTANG, MODAL DAN LABA Adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam satu tahun. Bagian utang jangka panjang yang akan dibayar dalam periode dapat dimasukkan utang lancar. Namun, utang yang dibayar tidak dengan aktiva lancar atau utang lancar lain (misalnya dengan kewajiban jangka panjang) termasuk utang jangka panjang. Utang usaha : timbul akibat usaha normal/pokok, utang dagang : timbul akibat pembelian barang dagang/jasa akibat usaha normal, uang muka penjualan : penerimaan uang dari penjualan yang barang/jasanya belum diserahkan, biaya masih harus dibayar dalam periode, misalnya : upah, bunga, pajak, sewa (dibayar dimuka) termasuk utang lancar. Adalah kewajiban yang jatuh temponya lebih dari satu periode, dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan digolongkan dalam aktiva lancar, timbul berkaitan dengan kebutuhan untuk meningkatkan modal kerja. Utang obligasi adalah surat utang yang berisi janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada waktu yang ditentukan disertai bunga. Hipotek : utang jangka

panjang dengan jaminan benda-benda tak bergerak. Pinjaman gadai : pinjaman jangka panjang ke lembaga-lembaga keuangan dengan jaminan aktiva. Utang lain-lain yang tidak sebagai utang lancar, utang jangka panjang, maupun modal. Misalnya : BUMN membangun proyek dengan dana ban-tuan modal pemerintah. Jenis utang lain-lain : 1)pendapatan ditangguhkan = sewa diterima di muka untuk lebih dari 1 periode. 2)uang jaminan jangka panjang yang sewaktu-waktu dapat diambil, misalnya : jaminan keanggotaan. Modal adalah selisih aktiva (aset) dikurangi utang. Sepintas lalu, modal kelihatan seperti laba perusahaan. Modal perusahaan perorangan dimiliki oleh satu orang dan jumlahnya tidak tetap sesuai keinginan pemilik. Modal perusahaan firma disetor oleh dua orang/lebih. Anggota firma tidak dapat menarik/menambah modal tanpa persetujuan bersama. Modal masing-masing anggota dipisah ke rekening yang disebut "Prive A", "Prive B", dst. Modal perseroan komanditer (CV) dibagi menjadi pemilik pasif dan pemilik aktif. Modal Corporasi/PT terdiri dari modal saham, laba ditahan, dan sumbangan-sumbangan, sering di-sebut capital stakeholder. Saham biasa tidak mempunyai hak khusus, bila perusahaan bubar pelunasannya paling akhir dengan harga saham. Bentuk pembayaran deviden dapat berupa : 1)tunai 2)aktiva lain 3)saham 4)utang.

FIRMA & PERUSAHAAN MANUFAKTUR Investasi para sekutu dapat berbentuk uang kas atau bentuk aktiva lain, sesuai persetujuan bersama. Pembagian laba/rugi firma : a)dibagi rata, b)sesuai perbandingan yang disepakati, c)sesuai perbandingan modal, d)mula-mula diberikan bunga atas modal masing-masing, sisanya dibagi sesuai kesepakatan, e)mula-mula diberikan gaji atau bonus sesuai jasa sekutu, sisanya dibagi sesuai kesepakatan, f)dll. Pengunduran diri atau meninggal seorang anggota sekutu berarti per-sekutuan bubar. Tetapi bila segala administrasi telah diselesaikan, sekutu-sekutu yang tinggal dapat melanjutkan usaha dengan membentuk persekutuan baru. Perusahaan manufaktur adalah suatu jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi untuk dijadikan barang jadi. Dalam perusahaan manufaktur proses pencatatan yang berkaitan dengan proses pengolahan barang dilakukan melalui akuntansi biaya. Biaya-biaya proses pengolahan barang adalah pemakaian bahan baku, pemakaian bahan penolong, tenaga kerja langsung, tenaga listrik, air, bahan bakar, biaya penyusutan, aktiva tetap yang dipakai dalam proses produksi, dan biaya lain-lain. Overhead pabrik terdiri dari : biaya bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung (servis mesin dll), dan biaya produksi tak langsung lainnya (penyusutan dll). Perkiraan persediaan barang dalam proses adalah rekening yang menampung biaya-biaya produksi untuk barang-barang yang belum selesai proses produksinya. Perkiraan barang jadi : perkiraan yang digunakan untuk mencatat harga pokok dari barang-barang yang telah selesai proses produksinya. Dua sistem penentuan harga pokok produksi : 1)harga pokok pesanan berdasarkan masingmasing unit secara individual, contoh : pabrik kapal, perumahan, mebel, dll, 2)harga pokok proses : cara membebankan seluruh biaya produksi selam periode tertentu kepada seluruh hasil produk. Harga pokok per unit dihitung dengan membagi ke semua hasil produk, produksi massal. Misalnya : tekstil, kain. Harga pokok penjualan : biasanya adalah harga pokok produksi tambah ongkos kemasan, dll. Jurnalnya : Barang dalam proses Persediaan bahan baku Barang dalam proses Gaji/upah Rpxx Rpxx Rpxx Rpxx

Barang dalam proses Biaya overhead

Rpxx Rpxx

Biaya yang diposting kredit ini pada neraca saldo tampak sebagai passiva. Pada laporan R/L, biaya-biaya ini masuk ke rekening HPProduksi dan diposting debet. Persediaan barang jadi Rpxx Barang dalam proses HPPenjualan Persediaan barang jadi Rpxx Rpxx Rpxx

----- Selesai -----

Soal-Soal : 1. Dalam menyusun rekonsiliasi bank, jumlah cek yang masih beredar akan

A. menambah saldo bank di rekening koran B. mengurangi saldo bank di rekening koran C. menambah saldo kas di pembukuan D. mengurangi saldo kas di pembukuan 2. Pos jurnal berdasarkan rekonsiliasi bank diperlukan untuk

A. menambah saldo kas menurut catatan perusahaan B. mengurangi saldo kas di pembukuan C. a dan b benar D. a dan b salah 3. Dana kas kecil adalah

A. digunakan untuk membayar jumlah relatif kecil B. ditetapkan dengan memperkirakan jumlah uang tunai yang diperlukan untuk pengeluaran relatif kecil C. diisi bila jumlah dana telah berkurang sampai jumlah minimum yang ditentukan D. semua benar. 4. Bila persediaan barang dagangan pada akhir tahun dilaporkan terlalu tinggi (over state) sebesar Rp15000, kesalahan ini mengakibatkan A. harga pokok barang dijual lebih dilaporkan Rp15000 B. laba kotor tahun itu kurang dilaporkan Rp15000

C. laba bersih tahun itu lebih dilaporkan Rp15000 D. laba bersih tahun itu kurang dilaporkan Rp15000 5. Sistem persediaan menggunakan catatan akuntansi yang secara berke-sinambungan mengungkapkan jumlah persediaan, disebut A. secara berkala B. secara perpetual C. secara fisik D. secara eceran 6. Metode harga pokok persediaan yang didasarkan anggapan harga pokok harus dibebankan ke pendapatan menurut urutan kejadiannya, disebut A. FIFO B. LIFO C. harga rata-rata D. persediaan perpetual 7. Berikut ini data jumlah barang yang tersedia untuk dijual :

Saldo awal40unit @Rp4.000.000 Pembelian 1 Pembelian 2 Pembelian 3 50 50 50 @ Rp4.200.000 @ Rp4.400.000 @ Rp4.600.000

Berapa harga pokok per unit sisa persediaan akhir periode sejumlah 50 unit dengan metode FIFO sistem berkala A. Rp4.000.000 C. Rp4.400.000 B. Rp4.200.000 D. Rp4.600.000

8. Manakah dari pengeluaran berikut yang berhubungan dengan pembelian sebuah mesin harus dibebankan ke perkiraan aktiva? A. biaya angkut B. biaya pemasangan C. A dan B benar D. A dan B salah 9. Berapakah jumlah penyusutan tahun pertama untuk sebuah peralatan seharga Rp380.000 dengan taksiran nilai residu Rp20.000 dan taksiran umur 3 tahun dengan menggunakan metode jumlah angka tahun? A. Rp180.000 C. Rp120.000 B. Rp126.666 D. salah semua

10. Contoh metode penyusutan yang di-percepat (semakin menurun) ialah A. garis lurus

B. jumlah angka tahun C. unit produksi D. tidak satu pun 11. Sebuah aktiva dengan harga baru Rp40.000.000 diperoleh dengan cara tukar-tambah dengan aktiva sejenis yang nilai bukunya Rp10.000.000 dan harus membayar tunai sebesar Rp28.000.000. Untuk mendapatkan aktiva tersebut, berapakah harga perolehan yang harus ditetapkan untuk aktiva baru itu di laporan keuangan A. Rp40.000.000 B. Rp28.000.000 C. Rp2.000.000 D. Rp38.000.000 12. Manakah di bawah ini yang masuk aktiva tak berujud A. hak paten C. hak cipta B. goodwill D. betul semua

13. Manakah dari butir di bawah ini yang termasuk aktiva lain-lain A. investasi jangka pendek B. beban ditangguhkan C. aktiva tidak berujud D. aktiva lancar 14. Harga perolehan aktiva lain-lain yang berasal dari aktiva tetap yang tidak dioperasikan adalah A. harga perolehan B. harga beli C. harga penjualan D. harga buku 15. Kewajiban dikategorikan utang lancar bila A. pelunasan dalam waktu 1 tahun B. pelunasan dengan sumber aktiva lancer C. pelunasan dengan menimbulkan utang lancar lain D. benar semua 16. Utang lain-lain digolongkan sebagai A. utang jangka pendek B. utang jangka panjang C. dianggap modal D. semua salah

17. Jenis utang lain-lain A. pendapatan diterima di muka B. pendapatan ditangguhkan C. pendapatan sewa rumah D. pendapatan yang belum diterima 18. Modal mempunyai pengertian be-rikut, kecuali A. kekayaan pemilik perusahaan B. aktiva dikurangi utang suatu pe-rusahaan C. hak bersih pemilik perusahaan D. nilai jual perusahaan 19. Jenis perusahaan yang modalnya berupa modal saham adalah A. perusahaan perseorangan B.firma C. komanditer D. perseroan terbatas 20. Sebagai bagian investasi pertamanya, seorang partner menyerahkan per-alatan kantor yang nilai peroleh-annya sebesar Rp8.000.000 dan akumulasi penyusutannya telah tercatat sebesar Rp5.000.000. Apabila seorang partner menyetujui penilaian sebesar Rp3.600.000 untuk peralatan kantor tersebut, berapa jumlah yang harus didebet ke rekening peralatan kantor? A. Rp3.000.000 C. Rp5.000.000 B. Rp3.600.000 D. Rp8.000.000

21. X dan Y setuju membentuk suatu firma. X menyetor Rp10.000.000 dan menyumbang sebagian waktunya untuk firma. Y menyetor Rp4.000.000 dan bekerja penuh untuk firma. Bagaimana pembagian laba bersih X dan Y A. 5 : 2 C. 1 : 1 B. 1 : 2 D. salah semua

22. X dan Y menanam modal, masing-masing Rp2.000.000 & Rp1.000.000 dalam sebuah firma dan sepakat bahwa pembagian laba bersih pertama-tama dihitung cadangan bunga 10% atas modal awal, tunjangan gaji masing-masing Rp240.000 dan Rp480.000, dan sisanya dibagi rata. Bila laba bersih firma Rp900.000, berapa pembagian X ? A. Rp450.000 C. Rp380.000 B. 440.000 D. Rp200.000

23. X dan Y adalah partner yang membagi laba dengan rasio 2 : 1 dengan setoran modal masing-masing Rp1.300.000 dan Rp700.000. Apabila P dengan persetujuan Y, membeli sebagian dari modal X, dengan jumlah berapa modal P harus dikredit ? A. Rp650.000 C. Rp1.000.000 B. Rp800.000 D. salah semua

24. X dan Y membagi kerugian/keuntungan dengan rasio 2 : 1. Setelah semua harta dijual per kas, kerugian realisasi dibagi, utang-utang dibayar, saldo perkiraan modal adalah : X = Rp500.000, Y = Rp100.000. Berapakah uang kas yang akan dibagi kepada X ? A. Rp100.000 C. Rp500.000 B. Rp400.000 D. Rp600.000

25. Untuk suatu perusahaan manufaktur, persediaan barang jadi terdiri dari : A. biaya bahan baku B. biaya tenaga kerja langsung C. biaya overhead pabrik D. semua betul 26. Suatu contoh biaya overhead adalah A. upah asembling pabrik B. gaji pengawas pabrik C. beban-beban mesin D. semua betul

Kunci Jawaban :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

B C D C B A D C A

11. A 12. D 13. B 14. D 15. D 16. D 17. B 18. D 19. D 20. B

21. A 22. C 23. A 24. C 25. D 26. B

10. B

------- Selesai -------