Anda di halaman 1dari 14

Skenario B Blok 13 Anemia Defisiensi Fe et causa infeksi cacing 2.3.2 Identifikasi Masalah 1. 2. 3. 4.

Diki, 17 tahun mengeluh mudah lelah saat berolahraga sejak 1 bulan yang lalu Diki sering mengeluh mual, pusing-pusing dan mudah mengantuk saat belajar di kelas sejak 3 bulan yang lalu Diki memiliki hobi memancing di sungai dengan menggunakan umpan cacing. Pemeriksaan fisik :

Keadaan umum : tampak pucat, RR 26x/menit, TB 155 cm dan BB 45 kg. Keadaan khusus : Kepala : Konjungtiva pucat 5. Pemeriksaan Laboratorium : hipokrom mikrositer, poikilositosis, Fe serum 12 ug/dl, iron binding capacity 460 ug/dl, serum feritin 14 ug/dl Pemeriksaan feses : telur cacing (+) 2.3.3 Analisis Masalah 1.a. Bagaimana fisiologi darah? (metabolism Fe, sintesis Hb, hematopoiesis dan fungsi darah)? Metabolisme Fe Absorbsi besi paling banyak terjadi pada bagian proksimal duodenum disebabkan oleh pH dari asam lambung dan kepadatan protein tertentu yang diperlukan dalam absorbsi besi pada epitel usus. Proses absorbsi besi dibagi menjadi 3 fase yaitu : 1. Fase luminal Besi dalam makanan diolah dalam lambung kemudian siap diserap di duodenum 2. Fase mucosal Poses penyerapan dalam mukosa usus yang merupakan suatu proses aktif 3. Fase corporeal Meliputi proses transportasi besi dalam sirkulasi, utilisasi besi oleh sel-sel yang memerlukan, dan penyimpanan besi (storage) oleh tubuh. Darah : Hb 8,8 g/dl, MCV 77 fl, MCH 25%, MCHC 30% Blood smear : anisositosis,

Sintesis Hb

Pada manusia dewasa hemoglobin utama disebut HbA, yang terdiri dari dua rantai dan dua rantai (22). Selain HbA pada manusia dewasa terdapat hemoglobin pendamping (minor) yang disebut HbA2 (22). Pada bayi (neonatus) dan janin (embrio) terdapat bentuk hemoglobin lain yaitu : HbF (alfa2 gamma2) dan hemoglobin embrional : Hb Gowers 1 (zeta2 epsilon2), Hb Gowers 2 (alfa2 epsilon2), dan Hb Portland (zeta2 gamma2).Pada tahap perkembangan hemoglobin manusia dimulai dengan pembentukan Hb Gowers 1 kemudian pembentukan Hb Gowers 2 yang bekerja sama dengan Hb Portland dalam masa transisi menuju HbF. Pada saat adanya pergantian pembentukan rantai gamma pada HbF oleh rantai alfa globin sehingga terbentuk HbA. Perubahan utama dari hemoglobin fetus ke hemoglobin dewasa terjadi 3-6 bulan setelah kelahiran.

Hematopoiesis dan fungsi darah (lihat d skenario A) c. Bagaimana peranan darah dalam pembentukan energi? Fungsi Umum Darah : 1. Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sisa metabolisme dan air) 2. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) 3. Imunologi (mengandung antibodi tubuh) 4. Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator) Karena Diki menderita anemia defisiensi besi mengakibatkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme energy secara aerob (posforilasi oksidatif) tidak terpenuhi mengakibatkan hanya terjadi metabolism anaerob yang terdiri dari konversi kreatinin-posfat dan glikolisis anaerob yang menghasilkan ATP sedikit dengan hasil sampingan asam laktat. d. Apa etiologi dan mekanisme mudah lelah saat berolahraga? Etiologi : Anemia, malnutrisi, dll Mekanisme umum : Anemia Suplai O2 ke Jaringan Hipoksia jaringan Metabolisme energi terganggu Perubahan pembentukan ATP Energi yang dihasilkan Kelemahan fisik/ mudah lelah Pada Kasus : Hobi memancing di sungai larva filariform menembus kulit terutama kulit tangan dan kaki menetap di bawah kulit (subdermal) 10 hari setelah penetrasi perkutan terjadi migrasi
2

larva filariform ke sirkulasi sistemik ventrikel kanan larva masuk ke parenkim paru larva naik ke saluran nafas sampai di trakea dibatukkan dan tertelan larva masuk ke saluran cerna terjad proses pematangan larva (larva berkembang menjadi cacing dewasa) cacing melekatkan dirinya pada mukosa dan submukosa jaringan intestinal dengan alat pengaitnya terjadi perlekatan otot esophagus cacing menyebabkan tekanan negatif yang menyedot gumpalan jaringan intestinal ke dalam kapsul bukal cacing terjadi rupture kapiler dan arteriol cacing melepas enzim hidrolitik dan mensekresikan antikoagulan (inhibitor faktor VIIa) cacing menghisap darah dan nutrisi (berpindah-pindah di daerah usus halus dan tempat lama yang ditinggalkan mengalami perdarahan local) perdarahan terus menerus tubuh kehilangan besi dan kemampuan absorbsi besi menurun cadangan besi semakin menurun (iron depleted state) berlanjut terus menerus cadangan besi menjadi habis penyediaan untuk eritropoiesis menurun (iron deficit eritropoiesis) gangguan pembentukan eritrosit Hb turun anemia hipokrom mikrositer (anemia defisiensi Fe) penurunan fungsi mioglobin, enzim sitoklom, dan gliserofosfat oksidase gangguan proses glikolisis penumpukan asam laktat mempercepat kelelahan otot mudah lelah

e. Apa makna keluhan mudah lelah saat berolahraga sejak 1 bulan yang lalu? Makna : Anemia ringan, sejak 1 bulan yang lalu terjadi gangguan metabolisme energi akibat anemia yang menyebabkan Diki mudah lelah saat berolahraga.

f. Bagaimana hubungan usia dan jenis kelamin terhadap kasus? Anemia defisiensi fe merupakan anemia yang sangat sering dijumpai di negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Anemia bisa menyerang segala usia dan jenis kelamin, tetapi anemia defisiensi besi sering dijumpai pada perempuan usia subur disebabkan oleh kehilangan darah sewaktu menstruasi dan peningkatan kebutuhan besi selama kehamilan. 2.a. Apa etiologi dan mekanisme mual? Etiologi : Anemia, malnutrisi, dll Pada infeksi yang berat kelainan patologi yang terjadi disebabkan oleh tiga fase sebagai berikut (Tanaka dkk, 1980; Beaver dkk, 1984) :

1. Fase cutaneus, berupa efek larva yang menembus kulit dermatitis Timbul rasa

nyeri dan gatal pada tempat penetrasi.


2. Fase pulmonary, berupa efek disebabkan oleh migrasi larva dari pembuluh darah

kapiler ke alveolus menyebabkan batuk kering, asma yang disertai dengan wheezing dan demam.
3. Fase intestinal, berupa efek disebabkan oleh perlekatan cacing dewasa pada

mukosa usus halus dan pengisapan darah. Cacing ini dapat mengiritasi usus halus menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, diare, dan feses yang berdarah dan berlendir. Mekanisme : Fase intestinal, terjadi perlekatan cacing dewasa pada mukosa usus halus dan pengisapan darahmengiritasi usus halus impuls iritasi merangsang reseptor mual / muntah di medulla oblongata mual. b. Apa etiologi dan mekanisme pusing-pusing? Etiologi : Anemia, malnutrisi, dll Mekanisme umum : Hb yang rendah (anemia) suplai oksigen ke otak berkurang (hipoksia jaringan otak) pusing-pusing Kasus : Hb turun anemia hipokrom mikrositer (anemia defisiensi Fe) enzim aldehid oksidase terganggu penumpukan serotin enzim monooksidase terganggu penumpukan katekolamin di otak gangguan perkembangan kognitif dan non kognitif mudah pusing konsentrasi belajar menurun. c. Apa etiologi dan mekanisme mudah mengantuk? Etiologi : Anemia, malnutrisi, dll Mekanisme : Hb yang rendah (anemia) suplai oksigen ke otak berkurang (hipoksia jaringan otak) mudah mengantuk Kasus : Hb turun anemia hipokrom mikrositer (anemia defisiensi Fe) enzim aldehid oksidase terganggu penumpukan serotin enzim monooksidase terganggu penumpukan
4

katekolamin di otak gangguan perkembangan kognitif dan non kognitif mudah mengantuk saat belajar 3.a. Bagaimana hubungan hobi memancing di sungai dengan menggunakan umpan cacing dengan keluhan yang dialami Diki? Kemungkinan Diki terinfeksi cacing STH : cacing tambang (necator americanus dan ancylostoma sp) Setelah menembus kulit, larva ikut aliran darah ke jantung kanan terus ke paru-paru. Di paru-paru menembus pembuluh darah masuk ke bronchus lalu ke trachea dan laring. Dari laring, larva ikut tertelan dan masuk ke dalam usus halus dan menjadi cacing dewasa. Gejala meliputi reaksi alergi lokal atau seluruh tubuh, anemia dan nyeri abdomen. Cacing tambang memiliki alat pengait seperti gunting yang membantu melekatkan dirinya pada mukosa dan submukosa jaringan intestinal. Setelah terjadi pelekatan, otot esofagus cacing menyebabkan tekanan negatif yang menyedot gumpalan jaringan intestinal ke dalam kapsul bukal cacing. Akibat kaitan ini terjadi ruptur kapiler dan arteriol yang menyebabkan perdarahan. Pelepasan enzim hidrolitik oleh cacing tambang akan memperberat kerusakan pembuluh darah. Hal itu ditambah lagi dengan sekresi berbagai antikoagulan termasuk diantaranya inhibitor faktor VIIa (tissue inhibitory factor). Cacing ini kemudian mencerna sebagian darah yang dihisapnya dengan bantuan enzim hemoglobinase, sedangkan sebagian lagi dari darah tersebut akan keluar melalui saluran cerna. Pendarahan menahun menyebabkan kehilangan besi sehingga cadangan besi makin menurun. Jika cadangan besi menurun, keadaan ini disebut iron depleted state atau negative iron balance. Keadaan ini ditandai oleh penurunan kadar feritin serum, peningkatan absorbs besi dalam usus serta pengecatan besi dalam sumsum tulang negative. Apabila kekurangan besi ini berlanjut terus maka cadangan besi menjadi kosong sama sekali, penyediaan besi untuk eritropoiesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit tetapi anemia secara klinis belum terjadi keadaan ini disebut sebagai iron deficient erytrhropoiesis. Pada fase ini kelainan pertama yang dijumpai ialah peningkatan kadar free protophorphyrin atau zinc protophorphyrin dalam eritrosit. Saturasi transferin menurun dan total iron binding capacity (TIBC) meningkat. Apabila jumlah besi menurun terus maka eritropoiesis semakin terganggu sehingga kadar hemoglobin mulai menurun, akhirnya timbul anemia hipokromik mikrositer, disebut sebagai iron deficiency anemia. Pada saat ini juga terjadi kekurangan besi

pada epitel serta pada beberapa enzim yang dapat menimbulkan gejala pada kuku, epitel mulut dan faring serta berbagai gejala lainnya. Gejala klinik yang disebabkan oleh cacing tambang dewasa dapat berupa nekrosis jaringan usus, gangguan gizi dan gangguan darah. 1. Nekrosis jaringan usus, yang lebih diakibatkan dinding jaringan usus yang terluka oleh gigitan cacing dewasa. 2. Gangguan gizi, penderita banyak kehilangan karbohidrat, lemak dan terutama protein, bahkan banyak unsur besi (Fe) yang hilang sehingga terjadi malnutrisi. 3. Kehilangan darah, darah yang hilang itu dikarenakan dihisap langsung oleh cacing dewasa. Di samping itu, bekas gigitan cacing dewasa dapat menimbulkan pendarahan terus menerus karena sekresi zat anti koagulan oleh cacing dewasa/ tersebut. Setiap ekor Necator americanus dapat mengakibatkan hilangnya darah antara 0,05 cc sampai 0,1 cc per hari, sedangkan setiap ekor Ancylostoma duodenale dapat mencapai 0,08 cc sampai 0,24 cc per hari. Cacing dewasa berpindah pindah tempat di daerah usus halus dan tempat lama yang ditinggalkan mengalami perdarahan lokal jumlah darah yang hilang setiap hari tergantung pada (1) jumlah cacing, terutama yang secara kebetulan melekat pada mukosa yang berdekatan dengan kapiler arteri; (2) species cacing : seekor A duodenale yang lebih besar daripada N. americanus mengisap 5 x lebih banyak darah; (3) lamanya infeksi. Gejala klinik penyakit cacing tambang berupa anemia yang diakibatkan oleh kehilangan darah pada usus halus secara kronik. Terjadinya anemia tergantung pada keseimbangan zat besi dan protein yang hilang dalam usus dan yang diserap dari makanan. Kekurangan gizi dapat menurunkan daya tahan terhadap infeksi parasit. Beratnya penyakit cacing tambang tergantung pada beberapa faktor, antara lain umur, lamanya penyakit dan keadaan gizi penderita. 4. Apa interpretasi dan mekanisme : a. Tampak pucat? Interpretasi : Anemia Mekanisme : Infeksi cacing (kemungkinan Ancylostoma duodenale) Buccal capsul menjepit mukosa usus Perdarahan, absorpsi Fe , hisap darah oleh cacing Fe turun Hb anemia b. RR 26x/menit?
6

Interpretasi : Tacipnea (normal = 16-24x/menit) Mekanisme : Infeksi cacing (kemungkinan Ancylostoma duodenale) Buccal capsul menjepit mukosa usus Perdarahan, absorpsi Fe , hisap darah oleh cacing Fe turun Hb turun anemia suplai O2 ke jaringan berkurang kompensasi pemenuhuan O2 RR meningkat tacipnea d. Konjungtiva pucat? Interpretasi : Anemia Mekanisme : Infeksi cacing (kemungkinan Ancylostoma duodenale) Buccal capsul menjepit mukosa usus Perdarahan, absorpsi Fe , hisap darah oleh cacing Fe turun Hb anemia konjungtiva pucat 5. Apa interpretasi dan mekanisme : a. Hb 8,8 g/dl? Interpretasi : Anemia (normal = 13-18 gr/dl) Mekanisme : Infeksi cacing (kemungkinan Ancylostoma duodenale) Buccal capsul menjepit mukosa usus Perdarahan, absorpsi Fe , hisap darah oleh cacing Fe turun Hb turun anemia b. MCV 77 fl? Interpretasi : Mikrositer (normal = 80-94 fl) Mekanisme : Keseimbangan besi yang negative anemia defisiensi Fe setelah simpanan habis serum Fe menurun plasma mengikat besi meningkat (IBC meningkat) sinetesis hemoglobin menurun gangguan hemoglobinisasi RBC yang sedang berkembang RBC pucat (hipokrom) dan kecil (mikrositer) c. MCH 25%? Interpretasi : Hipokrom (normal = 27-31%) Mekanisme :
7

Keseimbangan besi yang negative anemia defisiensi Fe setelah simpanan habis serum Fe menurun plasma mengikat besi meningkat (IBC meningkat) sinetesis hemoglobin menurun gangguan hemoglobinisasi RBC yang sedang berkembang RBC pucat (hipokrom) dan kecil (mikrositer) d. MCHC 30%? Interpretasi : Hipokrom (normal = 33-37%) Mekanisme : Keseimbangan besi yang negative anemia defisiensi Fe setelah simpanan habis serum Fe menurun plasma mengikat besi meningkat (IBC meningkat) sinetesis hemoglobin menurun gangguan hemoglobinisasi RBC yang sedang berkembang RBC pucat (hipokrom) dan kecil (mikrositer) e. anisositosis? Interpretasi : ukuran eritrosit bervariasi (eritrosit normal berbentuk piringan bikonkaf dengan diameter 6-8 m) Mekanisme : Defisiensi besi eritropoesis terganggu ukuran eritrosit bervariasi. f. hipokrom mikrositer? Interpretasi : warna eritrosit pucat dan ukuran eritrosit kecil Mekanisme : Keseimbangan besi yang negative anemia defisiensi Fe setelah simpanan habis serum Fe menurun plasma mengikat besi meningkat (IBC meningkat) sinetesis hemoglobin menurun gangguan hemoglobinisasi RBC yang sedang berkembang RBC pucat (hipokrom) dan kecil (mikrositer) g. poikilositosis? Interpretasi : bentuk dari eritrosit yang bervariasi Mekanisme : Defisiensi besi eritropoesis terganggu bentuk eritrosit bervariasi

Nilai normal h.Fe Serum i.IBC 50-150g/dl 240-360g/dl

Kasus 12g/dl 460 g/dl

Interpretasi Menurun Meningkat

Keterangan Defisiensi besi Kapasitas transferin serum mengikat besi meningkat karena menunjukkan tingkat kejenuhan apotransferin terhadap besi

j.Serum Feritin

20-250g/dl

14g/dl

Menurun

Untuk menilai cadangan total besi tubuh

Defisiensi Fe berlangsung secara bertahap dan lambat. Pada tahap pertama yang terjadi adalah penurunan simpanan Fe. Terjadi anemia tetapi belum terjadi perubahan pada ukuran sel darah merah. Feritin serum menjadi rendah sementara Total Iron Binding Capacity serum meningkat. Setelah simpanan Fe habis, produksi sel darah merah tetap dilakukan. Fe serum akan mulai menurun dan saturasi transferin juga menurun. Pada tahap awal Mean Corpuscular Volume (MCV) tetap normal. Pada keadaan lanjut, MCV mulai menurun dan ditemukan gambaran sel mikrositik hipokrom. Kemudian terjadi anisositosis diikuti dengan poikilositosis. Didapatkan sel darah merah yang mikrositik hipokrom. Serum Iron (SI) menurun, sedangkan Iron Binding Capacity (IBC) bertambah. k. Pemeriksaan feses : telur cacing (+)? Interpretasi : abnormal Kemungkinan Diki terinfeksi cacing STH : cacing tambang ( necator americanus dan ancylostoma sp). Cacing dewasa berbentuk silindris dengan kepala membengkok tajam ke belakang. Telur telurnya berbentuk ovoid dengan kulit yang jernih dan berukuran 74 76 x 36 40 . Bila baru dikeluarkan di dalam usus telurnya mengandung satu sel tapi bila dikeluarkan bersama tinja sudah mengandung 48 sel, dan dalam beberapa jam tumbuh
9

menjadi stadium morula dan kemudian menjadi larva rabditiform (stadium pertama). Telur dari cacing tersebut ditemukan di dalam tinja dan menetas di dalam tanah setelah mengeram selama 1-2 hari. Dalam beberapa hari larva dilepaskan dan hidup di dalam tanah. Manusia bisa terinfeksi jika berjalan tanpa alas kaki diatas tanah yang terkontaminasi oleh tinja manusia karena larva bisa menembus kulit. l. Apa saja kemungkinan jenis cacing dalam kasus? Infeksi cacing tambang pada manusia terutama disebabkan oleh Ancylostoma duodenale (A. duodenale) dan Necator americanus (N. americanus). Infeksi A. duodenale dan N. americanus merupakan penyebab terpenting anemia defisiensi besi. Selain itu infeksi cacing tambang juga merupakan penyebab hipoproteinemia yang terjadi akibat kehilangan albumin, karena perdarahan kronik pada saluran cerna. 6. Differential Diagnosis/DD? Anemia Defisiensi Derajat anemia Lelah Mual Pusing Mudah mengantu k Pucat Etiologi + Gangguan absorbs Fe, malabsorbsi, kebutuhan nutrisi MCV MCH MCHC Fe serum meningkat menurun menurun menurun menurun menurun/normal menurun menurun/normal menurun/normal menurun menurun/normal menurun/normal menurun menurun/normal menurun normal/meningkat normal/meningkat menurun menurun menurun menurun
10

Anemia akibat penyakit kronik ringan + + + +

Trait Thalassemia

Anemia Sideroblastik

Kasus

Fe ringan-berat + + + +

ringan + + + +

ringan-berat + + + +

ringan + + + +

+ Penyakit kronik

+ Kelainan genetik

+ kongenital

+ Telur cacing (+)

IBC Serum feritim

meningkat menurun

menurun normal

normal/menurun meningkat

normal/menurun meningkat

meningkat menurun

7. Pemeriksaan penunjang?
1.

Jumlah eritrosit : menurun (AP), menurun berat (aplastik); MCV (volume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB), peningkatan (AP). Pansitopenia (aplastik). Nilai normal eritrosit (juta/mikro lt) : 3,9 juta per mikro liter pada wanita dan 4,1 -6 juta per mikro liter pada pria

2. 3.

Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hematokrit menurun. Jumlah retikulosit : bervariasi, misal : menurun (AP), meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis). Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia). LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi, misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi. Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia, misal : pada tipe anemia tertentu, sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek.

4.

5.

6.

7. 8.

Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB). SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik). Nilai normal Leokosit (per mikro lt) : 6000 10.000 permokro liter

9.

Jumlah trombosit : menurun caplastik; meningkat (DB); normal atau tinggi (hemolitik). Nilai normal Trombosit (per mikro lt) : 200.000 400.000 per mikro liter darah

10.

Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin. Nilai normal Hb (gr/dl) : Bilirubin serum (tak terkonjugasi): meningkat (AP, hemolitik). Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi Masa perdarahan : memanjang (aplastik) LDH serum : menurun (DB) Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP)
11

11.

12. 13. 14.

15.

Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine, feses, dan isi gaster, menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB). Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah, ukuran, dan bentuk, membentuk, membedakan tipe anemia, misal: peningkatan megaloblas (AP), lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik)

16.

17.

8. Working Diagnosis/WD? Anemia defisiensi Fe et causa infeksi cacing 9. Etiologi? Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun dapat berasal dari : Saluran cerna : akibat dari tukak peptic, pemakaian salisilat atau NSAID, kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid dan infeksi cacing tambang (ankilostomiasis) Saluran genitalia perempuan : menorrhagia atau metrorhagia Saluran kemih : hematuria Saluran nafas : hemaptoe

Penyebab perdarahan paling sering pada laki-laki adalah perdarahan gastrointestinal, di Negara tropic paling sering karena infeksi cacing tambang (ankilostomiasis). Sedangkan pada perempuan dalam masa reproduksi paling sering karena menometrorhagia. Faktor nutrisi : akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan, atau kualitas besi (bioavailabilitas) besi yang tidak baik (makanan banyak serat, rendah vitamin C, dan rendah daging) Kebutuhan besi meningkat : seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan dan kehamilan Gangguan absorbs besi : gastrektomi, tropical sprue atau colitis kronik.

10. Tata laksana? a. Terapi kausal : terapi terhadap penyebab perdarahan. Misalnya pengobatan cacing tambang (ankilostomiasis) diberikan antelmintik yang sesuai seperti : piperazine

12

hexahidrate, albendazole, mebendazole, oxantel pamoate, pyrantel pamoate. Terapi kausal harus dilakukan, jika tidak maka anemia akan kambuh kembali b. Pemberian preparat Fe - Ferrous sulphat 3 x 325 mg per oral dalam keadaa perut kosong - Ferrous gluconate 3 x 200 mg per oral setelah makan - Iron dextran (mengandung Fe 50 mg/ml) IM, mula-mula 50 mg kemudian 100-200 mg setiap 1-2 hari. Bisa juga secara IV, mula-mula 0,5 ml sebgai dosis percobaan, dan bila 3-5 menit tidak ada reaksi diberikan 250-500 mg c. Pengobatan lain Diet : sebaiknya diberikan makanan bergizi dengan tinggi protein terutama yang berasal dari protein hewani Vitamin C : vitamin C diberikan 3 x 100 mg per hari untuk meningkatkan absorbs besi 11. Komplikasi? 1. Kurangnya konsentrasi, daya tahan tubuh yang berkurang akibatnya penderita anemia akan mudah terkena infeksi (batuk-pilek, flu atau infeksi saluran nafas)
2. 3. 4.

Menyebabkan dispnea, nafas pendek dan cepat lelah saat melakukan aktivitas jasmani Mengganggu perkembangan organ-organ tubuh, termasuk otak Penurunan kecerdasan, terganggunya perkembangan koordinasi mental maupun motorik

5. Gagal jantung 12. Prognosis? Dubia et bonam. 13. KDU?

Tingkat Kemampuan 4 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas

14. Pandangan Islam?


13

Rasulallah saw menerangkan bahwa betapa pentingnya kebersihan dan perlunya usaha untuk mewujudkan kebersihan.
Sesungguhnya islam itu bersih, hrndaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk sorga kecuali orang yang bersih (HR Khatib) Sesungguhnya Allah itu bersih, Ia cinta kebersihan ( HR Turmudzi )

2.3.5 Kerangka Konsep


Hobi memancing di sungai menggunakan umpan cacing

Infeksi cacing

Cacing menghisap nutrisi dan darah serta terjadi perlukaan di mukosa usus -Fe serum menurun -IBC meningkat -Serum feritin menurun

Defisiensi Fe

Anemia

Metabolisme energi terganggu

Keluhan : -3 bulan yang lalu : Mual, pusing, mudah mengantuk -1 bulan yang lalu : Mudah lelah

14