Anda di halaman 1dari 4

Beragam Manfaat Daun Sirsak

Daun sirsak bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal. Banyak kandungan senyawa pada daun sirsak yang dapat bermaanfaat bagi tubuh seperti annocatacin, linoleic acid, anonol, annomuricin, caclourine, muricapentocin, dan lain sebagainya. Senyawa-senyawa tersebut memberikan banyak manfaat bagi tubuh, berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan dapat dimanfaatkan sebagai obat penyakit. 1. Melawan kanker Fakta menunjukkan bahwa daun sirsak 10.000 kali lebih kuat pengaruhnya dalam melawan kanker jika dibandingkan dengan kemoterapi. Hal ini bukan tanpa dasar, mengingat sudah ada berbagai penelitian yang mengungkap hal ini. Diantaranya adalah sebuah penelitian pada tahun 1965, kemudian tahun 1976 yang dilakukan oleh National Cancer Institute yang menyatakan bahwa batang dan daun sirsak dinilai efektif dalam melawan sel kanker, serta juga penelitian dari Korea yang juga sepakat dengan temuan sebelumnya. Bahkan penelitian baru-baru ini menemukan bahwa daun sirsak dinilai sangat efektif untuk melawan sel-sel ganas pada 12 jenis kanker termasuk kanker pankreas, payudara, paru-paru, usus besar, dan kanker prostat. 2. Meningkatkan Energi dan Mencegah Radikal Bebas Daun sirsak juga dapat meningkatkan energi tubuh anda, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga stamina, menghindari infeksi yang berbahaya, dan dapat mencegah radikal bebas. 3. Menyingkirkan Kutu Manfaat daun sirsak selanjutnya adalah dapat membantu anda dalam menyingkirkan kutu di kepala yang mengganggu. 4. Membasmi Kutu Busuk Daun sirsak juga dapat digunakan untuk membasmi kutu busuk di rumah anda. Kutu busuk (bed bugs) adalah jenis serangga yang sering ditemukan di seprei atau celah-celah tempat tidur. Kutu busuk juga dikenal sebagai serangga yang suka menghisap darah manusia. 5. Mengatasi Gangguan Kulit Daun sirsak juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai gangguan kulit seperti eksim. Eksim/Eksema atau dermatitis merupakan suatu kondisi peradangan yang menyebabkan kulit tampak melepuh. 6. Mengobati Penyakit Daun sirsak bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti disentri, diare, masalah kandungan empedu, gangguan pencernaan, demam, batuk, hingga rematik. 7. Mengobati Luka dan Sebagai Media Kompresi Daun sirsak bisa digunakan sebagai pertolongan pertama disaat sedang luka dan pingsan. Selain itu daun sirsak bisa digunakan sebagai kompresi untuk berbagai radang dan kaki bengkak.

8. Mengatasi Insomnia Daun sirsak dapat digunakan untuk mengatur sistem saraf dan sudah terbukti menjadi obat yang efektif dalam mengatasi insomnia. 9. Menurunkan tekanan darah Daun sirsak sangat baik bagi orang-orang yang sedang menderita masalah tekanan darah karena daun sirsak dapat membantu dalam menurunkan tingkat tekanan darah.

Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabr.) merupakan salah satu jenis serangga hama yang menyebabkan kerusakan serius pada beberapa tanaman sayuran. Pengendalian dengan menggunakan senyawa aktif tumbuhan merupakan salah satu alternatif dalam mengendalikan hama S. litura. Salah satu tumbuhan yang dilaporkan berpotensi untuk digunakan sebagai insektisida botani adalah daun sirsak (Annona muricataL.). Daun sirsak mengandung senyawa yang diduga memiliki aktivitas sebagai anti makan (antifeedant) dan penolak (repellent) pada serangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirsak dapat digunakan sebagai inseksida botani, mode of action ekstrak daun sirsak sebagai anti makan dan penolak terhadap larva S. Litura, serta konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif sebagai anti makan dan penolak terhadap larva S. Litura. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, untuk uji anti makan menggunakan metode memilih terhadap konsentrasi pakan 0%, 0,625%, 2,5%, dan 10%. Perlakuan menggunakan 15 ekor larva yang diperlakukan secara individual. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t. Sedangkan uji penolak menggunakan tabung olfaktometer. Konsentrasi ekstrak untuk pengujian yaitu 0%, 0,625%, 2,5%, dan 10%. Perlakuan menggunakan 15 ekor larva per tabung. Data yang diperoleh dicari nilai repelensinya dengan formula Leonard dan Ehrman (1975). Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa konsentrasi 0,625% tidak berbeda nyata, sedangkan pada konsentrasi 2,5% dan 10% mempunyai pengaruh sangat nyata sebagai anti makan. Konsentrasi yang mulai efektif sebagai anti makan adalah 2,5% dengan rata-rata luas daun yang dimakan sebesar 0,36 cm2 dan hambatan makan sebesar 65,6%. Hasil uji penolak menunjukkan bahwa konsentrasi 2,5% dengan nilai daya tolak -9,25 sudah menunjukkan daya tolak. Secara keseluruhan aktivitas ekstrak daun sirsak lebih cenderung sebagai anti makan daripada sebagai penolak terhadap larva S. litura. Spodoptora litura Fabr. is the one of insect that causes serious damage on the vegetable plantation. The control using active plant compound is an alternative choice to control S. litura insect. One reported as a potential plant that is used be botanical insecticide is soursop leaves (Annona muricata L.). Soursop leaves compound that is suspected have an activity as antifeedant and repellent for insect. The purpose of the research is to find whether the extract of soursop leaves is applicable to be botanical insecticide, mode the action of soursop leaves extract, and also the concentration of soursop leaves extract which is the most effective antifeedant and repellent for S .litura. The method of this research is experimental. The test of antifeedant use choosing method with the concentration 0%, 0.625%, 2.5%, and 10%. The treatment used 15 larvas. The repellence point from acquired data is got by the mean of Leonard and Ehrman formula. The result shows that 0.625% concentration is not tangibly different, in the other hand; in 2.5% and 10% have tangible effect as antifeedant. The concentration that turns to be effective as antifeedant is 2.5% with the average wide of eaten leave is 0.36 cm2 and the feed resistance is 65.6%. The result of repellent test shows that 2.5% concentration with -9.25 points of repellence has shown repellence. From overall activities, the extract of soursop leave lean to be antifeedant rather than repellent to S.litura larva.

Kandungan senyawa kimia tumbuh-tumbuhan (phytokimia) didalam daun sirsak yang utama adalah alkaloida yang dikenal dengan nama acetogenin, didalamnya ada kurang lebih 60 jenis senyawa alkaloida dan sedikitnya 13 senyawa alkaloida yang memiliki daya bunuh terhadap sel-sel kanker, bahkan sel-sel kanker yang sudah kebal terhadap obat kemoterapi modern (multi drug resistence/MDR), antara lain seperti Adriamicyn, Vinblastin dan Vincristin. Daya bunuh acetogenin terhadap sel kanker dari hasil penelitian universitas Purdue, West Lafayete, Indiana, USA, pada tahun 1997 menemukan bahwa senyawa acetogenin adalah penghambat yang kuat proses reaksi enzimatis di dalam membran sel kanker dengan cara memblokir sumber energinya yaitu ATP (Adenosine Triphosphate) hingga sel-sel kanker mati. Pada tahun 2002 Peneliti Jepang mengemukakan, acetogenin dalam daun sirsak dalam percobaannya mampu membunuh sel-sel kanker paru-paru, daya bunuhnya lebih baik dari kemoterapi. Pada tahun 2003 hasil penelitian di Taiwan mengemukakan acetogenin dalam daun sirsak sangat mematikan bagi sel-sel kanker ovarium, serviks, payudara, bladder dan kulit, walaupun dengan dosis yang sangat kecil.