Anda di halaman 1dari 17

Kelainan Tumbuh Kembang Pada Anak Fenshiro Lesnussa*

Alamat Korespondensi: Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Terusan Arjuna no. 6 Jakarta 11510 Pendahuluan Seorang ibu membawa anak perempuan yang berusia 7 bulan ke poliklinik karena belum tengkurap. Dokter menjelaskan mengenai pemeriksaan denver II dan kemudian memeriksa ke 4 sektor denver pada anak tersebut Tujuan Mengetahui cara pengukuran denver Mengetahui penyakit yang di derita anak tersebut

Anamnesis Anamnesis adalah komunikasi yang dilakukan antara dokter dan pasien secara timbal balik untuk membantu dokter mendapatkan diagnosis Anamnesis yang dilakukan : 1. Menanyakan identitas pasien (diri sendiri dan keluarga) pertanyaan yang dilakukan juga disertai dengan penyakit tertentu yang diderita pasien atau keluarga 2. Menanyakan keluhan utama atau apa penyebab pasien datang untuk berobat 3. Menanyakan keluhan lain yang diderita pasien 4. Menanyakan kepada pasien solusi yang dilakukan sebelum datang berobat

PBL Block 13

Page 1

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Antopometri Pada Anak Dibawah 2 Tahun Pengukuran Lingkar Kepala : menggunakan alat ukur yang fleksibel,dan tidak boleh elasitis, cara pengukuran ukur dari bagian antar alis bayi sampai ke bagian belakang kepala bayi garis ukur di rotasikan ke lingkaran kepala bayi yang paling besar Pengukuran Berat Badan : timbang Berat badan bayi menggunkan alat timbangan bayi atau dacin dengan ketelitian kurang lebih 0,1 kg Pengukuran Tinggi Badan : gunakan alat infantometer pada anak yang belum bisa berdiri, sayarat dan ketentuan alat ditaruh pada bidang yang datar dan keras bagian atas kepala bayi diletakan pada bidang yang statis sedangkan kaki bayi diletakan pada bidang yang tidak statis baca hasil pengukuran dengan ketilitian kurang lebi 1mm.1 Pemeriksaan Denver Langkah Persiapan 1. Tempat Tempat yang tenang/ tidak bising, dan bersih. Sediakan meja tulis dg kursinya dan matras. 2 . Perlengkapan Test: Gulungan benang wool berwarna merah (dg diameter 10 cm) Kismis Kerincingan dg gagang yang kecil 10 bh kubus berwarna dg ukrn 2,5 cm x 2,5 cm Botol kaca kecil dengan diamater lubang 1,5 cm Bel kecil Bola tenis Pinsil merah Boneka kecil dengan botol susu Cangkir plastik dg gagang/ pegangan Kertas kosong

Gambar 1 : Alat-alat Test PBL Block 13 Page 2

Formulir Denver II Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur < 6 th, berisi 125 gugus tugas yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor untuk menjaring fungsi berikut :

Gambar 2 : Formulir Denver BIDANG/ASPEK YANG DINILAI 1. Personal social (Personal sosial) Penyesuaian diri dengan masyarakat dan perhatian terhadap kebutuhan perorangan 2. Fine motor adaptive (Adaptif-Motorik halus) Koordinasi mata tangan, memainkan, menggunakan benda-benda kecil 3. Language (Bahasa) Mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa. 4. Gross motor (Motorik kasar) Duduk, jalan, melompat dan gerakan umum otot Besar
Skala umur tertera pada bagian atas formulir yang terbagi dari umur dalam bulan dan tahun, sejak lahir sampai berusia 6 tahun. Setiap ruang antara tanda umur mewakili 1 bulan,

sampai anak berumur 24 bulan. Kemudian mewakili 3 bulan, sampai anak berusia 6 tahun.

PBL Block 13

Page 3

Pada setiap tugas perkembangan yang berjumlah 125, terdapat batas kemampuan perkembangan yaitu 25%; 50% dan 90% dari populasi anak lulus pada tugas perkembangan tersebut.

LANGKAH PELAKSANAAN 1. Sapa orang tua/ pengasuh dan anak dengan ramah 2. Jelaskan tujuan dilakukan tes perkembangan, jelaskan bahwa tes ini bukan untuk mengetahui IQ anak. 3. Buat komunikasi yang baik dengan anak. 4. Hitung umur anak dan buat garis umur - Instruksi umum: catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal pemeriksaan pada formulir. - Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi tanggal lahir. (1 thn = 12 bulan; 1 bulan = 30 hari; 1 minggu = 7 hari) Tahun Bulan Hari Tgl pemeriksaan (11/3-04) 04.3.11 Tgl lahir (5/1- 03).-03...-1....-5 Umur anak : .1 .2..6 5. Bila anak lahir prematur, koreksi faktor prematuritas Untuk anak yang lahir lebih dari 2 minggu sebelum tanggal perkiraan dan berumur kurang dari 2 tahun, maka harus dilakukan koreksi. (1 thn = 12 bulan; 1 bulan = 30 hari; 1 minggu = 7 hari) Tahun Bulan Hari Tanggal pemeriksaan (11/3-03) 03.3.11 Tanggal lahir (4/2-02)......02.2..4 Umur anak:...........................1.1..7 Prematur 6 minggu ........................-1..-14 Umur yang sudah dikoreksi 11..23

PBL Block 13

Page 4

6. Tarik garis umur dari garis atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada ujung atas garis umur. 9-9-2004 6 9 12 15

------------------------------------------------------------I---------I----------I-------I

Umur anak 13 bulan, tgl pemeriksaan 9 Sept 2004

7.

Lakukan tugas perkembangan untuk tiap sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah dan dimulai dengan tugas perkembangan yang terletak di sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur

i.

Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling dekat di sebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembangan yang ditembus garis umur

ii.

Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu ujicoba pada langkah i (gagal; menolak; tidak ada kesempatan), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur pada sektor yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan.

iii.

Bila anak mampu melakukan salah satu tugas perkembangan pada langkah i, lakukan tugas perkembangan tambahan ke sebelah kanan garis umur pada sektor yang sama sampai anak gagal pada 3 tugas perkembangan

8. Beri skor penilaian

Skor dari tiap ujicoba ditulis pada kotak segi empat. P: Pass/ lulus. Anak melakukan ujicoba dengan baik, atau ibu/ pengasuh anak memberi laporan anak dapat melakukannya. F: Fail/ gagal. Anak tidak dapat melakukan ujicoba dengan baik atau ibu/pengasuh anak memberi laporan anak tidak dapat melakukannya dengan baik No: No opportunity/ tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai pada ujicoba dengan tanda R PBL Block 13 Page 5

R: Refusal/ menolak. Anak menolak untuk melakukan ujicoba

Lebih (advanced) Bilamana lewat pada ujicoba yang terletak di kanan garis umur, dinyatakan perkembangan anak lebih pada ujicoba tsb

Garis umur

P
Normal Bila gagal atau menolak melakukan tugas perkembangan disebelah kanan garis umur, dikatagorikan sebagai normal Garis umur F Garis umur R

Demikian juga bila anak lulus (P), gagal (F) atau menolak (R) pada tugas perkembangan dimana garis umur terletak antara persentil 25 dan 75, maka dikatagorikan sebagai normal. garis umur P garis umur F garis umur R

Caution/ peringatan Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) tugas perkembangan, dimana garis umur terletak pada atau antara persentil 75 dan 90. P R F

Delayed/keterlambatan Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) melakukan ujicoba yang terletak lengkap disebelah kiri garis umur. F R

PBL Block 13

Page 6

No Opportunity/ tidak ada kesempatan. Pada tugas perkembangan yang berdasarkan laporan, orang tua melaporkan bahwa anaknya tidak ada kesempatan untuk melakukan tugas perkembangan tsb. Hasil ini tidak dimasukkan dalam mengambil kesimpulan. NO NO

9. Selama tes perkembangan, amati perilaku anak. Apakah ada perilaku yang khas, bandingkan dengan anak lainnya. Bila ada perilaku yang khas tanyakan kepada orang tua/ pengasuh, apakah perilaku tsb merupakan perilaku seharihari yang dimiliki anak tsb. Bila tes perkembangan dilakukan sewaktu anak sakit, merasa lapar. dll dapat memberikan perilaku yang menghambat tes perkembangan.2

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit. Disamping itu juga pemeriksaan ini sering dilakukan untuk melihat kemajuan atau respon terapi pada pasien yang menderita suatu penyakit infeksi. Pemeriksaan Darah Lengkap terdiri dari beberapa jenis parameter pemeriksaan, yaitu 1. Hemoglobin 2. Hematokrit 3. Leukosit (White Blood Cell / WBC) 4. Trombosit (platelet) 5. Eritrosit (Red Blood Cell / RBC) 6. Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC) 7. Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR) 8. Hitung Jenis Leukosit (Diff Count)

PBL Block 13

Page 7

9. Platelet Disribution Width (PDW) 10.Red Cell Distribution Width (RDW)

Pemeriksaan Darah Lengkap biasanya disarankan kepada setiap pasien yang datang ke suatu Rumah Sakit yang disertai dengan suatu gejala klinis, dan jika didapatkan hasil yang diluar nilai normal biasanya dilakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik terhadap gangguan tersebut, sehingga diagnosa dan terapi yang tepat bisa segera dilakukan. Lamanya waktu yang dibutuhkan suatu laboratorium untuk melakukan pemeriksaan ini berkisar maksimal 2 jam. Hemoglobin Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Dalam menentukan normal atau tidaknya kadar hemoglobin seseorang kita harus memperhatikan faktor umur, walaupun hal ini berbeda-beda di tiap laboratorium klinik, yaitu : Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan penyakit sistemik (kanker, lupus,dll). Sedangkan kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru paru, tumor, preeklampsi, hemokonsentrasi

PBL Block 13

Page 8

Hematokrit Hematokrit merupakan ukuran yang menentukan banyaknya jumlah sel darah merah dalam 100 ml darah yang dinyatakan dalam persent (%). Nilai normal hematokrit untuk pria berkisar 40,7% - 50,3% sedangkan untuk wanita berkisar 36,1% - 44,3%. Seperti telah ditulis di atas, bahwa kadar hemoglobin berbanding lurus dengan kadar hematokrit, sehingga peningkatan dan penurunan hematokrit terjadi pada penyakit-penyakit yang sama.

Leukosit (White Blood Cell / WBC) Leukosit merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolik toksin,. Nilai normal leukosit berkisar 4.000 - 10.000 sel/ul darah. Penurunan kadar leukosit bisa ditemukan pada kasus penyakit akibat infeksi virus, penyakit sumsum tulang, dll, sedangkan peningkatannya bisa ditemukan pada penyakit infeksi bakteri, penyakit inflamasi kronis, perdarahan akut, leukemia, gagal ginjal,

Trombosit (platelet) Trombosit merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi membantu dalam proses pembekuan darah dan menjaga integritas vaskuler. Beberapa kelainan dalam morfologi trombosit antara lain giant platelet (trombosit besar) dan platelet clumping (trombosit bergerombol). Nilai normal trombosit berkisar antara 150.000 - 400.000 sel/ul darah. Trombosit yang tinggi disebut trombositosis dan sebagian orang biasanya tidak ada keluhan. Trombosit yang rendah disebut trombositopenia, ini bisa ditemukan pada kasus demam berdarah (DBD), Idiopatik Trombositopenia Purpura (ITP), supresi sumsum tulang,.

Eritrosit (Red Blood Cell / RBC) Eritrosit atau sel darah merah merupakan komponen darah yang paling banyak, dan berfungsi sebagai pengangkut / pembawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan membawa kardondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru.Nilai

normal eritrosit pada pria berkisar 4,7 juta - 6,1 juta sel/ul darah, sedangkan pada wanita berkisar 4,2 juta - 5,4 juta sel/ul darah.Eritrosit yang tinggi bisa ditemukan pada kasus hemokonsentrasi,

PBL Block 13

Page 9

PPOK (penyakit paru obstruksif kronik), gagal jantung kongestif, perokok, preeklamsi, dll, sedangkan eritrosit yang rendah bisa ditemukan pada anemia, leukemia, hipertiroid, penyakit sistemik seperti kanker dan lupus, Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC) Biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis penyebab anemia (Suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit sel darah merah). Indeks/nilai yang biasanya dipakai antara lain : MCV (Mean Corpuscular Volume) atau Volume Eritrosit Rata-rata (VER), yaitu volume ratarata sebuah eritrosit yang dinyatakan dengan femtoliter (fl) MCV = Hematokrit x 10 Eritrosit Nilai normal = 82-92 fl MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) atau Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram (pg) MCH = Hemoglobin x 10 Eritrosit Nilai normal = 27-31 pg MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) atau Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin yang didapt per eritrosit, dinyatakan dengan persen (%) (satuan yang lebih tepat adalah gr/dl) MCHC = Hemoglobin x 100 Hematokrit Nilai normal = 32-37 % Laju Endap Darah Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen dalam pemeriksaan LED, hal ini dikarenakan panjang pipet

PBL Block 13

Page 10

Westergreen bisa dua kali panjang pipet Wintrobe sehingga hasil LED yang sangat tinggi masih terdeteksi. Nilai normal LED pada metode Westergreen : Laki-laki : 0 15 mm/jam Perempuan : 0 20 mm/jam Hitung Jenis Leukosit (Diff Count) Hitung jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Terdapat lima jenis leukosit, yang masing-masingnya memiliki fungsi yang khusus dalam melawan patogen. Sel-sel itu adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Hasil hitung jenis leukosit memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai infeksi dan proses penyakit. Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total dan hasilnya dinyatakan dalam sel/l. Nilai normal : Eosinofil 1-3%, Netrofil 55-70%, Limfosit 20-40%, Monosit 2-8% Platelet Disribution

Width (PDW) PDW merupakan koefisien variasi ukuran trombosit. Kadar PDW tinggi dapat ditemukan pada sickle cell disease dan trombositosis, sedangkan kadar PDW yang rendah dapat menunjukan trombosit yang mempunyai ukuran yang kecil.

Red Cell Distribution Width (RDW)RDW merupakan koefisien variasi dari volume eritrosit. RDW yang tinggi dapat mengindikasikan ukuran eritrosit yang heterogen, dan biasanya ditemukan pada anemia defisiensi besi, defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12, sedangkan jika didapat hasil RDW yang rendah dapat menunjukan eritrosit yang mempunyai ukuran variasi yang kecil.

Pemeriksaan Foto Thorax

Foto thorax atau sering disebut chest x-ray (CXR) adalah suatu proyeksi radiografi dari thorax untuk mendiagnosis kondisi-kondisi yang mempengaruhi thorax, isi dan struktur-struktur di dekatnya. Foto thorax menggunakan radiasi terionisasi dalam bentuk x-ray. Dosis radiasi yang digunakan pada orang dewasa untuk membentuk radiografi adalah sekitar 0.06 mSv.

PBL Block 13

Page 11

Foto thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax, tulang thorax dan struktur yang berada di dalam kavitas thorax termasuk paru-paru, jantung dan saluran-saluran yang besar. Pneumonia dan gagal jantung kongestif sering terdiagnosis oleh foto thorax. CXR sering digunakan untuk skrining penyakit paru yang terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan dimana para pekerja terpapar oleh debu. Secara umum untuk untuk untuk kegunaan melihat melihat melihat untuk Foto thorax/CXR congenital adalah :

abnormalitas adanya adanya trauma

(jantung,

vaskuler) haemothorax)

(pneumothorax, (umumnya keadaan

infeksi

tuberculosis/TB) jantung

memeriksa

untuk memeriksa keadaan paru-paru

Pada beberapa kondisi, CXR baik untuk skrining tetapi buruk untuk diagnosis. Pada saat adanya dugaan kelainan berdasarkan CXR, pemeriksaan imaging thorax tambahan dapat dilakukan untuk mendiagnosis kondisi secara pasti atau mendapatkan bukti-bukti yang mengarah pada diagnosis yang diperoleh dari CXR. Gambaran yang berbeda dari thorax dapat diperoleh dengan merubah orientasi relatif tubuh dan arah pancaran X-ray. Gambaran yang paling umum adalah posteroanterior (PA), anteroposterior (AP) dan lateral. 1. Posteroanterior (PA) Pada PA, sumber X-ray diposisikan sehingga X-ray masuk melalui posterior (back) dari thorax dan keluar dari anterior (front) dimana X-ray tersebut terdeteksi. Untuk mendapatkan gambaran ini, individu berdiri menghadap permukaan datar yang merupakan detektor X-ray. Sumber radiasi diposisikan di belakang pasien pada jarak yang standard, dan pancaran X-ray ditransmisikan ke pasien. 2. Anteroposterior (AP)

PBL Block 13

Page 12

Pada AP posisi sumber X-ray dan detector berkebalikan dengan PA. AP chest X-ray lebih sulit diinterpretasi dibandingkan dengan PA dan oleh karena itu digunakan pada situasi dimana sulit untuk pasien mendapatkan normal chest x-ray seperti pada pasien yang tidak bisa bangun dari tempat tidur. Pada situasi seperti ini, mobile X-ray digunakan untuk mendapatkan CXR berbaring (supine film). Sebagai hasilnya kebanyakan supine film adalah juga AP. 3. Lateral Gambaran lateral didapatkan dengan cara yang sama dengan PA namun pada lateral pasien berdiri dengan kedua lengan naik dan sisi kiri dari thorax ditekan ke permukaan datar (flat). Abnormalitas atau kelainan gambaran yang biasa terlihat dari CXR adalah : 1. Nodule (daerah buram yang khas pada paru) Biasanya disebabkan oleh neoplasma benign/malignan, granuloma (tuberculosis), infeksi (pneumoniae), vascular infarct, varix, wegeners granulomatosis, rheumatoid arthritis. Kecepatan pertumbuhan, kalsifikasi, bentuk dan tempat nodul bisa membantu dalam diagnosis. Nodul juga dapat multiple. 2. Kavitas Yaitu struktur lubang berdinding di dalam paru. Biasanya disebabkan oleh kanker, emboli paru, infeksi Staphyllococcus. aureus, tuberculosis, Klebsiella pneumoniae, bakteri anaerob dan jamur, dan wegeners granulomatosis. 3. Abnormalitas pleura. Pleural adalah cairan yang berada diantara paru dan dinding thorax. Efusi pleura dapat terjadi pada kanker, sarcoid, connective tissue diseases dan lymphangioleiomyomatosis.

PBL Block 13

Page 13

Walaupun CXR ini merupakan metode yang murah dan relatif aman namun ada beberapa kondisi thorax yang serius yang mungkin memberikan hasil CXR normal misalnya pada pasien infark miokard akut yang dapat memberikan gambaran CXR yang normal.

Pemeriksaan serologi

Serologi merupakan cabang imunologi yang mempelajari reaksi antigen-antibodi secara invitro.Reaksi serologis dilakukan berdasarkan asumsi bahwa agen infeksius memicu host untuk menghasilkanantibodi spesifik, yang akan bereaksi dengan agen infeksius tersebut. Reaksi serologis dapat digunakanuntuk mengetahui respon tubuh terhadap agen infeksius secara kualitatif maupun kuantitatif.Keuntungan melakukan pemeriksaan serologis untuk menegakkan diagnosa suatu penyakit antaralain karena reaksi serologis spesifik untuk suatu agen infeksius, waktu yang diperlukanlebih singkat daripadape,eriksaan kultur/identifikasi bakteri, dan pengambilan sampel relatif mudah yaitu darah.Beberapa uji serologi

Reaksi serologis untuk salmonella Typnosa Pemeriksaan serologis yang digunakan untuk diagnosa penyakit demam typhoid yang disebabkanoleh Salmonella disebut pemeriksaan Widal.

Uji Widal dirancang secara khusus untuk membantudiagnosis demam typhoid dengan cara mengaglutinasikan basilus typhoid dengan serum penderita. Namun,istilah ini kadang-kadang diterapkan secara tidak resmi pada uji aglutinasi lain yang menggunakan biakanorganisme yang dimatikan dengan panas selain Salmonella.3,4,5

Polio

Pemeriksaan Widal

Poliomilitis adalah penyakit menular yang akut disebabkan oleh virus dengan predileksi padasel anterior massa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak, dan akibatkerusakan bagian susunan syaraf tersebut akan terjadi kelumpuhan serta autropi otot.Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralysis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus.Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ketubuhmelalui mulut, menginfeksi saluran usus. Virus ini dapat

PBL Block 13

Page 14

memasuki aliran darah dan mengalir kesistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralysis).

ETIOLOGI Penyebab poliomyelitis Family Pecornavirus dan Genus virus, dibagi 3 yaitu :1 . B r u n h i l d e 2 . L a n s i n g 3.Leon ; Dapat hidup berbulan-bulan didalam air, mati dengan pengeringan /oksidan.Masa inkubasi : 7-10-35 hari
Patofisiologi Virus hanya menyerang sel-sel dan daerah susunan syaraf tertentu. Tidak semua neuron yangterkena mengalami kerusakan yang sama dan bila ringan sekali dapat terjadi penyembuhanfungsi neuron dalam 3-4 minggu sesudah timbul gejala. Daerah yang biasanya terkena poliomyelitis ialah : 1.Medula spinalis terutama kornu anterior, 2.Batang otak pada nucleus vestibularis dan inti -inti saraf cranial serta formasio retikularis yang mengandung pusat vital, 3.Sereblum terutama inti-inti virmis, 4.Otak tengah midbrain terutama masa kelabu substansia nigra dan kadang kadangnucleus rubra, 5.Talamus dan hipotalamus, 6.Palidum dan 7.Korteks serebri, hanya daerah motorik Penatalaksanaan Medis 1. Poliomielitis aboratif

Diberikan analgetk dan sedative Diet adekuat Istirahat sampai suhu normal untuk beberapa hari,sebaiknya dicegah aktifitas yang berlebihan selama 2 bulan kemudian diperiksa neurskeletal secara teliti. 2. Poliomielitis non paralitik Sama seperti aborif Selain diberi analgetika dan sedative dapat dikombinasikan dengan kompres hangat selama15 30 menit,setiap 2 4 jam. 3. Poliomielitis paralitik Perawatan dirumah sakit Istirahat total Selama fase akut kebersihan mulut dijaga Fisioterafi Akupuntur Interferon
Rakhitis Rakhitis merupakan penyakit kelainan tulng disebabkan oleh kekurangan vitamin D

PBL Block 13

Page 15

Manifestasi klinik penyakit rakhitis biasa terjadi pada daerah

Kepala Spinslis Pelvis Tungkai bawah

Penatalaksanaan Beri sinar uv buatan ataupun alami, beri asupan vit D membantu merubah susunan tulang selama 2-4 minggu namun hal ini tidak berlaku bagi penderita rakhitis berat.6

Atropi otot Atrophia terjadi karena tidak digunakannya atau kurangnya latihan fisik. Pada kebanyakan orang, atrofi otot disebabkan oleh tidak menggunakan otot secara cukup. Orang yang berpindah-pindah pekerjaan, kondisi medis yang membatasi gerakan mereka, atau penurunan tingkat aktivitas dapat mengalami gangguan ini. Selain itu, orang yang terbaring di tempat tidur orang falam jangka waktu tertentu dapat mengalami penurunan kekuatan otot. Demikian juga dengan para astronot yang jauh dari gravitasi bumi dapat mengalami gangguan ini. Gejala Tak mampu mengangkat beban atau gerak terbatas. Perawatan Program olahraga (di bawah bimbingan seorang terapis atau dokter) sangat dianjurkan, termasuk latihan dalam air untuk mengurangi beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergizi.7
Penutup

Kesimpulan Anak diatas mengalami kekurangan gizi dimana kemungkinan bisa terjadi kelainan pada tulang belakang dari anak tersebut pemeriksaan dan penanganan yg baik akan bisa menolong anak tersebut

Daftar Pustaka

PBL Block 13

Page 16

1. Firmansyah R,Marwadi A. Buku Ketarampilan Klinik.edisi 2. Jakarta : Buku biru ;

2004.h.52,53 2. Aryulina D,Muslim O, Manaf S,Winami EW. Buku Saku Ilmu Kesehatan Anak.Jakarta : Esis ; 2004.h.101-3 3. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW.Child nutrition and dietetics for health.Edisi 27.jakarta :EGC;2009.h.95-120 4. Maryani, dkk. 2011.Buku Praktikum Serologi. Surakarta: Laboratorium Mikrobiologi FakultasKedokteran Universitas Sebelas Maret 5. Pelczar and Chan. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI Press; 2007.h236-9 6. Arvin BK. Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 15. Jakarta : EGC ; 2006.h. 229-35 7. Diunduh dari http://health.detik.com/read/2009/11/02/162705/1233498/770/ 14 januari 2013

PBL Block 13

Page 17