Anda di halaman 1dari 2

Quality and Reliability Engineering

Reliability adalah kondisi dimana suatu barang atau produk dikatakan handal oleh pengguna, misalnya adalah saat kendaraan bermotor yang tidak perlu sesering mungkin untuk dibawa ke bengkel dan sebagainya. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, maka kondisi barang atau produk tersebut akan menurun. Setiap produk memiliki tingkat kualitas yang berbedabeda, kualitas merupakan kondisi barang sesuai dengan hasil manufakturnya, secara sederhana misalnya ketika produk yang baru saja dibeli akan mengalami kerusakan maka dikatakan produk tersebut memiliki kualitas yang buruk. Maka dapat dikatakan bahwa reliability adalah kualitas seiring berjalannya waktu. Sehingga perbedaan antara kualitas dan reliability adalah berhubungan dengan waktu. Definisi reliability adalah kemampuan suatu produk menjalankan fungsinya dalam kondisi tertentu serta pada suatu waktu yang tertentu pula. Reliability berhubungan dengan tingkat kegagalan suatu produk yang tidak terduga sehingga dengan memahami bagaiaman dan mengapa kegagalan tersebut terjadi maka hal tersebut merupakan kunci dalam meningkatkan reliability suatu produk. Maka seorang reliability engineering diharapkan agar mampu : 1. Mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya sehingga dapat mengurangi frekuensi terjadinya kegagalan 2. Mengidentifikasi penyebab utama kegagalan 3. Menentukan cara bagaimana mengatasi kegagalan yang terjadi Atau secara umum, seorang reliability engineering harus mampu menentukan bagaimana cara pengerjaan yang paling efektif (biaya seminimal mungkin) dan menghasilkan produk dengan tingkat reliability yang tinggi. Selain harus mampu mengetahui tentang kegagalan pada suatu produk dan penyebabnya, maka seorang reliability engineering juga harus memahami tentang metode analisis pada desain dan data reliability. Misalnya matematika dan statistika dapat digunakan untuk menganalisa reliability data. Akan tetapi karena reliability berhubungan dengan peluang maka metode matematika dan statistika memiliki peran yang terbatas untuk reliability engineering. Oleh karena itu dapat juga dikatakan bahwa reliability adalah tingkat probabilitas suatu produk dapat berfungsi dengan baik tanpa mengalami kegagalan dalam kondisi serta waktu tertentu. Seorang engineer pasti memiliki pengetahuan tentang bagaimana suatu produk hasil manufaktur bekerja. Hal ini sangat penting karena seorang engineer harus terlebih dahulu mengetahui tentang cara bekerja suatu produk sebelum menebak penyebab kegagalan produk tersebut. Tugas seorang engineer adalah mendesain agar produk yang dibuat terhindar dari terjadinya kegagalan. Dalam menjalankan tugas tersebut seorang engineer akan menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan jenis material, proses manufaktur, serta aplikasi pengerjaan produk tersebut. Variabilitas ini sebenarnya sangat penting dalam menentukan reliability suatu produk. Sehingga memahami tentang efek dan pengaruh dari variabilitas,

baik material,proses dan sebagainya diperlukan dalam menciptakan produk yang handal serta menyelesaikan masalah tentang ketidakhandalan suatu produk. Reliability engineering juga dikembangkan untuk dapat mengatasi tingkat resiko atau masalah yang dihadapi seperti misalnya kompetisi, sistem kompleks, variabilitas material, dan sebagainya. Desain untuk reliability berarti bahwa produk tersebut harus berfungsi dengan baik untuk lingkungan tertentu. Ada beberapa prinsip utama dalam reliability desain, diantaranya : 1. Pemilihan komponen atau material yang baik 2. Perhitungkan beban dan kekuatan yang terjadi serta pastikan bahwa kondisi tersebut masih aman 3. Usahakan agar desain tidak terlalu kompleks 4. Analisa mode kegagalan dan efeknya Metode dan tools dalam reliability, secara umum diklasifikasikan dalam dua kelompok yakni bottom-up dan top-down. Metode Top-down