Anda di halaman 1dari 28

PETROLOGI BATUAN BEKU

Disusun Oleh : Nama : Vita Yunita NIM : 091101010

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

2010

PRAKATA

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga peyusun dapat menyelesaikan paper praktikum petrologi batuan beku dengan tidak ada suatu halangan apapun. Paper ini disusun untuk menambah pengetahuan kita di bidang geologi, karena sangat erat hubungannya di dalam kehidupan yang berkaitan dengan

pengetahuan tentang batuan beku di bumi dan sangat penting untuk dipelajari. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada: 1. Asisten praktikum mineralogi. 2. Teman-teman seperjuangan. Penyusun menyadari bahwa sepenuhnya paper ini masih belum sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yng bersifat melengkapi dan membangun. Akhir kata penyusun berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Yogyakarta, Maret 2010

ABSTRAK

Kita mengenal tiga jenis batuan yang dibedakan berdasarkan proses pembentukannya. Yakni, batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Satu hal yang menjadi pertanyaan, bahwa batuan manakah diantara ketiga jenis batuan tersebut yang terbentuk paling awal? Bila kita kaitkan dengan sejarah pembentukan bumi, sebagai salah satu komponen di dalam system tata surya kita yang awal mulanya berasal dari gas yang kemudian membeku, maka dapat kita pastikan bahwa batuan yang paling awal terbentuk adalah batuan beku. Untuk mengenal lebih jauh tentang batuan beku, maka saya membahas mengenai proses pembentukan (diagenesis), eksplorasi dan eksploitasi serta kegunaan batuan beku yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.

PENDAHULUAN

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari hasil pendinginan magma yang berupa larutan silikat pijar dengan temperatur jauh diatas 1600 0C. Hal-hal yang mempengaruhi pembentukan batuan beku yakni, proses diferensiasi magma, proses asimilasi magma dengan batuan sampingnya dan proses fraksinasi magma. Batua beku bisa dikatakan sebagai batuan induk atau sumber dimana berbagai jenis mineral terbentuk, dan ada juga batuan beku yang mengandung mineral tunggal. Batuan beku beserta mineral kandungannya sangat dibutuhkan didalam kehidupan manusia.Permintaan public akan jenis batuan beku ini semakin meningkat sehingga perlu adanya upaya eksplorasi lebih lanjut. Hal-hal yang mendukung proses eksplorasi antara lain dengan mengetahui alam-alam yang pernah dialami batuan serta sifat-sifat khas-nya.

Dasar Teori

Batuan beku terjadi karena pembekuan magma di bawah permukaan bumi atau hasil pembekuan lava di permukaan bumi. Magma adalah cairan silikat kental dari larutan silica yang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500-2.5000C dan bersifat mobil (mudah bergerak) terdapat pada kerak bumi bagian tanah. Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifat volatil (gas) dan non volatil (non gas). Bahan-bahan volatil menyebabkan mobilitas magma, sedangkan bahan non volatil terutama oksida-oksida dalam kombinasi tertentu, merupakan pembentuk mineral yang lazim kita jumpai dalam batuan beku. Pada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, maka mineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut disebut peristiwa penghabluran mineral-mineral silikat (magma) oleh BOWEN disusun suatu seri yang dikenal dengan nama Bowens Reaction Series sebagai berikut :

DISCONTINUOUS SERIES 12000C Olivin

CONTINUOUS SERIES Anorthit Bitownit

Piroksin 9000C Amphibole

Labradorit Andesin Oligoklas

Biotit

Albite

Potash Feldspar 6000C Muskovit Kuarsa

Sebelah kiri mewakili mineral-mineral mafik yang pertama kali terbentuk adalah olivine pada temperature yang sangat tinggi. Tetapi jika magma jenuh oleh SiO2 maka piroksin yang terbentuk pertama kali. Olivin dan Piroksin merupakan pasangan Incongruent Melting, dimana setelah pembentukan, olivine akan bereaksi dengan larutan sisa membetnuk piroksin. Temperatur menurun terus dan pembentukan mineral berjalan sesuai dengan temperaturnya. Mineral yang terakhir terbentuk adalah biotit. Karena terjadi demikian maka disebut reaksi diskontinyu atau reaksi tidak menerus. Sedangkan yang di sebelah kanan mewakili mineral kelompok plagioklas, reaksinya disebut reaksi kontinyu karena berlangsung secara terus

menerus dimana anorthit adalah mineral yang terbentuk pertama kali terbentuk pada suhu tinggi, banyak terdapat pada batuan beku gabro atau basal. Andesin pada suhu menengah dan banyak tersebar pada batuan beku asan seperti granite atau rhyolit. Mineral sebelah kanan dan kiri bertemu pada mineral potash feldspar dan menerus pada mineral stabil, yang tidak mudah terubah menjadi mineral lain.

Klasifikasi Batuan Beku Berdasarkan komposisi mineralnya, batuan beku dibedakan menjadi tiga jenis: 1. Batuan beku asam Granit : tekstur phaneritic atau porphyritic-phaneritic, berwarna cerah. Riolit : batuan aliaran granit, komposisi seperti granit tetapi teksturnya porphyritic-aphanitic atau aphanitic. 2. Batuan beku intermediet Diorite : tekstur equigranular phaneritic atau porphyritic-phaneritic, alkali feldspar < feldspar total, warna abu-abu hingga abu-abu gelap.

Andesit : komposisi seperti diorite, tetapi teksturnya aphanitic atau porphyritic-aphanitic, merupakan batuan aliran diorit. 3. Batuan beku basa. Gabro : tekstur phaneritic atau phorphyritic-phaneritic. Basalt : batuan aliran gabro, bertekstur aphanitic atau porphyritic-aphanitic, komposisinya sama dengan gabro.

4. Batuan beku ultra basa Dunite : berkomposisi olovin hamper 100 % Peridotite : berkomposisi olivine (dominan) dan piroksen. Piroksenit : berkomposisi piroksen hampir 100%.

Secara kimiawi batuan beku dibagi menjadi : 1. Batuan beku asam SiO2 > 66% 2. Batuan beku intermediet SiO2 52%-66% 3. Batuan beku basa SiO2 45%-52% 4. Batuan beku ultra basa SiO2 <45%

Batuan beku berdasarkan genesa atau tempat terjadinya dapat dibagi tiga, yaitu : a) Batuan Intrusi Batuan intrusi atau plutonik adalah batuan yang terbentuknya berada jauh di dalam bumi (15 50 Km). Karena tempat pembentukannya dekat dengan astenosfer, maka pendinginan berjalan sangat lambat. Karena itu bentuk batuannya besar besar dan mempunyai kristal yang sempurna dengan bentuk tekstur holokristalin (semua komposisi disusun oleh kristal sempurna), karena pembentukan kristalnya sangat sempurna mengingat waktu penghablurannya sangat lama. (Munir, 1995). Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah) dan lain-lain.

Gabro b) Batuan Ekstrusi Magma yang bergerak dari dalam ke permukaan bumi, sebagian besar membeku di dalam sebagai batuan plutonis, hanya kurang dari 1/10 nya yang membeku di permukaan bumi dan dikenal sebagai Batuan Vulkanis atau vulkanik. Suatu aktivitas vulkanisme akan mengeluarkan materi materi berupa gas, cair dan padat. Kelompok batuan ekstrusi terdiri dari semua material yang dikeluarkan ke permukaaan bumi baik di daratan ataupun di bawah permukaan laut. Material ini mendingin dengan cepat, ada yang berbentuk padat, debu atau suatu larutan kental dan panas, cairan ini disebut lava. Ada dua tipe magma intrusi, yang pertama memiliki kandungan silika yang rendah dan vikositasnya rendah. Tipe kedua dari lava ini adalah bersifat asam, yang memiliki kandungan silika yang tinggi dan vikositas relatif tinggi. (Graha, 1987) Contoh batuan beku vulkanik adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite.

Basalt

c) Batuan Gang Batuan gang antara batuan dalam dan batuan leleran terdapat gejala antara batuan yang terbentuk dalam celah celah serta rekahan rekahan dalam kerak bumi. Batuan yang terbentuk adalah batuan gang atau batuan korok disebut juga batuan hypo-abisik. Gang disini adalah suatu badan yang bentuknya seperti sebuah kitab besar. Magma yang membeku dalam gang adalah magma yang sedang menuju ke permukaan bumi atau membeku dalam celah celah di kerak bumi. Misalnya magma yang mempunyai susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang terbentuk disebut porfiri granit yang berarti batuan granit bertekstur porfiri. (Munir, 1995)

Deskripsi Batuan Beku Dalam penamaan batuan beku secara megaskopis didasarkan atas pengamatan: a. Warna Warna batuan beku berkaitan erat dengan komposisi mineral penyusunnya. Mineral penyusun batuan tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi magma asalnya, sehingga dari warna dapat diketahui jenis magma pembentuknya, kecuali untuk batuan yang mempunyai tekstur gelasan. 1. Warna segar 2. Warna lapuk

b. Struktur 11 Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam. 11 Sheeting joint, yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. 11 Columnar joint, yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil. 11 Pillow lava, yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal-gumpal. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air.

11 Vesikuler, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku yang teratur. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. 11 Scoria, yaitu struktur yang berlubang tetapi arahnya tidak teratur 11 Amigdaloidal, yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit, kuarsa atau zeolit

11 Xenolith, yaitu stuktur yang memperlihatkan fragmen/ pemecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi. c. Teksur Tekstur batuan beku meliputi 4 hal, yaitu: 1. Derajat kristalisasi Terdiri dari: 11 Holokristalin: Apabila batuan terdiri dari massa kristal seluruhnya 11 Hipokristalin: Apabila batuan terdiri dari massa kristal dan massa gelas 11 Holohialin: Apabila batuan terdiri dari massa gelas seluruhnya. 2. Granularitas a. Fanerik : Kristalnya jelas dapat dilihat dengan mata biasa

b.

Aphanitik : Kristalnya halus sulit dibedakan dengan mata biasa.

Ukuran kristal dapat menunjukkan tingkat kristalisasi pada batuan. Cox, Price, Harte Halus Sedang Kasar Sangat Kasar <1 mm 1 5 mm > 5 mm W.T.G <1 mm 1 5 mm 5 30 mm > 30 mm Heinric <1 mm 1 10 mm 10 30 mm > 30 mm

3.

Bentuk kristal a. Euhedral : Apabila mineral mempunyai bidang kristal yang sempurna b. Subhedral: Apabila mineral mempunyai bidang kristal yang sebagian tidak sempurna c. Anhedral : Apabila mineral tidak mempunyai bidang kristal yang Sempurna atau tidak teratur.

4. Hubungan antar kristal a. Inequigranular: Bila secara relatif ukuran kristal yang membentuk batuan berukuran sama besar b. Equigranular : Bila ukuran butir kristal yang membentuk batuan berukuran tidak sama besar dan tidak teratur. d. Komposisi

Penentuan komposisi mineral kita cukup mempergunakan indeks warna dari bentuk kristal, sebagai dasar penentuan mineral penyusun batuan. Atas dasar warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Mineral Felsik Yaitu mineral-mineral berwarna terang dan miskin unsur magnesium atau besi, terutama terdiri dari mineral plagioklas, ortoklas, kuarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit. 2. Mineral Mafik Yaitu mineral-mineral berwarna gelap-hitam dan kaya unsur magnesinum atau besi, terutama augite, hornblende, biotit, amphibol, piroksen dan olivin.

Mineral Penyusun Batuan Beku Mineral-mineral yang umum terdapat sebagai penyusun batuan beku adalah: 1. Mineral-mineral asam = felsic-minerals = nonferromagnesian silicates. Kuarts : jernih, kadang-kadang putih susu atau kelabu. Feldspar Ortoklas : putih kemerahan atau merah jambu, banyak terdapat di asam. Feldspar Plagioklas : abu-abu, putih susu, menunjukkan gejala striasi, terdapat dalam dalam batuan beku

batuan menengah sampai ke basa. Muskovit : jernih sampai coklat muda, berupa lempenganlempengan tipis, terdapat terutama dalam batuan beku asam. 2. Mineral-mineral basa = mafic-minerals = ferromagnesian minerals. Biotit : coklat tua-hitam, berupalempeng tipis e. 11 Piroksen : hitam-hijau tua, pendek-pendek, Kristal bersisi 8. Hornblende : hitam-hijau, Kristal bersisi 6, panjang. Olivine : kuning kehijauan. Nama Batuan Batuan beku dalam ( Intrusive Igneous Rocks) Berdasarkan bentuk tubuhnya dan hubungan atau kedudukannya dengan batuan di sekitarnya, batuan beku dalam di bagi menjadi: Batholith (berukuran >100 km2) Stock (berukuran <100 km2) Cupola Laccolith Sill Dike 11 Batuan beku luar (Extrusive Igneous Rocks)

Obsidian: gelas volkanik massif yang mempunyai pecahan conchoidal, berwarna cerah dan berkilap gelas. Jika mengandung banyak mineral magnetite dan mafic mineral akan berwarna hitam. Kadang-kadang berwarna kuning, merah atau coklat karena magnetite dan hematite. Pumice (batuapung) : gelas volkanik sangat berpori berstruktur pumiceous. Volcanic-breccia (breksi volkanik) : batuan volkanik dengan fragmen berukuran >32 mm, berbentuk runcing. Agglomerates (aglomerat) : batuan volkanik dengan fragmen berukuran >32 mm, berbentuk bulat. Lapilli-tuff : batuan volkanik dengan fragmen berukuran 4-32 mm. Coarse-tuff (tuf kasar) : batuan volkanik dengan fragmen berukuran 4 mm. Fine-tuff (tuf halus) : batuan volkanik dengan fragmen berukuran < mm. Penamaan batuan berdasarkan kandungan silika Nama Batuan Batuan Beku Asam Batuan Beku Intermediet Batuan Beku Basa Kandungan Silika > 66% 52 66% 45 52% -

Batuan Beku Ultra Basa

< 45%

Penamaan batuan berdasarkan kandungan mineral mafik Nama Batuan Leucocratic Mesocratic Melanocratic Kandungan Silika 0 33 % 34 66 % 67 100 %

Unsur Kimia Utama Penyusun Batuan Beku (% Berat)

Oksigen Silikon alluminium Iron Calsium Potassium Magnesium Titanium Fosforus Hidrogen Manganese Sulfur Barium Chlorine Chronium Carbon Sodium

= = = = = = = = = = = = = = = = =

46.59 27.79 8.13 5.01 3.63 2.6 2.89 0.63 0.03 0.13 0.1 0.052 0.05 0.048 0.037 0.03 2.85

Fluorine Zirconium Nikel Stronsium Vanadium Carium Copper Uranium Tungsten Lithium Zinc Columbium Hafnium Thorium Lead Cobalt Boron Berylium Total

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

0.03 0.026 0.02 0.019 0.017 0.015 0.01 0.008 0.005 0.004 0.004 0.003 0.003 0.002 0.002 0.001 0.001 0.001 100

Susunan Kimia Rata-rata Batuan Beku (% Berat) SiO2 Al2O3 Fe2O3 FeO MgO CaO Na2O K2O H2O CO2 TiO2 ZrO2 P2O5 Cl = = = = = = = = = = = = = = 59.12 15.34 3.08 3.80 3.49 5.08 3.84 3.13 1.15 0.102 0.05 0.039 0.299 0.048 S (CeY)2O2 Cr2O3 V2O3 MnO NiO BaO SrO Li2O Cu Pb Zn F = = = = = = = = = = = = = 0.052 0.02 0.055 0.029 0.124 0.025 0.055 0.022 0.007 0.01 0.002 0.004 0.03

Tabel Klasifikasi Batuan Beku Sifat Kimia 100% 75% Komposis 50% Asosiasi Mineral Batuan Beku 25% Tipe Batuan Kandungan 0% Warna Elemen/ Mineral Asam Ortoklas Kuarsa Plagioklas Na Biotit Cerah Amfibol Gelap Diorit Diorit Porfir Gabro Gabro Porfir Basalt Peridotit Piroksen Sedang Basa Ca Olivin Ultra Basa

Tekstur Andestite-Basalt Copper, Platinum, Fanerik Granular (kasar) Granit Mercury, Gold Porfiritik Fanero Porfiritik Granit Porfir Diorite atau Magnietite, Molybdenum, Kuarsa Diorite Porfiro Copper, Tin, Tungsten, afanitik Riolit Porfir Gold, Silver, Zinc, Lead Gabbro

Andesit Porfir Porfir Afanitik (halus)Copper, Magnetite, Riolit Andesit Basalt Nickel, Komposisi Platinum, Ilmenite, CobaltTerutama Terdiri Dari Gelas Glassy Kompak, pecahan obsidian Granite dan Beryl, Uranium, Tin, konkoidalGemstones Pegmatite Tungsten, Vesikuler Pumis skoria Peridotite- Fragmental Diamond, Pyrope Tuf, Breksi volkanik, Aglomerat kimberlite Periotite or Dunite Rhyolite Serpentine Chromium, Platinum Asosiasi mineral pada batuan beku

Gold, Mercury, Uranium Asbestos, Chromium, Platinum, Talc-Soapstone, Bauxite, Magnetite, Copper, Gold, Corundum

Syenite

Spesifik Grafiti beberapa mineral/batuan beku Tipe batuan Coal Specific Mineral Gravity 1.2 1.5 Sphalerite Specific Gravity 3.8 4.2

Chalk Salt

1.9 2.1 Chalcopyrite 4.1 4.3 2.1 2.4 Pyrrhotite 4.4 4.7 4.5 4.8 4.9 5.2 5.0 5.2 5.1 5.3 7.3 7.7

Serpentinite 2.5 2.6 Chromite Granite Quartzite 2.5 2.7 Pyrite 2.6 2.7 Hematite

Limestone 2.6 2.7 Magnetite Gneiss 2.65 2.75 Gabbro Peridotite 2.7 3.3 3.1 3.4 Galena

Resistivitas beberapa mineral/batuan beku Material induk (ohm meter) Clay 1 100 Pyrrhotite Resistivitas Mineral kandungan (ohm meter) 0.001 0.01 Resistivitas

Graphitic Schist Topsoil

10 500

Galena

0.001 100

50 100

Cassiterite

0.001 10,000

Gravel

100 600

Chalcopyrite 0.005 0.1 0.01 100

Weathered 100 1000 Pyrite Bedrock Gabbro 100 500,000 Sandstone 200 8,000 Hematite Magnetite

0.01 1,000

0.01 1,000,000

Granite

200 100,000

Sphalerite

1000 1,000,000

Basalt

200 100,000

Limestone 500 10,000 Slate 500 500,000 Quartzite 500

800,000 Greenstone 500 200,000

Kegunaan Batuan Beku Umumnya, batuan beku dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, pembuatan atap, seni pahat, perhiasan, batu nisan, kapur, batubara, bahan metal untuk pembuatan rel kereta api dari bijih besi, minyak bumi dan gas bumi juga ditemukan dalam batuan. Selain itu, ada beberapa batuan beku intrusi yang dapat membantu menambah kematangan batubara. Disini, saya membahas beberapa manfaat batuan beku Nikel Nikel terkandung dalam mineral-mineral Sulfida, Arsenida, Antimonida, Silika dan Oksida. Bijih nikel Indonesia merupakan Silikat dan Oksida yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan ultra basa (peridotit, serpentinit dll ). Kegunaan nikel antara lain untuk pembuatan baja tahan karat sebagai selaput penutup barangbarang yang dibuat dari besi atau baja, alat-alat laboratorium Fisika dan Kimia, digunakan dalam bentuk paduan atau campuran untuk pembuatan alat-alat yang dipakai dalam industry mobil dan pesawat terbang Kromit

Mineral kromit terdapat dalam batuan basa dan ultrabasa (peridotit dan sepentinit), terjadi dengan cara segresi magma pada waktu batuan terbentuk. Kegunaan kromit antara lain dalam industri baja, pembuatan cat, penyamakan kulit, pembuatan bata tahan api, bahan kimia, dll. Calkopirit Merupakan mineral-mineral logam mulia. Biasanya berasosiasi dengan batuan ultrabasa. Digunakan untuk perhiasan, industri baja Kalsit Bahan pemutih dan pengisi cat, gelas, karet, penetral keasaman tanah, bahan pelapis kertas Feldspar Sebagai fluk dalam industri keramik, gelas dan kaca Toseki Sebagai bahan baku dan campuran keramik, refraktori, isolator, dll Batu Diorit Sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya Batu Andesit

Sebagai batu belah untuk bangunan perumahan, alas jalan, batu hias dan lainlainnya Batu Granit Dipakai untuk bangunan-bangunan rumah (dinding, tembok, dll), monumentmonumen, bangunan air, jalan dan jembatan, sebagai batu hias (dekorasi), nisan Batu Basalt Untuk keperluan bahan bangunan (pondasi jalan, dll). Untuk yang berbentuk bongkahan-bongkahan besar, diusahakan oleh perusahaan untuk tegel dan keramik, tempat lilin dan lampu Obsidian Untuk membuat mata panah, pisau. Batu Gabro Untuk bahan dasar bangunan beton, perbaikan jalan,untuk gabro yang berukuran kecil, dipoles menjadi batu dimensi ( granit hitam )

Kesimpulan

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Untuk memenuhi kebutuhan manusia, ternyata batuan beku sangat dibutuhkan. Misalnya dalam bidang konstruksi bangunan, sebagai hiasan, dalam industri, dll.

Daftar Pustaka

http://blog.itb.ac.id/blog/alfa05/2007/11/ http://id.wikipedia.org/wiki/Petrologi http://nationalinks.blogspot.com/2008/11/golongan-batuan-beku-berdasarkangenesa.html http://nationalinks.blogspot.com/2009/01/struktur-batuan-beku.html http://febryirfansyah.wordpress.com/2009/08/13/petrologi-batuan-beku/ Soetoto. 2001. Geologi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada

Anda mungkin juga menyukai