Anda di halaman 1dari 3

ASAM LEMAK ESENSIAL WINDA LAELASARI - 103020005

Asam lemak esensial merupakan sebutan bagi asam lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk manusia), atau dapat dibuat tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya. Hal ini terjadi karena spesies yang bersangkutan tidak memiliki,atau memiliki tetapi kurang fungsional, enzim yang bertanggung jawab dalam melakukan sintesis asam lemak tersebut. Bagi setiap spesies, asam lemak yang esensial berbeda-beda. Bagi manusia, asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA) tipecis, khususnya dari kelompok asam lemak Omega-3, seperti misalnya asam -linolenat (ALA), Asam

eikosapentaenoat (EPA), dan asam dokosaheksaenoat (DHA), dan asam lemak Omega-6, seperti misalnya asam linoleat. Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan enzim desaturase tetapi mampu memanjangkan dan merombak PUFA. Omega 3 STANSBY (dalam SUSILAWATI, 1994) mengemukakan bahwa asam lemak dengan konfigurasi omega-3 adalah asam lemak yang memiliki posisi ikatan rangkap pertama pada atom karbon nomor 3 dari ujung gugus metilnya. Asam-asam lemak alami yang termasuk dalam kelompok asam lemak omega-3 adalah asam linolenat, asam eikosapentaenoat, dan asam dokosa heksaenoat. Rumus molekul ketiga asam lemak omega-3 tersebut di atas adalah sebagai berikut: : CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2CH=CH(CH2)7COOH Asam linolenat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2-CH=CHCH2-CH=CH-CH2-CH=CH(CH2)3-COOH Asam eicosapentaenoat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2-CH=CHCH2-CH=CH-CH2-CH=CHCH2-CH=CH-(CH2)2-COOH Asam docosahexaenoat

Omega 6 Omega 6 atau asam linoleat (18:2,n-6) adalah asam lemak yang banyak mempunyai peranan vital. Peranan tersebut terutama berkaitan dengan kesehatan manusia. Hubungan kesehatan dengan asam linoleat terletak pada adanya ikatan rangkap/tak jenuh ganda pada asam linoleat yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Omega 6 merupakan asam lemak tak jenuh esensial, esensial berarti harus diperoleh dari makanan karena tubuh tidak bisa membuatnya sendiri. Secara umum kebutuhan omega 6 bagi orang dewasa sehat adalah 1-3 gram/hari, jika jumlah itu tidak terpenuhi maka berpotensi terjadi gangguan metabolisme tubuh dan berbagai akibatnya. Rumus : CH(CH2)7COOH=CHCH2CH=CH3(CH2)4CH Omega 6 masuk umumnya dalam bentuk asam linoleat (LA), dalam tubuh kemudian disintesis menjadi GLA, DGLA dan AA Dari senyawa tersebut yang terpenting adalah DGLA, oleh tubuh zat tersebut disintesa menjadi prostalglandin tipe 1 (PGE1). PGE1 mempunyai fungsi pengaturan kardiaovaskuler, penurun kolesterol, anti inflamasi, vasodilator, dan membantu kerja insulin. Omega 9 Asam lemak omega-9 adalah asam lemak terbanyak yang dapat ditemukan di alam, sehingga sangat kecil kemungkinannya tubuh kita dapat kekurangan asam lemak ini. Omega 9 sudah terbukti memberikan manfaat untuk kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa pemberian diet yang memiliki kandungan omega 9 tinggi dapat meningkatkan kolesterol yang baik (HDL-High Density Lipoprotein),

menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan juga menurunkan tekanan darah. Sehingga dapat dipastikan kesehatan jantung akan terjaga. Dan dalam sebuah penelitian juga membuktikan, mengkonsumsi makanan yang kaya Omega 9 sebanyak 5 kali perminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung sampai lebih dari 15%. Rumus : CH3(CH2)7CH=CH(CH3)7COOH

Jumlah yang diperlukan dalam tubuh sebanyak 1 sendok makan setiap hari, atau 10% dari kilojoule lemak harian. Asam lemak omega 9 banyak terdapat pada kacang-kacangan, avokad, minyak zaitun dan buah zaitun. Asam-asam lemak omega-9 dapat digunakan tubuh sebagai pengganti sementara omega-3 atau omega-6, jika persediaan kedua asam lemak tersebut dalam tubuh tidak mencukupi. Tetapi bila harus kekurangan omega 3 dan omega 6 secara terus menerus akan mengakibatkan fatal bagi tubuh kita.