Anda di halaman 1dari 4

OVERVIEW INDUSTRI CHADWICK Chadwick merupakan produser personal consumer product dan obat-obatan.

Norwalk, division dari Chadwick mengembangkan, memproduksi, dan menjual obat-obatan untuk manusia dan hewan. Norwalk menjual produknya melalui beberapa distributor utama yang menyuplai apotek, rumah sakit, dan organisasi di bidang kesehatan, dan juga dokter hewan. Norwalk bergantung pada hubungan baik dengan distributor yang mempromosikan produknya kepada konsumen akhir dan juga memberikan timbal balik dari konsumen mengenai produk baru yang diinginkan konsumen. Chadwick menyadari bahwa keberhasilan jangka panjangnya bergantung pada berapa banyak uang yang dihasilkan oleh distributor dengan mempromosikan dan menjual produk dari Norwalk. Proses pengembangan obat-obatan membutuhkan waktu yang lama, biaya yang besar, dan tidak dapat diprediksi. Rata-rata siklus pengembangan berkisar antara 12 tahun. Proses diawali dengan memilih banyak bahan baku yang memiliki manfaat dan kegunaan potensial. Untuk setiap obat yang diproses hingga disetujui untuk digunakan, menggunakan hingga 30.000 bahan baku yang diuji coba pada awal siklus pengembangan produk. Obat-obatan yang telah terdaftar dan dipatenkan dapat menciptakan pendapatan yang besar untuk Norwalk dan distributornya. Scientist mengembangkan teknik baru yaitu bio-engineering untuk dapat memenuhi permintaan manajemen untuk dapat mengurangi waktu proses dan biaya. Selain itu, alternatif lain adalah dengan mengidentifikasi manfaat baru untuk bahan baku yang sebelumnya telah terdaftar untuk dapat digunakan. Proses produksi Norwalk sendiri dapat dikatakan merupakan yang terbaik dalam industrinya karena kecepatan dan efisiensinya. Chadwick memperbolehkan beberapa divisi untuk melakukan desentralisasi. Manajer-manajer divisi hampir seluruhnya dapat memenuhi perbedaan dalam mengelola seluruh proses kritikal. Chadwick memberikan target financial yang menantang untuk semua divisi-divisi. Target tersebut ditunjukkan dalam bentuk Return on Capital Employed (ROCE) yang dievaluasi melalui pertemuan bulanan antara direksi dan manjer divisi.

PROBLEM CHADWICK Bill Baron, Comptroller dari Chadwick mencari metode yang lebih baik untuk mengevaluasi kinerja dari tiap divisi karena manajer divisi mengomplain tentang tekanan untuk memenuhi target jangka pendek yang memerlukan investasi yang besar, poyek yang berisiko dengan returns jangka panjang. Balance Scorecard dipilih untuk menciptakan cara agar tujuan jangka pendek sesuai dengan kinerja jangka panjang perusahaan. John Greenfield, manajer divisi dari Norwalk memperoleh memorandum dari Dan Daniels, President dan Chief Operating Officer dari Chadwick untuk membaca artikel mengenai Balance Scorecard, membuat scorecard untuk tiap divisi, dan mempresentasikan dalam Chadwicks Executive Committee. Greenfield sebenarnya menyukai ide untuk membuat scorecard yang dapat membuat operasinya lebih responsive, namun dia tidak yakin berapa banyak kebebasan yang ada untuk mengembangkan dan menggunakan scorecard. Kemudian, Greenfield mendelegasikan kepada Wagner, Divisional Controller, dan dua rekannya untuk menyusun Norwalk Balance Scorecard. Pedoman untuk menyusun scorecard yang diminta adalah menggunakan data kuantitatif dan objektif. Selain itu, direksi hanya menerima hard data, tidak termasuk opini atau hasil survey. Dalam proses penyusunan scorecard, Wagner mengalami bebarapa hambatan, diantaranya penundaan pertemuan untuk membahas scorecard dengan manajemen scorecard project. Pada saat pelaksanaan pembahasan scorecard, Greenfield tidak dapat datang dalam pertemuan tersebut. Selain itu, VP Marketing juga tidak dapat hadir dan gangguan juga datang ketika VP Marketing menghubungi salah satu manajer peserta pembahasan sehingga mengganggu pembahasan grup.

Strategi Bisnis Norwalk :

Hasil Balance Scorecard untuk Norwalk Division adalah sebagai berikut:

PEMBAHASAN PROBLEM CHADWICK Balance Scorecard mengukur kinerja dengan melihat empat perspektif, yaitu : 1. Financial perspective 2. Internal operations perspective 3. Customer perspective 4. Learning and growth perspective Balance Scorecard merupakan alat yang efektif untuk mengukur kinerja karena tidak hanya bergantung pada financial performaces namun juga ukuran nonfinancial performances. Dimana financial performaces melihat hasil dari tindakan masa lalu (yang telah dilakukan) dan nonfinancial performances fokus

pada aktivitas yang sedang dilakukan perusahaan. Balance Scorecard berisi tujuan perusahaan dan ukuran untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga, antara strategi bisnis dan tindakan/keputusan yang diambil dapat sejalan. Dalam proses penyusunan Balance Scorecard dari Norwalk, yang merupakan salah satu divisi dari Chadwick, terdapat beberapa kendala. Diantaranya yaitu : 1. Direksi tidak mau menerima hard data yang berupa opini atas hasil survey atas kepuasan pelanggan. Data yang boleh digunakan hanyalah data objektif dan kuantitatif. Sedangkan dalam Balance Scorecard perspektif yang dilihat tidak hanya tekait dengan financial perspective. 2. Kurangnya komitmen dari para manajer divisi untuk proyek Balance Scorecard. Dimana ditunjukkan dengan ketidaksiapan untuk melakukan pembahasan. Selain itu, Greenfield sebagai Manajer Divisi Norwalk tidak ikut hadir dalam pertemuan pembahasan rancangan scorecard Norwalk. 3. Dalam Balance Scorecard dari Norwalk, tidak ditunjukkan adanya tujuan perusahaan, yang ditampilkan hanyalah ukuran untuk melihat kinerja apakah sudah mencapai target atau belum. Namun target tersebut tidak ditunjukkan dalam Balance Scorecard. Hal ini, mungkin terjadi karena kurangnya komunikasi antara bagian penyusun, Wagner, dan manajemen yang menentukan target, Greenfield. Sehingga, diperlukan kerjasama dan komitmen dari seluruh pihak dan manajemen untuk menyusun scorecard yang nantinya menjadi alat untuk mencapai target/tujuan perusahaan.