Anda di halaman 1dari 6

Manajemen Waktu Ala Rasulullah Muhammad SAW

By anggitn September 19, 2012

Sering kali kita kewalahan mengatur waktu. Buktinya, produktivitas kita tak sebanding dengan keleluasaan waktu yang Tuhan berikan. Bukti yang lain, kita lebih sering menyesali keterlambatan dan kekurangcermatan. Bukti yang lain lagi, berapa posting berkualitas dan memberikan manafaat bagi banyak orang yang Anda tulis 3 hari terakhir? Bukti lainnya, ayo list sendiri oleh Anda. Sekarang, mari luangkan waktu sebentar untuk belajar kepada seseorang yang mendapat predikat Orang Paling Sukses No. 1 Di Dunia Dalam Manajemen Waktu. Siapakah dia? Dialah, Rasulullah, Muhammad SAW, orang paling sukses dalam hal manajemen waktu. Berikut ini adalah 4 tips manajemen waktu yang terinspirasi oleh hadits Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Umar. 1. Milikilah mentalitas pengembara atau perantau Jalanilah waktu seolah-olah Anda seorang asing yang sedang merantau. Waktu Anda begitu terbatas. Anda berada di tempat orang lain, harus segera pulang dengan membawa kabar baik dan oleh-oleh yang menyenangkan buat keluarga. Hidup adalah merantau meskipun dari lahir sampai mati tak beranjak dari kampung halaman sendiri. Maka buatlah daftar, jadwal dan target yang jelas dan tegas untuk segala aktifitas Anda. 2. Milikilah sikap penyebrang jalan Anda harus menyebrang untuk segera melanjutkan perjalanan. Mata Anda harus selalu waspada lihat kiri kanan. Pendengaran Anda harus siaga menangkap arah suara kendaraan. Begitu jalanan lengang, segera menyebrang, waktu Anda sangat singkat. Terlambat sebentar

saja, kesempatan itu hilang, Anda tidak bisa menyebrang, atau malah celaka tertabrak kendaraan. Maka biasakanlah berpikir cepat, mengambil keputusan secara cepat, dan belajar dengan cepat. 3. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan Pekerjaan sore hari, selesaikan di sore hari. Pekerjaan pagi selesaikan pagi hari. Tidak ada sore dan pagi yang sama dalam satu hari. Menunda pekerjaan sesungguhnya sama dengan menumpuk beban. Saat menunda Anda mungkin berpikir ingin menikmati suasana santai dan tenang, padahal sebenarnya Anda sedang menabung kesibukan yang nanti lelahnya tidak akan terobati oleh santai sesaat itu. 4. Manfaatkan kesempatan sekecil apa pun untuk kebaikan Maukah Anda menjadi orang yang saat sakit atau saat tua kelak, hanya terdiam lemah tapi pahala kebaikan mengunjungi Anda tiapa saat? Seperti pensiunan, yang karena kerja kerasnya saat masih aktif, dia tinggal menunggu gaji tiap bulan tanpa kerja lagi. Itu bias Anda raih dengan memperbanyak dan membiasakan kebaikan selagi mampu melakukanya. Biasakan, bukan sesekali saja atau asal. Semoga bermanfaat dan selamat menjadi penakluk waktu!

4 Kiat Sukses Usaha: Yang Tidak Diajarkan di Sekolah Bisnis


Published by Rahmat ST on January 18th, 2013 07:28 AM | Kiat Sukses, Sukses 0 inShare
share

Kiat Sukses Usaha: Jadikan Beramal Sebagai Niat

Kiat sukses usaha yang pertama adalah menjadikan amal sebagai niat. Niat mencari nafkah juga insya Allah ibadah, namun mencari nafkah seringkali hanya fokus pada keluarga sendiri. Berbeda jika kita berniat untuk amal, untuk berkontribusi, atau memberi kepada banyak orang, itu akan memberikan motivasi yang lebih besar. Ada dua manfaat dari niat usaha Anda ini. Yang pertama motivasi Anda menjadi lebih besar, karena target Anda besar. Tujuan besar akan memberikan motivasi besar dalam usaha. Yang kedua insya Allah akan membawa kebaikan kita di akhirat selama kita ikhlas menjalankannya. Agar sesuai dengan kaidah SMART, target saja kontribusi Anda dengan spesifik dan terukur. Jika Anda mengatakan ingin bermanfaat untuk banyak orang, itu masih mengambang. Apa manfaat yang ingin Anda berikan, seberapa banyak, dan kapan targetnya. Akan lebih jika tujuan Anda seperti ini: Saya ingin membuka lapangan kerja baru untuk 100 orang di akhir tahun 2013 Saya ingin membangun pesantren untuk 1000 santri pada akhir tahun 2015 Seperti itulah, tujuan yang tegas dan memberdayakan yang akan memberikan motivasi lebih. Siapa yang tidak yakin dengan keajaiban memberi?

Kiat Sukses Bisnis Yang Kedua: Jangan Berhenti


Kiat sukses usaha yang selanjutnya adalah jangan berhenti. Mengapa? Sebab satu-satunya penyebab gagal adalah berhenti. Serius! Jika ada yang mengatakan tidak punya modal kemudian dia gagal, sebenarnya dia hanya berhenti mencari modal, dia berhenti mencari ide mengoptimal yang dia miliki, atau dia berhenti belajar mendapatkan modal. Banyak orang yang tidak punya modal, namun mereka tetap berhasil karena mereka tidak berhenti. Mereke tidak berhenti mencari modal, belajar mencari modal, mengumpulkan modal, atau memanfaatkan apa yang dia miliki. Pokoknya, dia tidak berhenti.

Jadi, apa pun halangan dan kekurangan Anda dalam usaha, jangan berhenti. Jika ada halangan, jangan berhenti untuk mencari cara mengatasi. Jika ada kekurangan, jangan berhenti untuk berusaha menutup kekurangan. Jika kalah dalam persaingan, jangan berhenti untuk berusaha menjadi juara lagi. Bahkan, saat bisnis Anda bangkrut dan menyisakan utang, jangan berhenti untuk bangkit lagi. Selama Anda masih berusaha bangkit, Anda belum gagal. Anda hanya gagal saat Anda berhenti, diam, dan menyerah.

Doakan Saudara Anda Agar Sukses Dalam Usahanya Dijamin!


Kiat sukses usaha yang ketiga adalah mendoakan saudara kita (saudara seiman) agar sukses dalam usahanya. Dan, triknya adalah jangan sampai saudara Anda mengetahui bahwa Anda mendoakan mereka. Ini dahsyat dan dijamin berhasil karena Rasulullah Saya sudah membahas di artikel khusus tentang kiat sukses ini, silahkan baca di Kiat Sukses Dahsyat dan Dijamin Berhasil Mulai sekarang, silahkan doakan saudara seiman kita agar berhasil dalam usahanya.

Kiat Yang Keempat Adalah: Miliki Ilmunya


Kata siapa sukses usaha harus bodoh? Kata orang bodoh mungkin. Saya mengenal pak Purdie Chandra, beliau itu jenius, tidak bodoh. Dia pintar mencari uang! Bagaimana dengan Om Bob Sadino? Sama, dia juga pintar mencari uang, dia pintar melihat peluang, dia pintar membangun bisnis. Buktinya bisa kita lihat sendiri. Semua pebisnis sukses itu pintar, tidak ada yang bodoh. Mungkin dari segi pendidikan formal, ada yang tidak sekolah, tamat SD, atau SMP, namun dari segi ilmu bisnis mereka itu jagonya meski tidak di dapatkan dari pendidikan formal. Bisa dari pengalaman atau belajar kepada orang lain. Kuncinya adalah jangan batasi ilmu itu dari pendidikan formal, meski pun itu adalah tidak jelek. Bukan bukan ilmu yang membuat orang banyak pertimbangan sehingga tidak bertindak, tetapi sikap orang tersebut saja yang labil dan tidak berani mengambil keputusan. Jadi, jangan salahkan ilmu, sebab dalam Islam ilmu memiliki posisi yang tinggi. Ilmu adalah hidupnya Islam dan Pilarnya Iman. Barangsiapa mengajari ilmu, maka Allah menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa belajar dan mengamalkan (ilmunya) maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tidak diketahuinya (HR. Abu Al-Syaikh). Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu. (H.R. Bukhori dan Muslim) Jadi, kata siapa ilmu itu tidak penting? Praktek itu penting, namun praktek tanpa ilmu, kita akan nyasar.

Produk: Bisnis Anti Gagal menjelaskan kiat sukses usaha lebih lengkap, bagaimana cara berpikir dan bertindak mulai dari mencari ide sampai mewujudkan ide tersebut. Jika Anda ingin kiat sukses usaha lebiih lengkap, miliki video Bisnis Anti Gagal. Silahkan aplikasikan keempat kiat sukses usaha ini, insya Allah Anda akan berhasil membangun usaha yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.

Daya Saing Pribadi Diawali dengan Mental Juara

Semua para ahli mengatakan bahwa langkah pertama untuk sukses itu adalah memiliki mental yang positif. Banyak orang yang mau kerja keras bahkan cerdas, tetapi tidak mencapai keberhasilan gemilang, alasannya karena masalah mental. Masalah mental juga bisa menghambat tindakan. Tindakan adalah penting, tetapi lebih penting bagaimana agar Anda bertindak, bukan hanya bertindak, tetapi tindakan yang tepat, dengan arah yang tepat, dan terus bertindak sampai mencapai akhir. Mengenai pentingnya mental juara, saya sudah menulis di artikel sebelumnya, silahkan baca: Mental Juara Itu Perlu. Yang pada intinya adalah mental juara selalu menginginkan yang terbaik dan berusaha pantang menyerah untuk mencapai yang terbaik. Mental juara sangat penting dimiliki jika Anda ingin meningkatkan daya saing pribadi Anda.
Disinilah Perlunya Belajar dan Pengembangan Diri

Salah satu kelemahan yang menjadikan diri kita tersisih karena kita memang masih lemah dalam belajar dan pengembangan diri. Saya memiliki pengalaman bagaimana bekerja dengan pegawai asing. Saya akui saya banyak belajar kepada mereka karena mereka memang memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh kabanyakan orang Indonesia. Ini harus kita sadari. Kita bisa berbicara bahwa kita sebenarnya tidak kalah oleh mereka. Ya, bisa jadi ada sebagian orang Indonesia yang memang lebih hebat. Sudah banyak pula fakta bahwa orang Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Pertanyaanya adalah apakah orang tersebut Anda? Saya berbicara tentang Anda. Fokus pada diri sendiri. Apakah Anda sudah memiliki daya saing pribadi yang cukup? Untuk mencapai karir yang lebih bagus, Anda memerlukan daya saing pribadi. Untuk mendapatkan klien, Anda juga memiliki daya saing yang unggul. Untuk bisnis pun sama. Sejauh mana Anda berhasil, itu menunjukkan sejauh mana keunggulan daya saing pribadi Anda. Jika Anda ingin meningkatkan daya saing pribadi, maka tidak ada jalan lain, setelah Anda membangun mental juara Anda harus mau belajar dan mengembangkan diri Anda. Buktikan bahwa Anda benar-benar terbaik secara nyata, yaitu Anda lebih dipilih dan dengan hasil karya nyata Anda. Bukan dengan omongan atau hanya berkoar. Buktikan! Pengembangan diri yang seperti apa? Akan panjang jika dibahas disini, saya sudah menuliskan pada sebuah ebook dan berjam-jam video bagaimana kita mengembangkan diri

agar menjadi juara alias memiliki daya saing pribadi yang unggul, silahkan miliki The Champion Way, pelajari dan aplikasikan, insya Allah Anda akan memiliki daya saing yang hebat.

Kesimpulan
Persaingan semakin lama akan semakin ketat. Orang-orang hebat terus bermunculan begitu juga produk-produk baru lahir setiap hari. Anda perlu memiliki daya saing pribadi yang kuat atau Anda akan tersisihkan. Bagaimana pun perusahaan dan pasar akan mencari yang terbaik. Untuk itulah, tingkatkan daya saing pribadi Anda dengan membangun mental juara, belajar, dan pengembangan diri.

Anda mungkin juga menyukai