STUDI ANALISIS STABILITAS PADA LERENG GALIAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Garup Lambang Goro Jurusan Teknik

Sipil Politeknik Negeri Semarang Abstract Earthquake is the one of many causes of slope failure on an excavation. Many seismic slope stability methods are used for slope stability design, but every method had advantages and disadvantages. One of the simple and common methods is Static Equivalent Analysis in which transient earthquake acceleration is made equivalent to a uniform horizontal force. Besides there is no representative earthquake characteristics are modeled, limitation of this method is a difficulty in assigning an appropriate seismic reduction factor. It is considered that the more realistic method is Dynamic Analysis using finite element method, which apply input motion as seismic load. The advantage of the method, which in this case by using Geo-Office computer program is it can produce minimum safety factor along the impact duration of earthquake. This study compares between Static Equivalent Analysis and Dynamic Analysis on a excavation model on Hard Site Classification SC, Medium/ Stiff Site Classification SD and Soft Site Classification SE following the site classification according to (Uniform Building Code) UBC, 1997. Depths of based rock are assumed at 30m and 100m. Earthquake mechanisms of input motion that are applied at base rock are subduction and strike-slip, with peak-based acceleration vary from 0,1g to 0,4g. The research also determines a reduction factor (fR) on an excavation model that can be used for Static Equivalent Analysis in order to produce safety factor that is similar to minimum dynamic safety factor. In this research, Static Equivalent Analysis is conducted by using a computer program Plaxis whereas Dynamic Analysis is conducted by computer program Geo-Office. The research results show that static equivalent safety factor is always lower than dynamic minimum safety factor or it can be said that Static Equivalent Analysis is more conservative than Dynamic Analysis. By Peak Based Acceleration 0,2g on strike-slip mechanism, the seismic reduction factor (fR) for excavation case over Hard Site is about 0,8, fR of Medium Site is below the value of Hard Site, is about 0,5 and for Soft Soil, the recommended fR is about 0,3. Key words: dynamic analysis, excavation, finite element method, seismic reduction factor, static equivalent analysis, Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang menelan korban lebih dari 150.000 jiwa, disusul gempa Yogyakarta, Jawa Tengah dan bagian barat pulau Sumatera sepanjang tahun 20062007. Analisis stabilitas lereng pada konstruksi galian tahan gempa di Indonesia masih banyak menggunakan cara statik ekuivalen. Pada metode ini efek beban dinamik yang ditimbulkan gempa bumi diubah menjadi beban statik. Cara ini mempunyai beberapa keterbatasan (Najoan, Th. F., 1991), yaitu: a. Koefisien seismik diambil dari percepatan gempa maksimum yang bekerja di permukaan tanah dibagi dengan gravitasi.

PENDAHULUAN Berdasar peta geologi, Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Australia, lempeng Asia, lempeng Pasifik dan lempeng laut Filipina. Interaksi keempat lempeng utama tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi dan rawan terhadap bahaya gempa. Hal ini ditunjukkan oleh data-data pencatatan kejadian gempa di Indonesia, yaitu lebih dari 8000 kejadian tercatat gempa dengan Ms ≥ 5 dari tahun 1897 sampai tahun 2000, bahkan pada akhir tahun 2004 telah terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter yang menyebabkan
160

klasifikasi tanah yang didasarkan pada kecepatan gelombang geser rata-rata. Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga 2D dengan bantuan program komputer Plaxis dan GeoOffice. yang divariasikan berdasarkan klasifikasi tanah menurut Uniform Building Code (UBC. Studi ini akan membandingkan dan mencari hubungan angka keamanan lereng dengan menggunakan analisis statik ekuivalen dan analisis dinamik. yang masing-masing input motion mempunyai kandungan frekuensi yang berbeda. Hal ini yang menyebabkan ketidakstabilan lereng. SD. Tegangan-tegangan tersebut menghasilkan tegangan normal dinamik dan tegangan geser sepanjang daerah yang berpotensi longsor. b. c. Perhitungan faktor keamanan dilakukan dengan cara keseimbangan batas. Analisis dilakukan pada model dengan kedalaman batuan dasar (D) 30m dan 100m. Percepatan gempa maksimum pada batuan dasar (PBA) ditinjau pada percepatan 0. dalam perencanaan perlu diperiksa keamanannya dengan analisis dinamik dengan metode elemen hingga. a. tegangantegangan dinamik dapat melampaui tahanan geser izin tanah. kedalaman batuan dasar. angka keamanan lereng pada akhir gempa. Jika dibandingkan dengan tegangan geser statik yang ada. dimana tegangan. regangan dan alihan permanen dari suatu lereng yang longsor tidak dapat diperoleh.20 g. b. 0. Dalam studi ini beberapa parameter diambil sebagai parameter variabel sedangkan parameter lainnya dianggap sebagai parameter tetap. SE). Paramater-parameter variabel itu di antaranya: a. d. kedalaman galian.10 g. Pada penelitian ini diberikan batasan sebagai berikut. di antaranya adalah kelas tanah. kemiringan lereng. 0. Hasil yang diharapkan dari studi ini adalah memberikan hubungan angka keamanan minimum dari analisis dinamik (SF-dinamik minimum) terhadap angka keamanan dari analisis statik ekuivalen (SF statik ekuivalen) dan mendapatkan faktor reduksi gempa (fR) untuk analisis statik ekuivalen yang dapat direkomendasikan guna mendapatkan angka keamanan yang sama dengan angka keamanan dinamik minimum. Pembatasan masalah diperlukan karena banyaknya masalah dalam suatu analisis. Dengan menggunakan program Quake/W dan Slope/W (Geo-Slope 161 STUDI ANALISIS STABILITAS PADA LERENG GALIAN DENGAN …………(Garup Lambang Goro ) . sedang. b. Untuk mengatasi kelemahan cara statik ekuivalen. Pada studi-studi sebelumnya.30 g dan 0. Sebenarnya gaya gempa yang bekerja bersifat transient artinya arah gaya bergantian ke luar dan masuk lereng sesuai riwayat percepatan gempa. c.4 g. percepatan gempa maksimum di batuan dasar (PBA: Peak Base Acceleration). Penelitian ini mengkaji ulang analisis statik equivalen terhadap analisis dinamik pada konstruksi galian dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan program komputer Plaxis dan GeoOfiice. dan lunak (SC. input motion dan percepatan pada batuan dasar. Analisis dilakukan pada galian di atas lapisan tanah keras. Beban gempa dapat berpengaruh signifikan terhadap tegangan-tegangan dinamik horizontal dan vertikal pada lereng. Input motion yang digunakan adalah input motion sintetik gempa subduction dan strike-slip.Jadi tubuh galian dianggap sebagai kesatuan yang kaku (rigid body) yang sebenarnya tidak demikian kondisinya. kandungan frekwensi (karakteristik) input motion. Arah gaya gempa dianggap kearah luar lereng yang meningkatkan gaya longsor. METODE PENELITIAN Hasil perhitungan stabilitas lereng pada galian akibat beban gempa sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter. 1997). c. hasil analisis dinamik pada bangunan galian adalah alihan tetap yang terjadi. Dalam penelitian ini juga dilakukan studi untuk melihat pengaruh parameter-parameter variabel terhadap angka keamanan longsor pada lereng galian akibat gempa. e.

tanah dianggap homogen sampai pada kedalaman batuan dasar.Office) dapat dihasilkan angka keamanan selama berlangsungnya gempa sehingga dapat diambil nilai terkecilnya (SF-dinamik minimum). SD dan SE) berdasarkan kecepatan gelombang geser rata-rata tanah yang mengacu pada Uniform Building Code (UBC). et.8 m/s2) Studi ini akan dilakukan pada sebuah model galian dengan kedalaman batuan dasar 30m dan 100m.Al. Pada model ini parameter masukannya adalah modulus geser (G). Al. Propertis Dinamik Tanah menurut UBC 1997 (Kramer. R. Kedalaman galian adalah 8m dengan kemiringan lereng 1:2. 1998) Hubungan modulus elastisitas (E) . 162 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. sangat sensitif. dan kecepatan gelombang tekan (Vp). dengan kriteria sebagai berikut (Tabel 1). 3 Desember 2007: 160-168 . (Microsoft Corp. 1998) ρ G= E 2(1 + ν ) = berat isi total dan g = percepatan gravitasi (9. khusus lempung plastisitas sangat tinggi (PI> 75). 1996) Golongan Jenis Tanah Kriteria Vs (m/ dt) N(SPT) Cu (kPa) SA Batuan Keras > 1500 SB Batuan 760 – 1500 SC Tanah sangat padat/ batuan 360 – 760 > 50 > 100 lunak SD Lempung kaku 180 – 360 15 – 50 50 – 100 SE Lempung lunak < 180 < 50 SF Mensyaratkan evaluasi Tanah liquefiable..J et. Tabel 1. Tanah divariasikan pada tiga kelas tanah (SC. serta kecepatan gelombang geser (Vs) adalah (Dakoulas..L. lempung lunak – medium yang sangat tebal (> 36 m) Model material yang digunakan pada analisa Eoed Vp = dinamik dengan Quake/W adalah model ρ equivalent linear. Parameter dan Propertis Dinamik Tanah Analisis akan dilakukan pada kasus galian dengan material. modulus geser (G). poisson (1 − ν ) E Di mana: Eoed = ratio ν. gambut. 1997. dan damping ratio. 1991) Vs = Pada analisis statik ekuivalen digunakan bantuan program Plaxis dengan menggunakan model material Mohr-Coulomb dan angka keamanan dihitung dengan metode c/phi reduction. sedangkan pada (1 + ν )(1 − 2ν ) perhitungan stabilitas lereng dengan Slope/W γ menggunakan metode tegangan elemen hingga ρ= (stress finite element) yang didasarkan g persamaan keseimbangan batas dengan model G tanah Mohr-Coulomb. P. 12 No. Pemodelan dilakukan setengah konstruksi seperti pada Gambar 1. (Brinkgreve.B. S.

360 < 180 Cu (KN/m2) UBC. 1997 > 100 50 . Analisis Dinamik denan Program Geo-Office Quake/W: (initial file) Analisa Statik Static Boundary Vs (m/dtk) UBC.84 118899. 1997 360 . SE Jenis Tanah Tanah Keras.Gambar 1. SD Tanah Lunak.08 36534. Analisis Statik Ekuivalen dengan Plaxis Input: Geometry model Standard Fixities Boundary Calculation: .100 < 50 Quake/W: Kondisi awal: dari Initial file Analisa Dinamik: input motion Output: Percepatan maksimum pada permukaan (PGA) - Dynamics Boundary Slope/W: Metode: Stress Finite Element Output: Kurva: SF Dinamik vs Waktu SF-Dinamik minimum B. Pemodelan untuk Kasus Lereng Galian Jenis Tanah Tanah Keras. SD Tanah Lunak.15 ϕ (°) 1 1 1 Vs (m/dtk) 560 270 160 PI 5 15 40 Diagram Alir Metode Penelitian A. SE E (KN/m2) 1.5536E+6 3.Angka keamanan : c/phi reduction Output: SF-statik ekuivalen STUDI ANALISIS STABILITAS PADA LERENG GALIAN DENGAN …………(Garup Lambang Goro ) 163 . Propertis Tanah G (KN/m2) 575412.Multiplier acceleration: PGA (g) . SC Tanah Sedang.2103E+5 98642 Cu (KN/m2) 110 60 30 Tabel 2. SC Tanah Sedang.760 180 .

Ekui. Penentuan Faktor Reduksi Gempa (fR) untuk Analisis Statik Ekuivalen pada Kasus Galian dengan berbagai Kedalaman Galian (d) Input: .1 0.C.SF Dinamik minimum . 1.PGA (g) .SF Statik Ekuivalen .6 0.0 1.Tentukan fR rekomendasi dimana SF-Dinamik min.6 0.2 0. Variabel utamanya adalah indeks plastisitas (PI) dan tegangan batas (confining pressure).Kelaman Galian d (4m-16m) Input: .Kedalaman Galian d (4m-16m) Perhitungan Dinamik (Quake/W) Perhitungan Statik Ekuivalen (Plaxis) . 12 No./ SF-Stat.6 0.4 0. vs fR (setiap d tertentu) .= 1 (setiap d tertentu) Faktor Reduksi Modulus Geser (G Reduction) dan Damping Ratio Tanah yang memikul beban dinamik akan mengalami pelemahan.PBA . G/Gmax.Grafik SF Dinamik min.Ekui.0 1e-006 1e-005 0.0001 0.01 0.0001 0.001 0.8 0./ SF-Stat.4 G/Gmax 1e-005 0.8 G/Gmax G/Gmax 0.1 Cyclic Shear Strain Cyclic Shear Strain Tanah Keras Tanah Sedang Tanah Lunak Gambar 2.Input Motion .0001 0.1-0.7) . Pelemahan bergantung pada regangan geser siklik (cyclic shear strain). 1.4 0.0 dikenal sebagai ratio G Reduction.01 0.01 0.0 1e-006 Cyclic Shear Strain 0.0 1e-006 1e-005 0.2 0.001 0.0 0.Ratio SF-Dinamik min.1 0./ SF-Statik Ekuivalen .001 0.PGA -fR (0. 3 Desember 2007: 160-168 .8 0.2 0. Ishibashi and Zhang (1993) mengembangkan persamaan untuk memperkirakan ratio G/Gmax. Grafik G Reduction Terhadap Cyclic Shear Strain untuk Berbagai Jenis Tanah 164 Wahana TEKNIK SIPIL Vol.

1 250 200 150 100 50 0 1e-006 150 200 150 100 100 50 50 1e-005 0. Grafik Damping Ratio Terhadap Cyclic Shear Strain untuk Berbagai Jenis Tanah Data Gempa SS-Medan. Scaled Recorded Ground Motion Strike-Slip Medan Parameter dan Propertis Tanah untuk Analisis Statik Ekuivalen Dalam analisis statik ekuivalen.10 medan dengan percepatan puncak 137 cm/detik2 pada 16. durasi gempa 43. Perhitungan dibantu dengan program komputer PLAXIS dengan menggunakan model tanah Mohr-Coulomb. poisson ratio.05 didapatkan dari keluaran program EZ-FRISK masing-masing untuk periode ulang 500 tahun -0.05 -0.99 detik 0.00 -0. Agar dapat dibandingkan dengan analisa dinamik.0001 0. berat volume.05 Gambar 5.1 Cyclic Shear Strain Cyclic Shear Strain Cyclic Shear Strain Tanah Keras Tanah Sedang Tanah Lunak Gambar3. 0.10 Acceleration ( g ) 0. Hal ini mengindikasikan kenaikan damping ratio dengan naiknya amplitudo regangan siklik.10 (Hendarto.001) Damping Ratio (x 0.001) Damping Ratio (x 0.10 -0.15 adalah input motion sintetik gempa subduction 0.00 durasi gempa 60 detik (Gambar 5) yang -0.01 0.1 0 1e-006 0 1e-006 1e-005 0. Scaled Recorded Ground Motion Subduction Medan STUDI ANALISIS STABILITAS PADA LERENG GALIAN DENGAN …………(Garup Lambang Goro ) 165 . Properti tanah yang digunakan adalah modulus elastisitas (E).0001 0.001 0. sebagai data masukan adalah percepatan gempa pada permukaan tanah (PGA) sebagai beban percepatan horizontal. 200 Damping Ratio (x 0.01 0.15 0 10 20 Time (sec) 30 40 50 Gambar 4.acc Pada studi ini input motion yang digunakan 0. Penentuan faktor reduksi gempa (fr) untuk analisa statik ekuivalen pada berbagai 0.acc 0. kohesi dan sudut geser dalam seperti pada analisis dinamik. 2005) Sub-Medan.001 0.001 0.001) 1e-005 0.05 (Gambar 4) dan Strike-Slip medan dengan percepatan puncak 141 cm/detik2 pada 10 detik.Seperti penurunan modulus geser G.15 0 10 20 30 40 50 60 Time (sec) 0.42 detik. maka PGA diambil dari hasil analisa dinamik pada kasus masing-masing.0001 0.15 Acceleration ( g ) -0.01 0. naiknya regangan geser siklik akan menyebabkan luasan loop hesterisis pada kurva tegangan-regangan 350 300 300 250 meningkat.

Sedang.4 Strike-Slip.4 Subduction. Hubungan SF-statik ekuivalen Terhadap PBA untuk Tanah Lunak. HASIL Berikut dikemukakan hasil analisis statik ekuivalen dan analisis dinamik dari pemodelan lereng galian. Hubungan SF Dinamik minimum Terhadap PBA untuk Tanah Lunak.3 0.2 0. dan Keras dengan Input Motion Strike-Slip pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=30m .5 1 0 0. SD Subduction. dan Keras dengan Input Motion Strike-Slip pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=100m Gambar 7.1 0. SC Strike-Slip.1-0. dan Keras dengan input motion Subduction pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=30m 5 SF Dinamik Minimum PBA (g) Strike-Slip. Hubungan SF Dinamik minimum Terhadap PBA untuk Tanah Lunak. 3 Desember 2007: 160-168 11. SC Subduction.2 0. Sedang. SC Strike-Slip.3 0.2 0. SD Subduction. Hubungan SF Dinamik minimum Terhadap PBA untuk Tanah Lunak. SC Subduction.3 0. Hubungan SF Dinamik minimum terhadap PBA untuk Tanah Lunak. 5 Sedang.4 PBA (g) Gambar 6. SE 4 3.5 SF Statik Ekuivalen 3.1 0.3 0. SE PBA (g) Gambar 10. Sedang. SC Strike-Slip. dan Keras dengan Input Motion Subduction pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=30m PBA (g) Gambar 166 Wahana TEKNIK SIPIL Vol.3 0.4 PBA (g) Gambar 9. SC Subduction.5 3 2.1 0. kemudian dihitung SF-Statik ekuivalennya dan rasio SF-statik ekuivalen/ SF-dinamik minimum. Sedang. SE 0 0. SE PBA (g) SF Dinamik Minimum 4 3 2 1 0 Subduction.5 1 0 0. SE Gambar 8. Hubungan SF-statik ekuivalen Terhadap PBA untuk Tanah Lunak.1 0.1 0.7.2 0. SD Strike-Slip.5 2 1. dan Keras dengan Input Motion Subduction pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=100m SF Dinamik Minimum 5 4 3 2 1 0 0 0. SD Subduction.1 0. SD Strike-Slip. Faktor reduksi gempa yang direkomendasikan diambil pada rasio SF-statik ekuivalen/ SF-dinamik minimum=1.3 0. Sedang.5 3 2. SD Strike-Slip. dan Keras dengan Input Motion Strike-Slip pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=30m 5 4 3 2 1 0 0 0.4 Strike-Slip.4 SF Statik Ekuivalen 4 Subduction. 4.2 0.SF Dinamik Minimum kedalaman galian (d) dilakukan dengan melakukan coba-coba beberapa nilai faktor reduksi gempa (fR)=0.5 4. SE 4 3 2 1 0 0 0. 12 No.5 2 1.2 0.

4.12.3 0.5 SF Statik Ekuivalen 4 3.10 – 0.3) untuk kedalaman galian 2m – 8m.1 0.2 0.2g PEMBAHASAN Dari hasil analisis dinamik tampak bahwa SFDinamik minimum menurun dengan naiknya PBA. direkomendasikan menggunakan nilai fR berkisar 0. dan Tanah Lunak. Hynes-Griffin dan Franklin (1984).0.4 0.5 3 2. Hubungan SF-statik ekuivalen terhadap PBA untuk Tanah Lunak.5 1 0 0.1 (M=6.2 0. Hubungan Kedalaman Galian Terhadap Faktor Reduksi Gempa (fR) pada Tanah Keras. dan Keras dengan Input Motion Subduction pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=100m 4. Grafik Hubungan SF-statik ekuivalen Terhadap PBA untuk Tanah Lunak.15 (8.5 2 1.. S. fR rekomendasi antara 0. dan Keras dengan Input Motion Strike-Slip pada Pemodelan Galian dengan Kedalaman Batuan Dasar D=100m Hubungan Kedalaman Galian vs Faktor Reduksi Gempa Statik 1.5) untuk kedalaman galian 4m – 16m.6 0.4 Subduction. sedangkan untuk tanah lunak. Kedalaman batuan dasar (D) sangat berpengaruh dengan besarnya angka keamanan (Gambar 10 – Gambar 13).8 0. Berdasarkan hasil analisis penentuan faktor reduksi (Gambar 14) menunjukkan bahwa pada tanah keras mempunyai nilai fR antara 0. Pada kasus mekanisme gempa subduction mempunyai angka keamanan yang lebih tinggi dibanding angka keamanan pada mekanisme gempa strike-slip.5) – 0. 1996).42 (fR rata-rata = 0.59 . Sedang. SD Subduction. Marcuson (1981) mengusulkan fR = 1/3 – 1/2 dari maksimum percepatan gempa. Sebagai perbandingan. baik pada input motion subduction maupun strike-slip (Gambar 6 . dengan angka keamanan > 1.8) untuk kedalaman galian 4m 16m. SF-statik ekuivalen galian pada model dengan kedalaman batuan dasar D=30m mempunyai nilai yang lebih besar dibanding dengan SF-statik ekuivalen galian pada model dengan kedalaman batuan dasar D=100m dengan PBA dan klasifikasi site yang sama.5 dari gempa rendah sampai gempa besar.3 0. SE PBA (g) Gambar 12.0 digunakan fR = 0.2 1 0. Sedang.21 – 0.28 – 0. Tanah Sedang. (Tanah Lunak SE) Kedalaman Galian d (m) Gambar 14. SE PBA (g) Gambar 13.Gambar 9). Berdasar hasil analisis pada model tersebut dengan PBA=0.5 2 1. dengan PBA=0.25).15 menggunakan fR = 0. Seed (1979) menggunakan fR = 0.75g bernilai cukup kecil dengan angka keamanan 1.65 (fR rata-rata = 0.5 1 0 0. Terzaghi (1950) menggunakan fR sebesar 0. SC Subduction. STUDI ANALISIS STABILITAS PADA LERENG GALIAN DENGAN …………(Garup Lambang Goro ) .8 untuk 167 SF Statik Ekuivalen 4 3.1 0.5 Hasil analisis statik ekuivalen juga menunjukkan bahwa angka keamanan menurun dengan naiknya PBA.96 (fR rata-rata = 0. hasil penelitian sebelumnya tentang faktor reduksi gempa (Kramer.2 0 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Faktor Reduksi (fR) Tanah Keras SC Tanah Sedang SD Tanah Lunak SE Poly. SD Strike-Slip. yaitu berkisar 0.L. Seed (1979) mengindikasikan bahwa deformasi pada konstruksi dam dengan percepatan kurang dari 0. Faktor reduksi untuk tanah sedang berada di bawah tanah keras. (Tanah Keras SC) Poly.5 3 2. SC Strike-Slip.2g. (Tanah Sedang SD) Poly.1 – 0.4 Strike-Slip.5 KESIMPULAN Dari pembahasan tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.

“Cara Sederhana Memperkirakan Alihan Tetap Akibat Gempa Bumi untuk Bendungan Tipe Urugan” dalam JLP. Geotechnical Earthquake Engineering and Soil Dynamics III. Dakoulas. Vancouver. Washington : University of Washington. P.B. Version 7 Dynamics.. 2005. No.3. Microsoft Corp. Th. 1998. 168 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. sedangkan untuk tanah lunak (SE ). 12 No. Kramer. 18 . Hendarto. 2004. III. New Jersey : Prentice Hall inc Upper Saddle River.Slope/W version 5 User’s Guide. Canada: Geo-Slope International Ltd. Canada: Geo-Slope International Ltd. Balkema. “A Probabilistic Methodology for Assessing Seismic Slope Displacements” dalam Paper No. Al. Bandung. 1991....5. Volume 2. “Analisa Hazard Gempa Pulau Sumatera Menggunakan Probabilistic Seismic Hazard Analysis dengan Model Sumber Gempa 3 Dimensi” dalam Tesis Magister. 3 Desember 2007: 160-168 . 1996. B.C.J et. R. Puslitbang Air. Travasarou T. 5KW.. ------------. fR rekomendasi berkisar 0. Najoan. Rotterdam: A. 2326 13th WCEE. PLAXIS Finite Element for Soil and Rock Analysis.L. F. Th. DAFTAR PUSTAKA Brinkgreve. Geotechnical Earthquake Engineering. Al. 1998. et. Quake/W version 5 User’s Guide.menghitung analisis stabilitas lereng dengan cara statik ekuivalen pada tanah keras (Sc). 1991. et.A. Faktor reduksi untuk tanah sedang (SD) berkisar 0. S. Bandung: ITB.1991. Al.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful