Anda di halaman 1dari 5

Hak Paten Samsung Terhadap Apple di Amerika Serikat (AS)

Awal perseteruan ini pertama kali dimulai ketika awal tahun 2007 Apple meluncurkan iPhone pertamanya. Sebuah telefon genggam revolusioner yang mengubah secara mendasar dunia ponsel. Begitu juga dengan tablet komputer iPad yang menyusul pada tahun 2012. Keberhasilan kedua produk itu sangat luar biasa. Hingga taun 2012, Apple telah menjual sekitar 220 juta iPhone dan hampir 70 juta iPad. Dengan nilai di bursa lebih dari 500 milyar dollar, Apple merupakan salah satu perusahaan yang paling berharga di dunia. Sebenarnya ponsel yang mengakses internet dan tablet komputer sudah ada sebelumnya. Namun yang menentukan pada produk Apple ini adalah sistem operasinya (iOS). iOS sendiri salah satu perangkat yang dapat memudahkan pemakaian penggunanya dan merupakan faktor penting bagi pasar.[31] Kemudian dua tahun setelah peluncuran iPhone pertama, perusahaan internet raksasa Samsung melansir Android, dimana sebuah sistem operasi yang mirip iOS dari Apple. Android digunakan pada berbagai merek ponsel dan laris dalam waktu yang sangat singkat. Perusahaan riset pemasaran AS, Gartner memperhitungkan, pangsa pasar internasional Android milik Samsung tersebut pada kwartal pertama tahun 2012 telah mencapai 56 persen, sementara Apple hanya 23 persen. Dominasi industri teknologi perangkat bergerak bernilai 312 miliar dolar dipertaruhkan. Pada periode April hingga Juni tahun 2012 , konsumen membeli lebih dari 400 juta unit perangkat bergerak. Sementara Samsung menjual lebih dari 50 juta produk populer mereka, hampir dua kali lipat yang dijual Apple. Apple mengklaim Samsung meniru desain perangkat iPhone dan iPad-nya yang populer dan menggunakannya untuk membuat perangkat Galaxy. Apple menuntut ganti rugi 2,5 miliar dollar atas apa yang disebutnya pelanggaran hak paten. Namun Samsung memiliki bukti bahwa pada tahun 2006, beberapa bulan sebelum Apple memperkenalkan iPhone-nya yang pertama pada awal 2007, perusahaan itu mengembangkan generasi terbaru smartphone dengan bentuk persegi panjang dengan sudut-sudut bulat yang digunakan kedua perusahaan.[32] Pada akhirnya dua produsen smartphone (ponsel pintar) terbesar dunia, perusahaan Amerika Apple dan perusahaan Korea Selatan Samsung Electronics, bersiap bertarung di sebuah pengadilan Amerika, berkenaan dengan klaim hak paten bagi produk-produk populer masing-masing. Miliaran dolar dipertaruhkan dalam sengketa yang akan diputuskan juri di California, AS. Proses pengadilan, tahun 2012 ini dimulai dengan pemilihan anggota tim juri. Sembilan juri yang telah ditetapkan mulai terlibat dalam persidangan ini ,dimana masing-masing juri harus mempelajari sekitar 700 pertanyaan terkait klaim pelanggaran kekayaan intelektual yang diajukan oleh dua perusahaan tersebut. Masing-masing juri tersebut mendapatkan upah lebih dari 50 dollar AS per orang untuk setiap hari yang menghabiskan diluar jangka waktu 10 hari persidangan. Namun bayaran yang diterima bertolak belakang dengan faktanya, dimana para pengacara ,konsultan, dan sejumlah ahli yang dipekerjakan oleh Apple dan Samsung untuk mendukung pihak masing-masing dalam sidang. Beberapa ahli mengaku telah menerima bayaran dari Apple sebesar 500 dollar AS untuk setiap jam yang dihabiskan dalam kasus persidangan tersebut. Para ahli dan pengacara menerima bayaran atas pengetahuan hukum yang mereka miliki. Akan tetapi, para juri lah yang diharuskan memeriksa kesaksian dari para saksi yang lamanya berjam-jam, meneliti rumitnya kaitan hukum dan hukum teknologi, serta menghasilkan keputusan akhir dalam kasus. Hal tersebut sebanding dengan tugas juri dalam kasus ini yang dibilang tidak sederhana. Formulir keputusan yang harus mereka isi terdiri dari 20 lembar, dan pertanyaan didalamnya terdapat 22 pertanyaan yang cukup rumit, mulai dari soal pelanggaran paten sampai dengan nilai ganti rugi yang layak. [33]

Juri yang terdiri dari sembilan orang ini mengabulkan permohonan gugatan Apple terhadap 21 perangkat Samsung yang dilanggar. Sebetulnya tidak semua device itu dianggap melanggar, namun hampir semua hak paten yang digugatkan Apple itu lolos di persidangan. Adapun 21 perangkat Samsung yang digugat oleh Apple terdiri dari, Captivate, Continuum, Droid Charge, Epic 4G, Exhibit 4G, Fascinate, Galaxy Ace, Galaxy Prevail, Galaxy S, Galaxy S 4G, AT&T's Galaxy S II, international Galaxy S II, Galaxy Tab, Wi-Fi Galaxy Tab 10.1, Gem, Indulge, Infuse 4G, Mesmerize, Nexus S 4G, Replenish, dan Vibrant. Kemudian dalam memperlihatkan desainnya ,Apple menunjukkan bukti lewat Aplikasi Photo yang digunakan untuk melihat foto-foto di perangkat iPhone dilambangkan oleh ikon bergambar sebuah Bunga Matahari berwarna kuning, dengan tangkai dan daun berwarna hijau dan latar belakang berupa langit biru. Meskipun sederhana, gambar di ikon ini bisa jadi akan menjadi elemen kunci dalam sengketa paten Apple versus Samsung. Sebetulnya terdapat ikon yang dituduhkan Apple telah ditiru mentah-mentah oleh Samsung, termasuk ikon aplikasi Photos, Messages, Notes, Contacts, Settings, dan iTunes. Gambar beberapa ikon aplikasi dikatakan sebagai simbol universal, seperti misalnya gambar gir pada ikon settings, dan buku telepon pada ikon Contacts. Namun tidak berlaku juga bagi tampilan ikon Photos yang berbentuk bunga matahari. Bahkan demi memperkuat bukti di persidangan, perusahaan Apple memanggil desainer ikon Susan Kare untuk bersaksi, dan dibayar sebesar 80.000 dollar AS atau sekitar Rp 760 juta.[34] Sementara itu, ada 7 bukti lainnya yang dianggap kuat dapat memenangkan Apple dalam persidangan di AS. Berikut ini beberapa bukti Apple;[35] a. Bounce Back Paten Apple No 381 ini dianggap dilanggar oleh Samsung. Bounce Back ini berfungsi saat pengguna salah satunya melihat foto dalam album, diamna saat memilih satu foto, pengguna dapat menggeser ke kanan atau ke kiri. Sedangkan saat kembali ke halaman utama foto bisa ditarik ke atas atau ke bawah. Dalam hal ini juri menyatakan setuju bahwa 21 perangkat Samsung telah melanggar paten No 381 tersebut. b. Single Scroll, Pinch to Zoom Teknologi Single Scroll dan Pinch Zoom merupakan daftar paten Apple nomor 915 yang dilanggar oleh Samsung. Biasanya teknologi ini dipakai untuk membesarkan suatu halaman dengan dua tangan atau sekali cubit. Pengadilan memutuskan pelanggaran paten No 915 ini melangar hak paten Apple. c. Top to Zoom Paten yang didaftarkan dengan No 163 ini biasa dipakai di perangkat iOS untuk membesarkan dan mengecilkan suatu halaman dengan sekali atau dua kali ketukan. Teknologi paten ini yang dianggap dilanggar di perangkat Samsung. Dari beberapa device yang digugat, juri menemukan pelanggaran ini di 8 smartphone yakni, Captivate, Continuum, Gem, Indulge, Intercept, Nexus S 4G, Transform, dan Vibrant. d. iPhone Front Ini salah satu paten dari sisi desain yang digugat oleh Apple. Menurut perusahaan tersebut, setidaknya ada 13 smartphone Samsung yang mirip dengan tampilan depan iPhone yang sudah dipatenkan dengan nomor D'677. Dari 13 smartphone yang diajukan, juri menemukan pelanggaran iPhone Front ini di Fascinate, Galaxy S, Galaxy S 4G, AT&T Galaxy S II, international Galaxy S II, the T-Mobile Galaxy S II, the Galaxy S II Epic 4G Touch, the Galaxy S II Skyrocket, the Galaxy S Showcase, Infuse 4G, Mesmerize, dan Vibrant. Sedangkan Galaxy Ace tidak termasuk paten yang dilanggar. e. Paten D087

Paten ini meliputi desain ornamental sebuah handphone. Sama seperti desain depan iPhone, bagian belakang smartphone Apple ini juga dianggap dilanggar oleh Samsung. Desain paten bernomor D'087 ini ditemukan oleh juri pada Galaxy S, the Galaxy S 4G, dan Vibrant. f. iPhone Home Screen Hak paten ini menjelaskan mengenai user interface di mana sebuah ikon kotak dengan background berwarna hitam. Tampilan antarmuka iPhone juga dipermasalahkan oleh Apple. Setidaknya Apple menemukan 13 smartphone Samsung melanggar paten mereka nomor D305 tersebut. Dan juri setuju semua ponsel cerdas itu melanggar paten iPhone Home Screen. g. iPad Design Selain smartphone Apple juga mengincar tablet milik Samsung. Salah satunya adalah pelanggan desain paten iPad nomor D'899. Kebanyakan pelanggaran ditemukan juri di tablet iPad berukuran 9,7 inch. Pengacara Apple yaitu Harold McElhinny mengungkapkan di depan persidangan bahwa paten Apple telah membawa Samsung pada keuntungan 2 miliar dolar AS. Namun nampaknya, Samsung tidak ingin berdiam diri atas tuduhan yang diajukan Apple di persidangan tersebut. Samsung melalui pengacaranya Charles Verhoeven mengatakan berkali-kali bahwa Samsung merupakan perusahaan inovator sekaligus membantah tuduhan Apple itu. Bahkan Samsung menuduh Apple yang telah mendapatkan inspirasi dari Sony. Samsung juga mengungkapkan dengan tegas bahwa Samsung pernah memasok sejumlah komponen untuk Apple. Fakta ini diungkap pada persidangan, dengan menyebut sebagai pembuat prosesor A5X dan display retina untuk iPad milik Apple. Sama halnya dengan bukti-bukti yang telah dikeluarkan oleh Apple, Samsung juga mengajukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Apple ingin meniru apa yang Samsung telah lakukan. Samsung menampilkan bukti berupa gambar-gambar ponsel Samsung F700 di dalam sidang. Ponsel ini merupakan elemen kunci argumen Samsung melawan Apple yang menuduh produsen asal Korea tersebut menjiplak rancangan iPhone. Namun sebetulnya F700 yang memiliki interface touchscreen tersebut telah dikembangkan lebih lama dari iPhone sehingga tidak mungkin dibuat berdasarkan smartphone Apple yang dirilis pada 2007 itu.[36] Sidang Apple dan Samsung di Pengadilan Distrik Utara California ,bernomor 11-1846 yang berlangsung telah mendengarkan bukti-bukti yang dihadirkan. Sepuluh anggota tim juri telah mendapatkan fakta-fakta seputar kasus baik Apple maupun Samsung yang telah menghadirkan 20 saksi. Setelah mendengarkan kesaksian dan melihat bukti-bukti yang dihadirkan,pada tanggal 25 Agustus 2012 para juri pun memutuskan bahwa Samsung bersalah dan diminta membayar denda sebesar 1.051 miliar dollar AS (sekitar Rp 9 triliun). Sembilan juri mengatakan sejumlah produk telekomunikasi yang diproduksi oleh Samsung telah melanggar paten dari desain dan perangkat lunak yang sebelumnya telah dimiliki oleh Apple. Para juri menyimpulkan bahwa Samsung tengah mengalami krisis desain. Bahkan Apple sempat menghadirkan beberapa bukti gambar ponsel dibuat oleh Samsung sebelum dan sesudah iPhone muncul. [37] Di persidangan juga Apple menunjukan bahwa Samsung telah menandatangani perjanjian lisensi dengan Intel, yang membangun chip Apple. Berdasarkan kesepakatan itu Samsung pun tidak bisa menuntut perusahaan yang membangun chip Intel salah satunya Apple atas produk iPhone dan iPad. Hal tersebutlah yang memberatkan Samsung. Namun juri juga mengatakan bahwa Samsung mengklaim Apple telah melanggar dua hak paten Samsung yang berkaitan dengan teknologi nirkabel 3G, yang dipakai iPhone dan iPad 3G. Sehingga juri sendiri tidak mendukung sepenuhnya terhadap Apple. Juri mengungkapkan bahwa Samsung kurang meyakinkan para juri di persidangan dan bukti-bukti yang ditampilkan cukup lemah dibandingkan Apple. Samsung menyebut keputusan ini akan berpotensi mendorong harga barang produk alat komunikasi pintar (smartphone dan tablet)

menjadi lebih mahal karena variasi produk yang semakin sedikit. Dalam kasus ini pula Apple akan berusaha memblokir produk Samsung di AS sebagai upayanya membendung produk Samsung di dalam negeri. [38] Apple selalu berupaya untuk memenangkan kasus ini melalui hukum bilateral dengan mselibatkan pengadilan di dalam negeri. Kedua negara tidak menggunakan WTO (World Trade Organization) dikarenakan masing-masing ingin mencoba membuktikan siapa yang dapat memenuhi kepuasan konsumen hingga 100%. Kedua perusahaan ini tengah berjuang memperebutkan nama sebagai produsen serta penyedia tablet smartphone terbaik di seluruh dunia. Samsug Galaxy yang didukung oleh sistm operasi Android yang merupakan pesaing terbesar iPad di pasar. Keduanya menunjukan power untuk menguasi dunia sebagai satusatunya negara unggulan dalam hal teknologi. Apple merasa saat ini pesaing terbesarnya adalah Samsung, sehingga Apple tidak menginginkan kasus tersebut dibawa ke pengadilan internasional, ataupun melibatkan organisasi internasional seperti WTO. Namun saat ini nampaknya perusahaan asal negeri ginseng tersebut bisa dipastikan akan kehilangan banyak keuntungan jika terus mengambil langkah pasif dengan hanya mempertahankan Korea sebagai pasar terbesarnya. Gadget Apple dan Samsung saat ini memang tengah gencar berlomba memperebutkan tempat teratas di pasar smartphone. Bahkan Apple memandang Samsung sebagai sesuatu ancaman bagi kesuksesan Apple sendiri. Hal itu terbukti ketika penjualan perusahaan Samsung tersebut meningkjat drastis, Apple langsung mengambil langkah untuk menuntut pesaingnya melalui pengadilan Amerika, dan juga negara-negara lainnya.

Hak Paten Yahoo ke Facebook


Menjelang rencana go public Facebook ternyata muncul masalah baru yang menghampiri raksasa jejaring sosial ini. Yahoo baru saja mengajukan gugatan kepada Facebook terkait 10 hak paten. Masalah hak paten biasa terjadi antara pembuat smartphone, tetapi ini untuk pertama kalinya masalah ini diributkan oleh kedua raksasa internet. Dalam pengajuan gugatan, Yahoo merasa dirugikan karena Facebook menggunakan paten teknologi Yahoo yang telah didaftarkan di Amerika Serikat (AS). Pelanggaran yang telah dilakukan Facebook tidak dapat dikompensasi dengan cara pembayaran royalti. Pihak Facebook pun menanggapi gugatan itu dalam sebuah pernyataan. Kami akan mempertahankan diri dengan penuh semangat untuk melawan tindakan yang membingungkan ini, jawab juru bicara Facebook. Menurut Yahoo, pertumbuhan Facebook yang begitu cepat, bagaimanapun, didasari oleh penggunaan teknologi jejaring sosial yang telah dipatenkan Yahoo. Namun, dari 10 paten yang dipermasalahkan tersebut sebagian besar merujuk pada periklanan online, termasuk cara penempatan iklan dan metode aksesnya. Dari 10 paten, hanya dua yang terkait dengan teknologi media sosial. Kasus ini seperti ulangan dari keputusan Yahoo untuk menggugat Google menyusul penawaran saham perdana perusahaan itu pada 2004. Sengketa masalah hak paten itu dimenangi Yahoo yang memperoleh sejumlah pembayaran. Disebutkan, Google melakukan penyelesaian kasus itu dengan menerbitkan 2,7 juta saham untuk saingannya. Berikut adalah 10 gugatan Yahoo kepada pihak Facebook:

1. Paten Amerika Serikat (AS) No 6,901,566 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web. 2. Paten AS No 7,100,111 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web. 3. Paten AS No 7,373,599 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web. 4. Paten AS No. 7,668,861 : Sistem dan metode untuk menentukan validitas interaksi pada jaringan. 5. Paten AS No. 7,269,590 : Metode dan sistem untuk menyesuaikan tampilan informasi yang terkait dengan pengguna jaringan sosial. 6. Paten AS No. 7,599,935 : Kontrol untuk memungkinkan pengguna melakukan tampilan preview dari konten yang dipilih berdasarkan tingkat otorisasi pengguna lain. 7. Paten AS No. 7,454.509 : Pemutaran sistem online dalam komunitas agar satu sama lain dapat menikmati layanan. 8. Paten AS No. 5,983.227 : Dinamisasi halaman generator, yang memungkinkan pengguna mengostumisasi halaman dengan template. 9. Paten AS No. 7,747,468 : Konten konsinyasi penjualan dalam sistem dan metode untuk jaringan penyiaran. 10. Paten AS No. 7,406,501 : Sistem dan metode untuk instant messaging menggunakan protokol e-mail.