Anda di halaman 1dari 5

PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DAN BERKUALITAS DI TAMAN KANAK-KANAK I. APAKAH PEMBELAJARAN ?

Mengutip apa yang dikemukakan oleh Maria Montesorri berdasarkan pengamatannya yang seksama terhadap perilaku anak-anak prasekolah, bahwa dari dalam tubuh anak pada dasarnya tersimpan semangat belajar yang luar biasa. Menurut Montesorri perilaku anak yang tampaknya cuma berlari kian kemari, meyentuh, memegang, mengamati, bahkan merusak benda-benda yang menarik baginya, sebenarnya merupakan gaya belajar mereka yang khas. Selain itu, anak mendapatkan kepuasan dalam proses pencarian nya bila ia diberi kebebasan untuk memilih aktifitasnya sendiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Jadi biarkan anak melakukannya sendiri kata Montensorri. Apa tugas atau peran pendidik bila anak dibiarkan melakukan segalanya sendiri ? Tugas pendidik adalah mempersiapkan lingkungan belajar yang responsive pada kebutuhan masing-masing anak. Dalam hal ini guru tetap perlu menentukan aturan-aturan dan membimbing anak tanpa terlalu dirasakan oleh anak bahwa guru hadir ditengah-tengah mereka. Dengan kata lain pendidik hanya mengarahkan dan menolong anak bila dibutuhkan, sehingga guru tidak berpotensi sebagai penghalang antara anak dengan pengalaman-pengalaman barunya. Dari kutipan diatas kita dapat menghubungkan makna dari belajar dan mengajar dalam proses pembelajaran, yaitu : Belajar adalah merupakan kegiatan aktif anak untuk membangun pemahaman atau makna terhadap suatu objek atau peristiwa. Sedangkan mengajar adalah merupakan upaya menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motifasi serta tanggung jawab pada anak untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagsan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat.

II. BELAJAR YANG BERKUALITAS Untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas guru harus memahami dasar-dasar belajar anak, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Anak belajar melalui pancainderanya Citra diri mempengaruhi belajar Bahasa penting untuk belajar Motivasi mempengaruhi belajar Penemuan sendiri/ eksplorasi Anak perlu memahami sukses Penilaian diri sendiri dan yang diberikan orang lain Belajar bersama / interaksi dengan teman Gaya belajar anak yang berbeda

10. Kualitas interaksi orang dewasa disekeliling anak (Anggani Sudono, DR.Med)

Agar anak belajar lebih baik, guru harus : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Berbicara dengan baik Mendengarkan mereka Memuji mereka Bersabar terhadap mereka Tidak membandingkan Memfasilitasi mereka dengan baik

III. BELAJAR MENYENANGKAN (JOYFULL LEARNING) Belajar yang menyenagkan adalah pembelajaran yang dapat menghadirkan situasi dan kondisi yang mengundang anak didik dengan sukarela melakukan tindak belajar. Ciri-ciri pembelajaran yang menyenagkan : 1. 2. 3. 4. Aktivitas pembelajaran lebih bersifat individual Aktivitas belajar menyenangkan dan menggairahkan Guru mampu memasuki dunia anak sehingga mampu memberikan pengaruh pada anak Penataan lingkungan fisik dan social TK memiliki makna untuk dijadikan bahan dialog dalam mengembangkan diri 5. 6. 7. Setiap hasil karya anak dihargai sebagai bentuk kompetensi untuk dirinya sendiri Setiap karya anak didik memperoleh pengharagaan sebagai bentuk keberhasilan Penataan lingkungan dapat membuat interaksi antara guru dan anak, anak dengan anak sehingga mereka semakin akrab dan dekat. 8. 9. Perlibatan anak dalam menetapkan tujuan pembelajaran dan aturan-aturan TK Guru dan anak merupakan mitra (patnership)

10. Media belajar dirancang sesuai dengan karakteristik, tujuan dan materi anak didik 11. Lingkungan sekitar kelas nyaman dan aman 12. Penataan tanaman, pemeliharaan hewan kesayangan dan aroma harum menjadikan anak didik betah dan nyaman 13. Penataan musik dapat mengurangi ketegangan dan pengembangan emosi 14. Anak bebas memiliki kegiatan sesuai motif dan minatnya.

BERMAIN SAMBIL BELAJAR DI KELAS YANG BERPUSAT PADA ANAK


Taman kanak-kanak adalah lembaga pendidikan formal pertama setelah keluarga yang menjembatani antara rumah (keluarga) dengan masyarakat yang lebih luas. Sebutan taman pada lembaga ini mengandung arti tempat yang nyaman untuk bermain. Melalui bermain anak melakukan aktivitas belajar dalam arti memperoleh pengalaman baru dari hasil interaksi dengan lingkungan. Namun saying sekali sekarang ini banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan, yang disadari atau tidak diprakarsai oleh guru dan orang tua. Sehingga taman kanak-kanak yang sering di dengungkan sebagai tempat dimana anak bermain sambil belajar, menjadi sebuah sekolah formal dimana dengan kemasan yang berbeda, anak-anak diminta duduk tenang dan mengikuti instruksi guru. Bermain menjadi undur yang sangat minim, terbatas pada saat keluar main atau begitu terstrukturnya sehingga unsure permainannya sudah sangat kabur. Apa yang seharusnya terjadi di Taman Kanak-kanak adalah pembelajaran yang dikemas dalam bentuk-bentuk permainan yang merangsang pembentukan kemapuan berimbang antara pengetahuan, proses atau keterampilan dan perilaku. Bagaimana caranya menumbuh kembangkan ketiga unsure tersebut secara seimbang akan bergantung penuh pada kemampuan seorang guru dalam menyusun program pembelajaran dan mempraktekkannya selalu berpusat kepada siswa atau anak. Berpusat pada siswa, sebagai salah satu dari sekian prinsip kegiatan belajar mengajar dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mengingatkan kita para guru TK untuk mulai memperbaiki sikap kita yang cenderung ingin menjadi yang paling berkuasa di dalam kelas, mengingatkan kita untuk kembali ke posisi semula sebagai pemandu belajar, dimana kita bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi semua kebutuhan anak, sebagai motivator yang senantiasa memotovasi anak sesuai dengsan minat dan kebutuhannya serta mengamati setiap perkembangan yang terjadi sebagai bahan tindakan pendidikan selanjutnya. Sebagai guru yang berpusat pada anak, focus perhatian kita adalah siswa sebagai individu sehingga selalu bertanya : Apakah yang kita lakukan akan membantu pembentukan anak. Apakah kita mengimplementasikan program sesuai dengan tujuan bagi anak Mengatur kelas sesuai kebutuhan siswa / anak Menentukan apakah pembelajaran dari hari ke hari berhasil atau gagal Berprilaku mencerminkan rasa ingin tahu, bersemangat, kreatif, empati, toleransi, pengertian dan kasih sayang Bersifat fleksibel Berkemampuan berkomunikasi Mempunyai ras percaya diri untuk melibatkan setiap anak dalam setiap aktivitas yang terjadi. Sabar terutama kepada anak saat mereka membuat kesalahan saat belajar Selalu ingin belajar/ bersifat pembelajar

Di bawah ini dituliskan perbedaaan antara kelas yang pembelajarannya berpusat pada guru dengan kelas yang pembelajarannya berpusat pada anak : Berpusat pada guru Guru mengatur apa yang menjadi peraturan kelas Siswa dilarang bicara kecuali saat diminta oleh guru Siswa duduk rapi di bangkunya sendiri Guru tidak pernah salah Guru menekankan pada hasil akhir Kelas sangat rapi Guru sebagai subjek pembelajaran Guru statis berada di muka kelas Guru adalah narasumber satu-satunya Berpusat pada anak Siswa sebagai subjek pembelajaran Guru dinamis bergerak dalam kelas Semua orang ataupun lingkungan dapat sebgai sumber pembelajaran Siswa diajak berunding dalam

menentukan peraturan kelas Guru mengakui keterbatasannya Proses sama pentingnya deangan hasil akhir Semua benda yang ada dalam kelas nampak dipakai Siswa berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain Siswa bebas mengeluarkan pendapat dan berdiskusi baik dengan guru maupun dengan sesama teman tanpa mengabaikan

Siswa

diharapkan

tidak

membuat -

ketertiban Kesalahan dianggap sebagian dari

kesalahan, sehingga siswa tidak mengambil resiko Satu jawaban untuk satu pertanyaan

prosees pembelajaran, karena merasa aman siswa siap mengambil resiko Jawaban beragam walaupun datang dari satu pertanyaan biasanya berbentuk

biasanya berbentuk satu kata

keterangan dari proses yang terjadi di benak siswa Kegiatan seragam bagi seluruh kelas Hasil karya siswa terkesan seragam Kreativitas dibatasi pada kegiatan seni Kegiatan beragam Hasil kerja sisw beragam Kreativitas diharapkan terjadi dalam

berbagai bidang yaitu cara yang dipakai dalam memecahkan masalah. Pajangan yang ada adalah buah karya guru dan hampir seluruhnya berasal dari hasil keterampilan prakarya Sumber yang dipakai adalah GBPKB Penilaian berdasarkan hasil kerja siswa semata Hubungan pelaporan dengan orang tua sebatas Pajangan adalah buah karya siswa

merupakan kombinasi dari berbagai mata pelajaran Memakai berbagai sumber Penilaian visual, berdasarkan proses berfikir pengetahuan siswa serta

perilakunya Ada kerjasama antara sekolah dan rumah demi memaksimalkan perkembangan

anak yang bersangkutan.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut diatas, baru-baru ini sebuah organisaasi dari Amerika yang bernama CRI (Childrens Resources Internastional) mempromosikan pengajaran yang disebut kelas yang berpusat pada anak yang sudah dikembangkan di 9 (sembilan) negara termasuk 20 TK di Indonesia melalui kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional Jakarta dan khususnya Dinas Pendidkan Jawa Barat, dimana pengajar ini sangat menunjang Kurikulum Nasional di tahun 2004. Tujuan program kelas yang berpusat pada anak adalah agar anak mampu : 1. Mengadapi dan membuat perubahan 2. Menjadi pemikir kritis dan dapat membuat pilihan-pilihan 3. Menjadi penelusur dan pemecah masalah 4. Menjadi kreatif, imajinatif, dan berwawasan luas 5. Peduli dengan masyarakat, negara dan lingkungan Program kelas yang berpusat pada anak memastikan anak : 1. 2. Memiliki waktu yang cukup untuk menjelajahi lingkungannya Memilih kesempatan untuk belajar melalui berbagai cara misalnya : memasak, menulis, membuat bangunan, bermain peran, dll. 3. Memiliki tempat yang aman untuk menelusuri perasaan-perasaan mereka, berbuat kesalahan dan menyelesaikan konflik. 4. 5. Memiliki kesempatan untuk memilih kegiatan yang mereka ingin lakukan Memiliki tempat untuk memamerkan hasil pekerjaan mereka

Kelas yang berpusat pada anak menjamin para guru : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memahami perkembangan Menyempatkan untuk mengamati anak-anak bekerja dan bermain Merencanakan tujuan kelompok dan perorangan berdasarkan minat dan kebutuhan. Memberikan lingkungan yang menantang dan luwes Menunjukkan penghargaan terhadap anak dan menghargai gagasan-gagasan mereka Mendorong anak-anak untuk memecahkan masalah mereka sendiri dan menghargai sesama Memberikan pertanyaan yang merangsang anak untuk berfikir

Program kelas yang berpusat pada anak menekankan pada : 1. 2. Indivisualisasi artinya mengkhususkan pengalaman belajar bagi setiap anak Membantu anak mengambil keputusan melalui kegiatan yang direncanakan dalam pusat kegiatan (membuat pilihan) 3. Peran serta keluarga