Anda di halaman 1dari 1

Obat Anti Inflamasi Non-Steroid Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) merupakan obat anti inflamasi, analgesik dan

antipiretik yang paling sering digunakan dalam praktik kedokteran. Obat ini merupakan senyawa kimia asam organik yang heterogen dan memiliki aktivitas terapeutik yang relatif sama (Voilley, 2004). Selain itu, OAINS adalah sediaan yang paling luas peresepannya terutama pada kasus-kasus nyeri inflamasi karena efeknya yang kuat dalam mengatasi nyeri inflamasi tingkat ringan sampai sedang (Fajriani, 2008). Berdasarkan struktur kimianya, OAINS terbagi menjadi d Semua derivatnya tidaklah persis sama dan kekuatan aksinya mungkin berbeda sesuai dengan sensitivitas individual seseorang.

Aksi prinsipal dari NSAID adalah kemampuan mereka untuk menghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang dilepaskan secara lokal yang memiliki efek biologis yang luas, diantaranya yang spesifik adalah dalam respon inflamasi dan nyeri (PGE2 dan PGI2). NSAID menghambat sintesis prostaglandin dari asam arakidonat melalui inhibisi siklooksigenase (COXs). Enzim ini terdiri dari dua bentuk utama, COX-1 dan COX-2. COX-1 diekspresikan di hampir semua jaringan dibawah kondisi yang normal dan menyintesis prostaglandin pada fungsi fisiologi yang diperlukan. Sebaliknya, COX-2 tidak terdeteksi, biasanya ditemukan atau terlokalisir (otak, ginjal), tapi ekspresinya sangat dipengaruhi secara lokal pada jaringan-jaringan selama inflamasi. Pengaruh tersebut dapat dihambat oleh glukokortikoid. Selanjutnya COX-3, telah ditemukan di otak dan di jantung.