Anda di halaman 1dari 5

BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

2.1. Pertimbangan Pemilihan Proses Proses pembuatan Kalium Hidroksida dapat dilakukan dengan mengelektrolisis KCl. Peralatan proses elektrolisis KCl terdiri dari 3 jenis sel, yaitu sel diaphragma, sel merkuri dan sel membran. Perbandingan ketiga sel tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut: Tabel 2.1. Perbandingan Antara Sel Diaphragma, Sel Merkuri dan Sel Membran pada Proses Elektrolisis
No. 1 2 3 4 5 6 7 Aspek yang ditinjau Energi listrik (Kwh) Efisiensi arus (%) Voltase sel (V) Densitas arus (kA/m2) Bahan sel Umur anoda Resiko Diaphragma I 1,06 92-99 3-4 0,5-3 Asbestos (murah) 1-3 tahun Normal Sel Merkuri II 1,27 90-96 4-5 7-10 Merkuri (mahal) 1-2 tahun Khusus Membran III 1,00 94-96 2,8-3,3 2-5 Nafion (mahal) 6 tahun Normal Sel yang dipilih III I, II, III III I I III I dan III

Berdasarkan Tabel 2.1, maka sel elektrolisis yang dipilih adalah membran, dengan pertimbangan: 1. Energi listrik yang digunakan lebih rendah 2. Efisiensi arus listrik yang tinggi. 3. Voltase sel lebih rendah 4. Umur anoda lebih lama 5. Resiko yang normal

2.2. Uraian Singkat Proses

Bab II Pemilihan & Uraian Proses

Proses pembuatan KOH dapat dibagi beberapa tahap, yaitu: 1. 2. 3. 4. Pemurnian bahan baku Proses elektrolisis Pemurnian produk utama Penanganan produk samping. Uraian proses pada tiap tahap dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pemurnian Bahan Baku Bahan baku utama yang diperlukan pada proses pembuatan KOH adalah KCl. KCl disimpan di gudang garam dengan temperatur kamar sekitar 28 C. Sebelum diumpankan ke sel elektrolizer, KCl terlebih dahulu dimurnikan dengan tujuan untuk menghilangkan impuritis Ca2+ dan Mg2+ kemudian dipanaskan hingga mencapai temperatur 90 C. 2. Proses Elektrolisis KCl diumpankan ke elektrolizer dan ditambahkan air (H2O), dan dengan bantuan arus listrik akan terelektrolisis. Reaksi yang terjadi ditunjukkan pada persamaan Reaksi (2.1) 2 KCl(aq) + 2 H2O(l) anoda. KCl yang masuk ke anoda akan terionisasi, dan terjadi reaksi (2.2) KCl K+ + Cl(2.2) Sejumlah ion K+ akan menyeberang ke katoda dan bereaksi dengan ion Hidroksil (OH-) dari air yang berada dikatoda sehingga membentuk KOH seperti yang terlihat pada persamaan reaksi (2.3) dan (2.4). H2O K+ + OHReaksi (2.5)). 2 ClCl2 (2.5) H+ + OH KOH (2.3) (2.4) 2 KOH(aq) + H2(g) + Cl2(g) (2.1) Reaksi (2.1) dapat dipecah menjadi reaksi-reaksi yang terjadi di katoda dan

Sementara itu ion Cl- akan bergabung membentuk gas klorin (persamaan

Prarancangan Pabrik Kalium Hidroksida dari Kalium Klorida dengan Proses Elektrolisis

II-2

Bab II Pemilihan & Uraian Proses

dan dikatoda, ion H+ akan membentuk gas hidrogen (Reaksi (2.6)) 2 H+ H2 (2.6) Produk anolyte dan catholyte akan keluar dari elektrolizer, karena perbedaan berat jenis, maka di anolyte gas klorin akan terpisah dari KCl dan begitu pula di catholyte gas hidrogen akan terpisah dari KOH. Disamping reaksi elektrolisis KCl menjadi KOH, Cl 2 dan H2, juga terdapat reaksi-reaksi samping lain yang dapat terjadi didalam sel. Medan listrik yang ada disekitar anoda menyebabkan gaya dorong bagi ion-ion OH- untuk menyeberang ke anoda. Membran mencegah penyeberangan tersebut, namun kemungkinan sejumlah kecil OH- berhasil menyeberang ke anoda dan mengikat ion K+ membentuk KOH. KOH ini akan bereaksi dengan Cl2- yang ada dianoda dan membentuk reaksi samping : Cl2 2 Cl2 + KOH + 4 KOH KCl O2 + HOCl + 4 KCl + 2 H2O (2.7) (2.8) (2.9)

3 Cl2 + 6 KOH

KClO3 + 3 H2O + 5 KCl

Reaksi (2.8) menyebabkan turunnya kemurnian Cl2 dan reaksi (2.9) menyebabkan klorat ada dalam anolyte. Reaksi diatas dapat dijadikan indikator kebocoran membran. Jika membran bocor berarti lebih banyak ion OH - yang menyeberang ke anoda berarti konsentrasi KClO3 akan tinggi dan kemurnian gas Cl2 akan turun. Namun pada perhitungan neraca massa dan energi, Reaksi (2.72.9) ini dianggap tidak terjadi. 3. Pemurnian Produk Utama KOH yang dihasilkan dari sel elektrolizer mempunyai konsentrasi rendah dan akan diumpan ke evaporator untuk menaikkan konsentrasinya dengan mengurangi kadar air larutan KOH tersebut. Keluaran dari evaporator akan dikeringkan dengan menggunakan dryer dan hasilnya berupa serpihan (Flake) dengan konsentrasi KOH 92 %. 4. Penanganan Produk Samping

Prarancangan Pabrik Kalium Hidroksida dari Kalium Klorida dengan Proses Elektrolisis

II-3

Bab II Pemilihan & Uraian Proses

Produk samping yang dihasilkan pada sel elektrolizer adalah gas H 2 dan Cl2. Gas Cl2 sebelum dijual terlebih dahulu dimurnikan dengan cara dicuci (scrubbing) dengan tujuan untuk menghilangkan impurities yang terkandung pada Cl2 tersebut. Lalu dikeringkan dengan cara dikontakkan dengan H2SO4 agar sisa-sisa uap air mampu diserap. Kemudian dikompres dan diekspansi agar Cl2 berbentuk cair sehingga lebih ekonomis. Sementara gas H2 didinginkan dan dicuci hingga mencapai temperatur 40-45 C. Gas ini dijual ke industri yang membutuhkan. 2.3. Diagram Alir Proses Dari uraian proses pembuatan KOH dari KCl dengan proses elektrolisis, maka dibuat bentuk yang sistematis yang ditampilkan dalam diagram alir pabrik KOH seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.1. berikut ini :

Gambar 2.1. Diagram Alir Proses Pembuatan KOH dari KCl dengan Proses Elektrolisis 2.4. Dasar Perancangan
Prarancangan Pabrik Kalium Hidroksida dari Kalium Klorida dengan Proses Elektrolisis

II-4

Bab II Pemilihan & Uraian Proses

Dengan menggunakan pendekatan regresi linear diketahui bahwa kebutuhan KOH pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 12.000 ton/tahun. Berdasarkan data ini, dengan asumsi tidak ada kompetitor lain, maka akan dirancang kapasitas pabrik KOH 10.000 ton/tahun. 2.5. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk Spesifikasi bahan baku dan produk pada perancangan pabrik KOH dapat dilihat pada Tabel 2.2 sebagai berikut : Tabel 2.2. Spesifikasi bahan baku dan produk
Bahan baku dan produk Kalium Klorida Air Kalium Hidroksida Hidrogen Klorin (Yaws, 1999) Fasa Rumus Molekul KCl H2O KOH H2 Cl2 BM Densitas (gr/cm3) 1,978 0,998 2,044 0,088 3,111 Titik didih C 1500 100 1320 -252,87 -34,04 Titik Lebur C 772 0 360 -259,34 -101,5

Padat Cair Padat Gas Gas

74,55 18 56,11 2 70,90 6

Prarancangan Pabrik Kalium Hidroksida dari Kalium Klorida dengan Proses Elektrolisis

II-5