Anda di halaman 1dari 6

Anatomi Vaskularisasi Uterus

Darah dapat menyentuh bagian uterus melalui arteri uterine dan ovarian. Arteri arcuate terbentuk untuk mensuplai myometrium. Bercabang menuju ke radial arteri, yang memanjang kearah endometrium melalui sudut kanan arteri arkuata. Junction antara endometrium dan myometrium, radial arteri bercabang menjadi 2 membentuk basal dan spiral arteri. Basal arteri mensuplai lapisan basal endometrium dan relative intensif untuk perubahan hormon. Spiral arteri meregang untuk mensuplai lapisan fungsional. Arteriole bercabang memiliki peran yang kritis dalam pengontrol menstruasi. Sebelum mens arteriole ini melingkari dan memberikan aliran darah yang stasis. Kesimpulan, selama menstruasi darah yang keluar berasal dari pembuluh darah arteriole spiral dan dinding kapiler.

Hormon yang berperan dalam reproduksi

Hipotalamus Merupakan sumber dari berbagai macam neurotransmitter penting dan memiliki nuclei di bagian basal dari otak. Fungsi dari pituitary diatur oleh neuron yang berlokasi di arcuate, ventromedial, dorsomedial dan periventricular nuclei.

Neuron yang berada di hipotalamus berasal dari koneksi dengan neuron yang ada di central nervous system (CNS). Dalam hal ini, subset dari neuron hipotalamus terproyeksi ke bagian median eminence, di median eminence terdapat kapiler dari arteri hypophyseal arteri. Kapiler ini mengalirkan ke pembuluh portal melintasi tangkai pituitary dan kemudian berhubungan dengan anterior pituitary gland (adenohypohisis). Jalur yang paling penting adalah hypophyseal portal system dari hipotalamus sampai ke pituitary, menciptakan ultrashort feedback loop antara pituitary gland dan hipotalamus neuron. Hipotalamus merupakan locus yang mengintegrasi informasi dari lingkungan luar, system saraf dan system organ. Anterior Pituitary Gland Terkoneksi dengan hypothalamus, pituitary memproduksi 5 hormon dari masingmasing sel : 1. Gonadotropes (LH & FSH) 2. Lactotropes (PRL) 3. Somatotropes (GH) 4. Thyrothropes (TSH) 5. Adrenocorticotropes (ACTH) 10-15 % Hormon ini memiliki sel yang aktif di anterior pituitary. Peran dari GnRH gonadotrophic releasing hormone mensekresi FSH dan LH Pada Usia 9-12 tahun, hipofisis secara progresif mulai mensekresi lebih banyak FSH & LH, yang menyebabkan dimulainya siklus bulanan normal. Estrogen Pada wanita normal yang tidak hamil, estrogen disekresi dalam jumlah berarti hanya oleh ovarium, walaupun juga dalam jumlah kecil disekresi oleh korteks adrenal. Selama kehamilan, estrogen dalam jumlah yang sangat besar juga disekresi oleh plasenta. Hanya tiga estrogen yang ada dalam jumlah bermakna di dalam plasma wanita : Estradiol, Estron dan Estriol. Estrogen utama yang disekresikan oleh ovarium adalah beta-estradiol. Estron juga disekresikan dalam jumlah kecil, tetapi sebagian besar dibentuk di jaringan perifer dari androgen yang disekresi oleh korteks ginjal dan sel Teka ovarium. Estriol adalah estrogen yang lemah, produk oksidasi dari estradiol

dan estron. Dalam hubungan dengan kehamilan, estrogen berfungsi untuk meningkatkan sintesis progesterone melalui peningkatan uptake LDL dan aktivitas P450cc sinsiotrfoblas. Estrogen juga berpengaruh terhadap system kardivaskular maternal yaitu menyebabkan vasodilatasi sirkulasi uteroplasenta, stimulasi system renin-angiotensin-aldosteron dan neovaskularisasi plasenta. Estrogen juga berperan dalam kontraktilitas uterus dan mempunyai efek mitogenik terhadap pertumbuhan dan perkembangan glandula mamae. Progesteron Pada wanita normal yang tidak hamil, progesterone disekresi dalam jumlah banyak hanya selama paruh akhir dari setiap siklus ovarium. Jika terjadi konsepsi, umur korpus luteum diperpanjang akibat pengaruh hormone hCG, sehingga tetap mampu menghasilkan progesterone sampai usia 10 minggu. Pada masa awal kehamilan (6-7 minggu) progesterone dari korpus luteum ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Minggu ke 7-11 plasenta mengambil alih peran korpus luteum dalam menghasilkan progesteron. Fungsi utama progesteron adalah mempersiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan. Progesteron juga meningkatkan produksi factor-faktor uterus yang menghambat blastogenesis limfosit dan produksi sitokin. Progesteron juga berpengaruh terhadap otot polos yaitu terutama mempertahankan keadaan tenang uterus, terhadap otot polos arteriole sehingga kapasitas vascular meningkat dan tahanan perifer menurun. Progesterone plasenta juga berperan selaku substrat bagi produksi glukokortikoid dan mineralkortikoid oleh adrenal janin. Human Chorionic Gonadotropin (hCG) Plasenta merupakan tempat utama sintesi dan sekresi hCG. hCG merupakan suatu glikoprotein terdiri dari 2 subunit alpha dan beta. 30% komponen hCG adalah karbohidrat. Pelepasan hCG dipicu oleh estradiol, factor-faktor pertumbuhan (growth factor) dan dihambat oleh GnRH antagonis, progesterone dan Opioid. hCG dapat mulai dideteksi 1 hari setelah implantasi. Sekresi hormone ini akan memperpanjang hidup korpus luteum dan menstimulasi produksi progesteron melalui system adenilatsiklase. Keadaan ini terus dipertahankan sampai usia kehamilan kurang lebih 11 minggu saat plasenta sudah mampu mensintesis progesterone. Fungsi hCG yang lain adalah untuk merangsang differensiasi sitotrofoblast, stimulasi

produksi testosterone testis janin dan diduga mempunyai efek imunosupresif selama kehamilan. Secara klini, pengukuran kadar hCG digunakan untuk menunjang diagnosis kehamilan. Interpretasi Pemeriksaan laboratorium Jenis pemeriksaan HB WBC ESR Urine pregnancy Etiologi Abortus Penyebab Abortus (early pregnancy loss) bervariasi dan sering diperdebatkan. Umumnya lebih dari 1 penyebab. Penyebab terbanyak diantaranya adalah sebagai berikut : Faktor Genetik : Translokasi parental keseimbangan genetic Mendelian Multifaktor Robertsonian Resiprokal Nilai Normal 12-16 gr/dl 4000-10000/mm3 0-15 mm/jam Pada kasus 11 g/dl 16000/mm3 15 mm/jam + Interpretasi Sedikit Menurun Meningkat Adanya Infeksi Normal Level Hamil

Kelainan kongenital uterus Anomali duktus Mulleri Septum Uterus Uterus bikornis Inkopetensi serviks uterus Mioma uteri Sindroma Asherman

Autoimun Aloimun Mediasi imunitas humoral

Mediasi imunitas seluler

Defek Fase Luteal Infeksi Hematologik Lingkungan Usia kehamilan saat terjadinya abortus bias memberi gambaran tentang penyebabnya. Sebagai contoh, antiphospolipid syndrome (APS) dan inkompetensi serviks sering terjadi setelah trimester pertama. DAFTAR PUSTAKA 1. Guyton and Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC 2. Sarwono P, dkk. 2010. Ilmu kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 3. Schorge, dkk. 2008. Williams Gynecology. E-book : McGrawl Hill Companies. 4. Price Sylvia A, Wilson Lorraine M. Patofisiologi : Konsep Klinis dasar-dasar penyakit Volume 2. Jakarta: EGC. Faktor Endokrin Eksternal Antibodi antitiroid Hormon Sintesis LH yang tinggi