Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 1 BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI

DAERAH 2.1 ASPEK GEOGRAFI DAN TOPOGRAFI Luas dan batas wilayah, Kota Semarang dengan luas wilayah 373,70 Km 2 . Secara administratif Kota Semarang terbagi menjadi 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Dari 16 Kecamatan yang ada, terdapat 2 Kecamatan yang mempunyai wilayah terluas yaitu Kecamatan Mijen, dengan luas wilayah 57,55 Km 2 dan Kecamatan Gunungpati, dengan luas wilayah 54,11 Km 2 . Kedua Kecamatan tersebut terletak di bagian selatan yang merupakan wilayah perbukitan yang sebagian besar wilayahnya masih memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Sedangkan kecamatan yang mempunyai luas terkecil adalah Kecamatan Semarang Selatan, dengan luas wilayah 5,93 Km 2 diikuti oleh Kecamatan Semarang Tengah, dengan luas wilayah 6,14 Km 2 . Grafik 2.1 Wilayah Administrasi Kota Semarang (Km 2

) Sumber: Kota Semarang dalam Angka 2009, BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 2 Batas wilayah administratif Kota Semarang sebelah barat adalah Kabupaten Kendal, sebelah timur dengan Kabupaten Demak, sebelah selatan dengan Kabupaten Semarang dan sebelah utara dibatasi oleh Laut Jawa dengan panjang garis pantai mencapai 13,6 kilometer. Letak dan kondisi geografis, Kota Semarang memiliki posisi astronomi di antara garis 6 0 50’ – 7 o 10’ Lintang Selatan dan garis 109 0 35’ – 110 0 50’ Bujur Timur. Kota Semarang memiliki posisi geostrategis karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi pulau Jawa, dan merupakan koridor pembangunan Jawa Tengah yang terdiri dari empat simpul pintu gerbang yakni koridor pantai Utara; koridor Selatan ke arah kota-kota dinamis seperti Kabupaten Magelang, Surakarta yang dikenal dengan koridor Merapi-Merbabu, koridor Timur ke arah Kabupaten Demak/ Grobogan; dan Barat menuju Kabupaten Kendal. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Jawa Tengah, Semarang sangat berperan terutama dengan adanya pelabuhan, jaringan transport darat (jalur kereta api dan jalan) serta transport udara yang merupakan potensi bagi simpul transportasi Regional Jawa Tengah dan Kota Transit Regional Jawa Tengah. Posisi lain yang tak kalah pentingnya adalah kekuatan hubungan dengan luar Jawa, secara langsung sebagai pusat wilayah nasional bagian tengah. Kota Semarang Gambar 2.1 Letak Kota Semarang Dalam Wilayah Kepulauan

IndonesiaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 20102015 II - 3 Seiring dengan perkembangan Kota, Kota Semarang berkembang menjadi kota yang memfokuskan pada perdagangan dan jasa. Berdasarkan lokasinya, kawasan perdagangan dan jasa di Kota Semarang terletak menyebar dan pada umumnya berada di sepanjang jalan-jalan utama. Kawasan perdagangan modern, terutama terdapat di Kawasan Simpanglima yang merupakan urat nadi perekonomian Kota Semarang. Di kawasan tersebut terdapat setidaknya tiga pusat perbelanjaan, yaitu Matahari, Living Plaza (ex-Ramayana) dan Mall Ciputra, serta PKL-PKL yang berada di sepanjang trotoar. Selain itu, kawasan perdagangan jasa juga terdapat di sepanjang Jl. Pandanaran dengan adanya kawasan pusat oleh-oleh khas Semarang dan pertokoan lainnya serta di sepanjang Jl. Gajahmada. Kawasan perdagangan jasa juga dapat dijumpai di Jl.Pemuda dengan adanya DP mall, Paragon City dan Sri Ratu serta kawasan perkantoran. Kawasan perdagangan terdapat di sepanjang Jl. MT Haryono dengan adanya Java Supermall, Sri Ratu, ruko dan pertokoan. Adapun kawasan jasa dan perkantoran juga dapat dijumpai di sepanjang Jl. Pahlawan dengan adanya kantor-kantor dan bank-bank. Belum lagi adanya pasar-pasar tradisional seperti Pasar Johar di kawasan Kota Lama juga semakin menambah aktivitas perdagangan di Kota Semarang.Secara topografis Kota Semarang terdiri dari daerah perbukitan, dataran rendah dan daerah pantai, dengan demikian topografi Kota Semarang menunjukkan adanya berbagai kemiringan dan tonjolan. Daerah pantai 65,22% wilayahnya adalah dataran dengan kemiringan 25% dan 37,78 % merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan 15-40%. Kondisi lereng tanah Kota Semarang dibagi menjadi 4 jenis kelerengan yaitu Lereng I (0-2%) meliputi Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Utara dan Tugu, serta sebagian wilayah Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Mijen. Lereng II (2-5%) meliputi Kecamatan Semarang Barat, Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, Gunungpati dan Ngaliyan. Lereng III (15-40%) meliputi wilayah di sekitar Kaligarang dan Kali Kreo (Kecamatan Gunungpati), sebagian wilayah kecamatan Mijen (daerah Wonoplumbon) dan sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik, serta Kecamatan Candisari. Sedangkan lereng IV (> 50%) meliputi sebagian wilayah Kecamatan Banyumanik (sebelah tenggara), dan sebagian wilayah Kecamatan Gunungpati, terutama disekitar Kali Garang dan Kali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015. Kota Bawah yang sebagian besar tanahnya terdiri dari pasir dan lempung. Pemanfaatan lahan lebih banyak digunakan untuk jalan, permukiman atau perumahan, bangunan, halaman, kawasan industri, tambak, empang dan persawahan. Kota Bawah sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, perindustrian, pendidikan dan kebudayaan, angkutan atau transportasi dan perikanan. Berbeda dengan daerah perbukitan atau Kota Atas yang struktur geologinya sebagian besar terdiri dari batuan beku. Wilayah Kota Semarang berada pada ketinggian antara 0 sampai dengan 348,00 meter dpl (di atas permukaan air laut). Secara topografi terdiri atas daerah pantai, dataran rendah dan perbukitan, sehingga memiliki wilayah yang disebut sebagai kota bawah dan kota atas. Pada daerah perbukitan mempunyai ketinggian 90,56 - 348 mdpl yang diwakili oleh titik tinggi yang berlokasi di Jatingaleh dan Gombel, Semarang Selatan, Tugu, Mijen, dan Gunungpati, dan di dataran rendah mempunyai ketinggian 0,75 mdpl. Kota bawah merupakan pantai dan dataran rendah yang memiliki kemiringan antara 0% sampai 5%, sedangkan dibagian Selatan merupakan daerah dataran tinggi dengan kemiringan bervariasi antara 5%-40%. Tabel 2.1 Ketinggian Tempat di Kota Semarang

49 3.Gunungpati Tmur 348.Semarang (RE. Thaden.00 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2009 Kota Semarang sangat dipengaruhi oleh keadaan alamnya yang membentuk suatu kota yang mempunyai ciri khas yaitu terdiri dari daerah perbukitan. Bagian Wilayah Ketinggian (MDPL) 1. Formasi Kaligetas (Qpkg). Kondisi Geologi.00 . Kota Semarang berdasarkan Peta Geologi Lembar Magelang .00 mdpl.5 Semarang menunjukkan adanya berbagai kemiringan tanah berkisar antara 0% 40% (curam) dan ketinggian antara 0. Daerah Pantai 0. dataran rendah dan daerah pantai. Formasi Jongkong (Qpj).00 .Mijen 253. susunan stratigrafinya adalah sebagai berikut Aluvium (Qa).No. Daerah Perbukitan .75 – 348. 1996).Jatingaleh 136.Gunungpati Barat 259. Formasi Kerek (Tmk).56 .Simpang Lima 3.Candi Baru 90.00 . Formasi Kalibeng (Tmkl). Formasi Damar (QTd). Dengan demikian topografi Kota Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .Gombel 270. Batuan Gunungapi Gajahmungkur (Qhg). dkk.00 . Daerah Dataran Rendah .45 . Pada .75 2. Batuan Gunungapi Kaligesik (Qpk).Pusat Kota (Depan Hotel Dibya Puri Semarang) 2.

Patahan ini bermula dari Ondorante. Jenis sesar yang ada secara umum terdiri dari sesar normal. Formasi Kalibeng dan Formasi Damar yang berumur kuarter dan tersier. Daerah patahan tanah bersifat erosif dan mempunyai porositas tinggi. dengan sisipan lensa-lensa kerikil dan pasir vulkanik. Sesar normal relatif ke arah barat . sedangkan sesar normal relatif berarah barat . Patahan ini merupakan patahan geser.timur sebagian agak cembung ke arah utara. Sesarsesar tersebut umumnya terjadi pada batuan Formasi Kerek. struktur lapisan batuan yang diskontinyu (tak teratur). Perumahan Bukit Kencana Jaya. Sedangkan daerah perbukitan sebagian besar memiliki struktur geologi berupa batuan beku.dataran rendah berupa endapan aluvial sungai. sesar geser berarah utara selatan hingga barat laut . tebing terjal di Ondorante. dengan arah patahan melintas dari utara ke selatan. endapan fasies dataran delta dan endapan fasies pasang-surut. dan lipatan. patahan (fault).tenggara. Berdasarkan struktur geologi yang ada di Kota Semarang terdiri atas tiga bagian yaitu struktur joint (kekar). heterogen. sehingga mudah bergerak atau longsor. yang membujur arah utara sampai selatan. yang memotong formasi Notopuro. sesar geser dan sesar naik. Endapan tersebut terdiri dari selang-seling antara lapisan pasir. di sepanjang Kaligarang yang berbatasan dengan Bukit Gombel. Pada daerah sekitar aliran Kali Garang merupakan patahan Kali Garang.timur. ditandai adanya zona sesar.6 Sedangkan wilayah Kota Semarang yang berupa dataran rendah memiliki . Struktur geologi yang cukup mencolok di wilayah Kota Semarang berupa kelurusan-kelurusan dan kontak batuan yang tegas dan merupakan pencerminan struktur sesar baik geser mendatar dan normal cukup berkembang di bagian tengah dan selatan kota. dan pelurusan Kali Garang serta beberapa mata air di Bendan Duwur. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Daerah patahan lainnya adalah Meteseh. pasir lanauan dan lempung lunak. ke arah utara hingga Bendan Duwur.

Jenis tanah lain yang ada di wilayah Kota Semarang memiliki geologi jenis tanah asosiasi kelabu dan aluvial coklat kelabu dengan luas keseluruhan kurang lebih 22% dari seluruh luas Kota Semarang.jenis tanah berupa struktur pelapukan. Kurang lebih sebesar 25% wilayah Kota Semarang memiliki jenis tanah mediteranian coklat tua. Kali Babon. Kali Garang sebagai sungai utama pembentuk kota bawah yang mengalir membelah lembahlembah Gunung Ungaran mengikuti alur yang berbelok-belok dengan aliran yang cukup deras. Kali Kreo. Kali Garang yan bermata air di gunung Ungaran. 2009 Kondisi Hidrologi potensi air di Kota Semarang bersumber pada sungai -sungai yang mengalir di Kota Semarang antara lain Kali Garang. alur sungainya memanjang ke arah Utara hingga mencapai Pegandan tepatnya di Tugu Soeharto. Kali Kripik. Jenis Tanah di Kota Semarang meliputi kelompok mediteran coklat tua. Sedangkan kurang lebih 30% lainnya memiliki jenis tanah latosol coklat tua. dan lanau yang dalam. Alluvial Hidromorf. latosol coklat tua kemerahan. Sisanya merupakan jenis tanah alluvial hidromorf dan grumosol kelabu tua. asosiai alluvial kelabu. Grumosol Kelabu Tua. Kali Dungadem dan lain sebagainya. Tabel 2. endapan.2 Penyebaran Jenis Tanah dan Lokasinya di Kota Semarang Sumber : BPS Kota Semarang. Kali Pengkol. Kali Banjirkanal Timur. Kali Sringin. bertemu dengan aliran Kali Kreo dan Kali Kripik. Latosol Coklat dan Komplek Regosol Kelabu Tua. No JENIS TANAH LOKASI % TERHADAP WILAYAH POTENSI 1 Mediteran Coklat Tua 30 ugu rang Timuer 2 Latosol Coklat Tua .

maka langkah-langkah untuk menjaga kelestariannya juga terus dilakukan.0 % dari debit total dan kali Kreo 34. Karena Kali Garang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Kota Semarang.3 %. Air Tanah Bebas ini merupakan air tanah yang terdapat pada lapisan pembawa air (aquifer) dan tidak tertutup oleh lapisan kedap air.Kemerahan 26 man Padi 3 Asosiasi Aluvial Kelabu dan Coklat kekelabuhan 22 produktip 4 Alluvial Hidromorf Grumosol Kelabu Tua 22 2015 II . Permukaan air . Oleh karena Kali Garang memberikan airnya yang cukup dominan bagi Kota Semarang.7 % selanjutnya Kali Kripik 12.7 53.

Secara Klimatologi. angin bertiup dari arah Utara Barat Laut (NW) menciptakan musim hujan dengan membawa banyak uap air dan hujan. Air Tanah Tertekan adalah air yang terkandung di dalam suatu lapisan pembawa air yang berada diantara 2 lapisan batuan kedap air sehingga hampir tetap debitnya disamping kualitasnya juga memenuhi syarat sebagai air bersih. kelembaban relatif Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .40 m.8 tinggi dan mendung. karena adanya formasi damar yang permeable dan sering mengandung sisipan-sisipan batuan lanau atau batu lempung. Kota Semarang seperti kondisi umum di Indonesia. Debit air ini sedikit sekali dipengaruhi oleh musim dan keadaan di sekelilingnya. banyak memanfaatkan air tanah ini dengan membuat sumur-sumur gali (dangkal) dengan kedalaman rata-rata 3 .90 meter. mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan muson timur. untuk daerah Semarang yang berbatasan dengan kaki perbukitan air tanah artois ini terletak pada endapan pasir dan konglomerat formasi damar yang mulai diketemukan pada kedalaman antara 50 . Pada daerah perbukitan kondisi artosis masih mungkin ditemukan. Sifat periode ini adalah curah hujan sering dan berat. Lebih dari 80% dari curah hujan tahunan turun di periode ini. Kelompok aquifer delta Garang ini disebut pula kelompok aquifer utama karena merupakan sumber air tanah yang potensial dan bersifat tawar.tanah bebas ini sangat dipengaruhi oleh musim dan keadaan lingkungan sekitarnya. Dari bulan November hingga Mei. terletak di ujung Timur laut Kota dan pada mulut sungai Garang lama yang terletak di pertemuan antara lembah sungai Garang dengan dataran pantai. . Penduduk Kota Semarang yang berada di dataran rendah.90 m. Sedangkan untuk peduduk di dataran tinggi hanya dapat memanfaatkan sumur gali pada musim penghujan dengan kedalaman berkisar antara 20 . Kedalaman lapisan aquifer ini berkisar antara 50 .18 m. Untuk daerah Semarang bawah lapisan aquifer di dapat dari endapan alluvial dan delta sungai Garang.

1 °C pada September ke 24. Berdasarkan data yang ada. Ini menunjukkan curah hujan khas pola di Indonesia. karena membawa sedikit uap air. Disamping penggunaan lahan sawah.Dari Juni hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara (SE) menciptakan musim kemarau. Penggunaan lahan di Kota Semarang Penggunaan lahan di Kota Semarang meliputi irigasi teknis (198 Km2). bervariasi dari 46% pada bulan Desember sampai 98% pada bulan Agustus.3 Penggunaan Lahan Sawah di Kota Semarang Dirinci Tiap Kecamatan Tahun 2009 KECAMATAN TANAH SAWAH TEKNIS 1/2TEKNIS NON PU TADAH HUJAN TIDAK DIUSAHAKAN Mijen 0. yang mengikuti pola angin muson SENW yang umum. Tabel di bawah ini. tegalan/ kebun.6 °C pada bulan Mei. curah hujan di Kota Semarang mempunyai sebaran yang tidak merata sepanjang tahun.00 285. dan yang tidak diusahakan (267 Km2).891 mm per tahun. khususnya di Jawa. penggunaan lahan di Kota Semarang yang lain meliputi pekarangan. Kecepatan angin bulanan rata-rata di Stasiun Klimatologi Semarang berubah-ubah dari 215 km/hari pada bulan Agustus sampai 286 km/hari pada bulan Januari. Kelembaban relatif bulanan ratarata berubah-ubah dari minimum 61% pada bulan September ke maksimum 83% pada bulan Januari.1.00 0. Lamanya sinar matahari.00 186. dan suhu maksimum rata-rata berubah-ubah dari 29. tambak/ kolam/ rawa. Tabel 2. tadah hujan (2.1. hutan rakyat/ tanaman kayu.9 °C.031 Km2). setengah teknis (530 Km2).00 . Sifat periode ini adalah sedikit jumlah curah hujan. irigasi sederhana/ irigasi desa/ non PU (45 Km2). 2. dan jarang mendung.9 °C ke 32. hutan negara. perkebunan negara/ swasta dan penggunaan lain. Suhu minimum rata-rata yang diukur di Stasiun Klimatologi Semarang berubah-ubah dari 21. kelembaban lebih rendah. yang menunjukkan rasio sebenarnya sampai lamanya sinar matahari maksimum hari. dengan total curah hujan rata-rata 9.00 34.

00 0.00 0.00 15.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 633.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Ngaliyan 30.64 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Th.00 0.00 0.00 Candisari 0. 2009 Grafik 2.00 0.00 0.00 0.00 0.9 KECAMATAN TANAH SAWAH TEKNIS 1/2TEKNIS NON PU TADAH HUJAN TIDAK DIUSAHAKAN Semarang Selatan 0.00 0.00 0.00 5.00 55.00 0.00 0.00 0.00 5.00 60.00 Tugu 50.Gunung Pati 84.00 0.64 Banyumanik 0.00 0.00 Semarang Utara 0.00 0.00 606.00 0.00 Semarang Barat 0.00 1559.00 0.00 Genuk 62.00 0.33 175.00 30.00 0. 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .00 0.00 0.00 Gajahmungkur 0.00 0.00 39.00 Tembalang 0.00 45.00 0.00 Semarang Tengah 0.00 0.00 Total 226.00 264.00 Pedurungan 0.00 0.00 0.00 0.00 61.00 Gayamsari 0.00 432.00 0.00 0.00Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .00 0.00 0.2 Persentase Penggunaan Areal Tanah Berdasar Sistem Pengairan di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Th.00 145.10 Grafik 2.00 0.3 Persentase Penggunaan Lahan Sawah dan Non Sawah .00 0.00 0.33 214.00 Semarang Timur 0.00 0.

25 Km2 dengan spesifikasi ladang (1. Tambak (8. Tanah kering untuk kayu-kayuan (5 Km2).47 Km2.207. Secara keseluruhan.15 Km2). Tanah Penggembalaan (13. Perkebunan (1. Hutan Negara (810 Km2). Kecamatan Mijen memiliki luas lahan non-sawah paling luas dibanding dengan kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Semarang dengan luas wilayah 5.50 Km2).di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 Secara keseluruhan kecenderungan penggunaan lahan non-sawah di Kota Semarang yang terbesar yaitu pekarangan (38%). lainnya tanah kering (26%).116 Km2) lainnya (627. Kolam (3 Km2). penggunaan lahan kering di Kota Semarang yaitu Pekarangan dan Bangunan (42%). padang rumput (2%).11 Grafik 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.09 Km2). dengan spesifikasi tegalan (49.89 Km2). Tanah kering untuk lainnya (75. tanah kering tidak diusahakan (4. Sedangkan kecamatan yang memiliki luas lahan non-sawah paling kecil yaitu kecamatan Gayamsari dengan luas 549. Tegalan dan Kebun (27%).6 Km2). tegalan (14%).84 Km2). perkebunan (5%).829 Km2).4 Penggunaan Lahan Kering di Kota Semarang Dirinci Tiap Kecamatan Tahun 2009 KECAMATAN LAHAN NON. Tanah kering yang tidak diusahakan (3.75 Km2). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada GAMBAR 2. pekarangan (823 Km2).4 Persentase Luas Tanah Kering di Kota Semarang Tahun 2009 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 Tabel 2. ladang (21%). pekarangan (420. Tambak/Kolam.SAWAH .2. lainnya (11%).5 Km2). tambak dan kayu-kayuan (4%).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . tidak diusahakan (1%).

PEKARANG AN & BANGUNAN TEGALAN DAN KEBUN PADANG GEMBALA TAMBAK/ KOLAM RAWA LAIN2 TANAH KERING LAINNYA Mijen 823,00 1.829,00 0,00 4,50 0,00 2.550,74 5.207,24

Gunung Pati 1.312,70 2.573,50 0,00 0,00 0,00

126,89

4.013,09

Banyumanik 430,00 1.176,58 0,00 0,00 0,00

784,48

2.391,06

Gajahmungkur 691,63 2,97 0,00 0,00 0,00

70,37

764,98

Semarang Selatan 474,39 2,50 0,00 0,00 0,00

371,16

848,05

Candisari 494,39 33,85 13,87 0,00 0,00

27,27

569,38

Tembalang 2.085,40 1.000,80 0,00 0,00 0,00

901,84

3.988,04

Pedurungan 1.507,00 392,00 0,00 0,00 0,00

109,00

2.008,00

Genuk 1.349,08 910,82 0,00 194,28 0,00

190,26

2.644,44

Gayamsari 415,00 13,00 13,00 11,00 0,00

59,23

511,23

Semarang Timur 696,80 0,00 0,00 0,00 0,00

73,45

770,25

Semarang Utara 927,55 0,00 0,00 50,21 0,00

155,51

1.133,27

Semarang Tengah 527,55 5,48 0,00 0,00 0,00

71,97 604,99 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 12 Semarang Barat 1.389,20 24,30 0,00 52,66 0,00

888,41

2.354,57 2.675,34 2.933,33

Tugu 507,73 45,20 0,00 1.378,53 0,00 743,89 Ngaliyan 418,00 979,00 10,00 0,00 0,00

1.526,33

Total 14.049,42 8.989,00 36,87 1.691,17 0,00 8.650,80 33.417,26 Sumber : Semarang Dalam Angka 2009 2.1.2. Tujuan, Kebijakan & Strategi Penataan Ruang Kota Semarang Tujuan Penataan ruang adalah mewujudkan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa berskala internasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Sedangkan kebijakan dan strategi penataan ruang Kota Semarang secara umum terbagi atas: Kebijakan pengembangan struktur ruang dan Kebijakan pengembangan pola ruang. Kebijakan pengembangan struktur ruang Kota Semarang dilakukan melalui : 1. Pemantapan pusat pelayanan kegiatan yang memperkuat kegiatan perdagangan dan jasa berskala internasional. 2. Peningkatan aksesbilitas dan keterkaitan antar pusat kegiatan. 3. Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem prasarana sarana umum. Kebijakan pola ruang meliputi kebijakan pengelolaan kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kebijakan peningkatan pengelolaan Kawasan Lindung meliputi : 1. Peningkatan pengelolaan kawasan yang berfungsi lindung. 2. Pelestarian kawasan cagar budaya. 3.Peningkatan dan penyediaan ruang terbuka hijau yang proporsional di seluruh wilayah Kota. Sedangkan kebijakan pengembangan kawasan budidaya meliputi : 1. Pengaturan pengembangan kawasan budidaya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung. 2. Perwujudan pemanfaatan ruang yang efisien dan kompak. 3. Pengelolaan dan pengembangan kawasan pantai. 2.1.3. Rencana Pengembangan Sistem Pusat Pelayanan Dengan mempertimbangkan luas, karakter daerah, koordinasi pelaksanaan pembangunan, kemudahan dalam penyelesaian masalah, maka pembagian BWK di Kota Semarang ditentukan melalui pendekatan batas administratif. Untuk itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 13

Perkantoran.420 Ha. Rencana pendistribusian fasilitas pelayanan regional dimasing-masing BWK meliputi : a. Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Semarang Selatan dengan luas kurang lebih 2. Industri di BWK IV dan BWK X e. g. BWK VI meliputi Kecamatan Tembalang dengan luas kurang lebih 4. transportasi udara dan transportasi laut di BWK III d.399 Ha.522 Ha. Perkantoran militer di BWK VII g. i.223 Ha. Pendidikan kepolisian dan olah raga di BWK II c. c.622 Ha.509 Ha. f. BWK III meliputi Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Semarang Utara dengan luas kurang lebih 3. BWK II meliputi Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gajahmungkur dengan luas kurang lebih 1. Kantor pelayanan publik di BWK IX Rencana penetapan pusat pelayanan di Kota Semarang terdiri atas: Pusat . BWK VII meliputi Kecamatan Banyumanik dengan luas kurang lebih 2. BWK V meliputi Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Pedurungan dengan luas kurang lebih 2. Pendidikan di BWK VI dan BWK VIII f.dalam Rencana Tata Ruang Kota Semarang Tahun 2010-2030 pembagian BWK ditetapkan sebagai berikut : a.738 Ha. BWK VIII meliputi Kecamatan Gunungpati dengan luas kurang lebih 5. d. dan j.213 Ha. e. II. BWK I meliputi Kecamatan Semarang Tengah. Perkantoran.393 ha. BWK IX meliputi Kecamatan Mijen dengan luas kurang lebih 6. dan III b. perdagangan dan jasa di BWK I. BWK X meliputi Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu dengan luas kurang lebih 6. b.320 Ha. h. BWK IV meliputi Kecamatan Genuk dengan luas kurang lebih 2.

meliputi kantor Gubernur dan kantor Walikota serta fasilitas kantor pemerintahan pendukung dan pelayanan publik lainnya. Sarana pendidikan.pelayanan kota. c.15 . b. Sarana kesehatan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Jasa akomodasi pariwisata lainnya. Sarana perdagangan. c.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Perkantoran swasta. Pusat perbelanjaan skala kota. d. dan e. meliputi : a. b. Hotel dan penginapan.14 Selain itu pusat pelayanan kota juga sebagai pusat kegiatan perdagangan modern dan jasa komersial yang dilengkapi dengan : a. d. Sarana perdagangan dan jasa b. Sarana pelayanan umum. Sarana peribadatan e. Sarana pelayanan umum Pusat pelayanan lingkungan kota dilengkapi dengan sarana lingkungan perkotaan skala pelayanan sebagian BWK. Sub pusat pelayanan kota merupakan pusat BWK yang dilengkapi dengan sarana lingkungan perkotaan skala pelayanan BWK yang meliputi : a. Sub pusat pelayanan kota dan Pelayanan lingkungan. Sarana peribadatan. Pusat pelayanan kota berfungsi sebagai pusat pelayanan pemerintahan Provinsi. pemerintahan Kota yang berupa pusat pelayanan kegiatan pemerintahan yang dilengkapi dengan pengembangan fasilitas. Sarana pendidikan c. Sarana kesehatan d.

a.17 Sistem Jaringan Transportasi di Kota Semarang meliputi jaringan Jalan. Rencana Jaringan Jalan Skenario fungsi dari perwujudan struktur jalan Kota Semarang adalah sebagai berikut : pinggiran t wilayah dengan pusat kota pergerakan eksternal kota dengan tidak membebani aktivitas pusat kota Setiap pusat aktivitas kota.16 Gambar 2. konsep struktur jalan menggunakan konsep radial konsentris. nantinya akan dihubungkan jaringan jalan yang memadai. Dalam perkembangannya. Pengembangan jalan ini sangat penting .Gambar 2. Transportasi Laut dan Transportasi Udara. Inner Ring Road Adalah jalan yang dikembangkan sebagai penghubung melingkar antar kawasan dalam pusat kota. Kondisi jaringan jalan Kota Semarang yang sudah menghubungkan keseluruhan wilayah kota memudahkan daIam merumuskan struktur jalan yang akan dikembangkan. Pengembangan Jalan Lingkar (Radial) 1. Sebagaimana tertuang dalam RTRW Kota Semarang tahun 2010-2030 Rencana Sistem Jaringan Transportasi adalah sebagai berikut: 1. Transportasi Darat.2 Peta Pembagian BWK Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .3 Peta Rencana Struktur Ruang Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

angkutan kota dan . maka yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem transportasi di Kota Semarang adalah mengkaitkan sistem jaringan jalan Kota Semarang dengan Jalan Tol Semarang-Solo. 2. Middle Ring Road Adalah struktur jalan yang menghubungkan antar beberapa daerah sub pusat dengan pusat Kota Semarang. 3. Outer Ring Road Adalah jalur lingkar yang menghubungkan beberapa wilayah pusat pertumbuhan pinggiran kota dengan wilayah pinggiran lainnyaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . 2.18 b. Jalan Tol Semarang-Demak dan Jalan Tol Semarang-Batang. Pengembangan Jalan Konsentrik Jalur jalan konsentrik adalah kumpulan jalan yang berfungsi mendistribusikan pergerakan ke beberapa regional di sekitar Kota Semarang selain itu jaringan jalan ini berfungsi pula menghubungkan beberapa pusat pertumbuhan di daerah pinggiran dengan pusat Kota Semarang. Atas dasar hal tersebut maka pengembangan sarana transportasi di Kota Semarang adalah sebagai berikut : Transportasi Darat Tipe A Terminal Tipe A berfungsi melayani jalur angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi. angkutan antar kota dalam provinsi. Rencana Sarana Transportasi Pengembangan sistem terminal ditentukan oleh fungsi Kota Semarang sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan permasalahan internal lalu lintas kota.dalam rangka mewujudkan sistem pergerakan yang lancar jika terdapat kemacetan pada ruas jalan tertentu di kawasan pusat kota. Selain rencana penentuan hirarki jalan seperti tersebut diatas.

Terminal barang yang akan dikembangkan. yang terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. sesuai dengan pengembangan teknologi perkeretaapian yaitu . Penggaron.19 Merupakan fasilitas tempat pergantian moda kendaraan umum bagi penumpang seperti halnya terminal. direncanakan berada di Kelurahan Bandarharjo. Terminal barang merupakan sarana untuk melayani pergerakan barang dalam suatu wilayah. Lokasi terminal tipe B direncanakan di Terboyo (BWK IV) dan Penggaron (BWK V). Pelabuhan Tanjung Mas. Cangkiran. Terminal tipe C berfungsi untuk melayani pergerakan penumpang perkotaan dan angkutan perdesaan. hanya saja skala pelayanan Stop Station lebih kecil dibandingkan terminal. Fasilitas ini dikembangkan pada kawasan-kawasan yang merupakan simpul bangkitan dan tujuan lalu lintas.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Sendowo dan Sampangan. Jaringan rel kereta api yang ada ditingkatkan sesuai dengan peningkatan pelayanan. Stop Station berfungsi untuk melayani pergerakan Asal-Tujuan/ Origin-Destination (OD). Lokasi terminal tipe A direncanakan di : Terminal tipe B berfungsi untuk melayani pergerakan penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perdesaan. Lokasi terminal tipe C direncanakan di Gunungpati.angkutan pedesaan. Kecamatan Semarang Utara.

untuk mendukung perkembangan aktivitas transportasi udara dalam melayani perkembangan aktivitas Kota Semarang.20 Bandara merupakan fasilitas yang memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan Kota Semarang. perhotelan. Pengolahan limbah domestik secara umum dibagi kedalam 2 (dua) jenis . Secara umum penanganan limbah domestik untuk Kota Semarang harus mengacu kepada Rencana Strategi Nasional untuk Pengelolaan Air Buangan Rumah Tangga Daerah Perkotaan. jasa dan perkantoran. Untuk itu disekitar kawasan pelabuhan dikembangkan fungsi-fungsi terminal peti kemas. Rencana transportasi yang direncanakan dalam pelabuhan meliputi penumpang dan barang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .dengan menerapkan jalur ganda (Double Track). perlu dikaji ulang Penerapan kebijakan KKOP (Keselamatan Kawasan Operasional Penerbangan) untuk mencegah bangunan yang menjadi pengganggu (obstacle) kegiatan kebandar-udaraan. Penanganan buangan ini tidaklah mudah karena menyangkut masyarakat dan pemerintah yang saling terkait didalam penanganannya serta membutuhkan biaya cukup besar. Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari buangan rumah tangga berupa tinja dan buangan cair lainnya seperti air bekas cucian dan lain-lain. Rute pelayanan penumpang dan barang direncanakan memiliki skala pelayanan regional. Bandara udara Kota Semarang berada di kawasan pusat kota. Untuk mendukung fungsi kepelabuhan kawasan disekitar kawasan pelabuhan harus dirancang memiliki fungsi yang mendukung fungsi pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Mas direncanakan sebagai pelabuhan internasional (sesuai arahan dalam PP Nomor 26 Tahun 2008) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. nasional dan internasional. Rencana pengembangan kereta api diarahkan untuk mengoptimalkan kereta api sebagai angkutan penumpang dan angkutan barang. perdagangan.

khususnya yang berupa tampungan. tidak menerima kiriman dari hulu maupun air rob dari laut. dengan mengalirkannya melalui banjir kanal. air yang berasal dari kawasan hulu diusahakan tidak membebani kawasan bawah. sistem drainase Kota Semarang tidak bisa lagi mengandalkan sistem gravitasi murni. Masing-masing wilayah dibagibagi menjadi beberapa sub sistem yang secara hidrologis berdiri sendiri. Sedang bagi pengaturan sistem drainase Kota Semarang di daerah hulu dilakukan dengan merencanakan pembangunan dan pengoptimalan waduk dan embung. Masing-masing sistem drainase akan dilengkapi dengan satu atau lebih banjir kanal. tetapi sistem kombinasi antara sistem drainase gravitasi. Pada setiap sub sistem dikembangkan sistem drainase polder. Untuk menciptakan ruang kota yang manusiawi dan mampu mendukung kedinamisan pergerakan penduduk kota. Untuk itu perlu dikembangkan sistem drainase tertutup. Konsep yang dikembangkan di daerah hulu adalah sistem banjir kanal.yaitu On-Site System dan Off-Site System. -Site System. a. Penanganan Drainase Kota Semarang Berdasarkan kondisi topografi Kota Semarang. maka setiap pengembangan ruas jalan yang digunakan untuk kendaraan umum dan pribadi harus memiliki ruang bagi pejalan kaki dan jalur sepeda pada ruas jalan yang . Dalam penanganan permasalahan drainase di daerah hilir Kota Semarang diatasi dengan pembuatan sistem polder yang mampu mengatur aliran air yang ada. dimana menggunakan sistem saluran air buangan untuk mengalirkan air buangan dari rumah tangga kemudian diolah disuatu tempat tertentu. yaitu menurunkan beban drainase sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. Hilir Kawasan hilir diusahakan hanya menerima beban drainase yang berasal dari wilayah itu saja. Sistem drainase yang dikembangkan dikembangkan di daerah hulu dan hilir berbeda. polder dan tanggul laut. Sistem drainase dikembangkan berdasarkan konsep one watershed one plan one management. -Site System. Masing-masing sistem drainase dibagi menjadi menjadi daerah hulu dan hilir. dimana buangan langsung dialirkan ke septic tank dan cairannya diresapkan melalui tanah. Beban sistem polder dapat dikurangi dengan mengembangkan fasilitas untuk memanen air hujan. Fasilitas ini berfungsi ganda.

Pengembangan sistem angkutan umum massal (SAUM) pada koridor-koridor utama (jalur primer) berbasis rel atau jalan raya. b. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. Keberadaan PKL pada dasarnya bukanlah semata-mata beban atau gangguan bagi keindahan dan ketertiban kota. Angkutan Umum Selain sistem prasarana transportasi yang baik. f. melainkan perlu ditata sedemikian rupa agar tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota. Pengembangan sarana angkutan umum massal yang melewati ruas-ruas jalan utama yang menghubungkan seluruh wilayah dalam kota. 2. d. rencana peningkatan pelayanan pergerakan Kota Semarang juga dilakukan pada sistem pelayanan angkutan umum. perbaikan fisik dan pembangunan prasarana baru. dilakukan dengan upaya optimalisasi. Upaya penataan PKL tidak hanya pada bentuk-bentuk penindakan atau . pengembangan sistem angkutan umum berbasis rel diarahkan pada pengembangan angkutan monorail/ kereta ringan yang melayani rute Mangkang – Kalibanteng – Simpang Lima – Pedurungan – Genuk.memungkinkan. c. e. Rencana pengembangan dan peningkatan fasilitas pelayanan ujung-pangkal pergerakan angkutan umum. PKL tidak bisa dibiarkan lepas kendali. Pengembangan koridor-koridor utama diarahkan untuk menghubungkan antara pusat Kota dengan pusat BWK. 3. Peningkatan pelayanan angkutan umum. Rencana Pengaturan Kegiatan Sektor Informal Untuk kepentingan Kota Semarang ke depan agar upaya penataan PKL benar-benar komprehensif dan menyentuh akar masalah. Rencana peningkatan pelayanan angkutan ini meliputi : a. Pengembangan fasilitas pejalan kaki dilakukan secara memadai dengan memperhitungkan penggunaannya bagi penyandang cacat.

1.7 Rencana Kawasan Strategis Kota Semarang Kawasan strategis adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota terhadap ekonomi. Kawasan strategis bidang fungsi dan daya dukung lingkungan hidup a. dan/atau lingkungan. 2. sosial. tetapi. yang lebih penting adalah bagaimana mengkombinasikan antara fungsi pembinaan. karena kawasan inilah yang akan mengintegrasikan perkembangan Kota Semarang dengan daerah yang ada disekitarnya. budaya. . serta fungsi penindakan itu sendiri untuk situasi khusus. Sedangkan kawasan perbatasan di Kota Semarang memiliki peranan yang sangat penting. yang umumnya hanya melahirkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .operasi penertiban yang sifatnya represif. Kawasan strategis bidang sosial budaya c.23 pembangkangan dan daya resistensi para PKL. Kawasan strategis bidang pertumbuhan ekonomi b. dan fungsi preventif. Kawasan cepat berkembang ini perlu diprioritaskan penataan ruangya karena potensi yang dimiliki apabila tidak diarahkan justru menimbulkan permasalahan. fungsi pengawasan. Ruang Evakuasi Bencana Ruang evakuasi bencana berupa jalur penyelamatan (escape road) adalah jalan-jalan kota yang dikembangkan/ direncanakan sebagai jalur pelarian ke bangunan/bukit penyelamatan dan wilayah yang aman apabila terjadi bencana alam (gempa .banjir. Adapun rencana pengembangan kawasan strategis di Kota Semarang adalah : a. Kawasan Strategis Bidang Pertumbuhan Ekonomi Kawasan strategis bidang pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang adalah kawasan cepat berkembang dan kawasan perlu kerja sama dengan daerah sekitarnya (kawasan perbatasan). dan angin puting beliung) serta bencana kebakaran.

Penyusunan kebijakan penataan ruang kawasan pelabuhan dalam rangka memadukan kegiatan pelabuhan dengan kawasan yang ada disekitarnya. Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi Kawasan pusat kota yang terletak pada Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi. d. Kawasan segitiga ini memiliki kekuatan pengembangan yang sangat besar. maka arahan pengelolaan di kawasan pelabuhan ditekankan pada kegiatan : barang di dalam kawasan pelabuhan maupun kawasan pelabuhan dengan kawasan diluarnya melalui peningkatan jariangan jalan yang memadai dan pengembangan sistem terminal yang terintegrasi dengan pergerakan darat (pergerakan jalan raya dan kereta api) dan pergerakan udara. Dalam kawasan saat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 24 ini telah terjadi transformasi kegiatan perdagangan dan jasa dari skala kecil dan menengah ke skala besar. banjir rob. Pelabuhan Tanjung Mas Pelabuhan Tanjung Mas merupakan fasilitas nasional yang ada di Kota Semarang. . potensi pengembangan pada kawasan ini adalah kegiatan perdagangan dan jasa. Secara umum Kawasan Segitiga Peterongan – Tawang – Siliwangi adalah kawasan yang memiliki kepadatan bangunan yang tinggi.b. Hal ini terbukti dengan tumbuhnya beberapa pusat perbelajaan dan fungsi jasa (perkantoran swasta dan hotel) yang mengalih fungsikan lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai pertokoan dan permukiman. c.

yang nantinya dapat memberikan kontribusi pendapatan dari sektor pariwisata.2 ASPEK DEMOGRAFI Secara Demografi. 2. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kekayaan budaya berupa peninggalan-peninggalan sejarah yang berguna untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari ancaman kepunahan yang disebabkan oleh kegiatan alam maupun manusia. Dalam pemanfaatannya. Kampung Melayu. Bendungan ini direncanakan berlokasi di Kecamatan Gunungpati. Kawasan Bendungan Jatibarang. dampak lingkungan dan memberikan keuntungan kepada Pemerintah dan masyarakat serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. berdasarkan data statistik Kota Semarang penduduk Kota Semarang periode tahun 2005-2009 mengalami peningkatan rata-rata . Pembangunan Bendungan Jatibarang yang akan difungsikan sebagai pengendali limpasan air ke kawasan bawah Kota Semarang. Kampung Pecinan.Kawasan Strategis Bidang Sosial Budaya Kawasan strategis bidang sosial budaya di Kota Semarang adalah Kawasan Cagar Budaya Kota Lama. Adanya percampuran fungsi konservatif dan budidaya ini menyebabkan kawasan Bendungan Jatibarang perlu di kelola dengan baik agar fungsi budidaya tidak sampai menganggu fungsi konservasi. 2. Kawasan tersebut merupakan kawasan cagar budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya. e. Kawasan Reklamasi Pantai Kawasan reklamasi pantai ditetapkan berada di wilayah pesisir Kota Semarang (Kecamatan Semarang Utara. Barat sampai Tugu) yang pengembangannya dalam rangka pengoptimalan kawasan pesisir dengan mengedepankan tata ruang. Kawasan Bendungan Jatibarang juga akan dijadikan kawasan wisata dengan fasilitas bebragai fasilitas pendukungnya.25 Selain fungsi hidrologi kawasan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Kawasan Strategis Bidang Fungsi Dan Daya Dukung Lingkungan Hidup Kawasan strategis bidang fungsi dan daya dukung lingkungan hidup adalah: 1. kawasan cagar budaya dapat ditingkatkan fungsinya untuk dapat menunjang kegiatan pariwisata. dan kawasan lainnya.

86 1.sebesar 1.910 jiwa dan penduduk yang pergi sebanyak 29.419.851 2 2006 711. Pada tahun 2005 adalah 1.924 1.71 .4% per tahun.6 Perkembangan Penduduk Lahir. yang terdiri dari 748.506.627 713.270 3 2007 722.26 Tabel 2. BPS Kota Semarang. dan 758. Mati. 2009 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa penduduk yang datang ke Kota 735.2009 Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.515 1. kematian dan migrasi.481. BPS Kota Semarang.515 penduduk laki-laki.478 jiwa.025 1.172 jiwa.454.478 1.5 Jumlah Penduduk Kota Semarang Tahun 2005-2009 Laki-Laki Perempuan Jumlah 1 2005 705. jumlah kematian sebanyak 8.755 722.924 jiwa. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .183 758.640 1.594 1.506. penduduk yang datang sebanyak 38.43 746.409 1. Datang dan Pindah Kota Semarang Tahun 2005 . Pada tahun 2005 jumlah kelahiran sebanyak 19.568 4 2008 5 2009 No Tahun Jumlah Penduduk Pertumbuhan (%) Sumber: Kota Semarang Dalam Angka.434. jasa. sedangkan pada tahun 2009 sebesar 1.026 732.45 1.107 jiwa.419.409 penduduk perempuan. Tabel 2. 2009 Peningkatan jumlah penduduk tersebut dipengaruhi oleh jumlah kelahiran. Besarnya penduduk yang datang ke Kota Semarang disebabkan daya tarik kota Semarang sebagai kota perdagangan.457 748. industri dan pendidikan.06 1.504 jiwa.

Semarang dan penduduk yang lahir setiap tahunnya lebih besar dari pada penduduk yang pindah dan penduduk yang mati. hal tersebut menggambarkan bahwa peningkatan penduduk Kota Semarang disebabkan oleh penduduk yang datang dan lahir dengan proporsi rata-rata 60. Penduduk Kota Semarang dilihat dari kelompok umur sebanyak 912.7 Jumlah Penduduk Kota Semarang Berdasarkan Kelompok Umur Di Kota Semarang Tahun 2005-2009 Kelompok Umur J U M L A H (jiwa) 2005 2006 2007 2008 2009 0–4 5–9 10 – 14 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 .04% merupakan penduduk tidak produktif (umur 0-14 tahun dan diatas 65 tahun).96% merupakan penduduk usia produktif ( umur 15 – 65 tahun) dan 26.362 jiwa atau 73.04% per tahun dibanding penduduk pindah dan penduduk yang mati. Tabel 2.

571 142.682 151.698 52.55 – 59 60 – 64 65 + 49.935 114.480 49.619 34.280 113.529 79.063 90.216 117.321 112.829 153.214 102.321 139.312 117.442 119.958 101.459 118.198 144.497 113.270 116.571 .919 138.631 119.

937 53.414 117.336 34.522 91.198 115.241 121.209 149.230 121.772 53.369 123.906 92.041 81.664 118.879 158.921 34.721 116.455 141.734 120.072 119.718 51.593 50.178 144.321 146.124 .384 123.618 155.876 104.80.

555 94.815 84.566 123.373 38.018 10.504 21.481.442 52.023 10.172 .172 9.351 107.445 22.419.105.151 44.976 83.635 120.630 35.025 1.478 1.924 35.292 54.454.840 119.180 37.697 146.568 55.107 32.018 10.557 35.187 38.586 126.506.640 1.012 160.924 Sumber : BPS Kota Semarang. 2009 Lahir Mati Datang Pindah 1 2005 2 2006 3 2007 4 2008 5 2009 19.910 42.518 29.805 151.965 95.930 125.434.524 Jumlah 1.262 8.472 25.838 24.128 34.594 1.714 43.

tidak/belum pernah sekolah sebesar 6. telah tamat SLTA sebesar 21.86% Tidak/Belum tamat SD/MI 20.51% dan telah tamat DI/DII/DIII sebesar 4.28% .telah tamat SLTP sebesar 20.86% .51% Sumber: Kota Semarang dalam Angka 2009.35% Tamat DIV/S1/S2/S3 4.35%. BPS (data diolah) .5 Penduduk Kota Semarang berdasarkan Pendidikan pada Tahun 2009 Tamat SLTA 21.III 4.28% Tamat SD/MI 22.II.27 Komposisi penduduk kota Semarang ditinjau dari aspek pendidikan (di atas umur 5 tahun) adalah telah tamat SD/MI sebesar 22.Penduduk (jiwa) Tahun NoRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .54% Tamat D1.54%.10% Tamat SLTP 20.38% . telah tamat DIV/S1/S2 sebesar 4. Grafik 2.38% Tidak Sekolah 6.10% . belum tamat SD sebesar 20.

507 912.328 72.635 11 Lainnya 255.684 111.473 152.478 3. Tabel 2.706 5 Buruh Industri 185.506 2.101 32.217 71.788 8 Angkutan 26.614 30.457 108.362 Sumber data : BPS Kota Semarang Tahun 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .271 22.208 38.783 27.855 32.187 22.897 6 Buruh Bangunan 131.667 48.617 615.304 52.657 76.692 7 Pedagang 76.453 106.771 24.815 76.992 18.486 86.606 225.557 152. PNS/ABRI .8 Komposisi Penduduk Kota Semarang berdasarkan Mata Pencaharian Pada Tahun 2005-2009 NO JENIS PEKERJAAN JUMLAH (jiwa) 2005 2006 2007 2008 2009 1 Petani Sendiri 30.714 Jumlah 869.949 128.76%.440 28.514 77.468 2.771 107.Perkembangan jumlah penduduk Kota Semarang berdasarkan mata pencaharian selama periode 2005-2009 sebagaimana tabel berikut.580 51.672 75.918 86.819 9 PNS/ABRI 93.494 26.144 22.229 617.604 192.707 88.925 867.431 73.185 26.717 258.945 2 Buruh Tani 17.951 73.409 18.195 32.203 38.718 10 Pensiunan 34.791 3 Nelayan 2.256 2.657 4 Pengusaha 15.28 Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian di Kota Semarang berturut-turut buruh Industri dengan persentase sebesar 24.

1.sebesar 14. Pensiunan sebesar 5. Lainnya sebesar 12. Perkembangan kinerja pembangunan pada kesejahteraan dan pemerataan ekonomi adalah sebagai berikut: a. Pertumbuhan PDRB Pertumbuhan PDRB merupakan indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro yang mencakup tingkat pertumbuhan sektorsektor ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah. Buruh tani sebesar 3. Laju Pertumbuhan PDRB Kota Semarang atas dasar harga berlaku selama periode 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang meningkat.459.89 juta rupiah sampai dengan tahun 2009 mencapai sebesar Rp. Petani sebesar 4.24%.27%. laju inflasi. dan angka kriminalitas yang tertangani.40 %. dan Nelayan sebesar 0. Pedagang sebesar 11. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat selama periode 2005-2009 adalah sebagai berikut : 2. PDRB per kapita.60%. 2. Angkutan sebesar 3.52%.3 ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kinerja pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.815. Hal ini menggambarkan bahwa aktivitas penduduk Kota Semarang bergerak pada sektor perdagangan dan jasa.92%. Buruh Bangunan 1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi.208. Pengusaha sebesar 8. Kinerja kesejahteraan dan pemerataan ekonomi Kota Semarang selama periode tahun 2005-2009 dapat dilihat dari indikator pertumbuhan PDRB. 38. seni budaya dan olahraga. 23.264.61 juta rupiah dan meningkat menjadi Rp . kesejahteraan sosial.244.06 juta rupiah.3.33%.05%. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp.194.11%.80%. Sedangkan untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan pada tahun 2005 sebesar Rp 16.

694 0.788. Pertambangan dan Penggalian 46.867 10.095 1.160 2.03 3.01 1.838 9.244 30.968 9.577. % Rp.471 2. Angkutan dan Komunikasi 2.753 9.99 772.453.829 17.387 10.483.66 609.70 5.10 8.327 0.85 7.538 1.15 294. Pertanian 442.884.224 1.499 1.87 10.073. % A PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 23. Jasa 2.208.257 1.2009 Rp.256.233 11. Keuangan.37 3.762.83 532.20.155.27 2.74 6.7703 3.83 487.19 61.147.38 6.861 12.780 1.515. Perdagangan.126 2.584.562 28.637 24.17 8.700.8762 3.308 16.533 25.398.972.63 4.883.543 2. Gas dan Air Bersih 1.13 9.454 12.706 19. Industri Pengolahan 6.96 25.180.29 Tabel 2.579 15.20 398.25 28. Listrik.664.628.85 .80 4.054 18.07 993.815 365.756 1.20 57. Untuk selengkapnya perkembangan PDRB Kota Semarang ditahun 2005-2009 dapat terlihat dalam tabel dibawah.480.58 443.997 0.399.374.017 11.624.618 28.949 321.18 66.814.91 2.280 1.463 2.30 9.532 1.812 11. % Rp.459.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .006 3.540.414.347 26. % Rp.445. % Rp.95 juta rupiah di tahun 2009.480 0.21 38.30 4.063 0.995 7.149 10.20 52.679. Hotel dan Restoran 6. Bangunan 3. Sewa & Jasa Perusahaan 693.737 34.088.417 1.004 28.91 7.52 7.075.9 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kota Semarang Tahun 2005 .676 26.45 7.90 889.735 29.635.15 26.399 5.92 8.34 3.66 4.74 574.

705 2.26 9.078.769.815 B PDRB Atas Dasar Harga Konstan 1.640.624.024 14.194.25 219.87 1.984 30.952.16 31.43 27.893.58 1. Keuangan.87 5.553 0.02 1.156.906.043.068.30 250.118. Hotel dan Restoran 5.540.83 6.96 526.04 18.17 29.148 15.79 0.109 27.45 30.621 1.516 1.19 3.749 11. Perdagangan.29 2. Pertanian 234.23.722.26 9.08 4.17 30.55 27.734.726 0.544.03 30.040 9.217.730.29 12.265 No.711 31.312 1.27 6.20 2.04 14.493.61 1.358 1. Jasa 1. Sewa dan Jasa Perusahaan 495.58 1.76 16.27 5.556.737 34.025.06 507.88 2.924. Gas dan Air Bersih 217.130 27.84 4.32 0.180.236.640 19.76 2.90 1.708.356 11.303 9.208.18 29.705.80 2. Pengangkutan dan Komunikasi 2.98 30.626 1.372 2.156 11.992.33 5.34 14.86 565.742 13.28 213.459.849.144 2.072.515 207.515.745.77 3. 17.081.949 38.527.09 2.572 9.34 225.067.465.508.230.501 0.578 .60 4.801.244 30.93 5. Bangunan 2.184.182.16 5.724.455 1.255.81 7.62 8.325 3.192.16 2.58 27.28 5.78 9.998.08 2. Listrik.224 26.142.66 1.31 260.291.21 227. Pertambangan dan Penggalian 28.83 1.67 548.92 12.373.32 235.915.249.851.540.814 20.611 1. Industri Pengolahan 4.

03 % pada tahun 2008 menjadi 5. Peningkatan Laju Pertumbuhan PDRB berimplikasi terhadap kondisi perekonomian Kota Semarang secara makro yang ditunjukan dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). industri pengolahan sebesar 24. BPS Kota Semarang Pada tahun 2005 tercatat sebesar 5.47 % pada . hotel dan restoran. Jutaan) 2005 2006 2007 2008 2009 *) Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 30 Dari tabel tersebut.14%. kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Kota Semarang adalah Sektor Usaha Perdagangan. Hotel dan Restoran diikuti kemudian oleh Sektor Usaha Industri Pengolahan dan Sektor Usaha Bangunan.98 % pada tahun 2007. Sedangkan pada tahun 2009.47 %.03 % pada tahun 2008. Hal tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang didominasi oleh sektor perdagangan. dan 6. pada tahun 2006.27%.6 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang Tahun 2005-2009 Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang 2009. Hotel dan Restoran sebesar 29.71 %. dan sektor bangunan sebesar 19. Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang terjadi penurunan pada tahun 2009 sebesar 0. 5.Sektor Usaha / Lapangan Usaha Tahun ( Rp. kemudian meningkat sebesar 5. LPE Kota Semarang periode 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang positif seperti terlihat dalam grafik di bawah ini.56 % dari 6. Grafik 2.86 %. sektor industri pengolahan dan sektor bangunan. Pada tahun 2009 konstribusi masing-masing sektor usaha tersebut adalah sebagai berikut : Perdagangan. pertumbuhan ekonomi kota Semarang tercatat sebesar 5.52%.

352.75 %. Laju Inflasi Laju inflasi merupakan ukuran yang dapat menggambarkan kenaikan/penurunan harga dari sekelompok barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat.394.7 Laju Inflasi Kota Semarang Tahun 2005-2009 Sumber : Produk Domestik Regional Bruto Kota Semarang 2009.17.860. tahun 2008 sebesar 10.87.579.727.59 meningkat pada tahun 2006 menjadi sebesar Rp.40 kemudian meningkat lagi pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp.947.350.34 % dan tahun 2009 sebesar 3.067. Penurunan ini lebih dipengaruhi adanya kondisi perekonomian global seperti kebijakan pasar bebas (Asean-China Free Trade Area/ACFTA).89 dan pada tahun 2007 sebesar Rp.19 %.889.46 %.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . diikuti dengan kenaikan pendapatan per kapita. tahun 2007 mencapai 6. Laju inflasi Kota Semarang selama periode tahun 2005-2009 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif.472.tahun 2009. Besaran laju inflasi yang terjadi lebih diakibatkan pada permintaan masyarakat akan bahan kebutuhan pokok. Selama periode tahun 2005-2009 PDRB Perkapita Kota Semarang mengalami pertumbuhan yang positif.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .8 Perkembangan PDRB Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Kota Semarang Tahun 2005-2009 . BPS Kota Semarang c.32 Grafik 2. PDRB Perkapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp.23. Pada tahun 2005 sebesar 16.21.08 %. kenaikan BBM dan TDL.19.31 b. Grafik 2. PDRB Perkapita Peningkatan Laju Pertumbuhan PDRB.09 serta pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp. 14. tahun 2006 sebesar 6.

534.00 PDRB Perkapita 14.000.338.045.000.89 19.727.897. intelektualias dan standar hidup layak.000.352.350.87 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB per kapita atas dasar harga konstan tahun 2000 dari tahun ke tahun juga menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2009 IPM Kota Semarang telah mencapai skor 76. pada tahun 2007 sebesar Rp.000.639. namun masih jauh diatas angka rata-rata Provinsi Jawa Tengah sebesar 72.96.92.00 25.000. IPM disusun dari tiga komponen yaitu lamanya hidup.628.394.-.40 21.59 17.11.11.472.22.90.591.000. yang diukur dengan harapan hidup pada saat lahir . 12.91. Pada tahun 2005 sebesar Rp.000.000.11. pada tahun 2008 sebesar Rp. d.072.889.00 10.860.947.00 15. pada tahun 2006 sebesar Rp.000.76.33 Tabel 2. Selengkapnya IPM Kota Semarang dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 20102015 II .-. angka tersebut menempati urutan kedua dibawah Kota Surakarta.578. 10.067.00 20.579.09 23.00 5. diukur dengan kombinasi antara melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah . Indek Pembangunan Manusia (IPM) IPM merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk melihat upaya dan kinerja pembangunan dengan dimensi yang lebih luas karena memperlihatkan kualitas penduduk dalam hal kelangsungan hidup.0.000.10 .251. serta tingkat kehidupan yang layak dengan ukuran pengeluaran perkapita (purchasing power parity).10. tingkat pendidikan. dan pada tahun 2009 sebesar Rp.

perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua masyarakat. AMH adalah persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. Rata-rata Lama Sekolah. Sasarannya adalah terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan.54 5 2009 76.90 Sumber : Indeks Pembangunan Kota Semarang BPS Kota Semarang Tahun 2009 2.Perkembangan IPM Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Tahun Skor Ket 1 2005 75.10 %.2. angka rata-rata lama sekolah. persentase penduduk yang memiliki lahan. angka partisipasi kasar. angka kelangsungan hidup bayi. Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Pendidikan yang ditamatkan. Beberapa keberhasilan pembangunan bidang pendidikan dapat dilihat dari Angka Melek Huruf (AMH).94 3 2007 77. tercapainya efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.85 %.24 4 2008 76. Fokus Kesejahteraan Sosial Pembangunan pada fokus kejahteraan sosial meliputi indikator angka melek huruf.3. Kinerja pembangunan kesejahteraan sosial Kota Semarang periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagai berikut : 1. tahun 2006 sebesar 95. angka usia harapan hidup. dan rasio penduduk yang bekerja. angka pendidikan yang ditamatkan. serta tercukupinya sarana dan prasarana pendidikan. Pendidikan Pembangunan pendidikan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.3 2 2006 75. Angka Partisipasi Kasar (APK). angka partisipasi murni. AMH tahun 2005 sebesar 95. tahun 2007 .

Tabel 2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .47 2.97 %. Angka pendidikan yang ditamatkan pada seluruh jenjang pendidikan baik SD. Capaian APM SD/MI pada tahun 2009 sebesar 89.19%.01 %.20 . Pada tahun 2009 APK SD/MI mencapai 105.51%. Rata Lama sekolah 9.68 %.80 9.60 9.30 99.85 95.11 Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Pendidikan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.54 %.17 9. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. SMP/MTs 114. walaupun dukungan anggaran untuk pendidikan sudah melebihi 20 % dari total anggaran APBD. SLTP dan SLTA selama 5 tahun menunjukkan peningkatan dari 90.27%. SMP/MTs 79. Belum optimalnya angka capaian APK/APM disebabkan oleh mahalnya biaya pendidikan. SMA/SMK/MA sebesar 79.sebesar 95. tahun 2008 sebesar 99. yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.30 % dan sampai dengan tahun 2009 angka melek huruf sebesar 99.10 95. berapapun usianya.97% tahun 2005 menjadi 96.96 %. sedangkan SMA/SMK/MA mencapai 116. Oleh karena itu diperlukan upaya pengalokasian anggaran pendidikan yang tepat agar pendidikan menjadi murah namun tetap berkualitas. Capaian APK dan APM pada masing-masing jenjang pendidikan telah berada di atas rata-rata APK/APM Jawa Tengah kecuali untuk SD/MI. Angka Melek Huruf 95.47 %.94 99.80 9.34 Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah siswa.

27 .97% 89.71 79.175 Jumlah Penduduk No Uraian Tahun Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang.04 % tahun 2009.7 65.51% 96.419.79 105.97 5. Angka Partisipasi Murni .76 90. Upaya pengembangan paradigma hidup sehat harus menjadi 1. SLTA.21 89.507.36 89.71 100.294 1.01 . hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator bidang kesehatan.87 112.12 89.873 1.84 79. Angka Pendidikan yang ditamatkan 90. Demikian pula Angka persentase gizi buruk mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 0.99 71.SLTP/MTs 66. Penurunan angka kelangsungan hidup dan peningkatan angka gizi buruk lebih disebabkan adanya penyakit bawaan dan wabah penyakit yang disebabkan oleh vektor binatang seperti Demam Berdarah.21 114.289.SD/MI 86. Univ) 1.434.454.19 .249 1.019 % menjadi 0.76 63.08 % pada tahun 2005 menjadi 81.SMA/SMK/MA 89.291.94 97. Kesehatan Selama kurun waktu 5 tahun (2005-2009) kondisi pembangunan Kesehatan menunjukkan perubahan yang fluktuatif.68 .SMA/SMK/MA 62.14 103. Angka kelangsungan hidup bayi selama 5 tahun menurun dari 98.640 1.40 % tahun 2009.96 4. SLTP.76 105.481.826 1.27 66.84 88. 2010 diolah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .594 1. Angka Partisipasi Kasar .3. Penduduk Tamat (<SD.429.SD/MI 102.51% 5.90% 96.890 1.35 2.478 1. SD.72% 96.54 105.6 88.025 .64 89.39 116.SLTP/MTs 89.455.35 88.406.8 62.

tahun 2008 sebanyak 33. tahun 2006 sebanyak 246. Tabel 2. tahun 2007 sebanyak 306. Angka Usia Harapan Hidup 71.448 jiwa.04 % 0.64%.19%.1.009 jiwa.033 % 0.04 % No Uraian Tahun Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang.19%.08 80.8 71.246 jiwa.747 jiwa. Begitu pula ratio penduduk miskin terhadap jumlah penduduk kota Semarang semakin meningkat selama 4 tahun terakhir (20052008).1 3. jauh melebihi angka harapan hidup nasional sebesar 69. tahun 2005 sebanyak 94. Persentase Gizi buruk 0.12 Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Kesehatan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.9 71.perhatian utama agar wabah penyakit menular tidak terulang. jumlah penduduk miskin tahun 20052008 mengalami peningkatan .08%.29 81. Angka Kelangsungan Hidup Bayi per / 1000 kelahiran hidup (%) 98.700 jiwa dan tahun 2008 sebanyak 491. Kemiskinan Selama kurun waktu 5 tahun (2005-2009) jumlah penduduk miskin mengalami pertumbuhan yang fluktuatif.0 tahun. tahun 2007 sebesar 21.29 81.32 80. Namun demikian secara keseluruhan Angka Usia harapan Hidup Kota Semarang di Kota Semarang sebesar 72. tahun 2006 sebesar 17.017% 0. namun pada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi sebesar 398.9 72 72.40 2.019 % 0. tahun 2007 sebesar 6. 2010 diolah 3. namun tahun 2009 menurun .

640 1. sedangkan untuk rasio kepemilikan tanah mencapai 40. Penurunan jumlah dan rasio penduduk miskin sebesar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 36 6. Optimalisasi peran masayarakat untuk turut serta dalam menyalurkan program Corpotate Social Responsibility (CSR) perlu didorong terus menerus.448 306.478 246.481.434. 2010 data diolah 4.747 398.08% 33.594 1. .41% Uraian Tahun Sumber : Bappeda Kota Semarang. Ketepatan tersebut didukung oleh adanya identifikasi dan verifikasi berdasarkan indikator dan kriteria kemiskinan yang disusun sesuai dengan kondisi lokalitas daerah yang semakin mendekati kenyataan. Kepemilikan tanah Berdasarkan sumber dari Kantor Pertanahan Kota Semarang tahun 2010.246 1.19% 26.924 Rasio 6.009 1. Dilihat dari jumlah kepemilikan tanah yang mempunyai sertifikat. persentase luas lahan bersertifikat yang tercatat di Kota Semarang mencapai angka rasio 72.025 1.41%.30. Berikut gambaran perkembangan penduduk miskin kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009) : Tabel 2.419.menjadi sebesar 26.8 %.13 Rasio Penduduk Miskin Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Penduduk Miskin Jml Penduduk 94.78% disebabkan berbagai program penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang semakin menyentuh masyarakat miskin (tepat sasaran).64% 17.454.19% 21.506.700 491. Kedepan diperlukan upaya untuk melakukan unifikasi data kemiskinan agar proses percepatan penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan tepat.

Penurunan ratio penduduk yang bekerja lebih diakibatkan karena meningkatnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja.51%.menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi pertanahan yang berarti kepemilikan sertifikat tanah sebagai legalitas atas tanah yang dimiliki semakin menjadi penting.14 Rasio Penduduk Bekerja Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Penduduk yang Bekerja Angkatan Kerja 724. Berikut gambaran perkembangan ratio penduduk yang bekerja selama 5 tahun (2005-2009) seperti tercantum dalam tabel dibawah ini : Tabel 2.44%. 2010 diolah 6.019 563. Oleh karena itu diperlukan upaya perluasan lapangan kerja sebagai upaya mengatasi pengangguran. tahun 2008 sebesar 88.10 %.61% 88.38% 88. tahun 2005 sebesar 0.695 537.70% atau menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .323 748. Tahun .32 %. Kesempatan Kerja Angka kesempatan kerja dapat dihitung dari jumlah penduduk yang bekerja dibanding dengan angkatan kerja dalam satu wilayah.302 Rasio 64.048 465.37 sebesar 81.32% 64.44% Uraian Tahun Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi. tahun 2007 sebesar 88. tahun 2005 sebesar 64.053 744.61%. Angka Kriminalitas Ratio tindak kriminal selama lima (5) lima tahun terakhir menunjukkan penurunan. 5.38%. tahun 2006 sebesar 64.565 835.791 663.729 692. namun pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 7. Rasio penduduk yang bekerja mengalami peningkatan. Tahun 2006 sebesar 0.239 658.51% 81.14 %.

640 0.3.419.481. demikian pula ratio jumlah grup kesenian terhadap per. Seni dan Budaya Jumlah grup kesenian di Kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009) menunujukkan peningkatan dari 376 buah menjadi 573 buah pada tahun 2009.594 1.07 . Sedangkan jumlah gedung kesenian juga mengalami peningkatan dari 33 buah 0.478 0.65 pada tahun 2005 menjadi 3.07 %. Kinerja pembangunan Seni dan budaya Kota Semarang periode 2005-2009 pada masing-masing indikator adalah sebagai berikut : 1. Penurunan angka rasio kriminal tersebut menunjukkan makin tingginya rasa aman masyarakat.025 1.2007 sebesar 0.80 pada tahun 2009.10 139 117 107 108 1.454. Berikut gambaran perkembangan ratio kriminal selama 5 tahun (2005-2009) seperti tercantum dalam tabel dibawah ini : Tabel 2.15 Rasio Tindak Kriminal Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Kriminal Jumlah Penduduk Rasio Uraian Tahun Sumber : Data Pengembangan SIPD. BPS Kota Semarang.14 195 1.506.3.434.08 0.08 % serta tahun 2008 dan tahun 2009 masing-masing sebesar 0. 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Fokus Seni dan Budaya. Kondisi rasa aman dikalangan masyarakat tersebut harus tetap dipertahankan selama 5 tahun kedepan melalui upaya-upaya preventif dan tetap memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.07 0.000 jumlah penduduk Kota Semarang yaitu dari 2. Pembangunan pada fokus seni dan budaya meliputi indikator jumlah grup kesenian dan gedung olahraga.924 1.38 2. 10.

481.924 Rasio/10.594 1.80 pada tahun 2009.000 penduduk 2.23 pada tahun 2005 menjadi sebesar 39 buah dengan rasio per 10.39 Tabel 2.478 1.000 penduduk 0.26 pada tahun 2009.16 Rasio Grup Kesenian Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Grup Kesenian 376 386 573 573 573 Juml Penduduk 1.26 . 2010 diolahRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Berikut gambaran perkembangan Jumlah Grup dan Gedung Kesenian Kota Semarang selama 5 tahun (2005-2009).22 0.419.69 3.478 1.640 1.23 0.000 jumlah penduduk masih relatif kecil. Upaya mengembangkan kesenian tradisional diharapkan akan mampu memberikan dampak kesejahteraan bagi para pelaku seni. Namun jika dilihat dari ratio jumlah grup kesenian terhadap 10.594 1.23 0.506.87 3. Demikian pula dengan perkembangan sarana prasarana gedung kesenian menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun namun ratio jumlah gedung kesenian masih relatif kecil terhadap per 10.481.000 sebesar 0.17 Rasio Gedung Kesenian Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Gedung Kesenian 33 33 33 33 39 Juml Penduduk 1.000 penduduk sebesar 0.80 Uraian Tahun Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.434.454.025 1.506. sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.419.434.000 jumlah penduduk yakni sebesar 3.23 0.dengan rasio per 10.65 2.924 Rasio/10.94 3.640 1.025 1.454. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurang resposifnya masyarakat terhadap kesenian tradisional.

79 3. 2010.19 Rasio Jumlah Gedung Olah Raga Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 . namun rationya mengalami penurunan dari 3.91 3. Namun demikan untuk dapat memacu peningkatan prestasi atlit diperlukan sarana prasarana olah raga yang representatif. bersepeda maupun olahraga luar ruangan yang lain.000 penduduk 3.18 Rasio Jumlah Klub Olahraga Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Juml Klub Olah Raga 561 561 561 561 561 Juml Penduduk 1. Begitu pula kondisi sarana dan prasarana olah raga tidak mengalami pertumbuhan atau tetap sebanyak 3 buah gedung olah raga. diolah Tabel 2.72 Uraian Tahun Sumber : Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang.454. Berikut gambaran perkembangan klub dan sarana prasarana olahraga sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.481.86 3.478 1.640 1.924 Rasio/10.95 tahun 2005 menjadi 3.594 1.506.95 3.025 1. 2010 diolah 2.434. Hal tersebut bukan berarti bahwa budaya olah raga dikalangan masyarakat masih rendah.419. Olah Raga Jumlah klub olah raga selama 5 tahun (2005–2009) tidak mengalami penambahan atau tetap sebanyak 561 buah pada tahun 2009.Uraian Tahun Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.72 pada tahun 2009. akan tetapi banyak aktivitas olah raga yang dilakukan diluar gedung seperti jalan sehat.

pendidikan menengah meningkat dari tahun 2005 sebesar 66.02 0.99%.4. SMA/SMK/MA mencapai 96.95 %.434.76% pada tahun 2009.640 1. untuk SMP/MTs mencapai 94. angka partisipasi sekolah pendidikan dasar mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 86.419.47%. 2010.40 2. ASPEK PELAYANAN UMUM Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi pelayanan umum yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.4. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan pada aspek pelayanan umum selama periode 2005-2009 adalah sebagai berikut : 2. kesejahteraan sosial. Angka ketersediaan sekolah Pendidikan Dasar dari 4 % pada tahun 2005 menjadi 4.481. Pendidikan Kondisi kinerja pembangunan bidang pendidikan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami perubahan fluktuatif.64% menjadi 89.02 Uraian Tahun Sumber : Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang.Fokus Layanan Urusan Wajib 1. diolahRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . angka kelulusan SD/MI selama 5 tahun dapat mencapai sebesar 99.02 0.506.478 1.025 1.000 penduduk 0.Juml Gedung Olah Raga 3 3 3 3 3 Juml Penduduk 1.99% menjadi 78.924 Rasio/10.454. ratio guru terhadap jumlah murid dari 1:28 pada tahun 2005 turun .02 0. Kinerja pembangunan pada aspek pelayanan umum merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi pelayanan umum yang mencakup layanan urusan wajib.594 1.76%.1.02 0. seni budaya dan olahraga.30 % tahun 2009.

68% tahun 2005 menjadi 78.662 gedung menjadi sebesar 1.451 gedung. sedangkan kondisi gedung sekolah SMA/SMK/MA tahun 2005 sebesar 1. ratio guru terhadap murid per kelas rata-rata tahun 2005 adalah 1:13:40 menjadi 1:12:34.92% tahun 2009.99 menjadi 78. APS tahun 2005 sebesar 66. jumlah siswa TK/RA/Penitipan anak terhadap jumlah penduduk usia 4-6 tahun sebesar 74. ratio guru terhadap murid tahun 2005 sebesar 1:13 menjadi 1:12 pada tahun 2009. SMA/SMK/MA mengalami peningkatan dari 89. Kondisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). SMP/MTs mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 86.349 gedung meningkat menjadi tahun 2.Perkembangan Angka kelulusan SD/MI dari tahun 2005-2009 tetap sebesar 99. Sedangkan untuk SMP/MTs dari 344 murid menjadi 21 murid. ratio guru terhadap jumlah murid per kelas rata-rata tahun 2005 sebesar 1:28:45 menjadi 1:16:32 pada tahun 2009. Angka Putus Sekolah dari tahun ketahun selama 5 tahun (2005-2009) mengalami penurunan yang sangat signifikan. perbandingan jumlah penduduk melek huruf >15 tahun terhadap jumlah penduduk Kota Semarang tahun 2005 sebesar 95. sedangkan untuk SMA/MA/STM menurun dari 527 menjadi 18 murid pada tahun 2009.087 gedung pada tahun 2009.47% pada tahun 2009.60% menjadi 94.005 gedung meningkat menjadi 1.10% menjadi 99.15% pada tahun 2005 menjadi 2.761 gedung. ratio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah dari 2. Angka putus sekolah SD/MI menurun dari 151 murid pada tahun 2005 menjadi 31 pada tahun 2009. Sedangkan untuk Pendidikan Menengah.80% pada tahun 2009. jumlah sekolah SD/MI dengan kondisi baik tahun 2005 sebanyak 2.menjadi 1:19 pada tahun 2009.95 tahun 2009. Meskipun telah terjadi berbagai .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .76% tahun 2009.41 Kondisi fasilitas pendidikan.74% pada tahun 2009.31% tahun 2005 menjadi 96.99%. gedung sekolah SMP/MTs tahun 2005 sebesar 1.

Rasio guru/murid 1:28 1:26 1:20 1:20 1:19 d. Berikut gambaran perkembangan pelayanan bidang pendidikan sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.27 66.42 2. berkualitas dan terjangkau.30% c.peningkatan yang cukup berarti.27 % 4.15 % 2.36 % 89.84 78. APS 66. Pendidikan Menengah 1.55 % 2.78 % 2.76 % b. Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah 2.2 % 4. Pendidikan Dasar a. Angka Partisipasi Sekolah 86. Rasio guru terhadap murid 1:13 1:13 1:11 1:12 1:12 4. Rasio guru/murid per kelas ratarata 1:28:45 1:26:40 1:20:40 1:20:40 1:16:32Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .95 2. pembangunan pendidikan belum sepenuhnya mampu memberi pelayanan merata.99 71. Rasio Ketersediaan Sekolah 4 % 4.20 Aspek Pelayanan Umum Dalam Bidang Pendidikan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.60 % 88.70 65.28 % 2.21 % 89. Sebagian penduduk tidak dapat menjangkau biaya pendidikan yang dirasakan masih mahal dan pendidikan juga dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sehingga pendidikan belum dinilai sebagai bentuk investasi.14 % 4. Rasio guru terhadap murid per .64 % 89.80% 3.

349 2. SD/MI 2.85 % 95.03 % 78. Penduduk yang berusia > 15 tahun melek huruf (tidak buta aksara) 95. SMA/SMK/MA 151 344 527 105 287 486 .699 1.056 1. 98 % 75.375 2.005 1.761 Kondisi Sekolah SMA/SMK/ MA 1. Fasilitas Pendidikan Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik 2.47 % 3.68 % 74.30 % 99. SMP/MTs 3. PAUD Jumlah Siswa pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak Jumlah anak usia 4 – 6 Tahun x100% 74.92 % 5.10 % 95.087 4.021 1.398 2. Angka Putus Sekolah 1.711 1.039 1.487 2.94 % 99.683 1.662 1.77 % 74.401 Kondisi Sekolah SMP/MTs 1.kelas rata-rata 1:13:40 1:13:40 1:11:40 1:12:34 1:12:34 5.

03 % 94.99 % 2.60 % 90.99 % 99. Angka Kelulusan 1.31 % 94 % 89. Kesehatan Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan adalah perilaku hidup sehat. 2010 diolah 2.99 % 99.80 % 86. Pemerintah Kota Semarang.63 281 302 32 22 30 31 21 18 6.72 % 110.98 % 102.29 % Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang. Angka Kelulusan SMP/MTs 86.69 % 81.99 % 99. Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs 101. Dilihat dari indikator aspek pelayanan kesehatan.12 % 6. Guru yang memenuhi Kualifikasi S1/D-IV 70.89 % 101.33 % 90.25 % 74. Angka Kelulusan SD/MI 99.06 % 90.86 % 110.12 % 101.25 % 5.97 % 111.77 % 96. Angka Melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 110.76 % 3.69 % 90.47 % 4. telah berupaya menyediakan fasilitas kesehatan .24 % 110.97 % 101.77 % 78. Angka Kelulusan SMA/SMK/MA 89.99 % 99.

39 pada tahun 2009. Jumlah penderita HIV positif memiliki kecenderungan meningkat dalam empat tahun terakhir (2005-2008). Incident rate DBD per 100.15 pada tahun 2009. ratio dokter persatuan penduduk meningkat dari tahun 2005 sebesar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 43 1. 195 orang.05 menjadi 2. Ratio RS per 1000 satuan penduduk menurun dari 0. 199 orang dan 323 orang.89 tahun 2005 menjadi 2. Namun pada tahun 2009 jumlah penderita kembali meningkat menjadi 19 penderita.16 pada tahun 2005 menjadi 0.19 pada tahun 2009. Kondisi kinerja pembangunan bidang kesehatan selama 5 tahun (2005-2009) dapat dilihat dari Ratio Puskesmas.17 pada tahun 2009. Berikut gambaran perkembangan pelayanan umum bidang kesehatan selama 5 tahun sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2. Pustu per 1000 penduduk dari tahun 2005-2009 yang menunjukkan penurunan dari 0. Demikian halnya dengan pengidap AIDS yang juga mengalami peningkatan selama tiga tahun berturut-turut (2005-2007) yaitu dari 11 penderita.000 penduduk tahun 2005 sebesar 164 menjadi 262.21 .25 %. 25 penderita dan 33 penderita. Tercatat terdapat 50 penderita di tahun 2005 dan terus meningkat selama 2006 sampai 2009 yaitu berturut-turut : 179 orang.20 tahun 2005 menjadi 0.1 pada tahun 2009. Permasalahan pelayanan urusan kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah menurunkan Incident rate DBD dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.yang dari tahun ketahun semakin dapat menjangkau pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Semarang. Pada satu tahun terakhir jumlah pengidap AIDS mengalami penurunan menjadi 15 penderita di tahun 2008. cakupan pelayanan Puskesmas dari tahun 2005-2009 tetap sebesar 231. Poliklinik. ratio tenaga medis per 1000 satuan penduduk meningkat dari 1. cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan telah mencapai 100%.

17 % 92. Rasio RS per satuan penduduk x 1000 0.06 2. Rasio dokter per satuan penduduk 1. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 90.19 3.84% 78.5% 91% 96.68 12. Rasio Puskesmas.39 6.65% 9.50% 60.37 2.60 2.16 0. Rasio Posyandu per satuan balita 12.19 0.Aspek Pelayanan Umum Dalam Bidang Kesehatan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.21 0. poliklinik. pustu per satuan penduduk x 1000 0.53% 61.17 0. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 58. Penemuan dan penanganan .16 0.36 1.18 0.31 % 97.15 4.82 2.20 0. Rasio tenaga medis per satuan penduduk x 1000 1.16 0.89 % 96.89 2.29 % 90.15 % 96.40 12.17 5.60 12.05 1.22 2.10 % 76.00 2. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 10.65 % 8. Cakupan kelurahan UCI 79.51 12.65 % 7.77 % 72.

24 % 59 % 49 % 48 % 50 % 11.1 75. Incident Rate DBD/100.5 95.2 Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang.9.39 % 92. 2010 diolah 3.4 360.01%Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .17 1. Cakupan kunjungan bayi 92.8% 121 % 13.77 % 20. Cakupan puskesmas 231.25 % 231.95% 10. Cakupan pelayanan kesehatan .86 17 92 19. Pekerjaan Umum Kondisi kualitas jalan terhadap panjang jalan selama 5 tahun terakhir (2005-2009) menunjukkan perkembangan yang fluktuatif.90 % 94.25 % 231.73% 3.25 % 14.33 % 20.25 % 231. ratio kondisi jalan .33% 15. Prevalensi HIV – AIDS per 10.penderita penyakit TBC BTA 55.000 penduduk yang beresiko 1. Penemuan kasus TB BTA pos (CDR) 55 59 49 47 50 17.8 262.90 % 106.3 2 2.77 % 19.77 % 19.84% 9.000 penduduk 164 130 198.25 % 231. Klien klinik VCT test HIV 71. Kesembuhan penderita TB ATA pos (cure rate) 79 70 67 74 63 18. Cakupan pembantu puskesmas 19.15 1.1 16.44 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 rujukan pasien masyarakat miskin 12.

namun turun pada tahun 2009 sebesar 1.01%. Berikut gambaran pelayanan umum bidang pekerjaan umum sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.02%. Kondisi kinerja pembangunan Sanitasi selama 5 tahun (2005-2009) dapat dilihat dari presentase sanitasi rumah tinggal pada tahun 2006 sebesar 30. tahun 2008 menurun menjadi sebesar 43.55 tahun 2009. perubahan kondisi kualitas jalan ini dipengaruhi oleh perubahan iklim.41%.63 menjadi 694.87%.0024 menjadi 0.66 %. tahun 2009 sebesar 44. meningkat hingga mencapai 45. rasio rumah layak huni tahun 2005 sebesar 0.25%. dimana pada saat musim hujan banyak terjadi genangan air.87%. Persentase rumah tinggal bersanitasi tahun 2005 sebesar 30.22 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pekerjaan Umum Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.85% pada tahun 2009. Luas kawasan kumuh per luas wilayah selama tahun 20052008 menagalami peningkatan dari sebesar 1.25% menjadi 45. Proporsi panjang jaringan .5 % menjadi 2.45 pemugaran rumah kumuh. tahun 2007 sebesar 61.66% dipengaruhi oleh adanya program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . sedangkan penurunan 1. tahun 2006 sebesar 44. pada tahun 2009. Rasio pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk tahun 2005 sebesar 576. Peningkatan luas kawasan kumuh lebih disebabkan oleh menurunnya kualitas lingkungan akibat rob dan meningkatnya migrasi penduduk yang tidak berketrampilan dari daerah/kota lain ke Kota Semarang. Selain itu juga akibat terjadinya rob khususnya di sepanjang jalan daerah utara Kota Semarang.85%.dalam keadaan baik terhadap jumlah panjang jalan tahun 2005 sebesar 44.0070 pada tahun 2009.83% .

70 395.89 % 40.05 2. 5.0032 0.63 623.0019 2.762.01% 2. Rasio jaringan irigasi 70% 72% 74% 75% 76% 3.62km 0.50 402.186 0.02 % 43.jalan dalam kondisi baik 44.778. Panjang jalan dilalui roda 4 2.83 % 44.0061 0.29 0.40 388. Persentase rumah tinggal bersanitasi 30.89 % 45.778.29 10.11 2.0019 2.03 2. Rasio rumah layak huni 0.54 0.25 % 35 % 38.256 9. Rasio permukiman layak huni 0.96 2.0019 2.105 0.771.87 % 44.210 0.762.0047 0. Rasio TPU per satuan penduduk per 1000 penduduk 412.85 %.0019 2.72 408.77 6.0070 8.56 638.55 7.87 % 61.16 % 4.62 0.125 0. Rasio tempat ibadah per satuan penduduk 1.0024 0.54 694. Rasio pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk 576. Panjang jalan kota dalam .51 623.

684.38 2. Drainase dalam kondisi baik/ pembuangan aliran air tidak tersumbat 49% 52% 53% 55% 57% 13.64 11.38 2.38 2.98 1.75 2.177.673.kondisi baik (>40 km/jam) 1.177.74 1. Luas Kawasan Kumuh Luas .689.152.65 2. Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik 45% 48% 49% 49% 65% 15.157.673.98 1.98 1.177. Pembangunan turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota 5 ha 5 ha 6 ha 6 ha 7 ha 14. Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar 40% 46% 49% 51% 52% 12.673.

85% pada tahun 2009. Perumahan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perumahan di Kota Semarang selama periode 2005-2009 dihitung dari persentase jumlah rumah tangga yang telah menggunakan air bersih terhadap jumlah seluruh rumah tangga.85 % 2 % 2. 2010 4.25% meningkat menjadi 48.23 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perumahan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.60% pada tahun 2009.Wilayah x100% 1.96% pada tahun 2009. Pada tahun 2005 persentase jumlah rumah tangga yang telah menggunakan air bersih sebesar 12.24% meningkat menjadi 98.50% menjadi 25. Jumlah rumah tangga pengguna air bersih / jumlah .41 % 1. Berikut gambaran perkembangan aspek pelayanan bidang perumahan selama 5 tahun (2005-2009) sebagaimana tabel dibawah ini : Tabel 2.66 % Sumber : Data Olahan Dinas Terkait.28% tahun 2009.5 % 1. Persentase jumlah rumah tangga yang memiliki sanitasi terhadap jumlah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 46 rumah tangga tahun 2005 sebesar 30. Persentase jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik terhadap jumlah rumah tangga pada tahun 2005 sebesar 89. jumlah rumah layak huni terhadap jumlah rumah tahun 2005 sebesar 10.63% meningkat menjadi 12.

90 % 97.89 % 40.60 % 21 % 25.63 % 12.24 % 92. .85 % 2 % 2. Luas lingkungan permukiman kumuh/ Luas wilayah x 100% 1.96 % 2. Jumlah rumah layak huni/ Jumlah seluruh rumah x 100% 10.85 % 3.50 % 12.60 % Sumber : Data Olahan Dinas Tata Kota & Perumahan Kota Semarang.28 % 4.1 dan mengalami penurunan menjadi 1.50 % 18.85 % 12. Pada Tahun 2005 mencapai sebesar 1.06 pada tahun 2009.25 % 35 % 38.89 % 48.28 % 12.5 % 1.7 % 98 % 98. Jumlah rumah tangga pengguna listrik / Jumlah seluruh rumah tangga x100% 89. 2010 5. Penataan Ruang Kinerja pembangunan pelayanan urusan penataan ruang tahun 2005-2009 dilihat dari ratio luas ruang terbuka hijau terhadap luas wilayah ber Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan atau Hak Guna Bangun.41 % 1.74 % 12.66 % 5. Jumlah rumah tangga ber sanitasi / Jumlah seluruh rumah tangga x100% 30.seluruh rumah tangga x 100% 12.

62 % 53.06 2.Jumlah bangunan ber-IMB pada tahun 2005 sebesar 49. Berikut gambaran perkembangan pembangunan pelayanan umum bidang penataan ruang selama periode 2005-2009 sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.01 % Sumber : Data Olahan Dinas Tata Kota & Perumahan Kota Semarang.01% pada tahun 2009. Persentase tersebut terus meningkat secara signifikan hingga tahun 2009 sebesar 55.34 % 52.73% meningkat menjadi 55.24 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Penataan Ruang Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.01 %.85 % 55. Perencanaan Pembangunan Daerah . Namun demikian upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan terhadap regulasi tata ruang dan bangunan perlu diimbangi dengan pelayanan perijinan yang lebih baik.1 1. Jumlah bangunan ber – IMB / Jumlah bangunan 49.07 1.08 1. Hal ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat mematuhi regulasi pendirian bangunan dan semakin Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .47 membaiknya pelayanan yang diberikan pemerintah daerah.09 1.73 % 51. Luas ruang terbuka hijau / Luas wilayah ber HPL/HGB 1. 2010 6.

Disamping itu juga dilihat dari tersusunnya dokumen perencanaan jangka pendek yang berupa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (tahunan) atau yang disingkat RKPD yang ditetapkan dengan Peratuan Kepala Daerah. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan kesinambungan perencanaan dengan implementasinya.48 Tabel 2. Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yg telah ditetapkan dgn PERDA Ada/ tidak Draf Draf Draf Draf Draf 2.25 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perencanaan Pembangunan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.Kinerja pembangunan pelayanan umum bidang perencanaan pembangunan daerah tahun 2005-2009 adalah tersusunnya draft RPJPD pada tahun 2005 yang selanjutnya menjadi dokumen Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 dan telah tetapkan dengan Peraturan Daerah pada tahun 2009 dan tersedianya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2005-2010 yang ditetapkan dengan oleh Peraturan Daerah. Tersedianya Dokumen Perencanaan : RPJMD yg . Berikut gambaran kinerja perencanaan pembangunan daerah selama 5 tahun (2005-2010) sebagaimna tabel dibawah ini :Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

2015 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010II .49 Tabel 2.742. jumlah pelabuhan laut/udara/terminal bus/stasiun KA tidak mengalami perubahan atau tetap sebanyak 7 buah. Tersedianya Dokumen Perencanaan : RKPD yg telah ditetapkan dgn PERKADA Ada/ tidak Ada Ada Ada Ada Ada Sumber : Data Bappeda Kota Semarang. nyaman.01% pada tahun 2009. Persentase jumlah angkutan darat dibanding jumlah penumpang angkutan darat mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 9. Penurunan jumlah penumpang lebih disebabkan adanya pergeseran penggunaan moda angkutan umum ke angkutan pribadi .073 penumpang pada tahun 2009. 2010 7.30% menjadi 11. Tantangan kedepan adalah bagaimana menyediakan pelayanan angkutan massal yang murah.26 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perhubungan Kota Semarang Tahun 2005-2009 . Perhubungan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perhubungan di Kota Semarang selama periode 2005-2009 dilihat dari jumlah arus penumpang angkutan umum selama 5 tahun yang mengalami penurunan dari 11.702.telah ditetapkan dgn PERDA/PERKADA Ada/ tidak Ada Ada Ada Ada Ada 3.718 penumpang pada tahun 2005 menjadi 5. aman dan tepat waktu agar kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya angkutan pribadi tidak terjadi.

0026 3. Jumlah angkutan darat / Jumlah penumpang angkutan darat x 100% 9. Jumlah arus penumpang angkutan umum 11.0031 0.597.702. Rasio ijin trayek 0.218 3.742 3. Kepemilikan KIR angkutan umum 4.637.325 5.60% 9.NoIndikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.30% 9.775 3.073 2.290.236 5.516 8.648 5.742.21 % 10.039 7. Jumlah uji kir angkutan umum 7.683 .755 3.718 9.925 5.346 4. Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis 77777 5.38 % 11.0026 0.857 9.0022 0.01 % 6.0028 0.

Persentase penduduk berakses air minum menurun dari 57. Jangkauan pelayanan pengelolaan sampah telah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menuntut peranserta masyarakat untuk dapat memusnahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 50 sampah dengan cara yang ramah lingkungan demi memperpanjang usia TPA.58 % wilayah kota.9. Biaya pengujian kelayakan angkutan umum Rp 29. Berikut gambaran perkembangan pelayanan bidang lingkungan hidup .Rp 29.Rp 29. dengan kemampuan pengangkutan mencapai 72 % dari seluruh produksi sampah total Kota Semarang sebesar 3...95% pada tahun 2009... Pemasangan Ramburambu 1414 1497 1683 2060 2239 Sumber : Data Olahan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR) 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 8.Rp 29.675 m3/hari atau setara dengan 1.92% pada tahun 2005 menjadi 56. 2010 8.Rp 29. dimana pada tahun 2009 telah menjangkau 132 Kelurahan dari 177 Kelurahan atau 74.7. Lingkungan Hidup Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan lingkungan hidup di Kota Semarang selama periode 2005-2009 diukur dari meningkatnya persentase penanganan sampah tahun 2005 sebesar 69% menjadi 74% pada tahun 2009.010 ton.

Persentase Penduduk berakses air minum 57.92 % 56.99 % 57. Cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan Sumber Mata Air 15% 15% 15% 20 % 20 % 6.02 % 4. Pencemaran status mutu air 20 % 30 % 40 % 50 % 60 % 5.95 % 3. Persentase penanganan sampah 69 % 70 % 71 % 72 % 74 % 2.02 % 56.sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.95 % 56. .08 % 37.29 % 32.58 % 39.27 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Lingkungan Hidup Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Persentase Luas pemukiman yang tertata 28.08 % 45.

85 % 69. Pada tahun 2009 persentase luas lahan bersertifikat mencapai sebesar 72. Pertanahan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pertanahan selama periode 2007-2009 diukur dari meningkatnya persentase luas lahan bersertifikat.Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal. Antisipasi permasalahan kedepan adalah layanan fasilitasi konflik pertanahan berkaitan dengan pelayanan tertib administrasi di tingkat kelurahan. Tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk 57.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Penegakan hukum lingkungan 52 % 28 % 34 % 35 % 63 % Sumber: Data Olahan Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang.35 % 62.66 % 62. tahun 2008 sebesar 41 kasus dan tahun 2009 sebanyak 25 kasus. 10 % 18 % 32 % 40 % 50 % 7.81%. tahun 2008 sebanyak 7 ijin dan tahun 2009 sebanyak 13 ijin.28 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pertanahan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 . sedangkan jumlah penyelesaian ijin lokasi tahun 2007 sebanyak 9 ijin. 2010 9. Jumlah penyelesaian kasus tanah negara pada tahun 2007 sebanyak 25 kasus .35 % 63.51 Tabel 2.46 % 8.

Kependudukan dan Catatan Sipil Kinerja pembangunan pada pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil selama 5 tahun (2005-2009) adalah : Ratio penduduk ber KTP per satuan penduduk tahun 2005 sebesar 92..68% pada tahun 2009.9 7 13 Sumber : Data Olahan Kantor Pertanahan Kota Semarang. kepemilikan akte kelahiran per 1000 penduduk tahun 2009 sebesar 87. Peningkatan kinerja kependudukan dan catatan sipil lebih dipengaruhi oleh kesadaran penduduk yang disebabkan makin mudahnya pelayanan administrasi kependudukan dan terlaksananya kebijakan kependudukan yang serasi antara kebijakan kependudukan nasional dengan kebijakan kependudukan Kota Semarang..58% 60% 72.50% meningkat menjadi 74. Berikut gambaran perkembangan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.12% meningkat menjadi 96.. Persentase luas lahan bersertifikat . Penyelesaian kasus tanah Negara .81% 2.77%.1.02% meningkat menjadi 95% pada tahun 2009. Penyelesaian izin lokasi . ratio bayi berakte kelahiran tahun 2005 sebesar 71. 2010 10.59 41 25 3.29 .

Rasio pasangan berakte nikah 100% 100% 100% 100% 100 % 4.12 %Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Rasio penduduk berKTP per satuan penduduk 92.12% 87.18% 87.00% 92.21% 97.6% 96. Kepemilikan KTP 92.88% 87.02% 92. Rasio bayi berakte kelahiran 71.02% 92.52 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 3.2% 95 % 2.18% 83.50% 74. Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk 87.Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.02% 95.00% 95.95% 5.77% 78. .42% 82.68% 6.00% 92.

Ketersediaan database kependudukan skala provinsi Ada/tidak ada ada ada ada ada ada 7. Penerapan KTP Nasional berbasis NIK Sudah/belum belum belum belum belum belum Sumber : Data Olahan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2010 11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.30 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah 15,5% 15,5% 15,5% 15,5% 15,5% 2. Partisipasi perempuan di lembaga swasta

75% 80% 85% 90 % 90 % 3. Rasio KDRT 0 0 0 0,16 % 0,65 % 5. Partisipasi angkatan kerja perempuan (TPAK/ Tk. Partisipasi Angk Kerja)

47,72 46,94 47,48 56,92 60,62 6. Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan 0 0 0 60 191 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 53 Pembangunan pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi perempuan yang terus meningkat sejak tahun 2005 sebesar 75% menjadi 90% pada tahun 2009, serta indeks partisipasi angkatan kerja perempuan yang juga meningkat dari 47,72 pada tahun 2005 menjadi 60,62 pada tahun 2009. Hal ini juga ditunjang juga dengan pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di tingkat Kota dan di 4 (empat) PPT Kecamatan pada tahun 2009, pada tahun 2010 bertambah 2 (dua) PPT Kecamatan dan diharapkan pada tahun 2015 di semua Kecamatan sudah terbentuk PPT, untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan korban

kekerasan terhadap perempuan. 12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.31 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. TFR (Total Fertilitas Rate) 2,85 2,80 2,78 2,75 2,50 2. Cakupan peserta KB aktif 78,81 % 78,81 % 78,91 % 78,93 % 78,95 % 3. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I 127.559 122.029 114.275 115.643 111.480 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010 Pembangunan dalam urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera mengalami peningkatan yang cukup baik, terlihat dari indikator jumlah rata-rata kelahiran setiap 1000 wanita usia subur yang semakin menurun dari 2,85 menjadi 2,50 dalam 5 tahun terakhir artinya jumlah anak dalam setiap keluarga terdiri dari 2 – 3 anak dan peserta KB aktif yang meningkat dari 78,81 % pada

13. Tabel 2. swasta dan profesi/perguruan tinggi. Sarana sosial seperti panti asuhan.32 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Sosial Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.54 pertumbuhan penduduk sehingga akan semakin rendah juga jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I. Sosial Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan sosial selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.95 % pada tahun 2009. parenting (beyond family planning) dan menggalang kemitraan dengan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga secara menyeluruh terutama dalam kemampuan pengasuhan dan penumbuhkembangan anak.tahun 2005 menjadi 78. Permasalahan kedepan yang harus ditangani secara serius adalah meningkatkan cakupan keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera. pendidikan. panti jompo dan panti rehabilitasi 75 75 124 97 103 . kesehatan. dan peningkatan kualitas lingkungan keluarga melalui pengembangan akses terhadap kualitas hidup keluarga: ekonomi. Hal ini memberikan pengaruh yang positif terhadap upaya pengendalian angka kelahiran yang selanjutnya memberikan konstribusi yang besar terhadap upaya dalam menekan laju Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

Permasalahan PMKS yang terus berkembang diantaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 55 disebabkan oleh persoalan tuntutan kehidupan yang semakin berat. Sarana sosial yang semula berjumlah 75 di tahun 2005 meningkat menjadi 103 di tahun 2009 dan saat ini terus diupayakan penanganannya oleh Pemerintah Kota. Oleh karena itu penanganan persoalan sosial harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. 2010 Pembangunan pelayanan sosial di Kota Semarang selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan.250 1. PMKS yg memperoleh bantuan sosial 1. Ketenagakerjaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan ketenagakerjaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut Tabel 2. 14.33 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Ketenagakerjaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 . Demikian pula penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial dari tahun 2005 sebanyak 3. Namun demikian hasilnya belum mampu menekan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) termasuk di dalamnya adalah anak jalanan.2.150 3.357 di tahun 2009.210 3.971 3.357 Sumber : Data Olahan Dinas Sosial dan Olah Raga Kota Semarang.563 1.400 1.168 3.300 1. Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial 3. disamping persoalan kemiskinan.150 menjadi 4.261 4.

75 % 4.No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Angka partisipasi angkatan kerja 61. Pencari kerja yang ditempatkan .52 % 64.17 % 61.78 % 62.45 % 65.27 % 64. Tingkat partisipasi angkatan kerja 63.69 % 61.95 % 62. Angka sengketa pengusahapekerja per tahun 129 83 91 100 82 315 kasus 218 kasus 258 kasus 286 kasus 256 kasus 3.43 % 61.21 % 2.

21% pada tahun 2009.48 % 14.17% menjadi 62. Perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % Sumber : Data Olahan Disnakertrans Kota Semarang.20 % 109 perush 123 perush 166 perush 212 perush 237 perush 7.60 % 20. Tingkat pengangguran terbuka 35.449 5.68 % 35.975 8.4. 2010\ Jumlah angka partisipasi angkatan kerja di Kota Semarang pada 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dari tahun 2005 sebesar 61.62 % 11.39 % 11.40 % 25 % 26.311 8. .90 % 15.470 5. Keselamatan dan perlindungan 14.96 % 6.532 7.

upaya fasilitasi penciptaan lapangan kerja melalui pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan terus ditingkatkan termasuk rencana fasilitasi hubungan industrial yang bisa memberikan solusi saling menguntungkan antara pengusaha dan pekerja. Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.55 % 65.45% pada tahun 2005 menjadi 64.30 % 75. Usaha Kecil dan Menengah Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan koperasi.34 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Koperasi.06 % 63. Koperasi. sehingga terwujud hubungan industrial yang harmonis. Tabel 2. usaha kecil dan menengah selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. sedangkan konflik antara buruh dan pengusaha Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 56 terhadap kebijakan Pemerintah Kota Semarang dapat terselesaikan dengan baik terlihat dari menurunnya jumlah kasus sengketa pengusaha-pekerja dari 315 kasus di tahun 2005 menurun menjadi 256 kasus pada tahun 2009. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM . 15. Persentase koperasi aktif 55.75% di tahun 2009. Kedepan.Tingkat partisipasi angkatan kerja juga mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya partisipasi angkatan kerja yaitu sebesar 63.05 % 75 % 2.

Penanaman Modal Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan penanaman modal selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.176 Sumber : Data Olahan Dinas Koperasi & UKM Kota Semarang Prosentase koperasi aktif di Kota Semarang mengalami kenaikan dari 55. 16. Sehingga hal tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang produktif. Kenyataan menunjukkan bahwa pada saat terjadi krisis ekonomi. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM mengalami kenaikan selama kurun waktu 5 tahun. peningkatan yang terjadi setiap tahun rata-rata hampir mencapai 100 %.112 9. Jumlah BPR/LKM 22222 4.162 10. Hal inilah yang akan terus dijaga dan ditingkatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .36 76 140 231 346 3.315 8.06% pada tahun 2005 menjadi 75% pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 Kota Semarang telah ditetapkan sebagai Kota Penggerak Koperasi. karena adanya pertumbuhan dan iklim usaha mikro dan kecil yang membaik dan kondusif.57 melalui rencana fasilitasi permodalan yang mampu mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian masyarakat yang tidak hanya aktif namun juga benar sehat sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi terutama dari pengembangan usaha mikro dan kecil. . Usaha Mikro dan Kecil 1. usaha kecil dan mikro lebih resisten dibanding perusahaanperusahaan yang lebih besar.240 1. Demikian juga dengan perkembangan usaha mikro dan kecil.

98 1.950 2.93 0. Jumlah nilai investasi (Rupiah) 500.914.068 1. Penanaman Modal (Jumlah .253 2.Tabel 2.350.056 2.210. Jumlah investor di Kota Semarang (Penanaman Modal) 1.746.35 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Penanaman Modal Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.97 4.600 1.842.411 3.113 1.298.748. Rasio daya serap tenaga kerja *) 0.540.160 2.170.970.00 1.674.218.560 1.936.779.60 1.000 1.

Kenaikan / penurunan Nilai Realisasi Penanaman Modal (Rp) 216.464. Kesemuanya itu akan berdampak pada meningkatnya rasio daya serap tenaga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 58 kerja. Upaya peningkatan investasi kedepan.000 717. 17. 2010 Jumlah investor dan investasi selama 5 tahun telah mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut didukung dengan adanya layanan One Stop Service (OSS) yang memberikan kemudahan dalam mengurus perijinan disamping keamanan yang kondusif.105.977 5. infrastruktur meningkat lebih baik. dan promosi investasi. Kebudayaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kebudayaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.928.400 208.411 Sumber : Data Olahan BPPT Kota Semarang.086 11.470.601 6.910.726.903.200. adalah perlunya dukungan peraturan yang jelas mengenai insentif investasi yang dapat diberikan oleh Pemerintah Daerah guna memacu pertumbuhan investasi.36 .672.045 131.tenaga kerja) orang 4.961 7.487 189.503. Tabel 2.341 13. Dengan demikian perwujudan Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa akan lebih mampu bersaing dengan daerah lain dalam menarik minat investor dalam maupun luar negeri.

Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan 174 174 174 174 174 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 2010 (data diolah) Penyelenggaraan festival seni dan budaya dari tahun 2005 sampai 2008 jumlahnya tetap sebanyak 45 event kegiatan. yang terdiri dari bangunan budaya sebanyak 3 buah. Benda. bangunan tempat ibadah sebanyak 24 buah.Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kebudayaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Penyelenggaraan festival seni dan budaya 45 45 45 45 46 2. Sarana penyelenggaraan seni dan budaya 55 55 55 55 55 3. hanya pada tahun 2009 bertambah 1 event kegiatan. bangunan kesehatan sebanyak 3 buah. bangunan perkantoran 46 buah. situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan ada 174 buah antara lain 4 kawasan sejarah budaya dan 170 buah bangunan. Kota Semarang telah memiliki sarana penyelenggaraan seni dan budaya sebanyak 55 buah dari tahun 2005 sampai tahun 2009. . Benda.

. bangunan pengangkutan sebanyak 3 buah. bangunan pendidikan sebanyak 11 buah.59 kedepan diperlukan kegiatan-kegiatan yang lebih bisa mempromosikan kota Semarang sebagai tempat tujuan wisata. Jumlah organisasi pemuda 34 34 34 34 47 2. Sedangkan pelestarian benda maupun bangunan cagar budaya dilakukan agar lebih bisa menonjolkan ciri dan landmark kota Semarang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Jumlah organisasi olahraga 33333 3. dan bangunan lainnya sebanyak 11 buah. tidak lagi hanya sebagai tempat singgah sementara. Tabel 2. 18. Pemuda dan Olahraga Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemuda dan olahraga selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Selain itu perbaikan dan penyempurnaan di bidang sarana penyelenggaraan kesenian juga diperlukan dalam mendukung bentuk promosi tersebut. bangunan rumah tinggal sebanyak 56 buah.bangunan Pemerintahan sebanyak 13 buah. Tantangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .37 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.

menggambarkan penyelenggaraan pembangunan pemuda dan olahraga selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang membaik. Dilihat dari jumlah organisasi pemuda dan jumlah kegiatan olahraga juga mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2009. sekolah dan pramuka maupun institusi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna.065 0.064*) Sumber : Data Olahan Dinsospora Kota Semarang. Jumlah organisasi pemuda dari 34 di tahun 2005 menjadi 47 di tahun 2009. Oleh karena itu upaya yang dilakukan yaitu dengan perbaikan dan peningkatan sarana yang ada serta pembangunan pusat olah raga (Sport center) . Lapangan olahraga 0. Sedangkan untuk ketersediaan sarana dan prasarana olah raga dengan standar nasional saat ini masih terbatas dan belum terkelola dengan baik. Jumlah kegiatan olahraga 6 6 9 15 19 5. Hal ini dikarenakan jumlah lapangan olah raga yang cenderung tidak bertambah dibanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk.Jumlah kegiatan kepemudaan 25557 4.058 0. rasio sarana dan prasarana olah raga semakin menurun.068 0. Namun dilihat dari sarana olah raga. 2010 Dari tabel tersebut diatas. Permasalahan kedepan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Untuk jumlah kegiatan kepemudaan dan kegiatan olah raga masing-masing meningkat dari 2 kegiatan menjadi 7 kegiatan kepemudaan dan dari 6 kegiatan menjadi 19 kegiatan olah raga dalam 5 tahun terakhir ini.067 0.60 berkaitan dengan pelayanan olah raga dan kepemudaan adalah upaya pembinaan dini terhadap pemuda melalui pendekatan institusional baik melalui institusi pendidikan.

Panwaslu dan Parpol. 2010 Keberhasilan pembangunan demokrasi telah berhasil memantapkan peran masyarakat terutama dari sisi kemandirian organisasi baik LSM.Hal ini disebabkan tanggungjawab dan pelaksanaan kegiatan pembinaan politik daerah yang semula dilakukan oleh Pemerintah (Kesbanglinmas) secara bertahap dilakukan oleh KPU. 19. . pelayanan urusan kesatuan dan politik dalam negeri menunjukkan peran Pemerintah semakin tahun semakin menurun.Ormas maupun OKP.yang baru. Kegiatan Pembinaan terhadap LSM. Ormas dan OKP 214 174 134 94 54 2. Kegiatan pembinaan politik daerah 18 kgt 16 kgt 14 kgt 12 kgt 6 kgt Sumber :Badan Kesbangpolinmas data diolah.38 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2. Dari tabel diatas menggambarkan.

Kepegawaian dan Persandian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Administrasi Keuangan Daerah.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . administrasi keuangan daerah.09 32.22 3. Tabel 2.27 2. Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10. Perangkat Daerah. Pemerintahan Umum.76 2.85 1.20 2.17 32.39 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Otonomi Daerah. Otonomi Daerah. . Administrasi Keuangan Daerah. perangkat daerah. Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan otonomi daerah.36 2.45 35. Kepegawaian dan Persandian.85 33. Ormas dan OKP yang ada untuk bersama-sama membantu Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan visi dan misi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Pemerintahan umum. Pemerintahan Umum.000 Penduduk 31. Jumlah Linmas per Jumlah 10.61 20. Perangkat Daerah.000 penduduk 0. kepegawaian dan persandian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.Persoalan kedepan adalah bagaimana membangun sinergitas seluruh kekuatan LSM.

32 7. Cakupan patroli petugas Satpol PP 23 orang 125 x 57 orang 180 x 50 orang 125 x 57 orang 224 x 154 orang 600 x 7.35 7. Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah (Ada tidak) tidak tidak ada ada ada 5. Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota .Rasio Pos Siskamling per jumlah desa/kelurahan 7.68 4.51 7. Penegakan PERDA 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 6.28 7.

956 5.0010% 0.0011% 0.9% Sumber : Bappeda (data di olah 2009) Tabel di atas menggambarkan bahwa kondisi aspek pelayanan umum dalam Bidang Otonomi Daerah.0011% 0.0011% 0. Cakupan pelayanan bencana kebakaran Kota Semarang 0.779 4. Sistem Informasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . Rasio jumlah Linmas meningkat dari 31. Linmas maupun poskamling yang menunjukan peningkatan.0011% 9.310 8. Administrasi Keuangan Daerah. Perangkat Daerah.68% 15 menit 17% 15 menit 13. Pemerintahan Umum.4.17 pada tahun 2005 menjadi 35. Tingkat waktu tanggap Jumlah ketepatan waktu tindakan pemadam kebakaran 15 menit 20% 15 menit 14.602 4.22 di tahun 2009. Kepegawaian dan Persandian dapat dilihat dari rasio Polisi Pamong Praja.62 Pelayanan Perijinan dan Administrasi Pemerintah sudah mulai .425 4.66% 15 menit 11.

Walaupun dilihat dari ketersediaan pangan utama menunjukan . Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa ketersediaan pangan utama mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata pertahunnya adalah 13.000 pddk) . telah menunjukkan perkembangan yang positif bila dilihat dari jumlah pengaduan yang masuk.844 Sumber:Kantor Ketahanan Pangan tahun 2010 (data diolah) Kota Semarang telah memiliki beberapa regulasi tentang ketahanan pangan baik dalam bentuk Peraturan Walikota.451 101. Ketahanan Pangan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan ketahanan pangan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Namun demikian.. 21.40 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.diberlakukan sejak 3 tahun terakhir. Peraturan Walikota Semarang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan Kota Semarang tanggal 25 Maret 2009.732 108. Surat Keputusan Walikota dan Surat Edaran Walikota.7%. Tabel 2. kedepan diperlukan pelayanan yang tidak mengedepankan aspek represif tetapi lebih ke tindakan preventif. Surat Walikota Semarang Nomor 501/908 tanggal 30 Maret 2009 perihal Penumbuhan Cadangan Pangan Pemerintah Kelurahan. Ketersediaan pangan utama (kg/1.84.

peningkatan yang positif, namun antisipasi kedepan diperlukan upaya serius untuk membudayakan penganekaragaman makanan sebagai upaya subtitusi dari pangan utama. 22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pemberdayaan masyarakat dan desa di Kota Semarang selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 63 Tabel 2.41 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. LPM Berprestasi 23345 2. PKK aktif 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3. Posyandu aktif 99,57 % 99,72 % 99,72 % 99,86 % 100 % 4. Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakat 80 85 85 90 100

5. Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat 95 80 90 95 100 Sumber : Data Olahan BapermasPP & KB Kota Semarang, 2010 Dari tabel di atas dijelaskan bahwa kinerja pelayanan umum dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan desa dapat dilihat dari kinerja LPM,PKK dan Posyandu Aktif. Jumlah Posyandu aktif sampai dengan tahun 2009 telah menunjukan kinerja optimal. Dukungan Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakat dan Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat pada tahun 2009 juga telah mencapai 100%. Salah satu akibat dari meningkatnya program tersebut adalah meningkatnya lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) yang berprestasi dengan kenaikan rata-rata 2,7%. Jumlah LPM yang berprestasi diharapkan terus meningkat dikarenakan swadaya masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan akan terus dioptimalkan. 23. Statistik Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan statistik selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.42 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Statistik Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.

Buku ”Daerah Dalam Angka” ada ada ada ada adaRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II - 64 Ada/Tidak 2. Buku ”PDRB Daerah” Ada/Tidak ada ada ada ada ada Sumber : BPS Kota Semarang, 2010 Dari tabel urusan statistik diatas menggambarkan bahwa dokumendokumen yang tersedia dari tahun ke tahun tetap ada. Namun demikian, diperlukan tambahan kelengkapan data dan informasi terutama untuk data-data yang bersifat khusus dan olahan. 24. Kearsipan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kearsipan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Tabel 2.43 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kearsipan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Pengelolaan arsip secara baku 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 2. Peningkatan SDM pengelola

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . 25.44 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.31 0.33 0. 2010 Tabel tersebut di atas menggambarkan bahwa tatakelola kearsipan semakin meningkat baik dilihat dari pengelola kearsipan maupun peningkatan SDM.26 3. sehingga dapat diakses secara online oleh masyarakat yang lebih luas. Rasio wartel/warnet terhadap penduduk 0. Jumlah surat kabar . Selaras dengan perkembangan teknologi. pengelolaan arsip harus dapat mengantisipasi arsip berujud digital. Komunikasi dan Informatika Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan komunikasi dan informatika di Kota Semarang selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Jumlah jaringan komunikasi 51 / 1 53 / 1 59 / 1 62 / 1 75 / 1 2.33 0.39 0.65 Tabel 2.kearsipan 1 keg 2 keg 2 keg 3 keg 4 keg Sumber : Data Olahan Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Kota Semarang.

Humas Setda Kota Semarang. Pameran/expo 27777 Sumber : Data Olahan Bag. Web site milik pemerintah daerah tidak ada ada ada ada 6. Jumlah penyiaran radio/TV lokal Radio : 34 Tv : 34 15 34 15 36 15 38 15 5. website milik Pemerintah Kota semakin meningkat hal ini untuk menunjang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses program dan kegiatan Pemerintah Kota. Harapan kedepan perlu ditingkatkan kualitas komunikasi dua arah antara 15 . 2010 Dari tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa jaringan komunikasi.nasional/lokal 10 10 10 10 11 4. penyiaran radio/TV lokal.

Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah (buah) 2.539 12. Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya baca.Pemerintah dengan masyarakat termasuk didalamnya adalah upaya pencitraan positif Kota semarang.382 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . 2010 Dari tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa rata–rata jumlah perpustakaan dari tahun ke tahun meningkat 4.923 25. .66 perpustakaan per tahun (orang) 3.810 7.5%.673 33.6% pertahun.390 7.354 36.611 Sumber : Data Olahan Kantor Perpustakaan & Arsip Kota Semarang. Perpustakaan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perpustakaan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. jumlah pengunjung di perpusatakaan meningkat dengan rata-rata 22.758 10. Jumlah pengunjung 7. Jumlah perpustakaan 131 147 150 152 156 2.269 19. Tabel 2.45 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perpustakaan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. 26.

Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB Hb: 1. 2.25 % 1.899 2.Namun demikian peningkatan tersebut belum mampu diimbangi oleh layanan penyediaan buku. Tabel 2. Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar (ton) 6.2.27% Hk: 1. Pertanian Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pertanian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.321 6. Fokus Layanan Urusan Pilihan 1.46 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pertanian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.248 4.21 % 1.121 5.28% 1.20 % .4.937 7. Kedepan Perpustakaan akan dikembangkan dengan penerapan teknologi informasi sesuai tuntutan masyarakat.

15 % 1.50 % 0.16 % *) 3.54 % 0. Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB Hb: 0.56% 0.1.53 % 0.07 % . Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB Hb: 0.08% Hk: 0.52 % 4.15 % *) 1.52 % 0.54 % 0.57% Hk: 0.07 % 0.07 % 0.50 % 0.07% 0.53 % 0.19 % 1.21 % 1.

67 Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal mencapai kenaikan rata-rata sebesar 10. BPS Kota Semarang 2009Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .07 % 0.07 % 0.059% pada tahun 2009. Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap PDRB 100% 100% 100% 100% 100% 6. Cakupan bina kelompok tani yaitu kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari pemerintah kota.00% 0.00% 0.618% meningkat menjadi 7. Jumlah kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari tahun 2008 sebanyak 2. Hal tersebut merupakan akibat perubahan fungsi lahan pertanian menjadi permukiman sebagai akibat berkembangnya sebuah kota. Sebaliknya Kontribusi sektor pertanian baik pertanian/perkebunan.07 % 0.059% Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Cakupan bina kelompok petani 0.0. 8% dari tahun 2005 sampai tahun 2009. Diharapkan program bina kelompok petani akan terus ditingkatkan dalam upaya untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kontribusinya terhadap PDRB.07 % 5. 2. tanaman keras dan produksi kelompok tani terhadap PDRB selama kurun waktu 5 tahun terakhir relatif agak mengalami penurunan. Kehutanan .618% 7.00% 2.07 % 0. Upaya untuk terus mempertahankan budi daya pertanian dilakukan dengan meningkatkan cakupan pembinaan kelompok tani. palawija.

65% 2.47 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kehutanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.005 % 0. Kerusakan Kawasan Hutan 0.00% 0.00% 0. Rehabilitasi hutan dan lahan kritis 8.02% 19.005 % 0.005 % Hk: 0.004 % 0.005 % 0.005 % 0.00% 0.00% 0.005 % 0.00% 3.14% 22.27% 80.Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kehutanan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.004 % . Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB Hb: 0.05% 17.004 % 0.

48 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. BPS Kota Semarang 2009 Sebagaimana wilayah perkotaan yang lain.20 % 0. Namun demikian upaya untuk melakukan konservasi dan rehabilitasi hutan khususnya hutan rakyat akan terus dilakukan.20 % HK: 0. Salah satu upaya nyata untuk mendorong adalah pelaksanan program Konservasi Lahan Semarang Atas dan Pengentasan Kemiskinan (KLSAPK). Pada tahun 2008-2009 mengalami peningkatan yang signifikan hingga 80.19 % .17 % 0.65%. Tabel 2.18 % 0. kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB pasti relatif kecil. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .0. Energi dan Sumber Daya Mineral Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan energi dan sumberdaya mineral selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Kontribusi sektor pertambangan thd PDRB HB: 0.005 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto.68 3.

0.16 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto.633. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB . Pariwisata Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan pariwisata selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.16 % 0.323 1.005 1.042 2. Tabel 2. Kunjungan wisata 1. Kondisi ini terjadi dikarenakan kegiatan pertambangan khususnya bahan tambang galian C memang sedikit demi sedikit dikurangi aktivitasnya.554 1. 2009 Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB dari tahun 2005 hingga tahun 2009 mengalami penurunan. BPS Kota Semarang.17 % 0.49 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Pariwisata Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.465. 4.255.457.18 % 0.141.105 1.17 % 0.

18 % 0. Pada tahun 2005 sebanyak 1.50 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. obyek maupun destinasi wisata yang menarik dan terintegrasi. 5. Kelautan dan Perikanan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan kelautan dan perikanan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut. Keadaan ini tercipta karena semakin banyaknya event kegiatan pariwisata maupun kegiatan bisnis.3 % 100 % 99.323 wisatawan meningkat menjadi 1. Kunjungan wisata akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kualitas sarana prasarana.042 wisatawan pada tahun 2009.7 % 100.8% 3.83 % 112 % 106 % 2.633.2% 99.95 % 101.18 % 0.18 % 0.0. Cakupan bina kelompok nelayan .69 Kunjungan wisatawan terus mengalami kenaikan.18% 0. Produksi perikanan 103 % 101.141. Konsumsi ikan 100.18 % Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto 2008. Tabel 2. BPS Kota SemarangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .

walaupun ada masa-masa dimana terjadi penurunan produksi. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kelestarian sumber daya hayati perikanan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kemakmuran nelayan tanpa merusak lingkungan termasuk di dalamnya adalah upaya antisipasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi.5 % 62.7 % 112 % 98.5 % 100 % 4.37.2 % 94.8 % 92. 2010 Produktivitas perikanan selama lima tahun terahir menunjukan hasil yang positif.9% Sumber : Dinas Kelautan dan Perikananan Kota Semarang.5 % 25 % 37. Capaian kinerja pelayanan bidang perikanan kelautan tidak lepas dari upaya Dinas Perikanan dan Kelautan dalam membina kelompok-kelompok nelayan yang ada. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .51 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perdagangan Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1.70 6. Tabel 2. Produksi perikanan laut 81. Kontribusi sektor Perdagangan thd PDRB HB: 29. Perdagangan Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perdagangan selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut.25 % .

189. Jumlah sarpras perdagangan a. Pasar tradisional b.30 % *) 30. Ekspor Bersih Perdagangan (US$) 432.10 % 30.27 % 28.533.5 324.24 185. b.87 % 30. Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal 39% 45% 66% 27% 21% 4.577.81 % *) 2.854.55 435.674.215.95 3.03 % 28.282.570.28 % 28.008.57 923. Retail modern 47 .30 % 30. Pasar modern (swalayan) c.HK: 31.310.83 % 28.

52 Aspek Pelayanan Umum dalam Bidang Perindustrian Kota Semarang Tahun 2005-2009 No Indikator Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1. Hasil tersebut tampak dari besarnya kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB yang rata-rata mencapai 30 % dari harga konstan. Perindustrian Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan perindustrian selama periode 2005-2009 pada masing-masing indikator sebagaimana tabel berikut : Tabel 2.47 47 47 47 Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB HB26. Berbagai layanan kemudahan eksport yang didukung sarana prasarana yang mencukupi menjadikan urusan perdagangan mampu menjadi unggulan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 71 7. BPS Kota Semarang 2009 Data Olahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Meningkatnya eksport perdagangan tidak lepas dari kinerja pelayanan urusan perdagangan. Pelayanan dukungan promosi maupun peningkatan kualitas produk unggulan terus dilakukan seiring dengan persaingan global yang makin tajam. Persoalan urusan perdagangan adalah bagaimana Kota Semarang mampu menjadikan kota perdagangan sehingga mampu merebut peluang sebagai pusat ekspor barang .96 % .

60 % 25.33 % 24.8 % 3.55 % 25.85 % 27.6 % 3.9 % 0.66 % 27. BPS Kota Semarang 2009 Data Olahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang Kinerja pelayanan sektor perdagangan sebenarnya tampak dari seberapa .9 % 3.6 % 10.83 % 27.08 % 2.HK:27. Cakupan bina kelompok pengrajin 29% 38% 47% 34% 26% Sumber : Produk Dosmetik Regional Bruto. Pertumbuhan Industri.13 % 27.9 % 3. Kontribusi industri rumah tangga terhadap PDRB sektor Industri 3.9 % 3.6 % 5.17 % 4.6 % 2. 13.84% 26.

Kemampuan ekonomi juga dapat dilihat dari produktivitas pada masing-masing sektor lapangan usaha PDRB Kota Semarang. Kemampuan Ekonomi Daerah Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu mencerminkan distribusi pendapatan yang adil dan merata. 8.69 % per tahun. Sektor industri merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB. Transmigrasi Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan transmigrasi selama periode 2005-2009 tidak menghasilkan kinerja mengingat sejalan dengan berkembangnya semangat otonomi daerah.72 2. minat masyarakat untuk mengikuti transmigrasi tidak ada walaupun upaya untuk melakukan dorongan dan motivasi terus dilakukan. . Sebab. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . 1.besar cakupan bina kelompok pengrajin. Daya saing daerah di Kota Semarang dapat dilihat dari aspek kemampuan ekonomi daerah. ASPEK DAYA SAING Daya saing merupakan kemampuan sebuah daerah untuk menghasilkan barang dan jasa untuk mencapai peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu layanan pengembangan industri harus tetap dilaksanakan dengan tetap mengedepankan tumbuhnya iklim investasi yang kondusif dengan memperbesar cakupan industry kecil menengah serta ramah lingkungan. Produktivitas sektor PDRB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 14. fasilitas wilayah atau infrastruktur.5. pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan banyak membawa tingkat kesejahteran masyarakat manakala pertumbuhan tersebut hanya dinikmati oleh sekelompok kecil masyarakat sedangkan masyarakat lain tidak menikmati. iklim berinvestasi dan sumber daya manusia. Semakin besar cakupan bina kelompok pengrajin maka akan semakin besar pula kontribusi sektor industri terhadap PDRB.

279 581. Industri Pengolahan 7. Hal tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang didominasi oleh sektor perdagangan.387 3.810 9.595. hotel dan restoran dan sektor Industri Pengolahan serta sektor usaha bangunan. Hotel dan Restoran sebesar 29.062 62.160 889.562 9. Hotel dan Restoran 7.52 %. dan sektor bangunan sebesar 19. sektor industri pengolahan dan sektor bangunan.Tabel 2.023.762.695.096 Uraian Sumber : Semarang Dalam Angka th. Persewaan dan Jasa Perush 772.27%. Sektor perdagangan dan jasa inilah yang akan kembangkan sebagai aktivitas utama warga masyarakat. hotel dan restoran.073.155. Pada tahun 2009 kontribusi masing-Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 73 masing sektor usaha tersebut adalah sebagai berikut : Perdagangan. Perdagangan.126 1.617 8.419.968.883.445. Jasa 3. Pengangkutan dan Komunikasi 2. Gas dan Air Bersih 487.149 3.532 8.538 532.238 2.804 6. Pertanian 321.016 3.664. industri pengolahan sebesar 24.257.147.347 7. 2009 Dari tabel tersebut. Bangunan 4. Listrik.86 %.227 3.821 7. Pertambangan dan Penggalian 52.861 4.414.545 4. .635.829 6.126 5. Keuangan.695 8. kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Kota Semarang adalah sektor perdagangan.094 414.307 5.780 365.480.326 57.53 Aspek Daya Saing dalam Bidang Kemampuan Ekonomi Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2007 2008 2009 Produktivitas daerah setiap sektor 1.

pelabuhan). juga merupakan jalur perlintasan dari wilayah barat (Jakarta) menuju wilayah Timur (Surabaya) dan Selatan (Jogyakarta) atau sebaliknya sehingga Kota Semarang merupakan penopang jalur distribusi perekonomian Jawa Tengah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .2. Daya saing lainnya di bidang Sarana prasarana perhubungan adalah dimilikinya pelabuhan udara/laut.74 Tabel 2.54 Aspek Daya Saing dalam Bidang Aksesibilitas Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. a.0032 2. Kota Semarang memiliki panjang jalan yang semakin meningkat dalam 5 tahun terakhir ini yaitu 2.29 .778.778.29 km pada tahun 2009. Fasilitasi Wilayah/Infrastruktur Pembangunan infrastruktur akan meningkatkan mobilitas manusia dan barang antar daerah dan antara kabupaten/kota.0040 0. Aksesbilitas Daerah Kota Semarang selain merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. fasilitas kelistrikan.Panjang jalan 2.Dalam mendukung aksesibilitas. Tersedianya infrastruktur yang memadai merupakan nilai tambah bagi perwujudan pembangunan suatu kota.762.54 2. Kondisi infrastruktur merupakan unsur penting yang perlu mendapatkan perhatian agar dapat berfungsi dengan optimal. jembatan.762. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan 0.762.62 km tahun 2005 menjadi 2. yang meliputi fasilitas transporlasi (jalan.0034 0.62 2.0037 0. fasilitas komunikasi. fasilitas pendidikan. terminal bus.0030 . dan fasilitas air bersih.29 2.771. stasiun kereta api yang mampu menghubungkan seluruh kota di Indonesia.778.62 0.

626. Kawasan lindung rawan bencana merupakan kawasan yang mempunyai kerentanan bencana longsor dan gerakan tanah.012 1.142.orang 8. meliputi kawasan yang melindungi kawasan di bawahnya.379.231 6.996 19.280 1. Kawasan yang melindungi kawasan di bawahnya adalah kawasan-kawasan dengan kemiringan >40% yang tersebar di wilayah bagian Selatan.487.058.155.847 427.575 7. kawasan lindung setempat dan kawasan rawan bencana.barang 15.977.234 1.Bandara .025. sempadan sungai.046 9.034 867.832 7.367.122.503 392.orang 297.659.699 2..901 919.507.382.407 810.811.barang melalui dermaga/bandara/ terminal .Jumlah kendaraan 695.228 19.749 7. 2010 b.Terminal . Penataan wilayah Sebagaimana Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang.511 3.089 8.593.341 7.479 .314.009.120. penataan wilayah Kota Semarang terbagi menjadi kawasan yang berfungsi lindung dan kawasan yang berfungsi budidaya. .741.168 751.168.115 18.645 11.900.257 363. Jumlah orang.706 . Jumlah orang/penumpang terangkut angkutan umum .774 7.270 .704.208 6.501.278 6.Dermaga .281 Uraian Tahun Sumber : Data Olahan Dinhubkominfo Kota Semarang.173.orang terangkut 13. dan sempadan mata air.552 1.orang 1.390 3.833 367.156 7.860 11.barang terangkut 6.197 .082 7.498 .barang 6.333.442 20. Kawasan lindung setempat adalah kawasan sempadan pantai. Kawasan Lindung.482.122. sempadan waduk.252.370.

perdagangan dan Jasa. perdagangan/jasa dan tumbuhnya kawasan-kawasan permukiman daerah pinggiran kota. Kawasan Pemerintahan dan Perkantoran. Kawasan Permukiman. Kawasan yang dikembangkan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah adalah sebagai berikut :Kawasan Perdagangan dan Jasa. Pemanfaatan air tanah (non perpipaan). Kawasan olahraga. Namun seiring Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . yaitu tingginya ratio perubahan alih fungsi lahan. c. Hal ini ditandai dengan timbulnya pusat-pusat kegiatan baru seperti kawasan industri. Tabel 2. yaitu sistem jaringan perpipaan yang dikelola oleh PDAM dan sistem non perpipaan yang dikelola secara mandiri oleh penduduk. Sistem jaringan perpipaan di Kota Semarang ini pelayanan dan pengelolaannya dilakukan oleh PDAM dengan cakupan pelayanan 15 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Kawasan Khusus dan Kawasan Terbuka Non Hijau. merupakan kawasan yang secara karakteristik wilayah dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah. Ketersediaan air bersih Penyediaan dan pengelolaan air bersih di Kota Semarang pada saat ini terbagi ke dalam 2 (dua) sistem.Kawasan Budidaya.55 . Kawasan Wisata /Rekreasi. khususnya di Kota Semarang bagian bawah. Daya saing ketersediaan air besih akan semakin membaik dengan selesainya pembangunan waduk Jatibarang. Kawasan pemakaman Umum. kecuali Kecamatan Mijen dan Kecamatan Gunungpati. Kawasan Industri. Kawasan perumahan dan permukiman. Kawasan Pendidikan. Untuk pelayanan dengan sistem perpipaan meliputi hampir seluruh kecamatan-kecamatan di Kota Semarang. seharusnya dihindarkan untuk menghindarkan dampak lingkungan yang terjadi.75 dengan pesatnya perkembangan pembangunan Kota terdapat kompensasi yang tak bisa dihindari dalam tata guna lahan.

962.915 351.844 413.Daya listrik terpasang (semua gol tarif) 872. Fasilitas listrik dan telepon Perkembangan jaringan telekomunikasi beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan.806 34.277.74 32. maka jaringan telepon telah menjangkaunya seluruh kelurahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .277.034.034.017*) .026 115.Pemakaian Air Bersih RT . terlihat dengan banyaknya satuan sambungan yang dipasarkan kepada masyarakat.017*) .676.920 34. Jika dilihat dari sebaran tiap kecamatan yang ada.093.257 117.56 Aspek Daya Saing dalam Bidang Fasilitas Listrik dan Telepon Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Rasio ketersediaan daya listrik .369 29.447 872.881 31.650 352.107 872.Aspek Daya Saing dalam Bidang Ketersediaan Air Bersih Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Persentase RT menggunakan air bersih 33.042.642 112.314 120. Ketersediaan daya listrik sangat memungkinkan bagi pengembangan investasi.RT berlangganan PDAM .76 yang ada di tiap-tiap kecamatan.Kebutuhan 789.827 112.776 828.257 . 2010 d.384.204 Sumber : Data Olahan Kantor PDAM Kota Semarang.358 373.Jumlah RT Uraian Tahun 341.01 32. Tabel 2.52 32.08 32.034.05 34.

682 352.687 301. Pertumbuhan Hotel darn Restoran baru yang terjadi selama ini merupakan salah satu bahwa pertanda bahwa potensi ekonomi masyarakat masih akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat.11 74.369 301.79/35.377 351.RT yang menggunakan listrik .806 Prosentase penduduk yang menggunakan HP/Telpon .58.314 290.881 299.57 Aspek Daya Saing dalam Bidang Ketersediaan Perdagangan dan Jasa Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1 Restoran 2 Rumah Makan 3 Cafe 14 25 102 14 29 102 14 29 102 19 29 109 19 32 109 4 Hotel Berbintang 28 28 28 28 34 5 Hotel non Berbintang 56 54 56 56 51 6 Pasar Tradisional Pasar Kota 4 4 9 9 9 Pasar Wilayah 11 11 21 21 21 Pasar Lingkungan 29 29 37 37 37 .687*) 301.65/31. Tabel 2.Prosentase RT yang menggunakan listrik 85% 85% 86% 81% 73% .12/56.93 Uraian Tahun Sumber : Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2009. Ketersediaan Fasilitas Perdagangan dan Jasa Tersedianya fasilitas hotel dan restoran merupakan capaian kinerja daya saing bidang perdagangan dan jasa. BPS Kota Semarang e.687*) 373.920 413.10 64.Jumlah RT 341.

Peringkat 13 . 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II . sebagaimana berikut.77 3...Peringkat 3 Peringkat 4 Peringkat 6 2. kebijakan perpajakan dan regulasi perbankan. dan ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Tabel 2. Kemudahan Investasi Kota Besar Indonesia . Fasilitas Iklim Berinvestasi Daya tarik investor untuk memanamkan modalnya sangat dipengaruhi faktor-faktor seperti tingkat suku bunga. kemudahan proses perjinan. sebagai infrastruktur dasar yang berpengaruh terhadap kegiatan investasi. Iklim investasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang mendorong berkembangnya investasi antar lain fasilitas keamanan dan ketertiban wilayah.. Pro Investasi se-Jawa Tengah Peringkat 3 .7 Pasar Modern Mall/ Plaza 11 11 12 12 13 Swalayan/Supermarket/Toserba 53 54 117 148 167 Pasar Grosir 3 3 3 3 3 Uraian Tahun No Sumber : Data Olahan Bappeda Kota Semarang.58 Aspek Daya Saing Investasi dalam Bidang Peringkat Penghargaan Investasi Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1. Dilihat peringkat daya saing investasi.

.3. Semarang Tahun 2010-2015 Tabel 2. Situasi tersebut juga didorong oleh pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya. unjuk rasa dan mogok kerja yang merugikan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dapat ditanggulangi dengan sigap oleh apratur pemerintah. Sertifikasi ISO 9001-2008 .Mogok kerja 5 2 1 0 0 Uraian Tahun Sumber : 8 Kel. Kemudahan Perijinan 195 6 139 2 117 5 107 108 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota II .Jumlah Kriminalitas . Data Pengembangan SIPD. BPS Kota Semarang 2010 b..59 Aspek Daya Saing bidang Iklim Berinvestasi Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1..78 .Pertikaian antar warga 2. Angka Kriminalitas .Unjuk rasa (politik & ekonomi) 258 43 102 60 119 . Berbagai tindakan kejahatan kriminalitass. Keamanan dan Ketertiban Secara umum kondisi keamanan dan ketertiban sampai dengan tahun 2009 relatif kondusif bagi berlangsungnya aktivitas masyarakat maupun kegiatan investasi.9 Perijinan Nama Prestasi Tahun Sumber BPPT Kota Semarang a. Jumlah Demo .

Faktor pendukung yang sangat erat kaitannya dalam melakukan investasi adalah prosedur dan tata cara perolehan ijin atau pengurusan ijin untuk berinvestasi. waktu dan keamanan perijinan merupakan kinerja utama pelayanan investasi. Perkembangan penerimaan pajak selama tahun 2005 sampai dengan 2009 .309 . Pengenaan Pajak Daerah Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya berasal dari Pos Pajak Daerah yang pelaksanaannya mendasarkan pada Peraturan perundangudangan yang berlaku. Tabel 2.Jumlah ijin 8.60 Aspek Daya Saing dalam Bidang Kemudahan Perijinanan Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Lama proses perijinan .726 15. melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang.Jumlah hari (x) (x) sesuai SPP sesuai SPP sesuai SPP Uraian Tahun Catatan : (x) Data tidak tersedia Sumber : Data Olahan SPP-BPPT Kota Semarang.911 9. 2010 Dengan rangka memberikan kemudahan Pelayanan kepada masyarakat.902 12. sehingga tercipta citra yang positif mengenai iklim investasi.020 8. Kepastian prosedur. Proses perijinan dalam berinvestasi dilaksanakan dengan pelayanan perijinan satu pintu (One Stop Services). c. Pemerintah Kota telah melaksanakan pelayanan perijinan sesuai dengan SPP (Standar Pelayanan Publik) dengan menjalankan OSS (one Stop Service) secara konsisten.

250 844.197.479.019.814.602 2.046.928 .660.040.Pajak Penerangan Jalan 82.008 506.824.280 2.315.503.000.765.089 851.420 16. Retribusi Daerah 8.414.400 . 619.551 .600 2.156.259 21.974.528 1.299.Pajak Restoran 24.698 524.853.927.958 .201 366.743.Pajak Pengambilan Bahan Galian C 112. Sedangkan jenis dan klasifikasi pengenaan pajak daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang No.510 .664.197 76.500 406.mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 22% Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II 79 per tahun.61 Aspek Daya Saing bidang Pengenaan Pajak Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.745..252.522.490.679.585 4.-.290 81. Pada tahun 2005 penerimaan pajak daerah sebanyak Rp.Pajak Reklame 16.539. Pajak Daerah .531 3.366.564.883.660.941.Pajak Parkir 2. Upaya penyesuaian terhadap regulasi yang baru mutlak segera dilakukan agar daya saing di bidang pajak mampu segera diakomodasi.Pajak Hiburan 4.012.738.517.369. 295.343 .063.858.780. Tabel 2.948.741.011 216.Pajak daerah 23.597.000.375 22.933.000 4.341 1. 10 Tahun 2007 tentang Biaya Pemungutan Pajak Daerah.120.sampai dengan tahun 2009 menjadi sebesar Rp.089.952 23.400 100.920.306.562.084.652 69.277 814.538 1.621.058 2.188.716 4.832.447.062.050 .144.772 1.025.676.412.059.811. Secara rinci penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) kota Semarang selama kurun waktu lima tahun sebagaimana tabel berikut.

006.987.968.581 2.859.722.Retribusi RSUD 27.810 11.158 1.822.263.Retribusi Dispenduk Capil 5.299.853.905 4.210.182.306.062.824.929.231.Retribusi Dinas Budaya Pariwisata 3.500 5.450 6.300 .473.Retribusi Pertamanan .300 25.886 .100 3.299.Tempat Khusus Parkir 519.145.427.789.000 .722.074.154.718.849.971.100 4.971 60.020 9.437.500 4.427.000 .000 .956.995.200 499.697.280.418.718.700 1.000 327.653.000 35.012 100.250 1.683 2.Parkir tepi jalan umum 1.698.500 18.031.869.500 3.405.941.553 5.317 4.497.Retribusi DPU .300 979.280.Tempat Terminal 333.580.347.000 121.Rtribusi dari Dinas Pendidikan 1.175.784.600.624.000 466.056.Retribusi Dinas Perhubungan .930.649.824.060.020.373.850 2.052.200 4.058.633.557.150.000 27.697.963.540.Retribusi BLH 185.757.286.000 5.000 28.000 496.300 365.952.822..687.925 5.233.816.950 1.472 7.183.772 3.232.565.004.332.952.418.000 513.587.110 2.Retribusi Kebersihan 5.935.581 4.490 .604.500 12.083 5.713.540.600 4.Tempat Pengujian Kendaraan 4.110.044 .825.925 .768 876.669 5.500 898.010.500 120.889 6.500 3.082 16.032.214.350.915.Retribusi Dinas Kebakaran 34.000 .245.729.000 432.795.Retribusi dari Dinas Kesehatan 3.390.731.360.317.900 .723 2.381.250 326.850.300 362.962.275.948.Retribusi Dinas Pasar 12.604.000 1.000 138.514.591.391.524.940.750 2.000 .577 101.621.000 936.233.060.800 .583.Retribusi DTKP 14.661.543.390.200 112.695.631.000 39.360.638.895.304.660 18.825.349.510 7.019.012 .995 .097.343.531.

697.169 86.709.738.071 51.867 81.744.743 - 23.433.923.408 25.103.163.947.000 - - - - - 12.054.184.119.669.138.BPHTB 42.632 25. 2010Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .675.132 957.632 110.143 43.399.Bagi Hasil P2AP 758.Retribusi Bina Marga 2.394.251.110.224.449.654.Retribusi PJPR 771.168.908.525. Sumber Daya Manusia Jumlah penduduk suatu daerah bisa jadi merupakan asset manakala kualitas tenaga kerja yang tersedia sama dengan lapangan kerja yang tersedia.939 .502.968 329.054. .965 .242.316.299 63.944.862.215.506 1.233 52.507.144.400 1.300 3.013.112.522.PPH OPDN & Pasal 21 25.SDA 69.920.700.236.948 Sumber : Data Olahan DPKAD Kota Semarang.279.733 45.Retribusi Disospora 2.343 295.172 80.464 699.113 45.610.363.725 - 870.226 31.BahanBakar Kendaraan Bermotor 48.831.729.665.304.767.520.289.958.685.684 101.010.696.80 4.363. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak .086 .891 ..533.Retribusi PSDA .709.978.PPH Ps 25/29 .676 421.699.270.909.964.291.526.913.057.232.132.262 1.851.115.551.740.815 .558.685.576.337 82.600 6.Retribusi Sekda .037.997.326.782 909.541.654 504.825.Pajak Kendaraan Bermotor 59.583.235 - - - - - - - - 78.063.087 606.957 Uraian Tahun 619.705 30.527 1.386 59.402 .250 .751 78.293 793.540.630.712 56.775.196 .095.476.PBB 58.

sehingga dapat meningkatkan investasi dan sebagai upaya pemerataan pertumbuhan wilayah pinggiran . Sedangkan dari sisi kualitas sumber daya manusia. dengan banyaknya perguruan tinggi dan lembaga-lembaga ketrampilan yang ada.050. 2009 Aspek daya saing PTN/PTS merupakan daya tarik yang strategis yang dapat berfungsi sebagai multiplier effect pada kawasan pinggiran yang pertumbuhannya stagnan atau belum berkembang.Struktur dan Komposisi penduduk berdasarkan rasio ketergantungan penduduk semarang masih sangat ideal. akan mampu menopang kebutuhan pasar.661 1.234 373.16% 35.20% 35. BPS Kota Semarang Th.23% 35. Secara umum daya saing sumber daya manusia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 2.075.061.64 tahun 1.709 385. Tabel 2.885 1. Penduduk 15 .62 Aspek Daya Saing dalam Bidang Sumber Daya Manusia Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1.359 Rasio Ketergantungan 35.024 378.25% 35. Penduduk < 15 dan > 64 tahun 392.001 1.184 370.565 2.095.23% Uraian Tahun sumber : Kota Semarang Dalam Angka.983 1.63 Aspek Daya Saing dalam Jumlah PTN/ PTS di Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 Perguruan Tinggi Negeri Perguruan Tinggi Swasta Uraian 3 56 3 59 59 3 59 3 60 3 .114.

Tahun sumber : Kota Semarang Dalam Angka. BPS Kota Semarang Th. diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang sebagai kota destinasi bagi masyarakat luar untuk datang dengan tujuan memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 II .81 Semakin berkembangnya sarana prasarana kesehatan yang lebih lengkap dan modern di Kota Semarang. sehingga menjadi salah satu faktor daya tarik orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Kota Semarang. hal ini dimungkinkan karena kondisi Kota Semarang yang kondusif dan aman. 2009 Dilihat dari tabel diatas dari tahun 2005 sampai dengan 2009 jumlah PTS di Kota Semarang menunjukkan peningkatan yang cukup baik.64 Aspek Daya Saing dalam Jumlah Sarana Prasarana Rumah Sakit di Kota Semarang Tahun 2005-2009 2005 2006 2007 2008 2009 1 Rumah Sakit Umum Type A Type B Type C Type D Type E 4 8 2 5 8 1 1 1 1 1 1 5 9 1 1 5 9 1 4 11 1 2 Rumah Sakit Jiwa 3 Rumah Sakit Paru-paru . Tabel 2. Dilain pihak dengan semakin adanya kemudahan dalam berinvestasi dan didukung dengan infrastruktur Kota yang memadai diharapkan Semarang juga menjadi tujuan investor untuk menanamkan modalnya dalam bentuk pelayanan kesehatan.

383 34 37 11 26 5 29 11 26 33 37 177 1.Puskesmas non Perawatan 12 Puskesmas Pembantu 13 Puskesling 14 Kelurahan PKMD 15 Posyandu yang ada 16 Posyandu yang aktif 37 177 1.454 1.442 9.900 9.213 316 254 25 30 11 26 33 37 177 1.496 11.454 177 13 24 34 1.454 1.900 9.049 11.238 360 254 25 33 10.049 17 Kader Kesehatan yang ada 18 Kader Kesehatan yang aktif 19 Apotik 258 310 10.474 9.694 8.Puskesmas Perawatan .496 1.446 1. Uraian Tahun 33 sumber : Kota Semarang Dalam Angka.173 316 254 25 31 10. 2009 .238 20 Pedagang Besar Farmasi 21 Industri Farmasi 25 254 25 33 254 22 Laboratorium Klinik Swasta No. BPS Kota Semarang Th.454 11 26 33 37 177 1.393 1.4 Rumah Sakit Kusta 5 Rumah Sakit OP - - 1 4 - - - 6 Rumah Sakit Bedah Plastik 7 Rumah Sakit Bersalin 1 4 4 23 4 4 23 1 4 4 23 1 3 4 23 1 8 Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) 9 Rumah Bersalin/ Pondok Bersalin 10 Puskesmas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful