Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR LISTRIK MAGNET DAN OPTIKA

LENSA DAN CERMIN

Disusun Oleh : Siti Zainab (12302241030)

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

PERCOBAAN I LENSA DAN CERMIN


A. Tujuan 1. Menentukan jarak fokus lensa cembung dan lensa cekung. 2. Menentukan jarak fokus cermin cekung dan cermin cembung.

B. Alat dan Bahan 1. Sumber Cahaya 2. Meja Optik 3. Lensa cembung 4. Lensa Cekung 5. Cermin Cembung 6. Cermin Cekung 7. Layar

C. Dasar teori Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung. Cermin cekung mempunyai jarak tititk api/fokus positif dan cermin cembung mempunyai jarak titik api/fokus negatif. jarak titik api/fokus untuk cermin cekung dan cembung sama dengan
setengah jari- jari kelengkungan cermin.

1 = 2 f : jarak titik api R: jari-jari kelengkungan cermin


Hubungan jarak benda s, jarak bayangan s dan jarak fokus f, dirumuskan:

1 1 1 = +
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan dengan salah satu atau kedua permukaan itu merupakan permukaan lengkung. Ada dua jenis lensa, yaitu lensa cembung (positif) dan lensa cekung (negatif). Cirri lensa cembung adalah bagian tengahnya lebih tebal dibandingkan dengan bagian pinggir. Untuk lensa cekung berlaku sebaliknya. Jarak fokus lensa f dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan

1 1 1 = + Dengan s dan s berturut-turut menunjukkan jarak benda dan jarak bayangan. Konversi tanda untuk s dan s adalah sebagai berikut : a) Tempat sinar datang disebut bagian depan permukaan, dan tempat sinar bias disebut bagian belakang permukaan. b) Jarak benda diberi tanda positif jika benda berada dibelakang permukaan. c) Jarak bayangan diberi tanda positif jika bayangan berada dibelakang permukaan. (Tim Fisika Dasar, 2013: 5-6) Titik fokus adalah titik dimana sinar-sinar sejajar yang masuk pada cermin difokuskan. Konversi tanda untuk pemantulan yang bisa digunakan utuk semua situasi dengan semua jenis cermin adalah sebagai berikut:

s (+) jika objek berada di depan cermin (objek nyata) (-) jika objek berada di belakang cermin (objek maya) s(+) jika objek berada di depan cermin (objek nyata) (-) jika objek berada di belakang cermin (objek maya) r, f (+) jika pusat kelengkungan berada di depan cermin (cermin cekung) (-) jika pusat kelengkungan berada di belakang cermin (cermin cembung). (Paul A.Tipler, 2001:488)

D. Data hasil pengamatan 1. Lensa Cembung


No 1 2 3 s (cm) 76,9 38,9 31,5 s (cm) 23,1 32,1 40

3. Cermin Cembung
No 1 2 3 s (cm) 11,3 14 14,3 s (cm) 117,3 119 121

2. Lensa Cekung
No 1 2 3 s (cm) 13 18 36,5 s (cm) 100 105 97

4. Cermin Cekung
No 1 2 3 s (cm) 26,7 26,5 26,7 s (cm) 111,7 118 121

E. Analisis a. Ketidakpastian s dan s s = s = 2 nst = 2 0,1 = 0,05 b. Persamaan mencari jarak fokus lensa dan cermin
+ . 1 1

= + =
.

= + c. Ralat f = =
2

+ (. ) ( + )2

= =

. + ( . ) ( + )2 2 ( + )2

+
2 (+ )2

d. Menghitung jarak fokus Lensa Cembung a) Data 1 s = 76,9 cm s= 23,1 cm 1 = + = ,+, = 17,7639
. ,,

1 = 1 =

2 (+ )2 23,12

2 (+ )2

76,92 (,+ ,)2

(,+,)2

0,05 +

0,05

1 = 0,0322361 1 1 = (17,76 0,03)

b) Data 2 s = 38,9 cm s= 32,1 cm 2 = + = ,+, = 17,5871831 2 = 2 =


2 (+ )2 32,12 (,+,)2 . ,,

2 (+ )2

38,92 (,+ ,)2

0,05 +

0,05

2 = 0,0252293 2 2 = (17,59 0,03)

c) Data 3 s = 31,5 cm s= 40 cm 3 = + = ,+ = 17,62237762 3 = 3 =


2 (+ )2 40 2 (,+)2 . ,

2 (+ )2

31,52

0,05 +

(,+)2

0,05

3 = 0,0253533 3 3 = (17,62 0,03)

e. Menghitung Jarak Fokus Lensa Cekung a) Data 1 s = 13 cm s=100 cm 1 = + = + = 11,50442478 1 = 1 =


2 (+ )2 100 2 (13+100 )2 .

2 (+ )2

13 2

0,05 +

(13+100 )2

0,05

1 = 0,039819 1 1 = (11,50 0,04)

b) Data 2 s = 18 cm s=105 cm

2 = + = + = 15,3658536 2 = 2 =
2 (+ )2 105 2 (18+105 )2

2 (+ )2

18 2

0,05 +

(18+105 )2

0,05

2 = 0,037507436 2 2 = (15,37 0,04)

c) Data 3 s = 36,5 cm s= 97 cm 3 = + = 36,5+97 = 26,52059925 3 = 3 =


2 (+ )2 972 (36,5+97)2 . 36,5 97

2 (+ )2

36,52

0,05 +

(36,5+97)2

0,05

3 = 0.03013438 3 3 = (26,52 0,03)

f. Menghitung jarak Fokus Cermin Cembung a) Data 1 s = 11,3 cm s= 117,3 cm 1 = + = 11,3+117 ,3 = 10,30707621 1 = 1 =
2 (+ )2 . 11,3 117 ,3

2 (+ )2

11,32 (11,3+117 ,3)2

117 ,32 (11,3+117 ,3)2

0,05 +

0,05

1 = 0,04198526 1 1 = (10,31 0,04)

b) Data 2 s = 14 cm s= 119 cm 2 = + = 14+119 = 12,5263157 2 = 2 =


2 (+ )2 119 2 (14+119 )2 . 14 119

2 (+ )2

142

0,05 +

(14+119)2

0,05

2 = 0,0405817 2 2 = (12,53 0,04)

c) Data 3 s = 14,3 cm s= 121 cm 3 = + = 14,3+121 = 12,78861789 3 = 3 =


2 (+ )2 1212 (14,3+121 )2 . 14,3 121

2 (+ )2

14,32 (14,3+121 )2

0,05 +

0,05

3 = 0.0405479 3 3 = (12,79 0,04)

g. Menghitung Jarak Fokus Cermin Cekung a) Data 1 s = 26,7 cm s= 111,7 cm 1 = + = 26,7+111 ,7 = 21,54906069 1 = 1 =
2 (+ )2 . 26,7 111 ,7

2 (+ )2

26,72 (26,7+111 ,7)2

111 ,72 (26,7+111 ,7)2

0,05 +

0,05

1 = 0,0344298 1 1 = (21,55 0,03)

b) Data 2 s = 26,5 cm s= 118 cm 2 = + = 26,5+118 = 21,64013841 2 = 2 =


2 (+ )2 118 2 (26,5+118 )2 . 26,5 118

2 (+ )2

26,52 (26,5+118 )2

0,05 +

0,05

2 = 0,03502412 2 2 = (21,64 0,04)

c) Data 3 s = 26,7 cm s= 121 cm 3 = + = 26,7+121 = 21,87339201 3 = 3 =


2 (+ )2 1212 (26,7+121 )2 . 26,7 121

2 (+ )2

26,72 (26,7+121 )2

0,05 +

0,05

3 = 0.035190662 3 3 = (21,87 0,04)

h. Perhitungan rata-rata berbobot pada lensa cembung


No 1 2 3 f(cm) 17,76 17,59 17,62 f(cm) 0,03 0,03 0,03 Wi 1111,11 1111,11 1111,11 Wi=3333,33 Wi.f 19733,33 19544,44 19577,78 Wi.f=58855,55

Keterangan : = 2 = =
. 1

58855 ,55 3333 ,33

= 17,656682 = 0,0173205

1 3333 ,33

Jadi, hasil perhitungan terbaik jarak fokus lensa cembung adalah = 17,66 0,02 i. Perhitungan rata-rata berbobot pada lensa cekung
No 1 2 3 f(cm) 11,50 15,37 26,52 f(cm) 0,04 0,04 0,03 Wi 625 625 1111,11 Wi=2361,11 Wi.f 7187,5 9606,25 29466,64 Wi.f=46260,39

Keterangan : = 2 = =
. 1

46260 ,39 2361 ,11

= 19,592643 = 0,0205798

1 2361 ,11

Jadi, hasil perhitungan terbaik jarak fokus lensa cekung adalah = 19,59 0,02 j. Perhitungan rata-rata berbobot pada cermin cembung
No 1 2 3 f(cm) 10,31 12,53 12,79 f(cm) 0,04 0,04 0,04 Wi 625 625 625 Wi=1875 Wi.f 6443,31 7831,25 7993,75 Wi.f=22268,31

Keterangan : = = =
. 1

1 2

22268 ,31 1875

= 11,876432 = 0,023094

1 1875

Jadi, hasil perhitungan terbaik jarak fokus cermin cembung adalah = 11,88 0,02

k. Perhitungan rata-rata berbobot pada cermin cekung


No 1 2 3 f(cm) 21,55 21,64 21,87 f(cm) 0,03 0,04 0,04 Wi 1111,11 625 625 Wi=2361,11 Wi.f 23944,44 13525 13668,75 Wi.f=51138,19

Keterangan : = 2 = =
. 1

51138 ,19 2361 ,11

= 21,658538 = 0,0205798

1 2361 ,11

Jadi, hasil perhitungan terbaik jarak fokus cermin cekung adalah = 21,66 0,02

F. Jawaban Pertanyaan 1. Tentukan jarak fokus lensa cembung Jawab : berdasarkan perhitungan rata-rata berbobot diperoleh hasil pengukuran terbaik jarak fokus lensa cembung sebesar = 17,66 0,02 2. Tentukan jarak fokus lensa cekung Jawab : berdasarkan perhitungan rata-rata berbobot diperoleh hasil pengukuran terbaik jarak fokus lensa cekung sebesar = 19,59 0,02 3. Tentukan jarak fokus cermin cekung Jawab : berdasarkan perhitungan rata-rata berbobot diperoleh hasil pengukuran terbaik jarak fokus cermin cekung sebesar = 21,66 0,02 4. Tentukan jarak fokus cermin cembung Jawab : berdasarkan perhitungan rata-rata berbobot diperoleh hasil pengukuran terbaik jarak fokus cermin cembung sebesar = 11,88 0,02

G. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis diatas bisa disimpulkan bahwa: a. Jarak fokus dari lensa cembung dan lensa cekung adalah: Lensa cembung : = 17,66 0,02 Lensa cekung : = 19,59 0,02 b. Jarak fokus dari cermin cembung dan cermin cekung adalah: Cermin cembung : = 11,88 0,02 Cermin cekung : = 21,66 0,02

H. Pembahasan Percobaan kali ini adalah tentang lensa dan cermin, dimana bertujuan menentukan jarak fokus masing-masing lensa dan cermin yang terdiri dari lensa cembung dan cekung serta cermin cembung dan juga cekung. Setiap percobaan untuk menentukan jarak fokus lensa maupun cermin dilakukan pengambilan data sebanyak tiga kali. Pengambilan data yang dilakukan adalah mengukur s (jarak antar benda dengan cermin atau lensa) dan s (jarak antara benda dengan layar atau jarak bayangan). Dari data tersebut maka bisa digunakan untuk mencari jarak fokus lensa dan cermin dengan persamaan : = + Data yang pertama kita ambil adalah pada lensa cembung. Berdasarkan data yang kami peroleh didapatkan jarak fokus sebesar 2 2 = (17,59 0,03) dan 1 1 = (17,76 0,03) ,
1 1 1

3 3 = (17,62 0,03). Dari ketiga

jarak fokus hasil analisis tersebut, dihitung menggunakan rata-rata berbobot untuk mengetahui hasil terbaik dari pengukuran dan didapatkan jarak fokus lensa cembung sebesar = 17,66 0,02 Kemudian pengambilan data yang kedua adalah untuk mencari jarak fokus dari lensa cekung. Adapun hasilnya dan adalah 1 1 = (11,50 0,04) . ,

2 2 = (15,37 0,04) didapatkan hasil rata-rata

3 3 = (26,52 0,03) dari jarak fokus lensa cekung

maka sebesar

berbobot

= 19,59 0,02 . Selanjutnya untuk jarak fokus cermin cembung diperoleh


0,04), 1 1 = (10,31

2 2 = (12,53 0,04) dan 3 3 = (12,79 0,04) . lalu

hasil rata-rata berbobotnya adalah = 11,88 0,02 . Dan yang terakhir adalah menentukan jarak fokus cermin cekung, dimana diperoleh hasil sebagai berikut : 1 1 = (21,55 0,03) , 2 2 = (21,64

0,04) dan 3 3 = (21,87 0,04) lalu hasil rata-rata berbobot dari data tersebut diperoleh hasil = 21,66 0,02 Dari keempat percobaan diatas, pada percobaan ke tiga yaitu dalam menentukan jarak fokus lensa cekung terdapat data hasil analisis yang selisih antara hasil tersebut terpaut jauh dari kedua hasil yang lainnya. Hal ini juga yang akan mempengaruhi hasil perhitungan rata-rata berbobot. Dimungkinkan hasil yang didapatkan tidak atau bahkan kurang mendekati dari jarak fokus lensa cekung sesunguhnya. Beberapa perbedaan hasil yang didapatkan dari setiap pengambilan data yang dilakukan tersebut dipengaruhi oleh beberapa sumber ralat, antara lain : 1. Ketelitian dari alat ukur yang digunakan terlalu besar, sehingga berpengaruh pada hasil yang didapat 2. Pengamatan jarak fokus pada lensa maupun cermin karena dilakukan dekat dengan alat praktikum fotometer, maka akan mempengaruhi pada hasilnya. 3. Pengamatan fokus tidaknya suatu bayangan dari setiap orang berbeda-beda. Bisa saja menurut saya itu sudah paling fokus, tetapi menurut penglihatan teman masih kurang.

4. Pengambilan data ditempat yang terang, akan mempengaruhi hasil pengamatan bayangan yang terbentuk. 5. Kesulitan dalam menentukan posisi fokus tidaknya bayangan yang terbentuk pad layar, akan mempengaruhi hasil data yang diperoleh.

I. Daftar Pustaka

Tim Fisika Dasar. 2013. Petunjuk Praktikum Pengantar lastrik magnet dan Optika. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY.

Tipler, Paul A. 2001. Fisika, Jilid 2. Alih bahasa, Bambang Soegijono. Jakarta: Erlangga.