Anda di halaman 1dari 8

Bryophyta Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab ini siswa diharapkan dapat Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan lumut Mengidentifikasi struktur tubuh tumbuhan lumut Menjelaskan tahapan reproduksi tumbuhan lumut Klasifikasi lumut Menjelaskan peranan lumut Pokok Bahasan: A. Ciri-ciri tumbuhan lumut B. Struktur tubuh tumbuhan lumut C. Reproduksi lumut D. Klasifikasi lumut E. Peranan lumut

Keyword: Kormofita Metagenesis Rhizoid Arkegonium Anteredium

Dunia Tumbuhan

Jika kamu mengamati lingkungan sekitar tempat tinggalmu, kamu pasti akan menemui banyak variasi jenis tumbuhan mulai dari akar, batang, daun bahkan sampai buah yang sering kamu konsumsi. Berbagai jenis variasi tersebut tergolong ke dalam kingdom plantae (tumbuhan). Tumbuhan merupakan eukariota multiseluler yang merupakan autotrof fotosintesis (Campbell, 2005) Artinya tumbuhan sudah termasuk organisme eukariotik yaitu organisme yang selnya dilengkapi membran inti dan multiseluler (bersel banyak). Tumbuhan juga termasuk organisme autotrof yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.

Klasifikasi Tumbuhan

Bryophyta

Pteredophyta

Spermatophyta

Contoh: Andreaeaide

Contoh: Adiantum capillus

Contoh: Bambusa sp

B. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Cara Perkembangbiakan 1) Kormofita berspora : Bryophyta dan Pteredophyta 2) Kormofita berbiji : Spermatophyta Berdasarkan ada tidaknya jaringan pengangkut 3) Atrakeofita :Bryophyta 4) Trakeofita : Pteredophyta dan spermatophyta

Trick Smart EMAF Eukariotik Multiseluler Autotrof Fotosintesis

Bryophyta
Pendahuluan Lumut sering disebut sebagai tumbuhan peralihan dari thallus (tumbuhan yang belum dapat dibedakan akar, batang dan daunnya) ke kormus (tumbuhan dapat diebdakan akar, batang dan daunnya), lumut merupakan tumbuhan berspora yang masih memiliki batang dan daun sangat sederhana tapi belum mempunyai akar. Strukur seperti akar pada lumut disebut rhizoid. Bryophyta termasuk salah satu penyokong keanekaragaman flora. Tumbuhan lumut tersebar luas dan merupakan kelompok tumbuhan yang menarik. Mereka hidup di atas tanah, batuan, kayu, dan kadang kadang di dalam air. Lihat VIDeO 1 A. Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut: Trick Smart Lumut TL RHIZOID MetaSpora No Xylem Floem Lumut Hidup di Tempat Lembab Memiliki Rhizoid atau akar yang berfungsi sebagai akar untuk melekat. Rizoid tampak seperti rambut / benang benang, berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam garam mineral (makanan). Mengalami pergiliran keturunan (Metagenesis) Berkembangbiak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium Sel sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa. Pada tumbuhan lumut belum memiliki pembuluh angkut baik xylem maupun floem. Sehingga air masuk secara imbibisi ketubuh lumut dan distribusi kebagian tubuh dengan cara difusi. Pernahkah kamu melihat tumbuhan seperti dibawah ini ?

B. Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut Trick Smart Gambar 1 SpoSeta DaTang Rhizoid 1. Sporangium : Badan penghasil spora atau sering disebut kotak spora 2. Seta : Tangkai Sporangium 3. Daun : Umumnya setebal 1 lapis sel, kecuali ibu tulang daun lebih dari satu sel. Sel-sel daun kecil, sempit, panjang dan mengandung kloroplas tersusun seperti jala 4. Batang : Belum memiliki berkas pembuluh angkut 5. Rhizoid : Struktur seperti akar pada tumbuhan lumut Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas: a. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora. b. Gigi Peristom, terdapat di bawah operculum dalam keadaan lembap akan menutup sehingga spora tidak bisa keluar. Apabila keadaan kering atau kapsul sudah masak, maka gigi peristom akan membuka menghadap ke luar dan operculum terlepas sehingga spora akan keluar c. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora. d. Columella, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora e. Seta atau tangki.

S p S

Gambar: Struktur Tubuh Lumut Sumber: Andres (2013)

C. Reproduksi Tumbuhan Lumut Reproduksi tumbuhan lumut berbeda dari tumbuhan lain, karena pada tumbuhan lumut terdapat pergiliran keturunan yang disebut dengan metagenesis dalam metagenesis terdapat 2 tahapan yaitu pergiliran dari aseksual ke seksual.

Gambar: Protonema Sumber: Indyla (2012)

Gambar: Bagan Metagenesis Lumut Sumber: Indyla (2012)

(3) protonema haploid terus tumbuh dan membentuk gametofit dewasa yang seksual (4) gametofit terbagi atas anteredium yang membentuk sperma dan arkegonium yang membentuk sel ovum,
Arkegonium menghasilkan ovum Anteredium menghasilkan sperma

Gambar: Arkegonium dan Anteredium Sumber: Indyla (2012)

Gambar: Siklus Hidup Tumbuhan Lumut Sumber: Indyla (2012)

Siklus hidup tumbuhan lumut dimulai dari : Fase Gametofit/ fase haploid (n) (1) Reproduksi aseksual pada tumbuhan lumut dilakukan dengan spora yang dihasilkan dari kotak spora hasil pembelahan dalam sporongium lumut sporofit(sporogonium), (2) spora akan berkecambah membentuk protonema yang berwarna hijau seperti benang yang menyerupai alga hijau

(5) kemudian sperma berenang melalui lapisan tipis yang lembap menuju kesuatu arkegonium dan membuahi telur. Fase Sporofit/ fase diploid (2n) (6) Apabila terjadi fertilisasi antara spermatozoid dengan ovum maka akan terbentuk zigot. Zigot diploid akan membelah secara mitosis menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi sporofit dewasa, Siklus akan berjalan seperti semula. Lihat VIDeO 2
Trick Smart MaLu GaMa Protonem Lumut Gametofit Lama

D. Klasifikasi Bryophyta Divisi Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut hati (Hepatophyta) dengan 9000 spesies dan 240 genus; lumut tanduk (Anthocerotopyhta) hanya 500 spesies; dan lumut daun (Bryopsida) memiliki 12.000-14.500 spesies dan 670 genus (Semple, 1999).
Gambar: Berbagai jenis lumut Sumber: Erryco (2013)

1. Lumut Hati (Hepaticopsida) Lumut hati merupakan salah satu lumut yang tubuhnya tersusun atas struktur berbentuk hati pipih yang disebut talus dan tidak terdiferensiasi menjadi akar dan daun. Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti hati.

Gambar: Lumut Hati Sumber: Aritia (2012)

Spora yg berkecambah hanya berkembang menjadi suatu buluh yg pendek atau boleh dikatakan lumut hati tidak membentuk protonema (merupakan pembeda dengan kelas lainnya). Lumut hati reproduksinya hampir sama seperti lumut daun fase generatifnya dengan menghasilkan gamet jantan dan betina. Dalam sporangium terdapat elatera yaitu sel yang berbentuk gulungan dan terlepas pada saat kotak spora terbuka sehingga membantu memancarkan spora. Sedangkan bereproduksi secara aseksual dengan gemma yang merupakan struktur permukaan gametofi berbentuk mangkok yang dapat lepas dan tersebar menjadi lumut baru.

Gambar: Struktur Tubuh Lumut Hati Sumber: Hanan (2012)

Hidup di tempat dengan kelembaban tinggi dan tidak menerima sinar matahari langsung, hutan trois merupakan rumah bagi species lumut hati dengan keanekaragaman paling besar (campbell, 2005), di tepi sungai, ada juga yg di rawa (Riella) sehingga tubuhnya mempunyai struktur yg higromorf (misalnya dalam tubuhnya terdapat rongga-rongga udara), ada yg terapung di air (Riccia fluitans). contoh :Marchantia polymorpha dan Marchantia geminata.

2. Anthocerotaceae (Lumut Tanduk) Lumut tanduk memiliki gametofit yang mirip dengan gametofit lumut hati. Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk, hamparan lumut ini menyerupai keset. (Campbell, 2005). Sporofit berbentuk pipa memanjang ke atas, seperti tanduk. Di dalam tanduk dihasilkan spora. Contohnya adalah Anthoceros leavis.

Gambar: Struktur Tubuh Lumut Tanduk Sumber: Aslam (2012) 3. Musci (Lumut Daun) Disebut lumut daun karena pada lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya kecil Tubuh lumut ini berupa tumbuhan kecil yang memiliki daun, batang dan rhizoid.
Gambar: Struktur Tubuh Lumut Daun Sumber: Harsiwi (2012)

Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.

Gambar : Andreaeaide, Spaghnum andersonianum, Polytrichum Sumber: Anindhitya (2012)

E. Peranan Tumbuhan Lumut dalam Kehidupan Dalam kehidupan, tumbuhan lumut juga memiliki manfaat, di antaranya adalah: 1. Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan perintis karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat ditempati oleh tumbuhan yang lain. 2. Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. 3. Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati. 4. Lumut sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas 5. Lumut daun dapat mengikat karbon orgnik sehingga berperan penting dalam menstabilkan karbondioksida dibumi (campbell, 2005

Did You Know Kamu pasti pernah mendengar tentang lumut hati kan??? Kali ini, kita akan sedikit mengupas tentang salah satu flora yang yang diyakini dapat menjadi obat tsb. Did you know? Lets see...

Lumut hati (Marchantia polymorpha )Manfaat lumut hati secara umum adalah pada kinerjanya sebagai anti mikroba, antivirus, antibakteri dan antijamur. Hepatitis termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Maka lumut dimanfaatkan untuk mengobati penyakit hepatitis c. Lumut ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luka, baik luka bakar ataupun luka berdarah karena senyawa antibakterinya akan menjaga luka tidak bernanah lagi jika tertutupi oleh lumut hati tersebut. Sumber: Anneahira (2012)