Anda di halaman 1dari 6

Teknik Scaling Subgingival dan Root Planing Teknik scaling subgingiva dan root planing jauh lebih kompleks

dan sulit dilakukan dibanding scaling supragingival karena beberapa alasan berikut. Kalkulus subgingiva berkonsistensi lebih keras dibanding kalkulus supragingiva. Kalkulus serta deposit lainnya terperangkap di bagian lebih dalam dan sulit terjangkau, apalagi pada akar gigi dengan morfologi yang irreguler. Dinding poket yang terbatas, namun kalkulus yang lebih dalam masih ada. Lapang pandang operator minimal akibat perdarahan saat instrumentasi. Oleh karena kesulitan-kesulitan tersebut, maka operator harus memperhatikan instrumentasi yang tepat, baik pemilihan alat, posisi dan cara memegang instrumen, serta keterampilan operator. Sickle , hoe, file dan alat ultrasonik digunakan untuk scaling subgingiva tapi tidak diajnjurkan untuk root planing. Meskipun beberapa jenis file dapat menghancurkan deposit yang keras tetapi file, hoe, dan alat ultrasonik yang besar sulit diinsersikan ke dalam poket yang dalam. Hoe dan file tidak bisa digunakan untuk mendapatkan permukaan yang halus seperti kuret, kuret sangat baik digfunakan untuk menghilangkan sementum subgingiva. Scaling subgingiva dan root planing dilakukan baik dengan kuret universal; maupun dengan kuret gracey. Cutting edge diadaptasikan dengan ringan pada gigi diman shank bagian bawah dibuat sejajar dengan permukaan gigi . Shank bagian bawah digerakkan menghadap kegigi sehingga dengan demikian bagian depan dari blade berada dekat dengan permukaan gigi. Blade instrument kemudian diinsersikan di bawah gingival sampai dasar poket dengan gerakan eksplorasi ringan. Bila cutting edge telah mencapai dasar poket, angulasi 45o dan 90o harus dipertahankan dan kalkulus dihilangkan dengan gerakan yang terkontrol, berulang, gerak pendek, dan pergelangan tangan yang cukup bertenaga. Ketika stroke scaling digunakan untuk menghilangkan kalkulus, kekuatan bisa dimaksimalkan dengan memusatkan tekanan lateral ke sepertiga bagian bawah pisau Dibagian ini, beberapa milimeter dari terminal pisau, diposisikan sedikit apikal ke tepi lateral kalkulus, dan stroke vertikal atau miring digunakan untuk membagi kalkulus dari permukaan gigi. Tanpa menarik instrumen dari saku, pisau maju ke lateral untuk mengenai bagian berikutnya dari kalkulus yang tersisa. Stroke vertikal atau miring lainnya dibuat, sedikit tumpang tindih dengan stroke sebelumnya. Proses ini diulang sampai kalkulus hilang.

Tekanan lebih ke lateral diperlukan untuk menghilangkan seluruh kalkulus di satu stroke. Meskipun beberapa dokter mungkin bisa menghilangkan seluruh kalkulus dalam hal ini cara, kekuatan yang lebih tepat diperlukan untuk mengurangi sensitivitas taktil mengurangi jaringan trauma. Sebuah stroke tunggal biasanya tidak cukup untuk menghapus kalkulus seluruhnya. stroke dibuat dengan ujung enderung mengambil deposit bagian bawah lapis demi lapis. Ketika serangkaian ini diulang, kalkulus dapat dikurangi menjadi lembaran tipis, halus, mengkilat yang sulit untuk membedakan dari permukaan akar di sekitarnya. Sebuah kesalahan umum dalam instrumenting pada permukaan proksimal adalah gagal untuk mencapai wilayah midproximal apikal kekontak. Daerah ini relatif tidak dapat diakses, dan membutuhkan tehnik keterampilan lebih dari instrumentasi bukal atau permukaan lingual. Hal ini sangat penting untuk memperluas stroke di seluruh permukaan proksimal sehingga tidak ada kalkulus di daerah interproksimal. Dengan kuret yang baik, hal ini dapat dicapai dengan menjaga batang bawah kuret tetap paralel dengan sumbu panjang gigi. Dengan paralel tangkai yang lebih rendah dengan sumbu panjang gigi, pisau dari kuret akan mencapai dasar saku dan melampaui garis tengah di permukaan proksimal. Hubungan antara letak jari dan daerah kerja penting untuk dua alasan. Pertama, sisa jari atau titik tumpu harus diposisikan untuk memungkinkan tangkai yang lebih rendah dari

instrumen yang akan paralel atau hampir sejajar dengan permukaan gigi yang sedang dirawat. Paralelisme merupakan persyaratan mendasar untuk optimalisasi kerja angulation. Kedua, sisa jari harus diposisikan untuk memungkinkan operator menggunakan gerak pergelangan tanganlengan. Pada rahang atas posterior, persyaratan ini dapat dipenuhi hanya dengan menggunakan tumpuan ekstraoral atau sebaliknya-arch. Ketika jari terletak intraoral digunakan di daerah lain mulut, sisa jari harus cukup dekat dengan daerah kerja untuk memenuhi dua persyaratan. Sebagai instrumentasi gigi selanjutnya, posisi tubuh operator dan lokasi dari sisa jari harus sering disesuaikan atau diubah untuk memungkinkan paralelisme dan gerak pergelangan tangan. Untuk cara lain yang mungkin dan dapat diterima jika cara tersebut memberikan efisiensi yang sama dan kenyamanan. Berikut pendekatan dapat digunakan: Maksilaris kanan posterior sekstan: wajah aspek (Gambar 47-4). Posisi Operator : posisi samping

Iluminasi:Langsung. Visibilitas: langsung (tidak langsung untuk permukaan distal molar).

Alat Scaling dan Root Planing Alat scaling dan root planing digunakan untuk: 1. Menghilangkan kalkulus dari permukaan mahkota dan akar gigi 2. Membuang sementum yang tercemar toksin dan nekrosis pada permukaan subgingival dari akar gigi

Alat yang dapat digunakan untuk root planning ini dapat disubklasifikasikan lagi atas : 1. Curette adalah alat periodontal halus yang digunakan untuk scaling dan root planning. Kuret dibedakan atas dua tipe: kuret universal dan kuret khusus (area-specific/Gracey curette). Ciri khas kuret adalah: bentuk penampang melintang seperti sendok, ujungnya membulat/tumpul. Sisi pemotongnya adalah ganda pada kuret universal dan tunggal pada kuret khusus. Ukurannya lebih halus dibandingkan dengan sickle scaler. Oleh sebab itu alat ini mudah dimasukkan dan diadaptasikan pada pocket yang dalam tanpa menimbulkan cedera pada jaringan. Kuret yang dipasarkan ada yang bermata pisau tunggal (pada salah satu ujung gagang saja), tetapi ada juga yang bermata pisau ganda (mata pisau pada masing-masing ujung gagang).

Gambar : kuret

Perbedaan antara kuret universal dengan kuret khusus/Gracey adalah: a) Kuret universal dapat digunakan pada semua daerah dan sisi/permukaan sedangkan kuret khusus hanya pada daerah dan sisi tertentu b) Sisi pemotong pada kuret universal ganda, sedangkan pada kuret khusus tunggal c) Kuret universal melengkung kearah atas saja, sedangkan kuret khusus melengkung kearah atas dan kesamping d) Permukaan mata pisau kuret universal tegak lurus terhadap leher alat, sedangkan mata pisau kuret khusus membentuk sudut 60 terhadap leher alat.

Gambar : Gracey Curette

Gambar : Gracey Curette Gracey Curette memiliki 14 ukuran yang digunakan spesifik untuk tiap gigi dan permukaannya. Kuret nomor 1-4 digunakan untuk gigi anterior, kuret nomor 5-6 digunakan untuk gigi anterior dan premolar, kuret nomor 7-10 digunakan untuk bagian fasial dan lingual gigi posterior, kuret nomor 11-12 digunakna untuk bagian mesial gigi posterior, serta kuret nomor 13-14 digunakan untuk bagian distal gigi posterior.

DAFTAR PUSTAKA

Carranza's Clinical Periodontology, 9th edition Chesnutt, Ivor G.,dkk . 2007. Churchills Pocketbooks : Clinical Dentistry 3th Edition. Amerika Serikat : Elsevier.

Anda mungkin juga menyukai