Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia.

Rumah atau tempat tinggal, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Keadaan perumahan adalah salah satu faktor yang menentukan keadaan higiene dan sanitasi lingkungan. Seperti yang dikemukakan oleh WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni. Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur Perumahan yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kesehatan. Di Indonesia terutama di pedesaan, soal perumahan masih belum memenuhi syarat syarat perumahan sehat. Tetapi di kota kota besar hal ini sudah ada kemajuan yang cukup, walaupun di berbagai tempat masih terdapat pula perumahan yang sama sekali tidak memenuhi syarat yang lazimnya disebut slum (gubug-gubug).

1.2. TUJUAN a. tujuan umum agar mahasiswa mampu menganalisa permasalahan yang ada pada setiap program wajib puskesmas. b. tujuan khusus
1

mahasiswa mampu menentukan besarnya masalah sesuai dengan target dan pencapaian. Mahasiswa mampu menentukan prioritas permasalahan berdasarkan kategori yang ditentukan Mahasiswa mampu menentukan prioritas permasalahan berdasarkan system scoring Mahasiswa mampu menetukan apa penyebab terjadinya permasalahan yang timbul sesuai dengan Fish Bone analisa. Mahasiswa mampu untuk menentukan penyebab masalah yang dianggap paling mungkin. Mahasiswa mampu menentukan pemcahan permasalahan yang paling mungkin dilakukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul.

1.3. MANFAAT Agar mahasiswa mampu mencari masalah Agar mahasiswa mampu menganalisa penyebab masalah Agar mahasiswa mampu mengatasi permasalahan yang timbul

BAB II DATA PUSKESMAS No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Indikator Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempat-tempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil* deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Pencapaian 97,74 96 95,85 95,85 94,97 94,44 91,67 91,4 89,55 87,91 86,12 84,78 78,72 77,79 74,63 62,7 60,21 56,71 51,7 43,99 42,24 37,62 28,58 20 4,26 1,39
3

27 28 29 30

Kecelakaan Lalu Lintas Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum

0,93 0,63 0,03 0,002

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH & MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH 3.1. KRITERIA A BESARNYA MASALAH a. Besar masalah No Program Pencapaian (< 100%) Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempat-tempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Besar masalah

96

2 3 4 5 6

94,97 91,4 87,91 37,62 97,74

5,03 8,6 12,09 62,38 2,26

91,67

8,33

8 9

60,21 62,7

39,79 37,3

10 11

94,44 56,71

5,56 43,29

12

28,58

71,42

13 14 15 16 17

1,39 95,85 78,72 86,12 77,79

98,61 4,15 21,28 13,88 22,21


5

18 Hepatitis B1 total* Rumah tangga 19 sehat Bayi yg dapat ASI 20 eksklusif Posyandu purnama 21 (indikator 2008) Jumlah kader 22 terlatih* pembinaan dokter 23 kecil* deteksi kasus baru 24 dan lama p2ptm 25 Hipertensi 26 Gg mental > 15 th Kecelakaan Lalu 27 Lintas 28 Diabetes Melitus 29 UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di 30 sarkes umum

95,85 74,63 43,99 89,55 84,78 51,7 42,24 4,26 0,002 0,03 0,63 20

4,15 25,37 56,01 10,45 15,22 48,3 57,76 95,74 99,998 99,97 99,37 80

0,93

99,07

b. Jumlah Kelas & Interval Jumlah kelas: K = 1+ 3,3 Log 30 K = 1+ 3,3(1,48) K = 1 + 4,88 K = 5,88 Interval : Interval = Interval = Interval = 16,62

c. Besarnya masalah (6 kelas) Masalah Kesehatan Besarnya masalah terhadap presentase pencapaian Interval 1 2,2618,88 Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempattempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Interval 2 18,8935,51 Interval 3 25,5252,14 Interval 4 52,2568,77 Interval 5 68,7885,40 Interval 6 85,41102,03 1 Nilai

4 1

3 3 1

Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil* deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Kecelakaan Lalu Lintas Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum

6 1 2 1 2 1 2 4

1 3 4 6 6 6 6 5

3.2. KRITERIA B KEGAWATAN MASALAH Masalah kesehatan Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempat-tempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Biaya yang dikeluarkan 3

Kegawatan

Tingkat urgensi

Nilai

11

11

4 2 3 5 2

4 2 3 5 2

3 4 3 2 3

11 6 9 14 7

2 3 1 4

2 3 1 4

3 2 4 3

7 8 6 11

10

5 5 5 5 5 5

5 5 5 5 5 5

2 4 4 4 4 4

14 14 14 14 14 14
9

Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil* deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Kecelakaan Lalu Lintas Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum Kegawatan: Sangat gawat Gawat Cukup gawat Kurang gawat Tidak gawat Tingkat urgensi Sangat mendesak Mendesak Cukup mendesak Kurang mendesak Tidak mendesak Tingkat biaya Sangat murah Murah

3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4

3 4 5 4 2 5 4 5 4 2 3 4

5 5 3 3 4 2 3 2 3 2 3 3

10 13 12 11 9 11 11 13 11 8 9 11

:5 :4 :3 :2 :1

:5 :4 :3 :2 :1

:5 :4
10

Cukup murah Mahal Mahal sekali

:3 :2 :1

3.3. KRITERIA C KEMUDAHAN DALAM PENANGGULANGAN Masalah Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempat-tempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil* deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Nilai 3 4 3 4 3 1 3 3 2 4 2 2 2 5 5 5 5 5 4 4 3 3 4 2 3 2
11

Kecelakaan Lalu Lintas Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum Keterangan: Sangat mudah Mudah Cukup mudah Sulit Sangat sulit :5 :4 :3 :2 :1

2 3 3 2

3.4. KRITERIA D PEARL faktor Masalah Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempattempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi P 1 E 1 A 1 R 1 L 1 Hasil kali 1

1 1

1 1

1 1

1 1

1 1

1 1

12

T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil* deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Kecelakaan Lalu Lintas

1 1 1

1 1 1

1 1 1

1 1 1

1 1 1

1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1
13

Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum Keterangan:

1 1

1 1

1 1

1 1

1 1

1 1

Propriety (Kesesuaian) Economic (Ekonomi Murah) Acceptability (Dapat Diterima) Resources Availability (Tersedianya Sumber) Legality (Legalitas Terjamin) 1 = dapat dilaksanakan 0 = tidak dapat dilaksanakan

3.5. PRIORITAS MASALAH Rumus Nilai Prioritas Dasar ( NPD ) = (A+B) x C Nilai Prioritas Total (NPT) = (A+B) x C x D Urutan Prioritas 19

Masalah Cakupan Kunjungan bumil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes Cakupan kunjungan Bayi Jumlah seluruh peserta aktif

NPD

NPT

11

36

36

11

48

48

10

11

36

36

18

28

28

27

14

cakupan pelayanan pra usila dan Usila Balita BGM Tempattempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* Rumah sehat Penduduk yg memanfaatkan jamban Cakupan suspek tb paru* Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ DPT 1* Polio 1* Polio 4* Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* Hepatitis B1 total* Rumah tangga sehat Bayi yg dapat ASI eksklusif Posyandu purnama (indikator 2008) Jumlah kader terlatih* pembinaan dokter kecil*

4 1

9 14

3 1

1 1

39 15

39 15

15 30

24

24

28

3 3 1

7 8 6

3 2 4

1 1 1

30 22 28

30 22 28

24 29 26

11

28

28

25

10

30

30

23

6 1 2 1 2 1 2 4

14 14 14 14 14 14 10 13

2 5 5 5 5 5 4 4

1 1 1 1 1 1 1 1

40 75 80 75 80 75 48 68

40 75 80 75 80 75 48 68

13 5 2 4 1 3 9 6

12

39

39

14

1 3

11 9

3 4

1 1

36 48

36 48

17 8
15

deteksi kasus baru dan lama p2ptm Hipertensi Gg mental > 15 th Kecelakaan Lalu Lintas Diabetes Melitus UKGS tahap 3* Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum

4 6 6 6 6 5

11 11 13 11 8 9

2 3 2 2 3 3

1 1 1 1 1 1

30 51 38 34 42 42

30 51 38 34 42 42

22 7 16 21 12 11

11

34

34

20

Urutan prioritas masalah Urutan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Masalah - Hepatitis B1 ( 0 - 7 Hr)* - Polio 1* - Hepatitis B1 total* - Polio 4* - DPT 1* Bayi yg dapat ASI eksklusif Hipertensi pembinaan dokter kecil* Rumah tangga sehat Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kes UKGS tahap 3* Diabetes Melitus Cakupan balita dg pneumoni yg ditemukan/ Posyandu purnama (indikator 2008) cakupan pelayanan pra usila dan Usila Gg mental > 15 th Jumlah kader terlatih*
16

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Cakupan kunjungan Bayi Cakupan Kunjungan bumil K4 Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum Kecelakaan Lalu Lintas deteksi kasus baru dan lama p2ptm - Penemuan kasus TB BTA(+) (Case Detection Rate) T2PM yg memenuhi syarat sanitasi* - Cakupan suspek tb paru* Penduduk yg memanfaatkan jamban Jumlah seluruh peserta aktif Tempat-tempat umum(TTU) yg memenuhi syarat sanitasi Rumah sehat Balita BGM

17

BAB IV ANALISIS PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 4.1. KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH MANAJEMEN PUSKESMAS DENGAN PENDEKATAN SISTEM Input Man Kelebihan Petugas kesehatan Kekurangan Tenaga kesehatan kurang memadai dilihat dari jumlah tenaga kesehatan diwilayah puskesmas salaman 1 yang berkaitan dengan program rumah sehat 5 dokter umum 16 perawat kesehatan 5 pembantu perawat Sanitarian 1

dipuskesmas salaman 1 peduli pada kebersihan dan keindahan dari

lingkungannya. Petugas keterampilan menggerakkan mempunyai untuk orang

lain untuk tercapainya program rumah sehat. Petugas kesehatan ahli dalam masyarakat. pembinaan

Sementara wilayah kerja disalaman 1 terdapat 10 desa yg terdiri dari 11.618 KK jadi cakupan wilayahnya terlalu luas Peserta rata rata kurang berpendidikan karena warga yang

18

mempunyai SMP keatas sebanyak 26,07 %.

Money

Tersedianya dana memadai puskesmas dilihat sumber pendanaan puskesmas salaman 1. dari yang dari

Pendapatan yang dari dilihat rendah warga dari

pekerjaan warga sebanyak 89,33% berpenghasilan rendah.

Method

Adanya sanitarian

petugas

Tidak masyarakat mengikuti

semua mau program

dipuskesmas salaman 1 yang membantu warga

rumah sehat karena ketidaktahuan masyarakat dikarenakan rata berpendidikan kurang. yang rata

mengawasi dalam

mewujudkan

rumah sehat. Kesehatan lingkungan merupakan salah satu program wajib dari puskesms salaman 1 Material Adanya sanitasi puskesmas salaman 1 Terdapatnya material cukup yang karena klinik pada

mereka

Masih

tidak

terjangkaunya material pembuatan rumah sehat

dari masyarakat karena pendapatan


19

dari puskesmas

sendiri membantu masyarakat sendiri dalam

ekonomi mereka rendh yang

pembuatan sumur, penampungan air hujan dan sarana lain agar lingkungan bersih sehat. Machine Terdapatnya angkutan yang memadai untuk mereka yang ingin membeli material untuk pembuatan rumah sehat dan

LINGKUNGAN

Terdapat pembuangan sampah yang

Ingkungan yang kurang karena kurangnya ekonomi tingkat pendidikan mereka. dan bersih

memadai dilihat dari sanitasi puskesmas salaman 1 program

20

Proses P1 (perencanaan )

Kelebihan Akan diadakannya sosialisi mengenai rumah sehat di pemukiman padat penduduk Mengajukan proposal untuk membuat rumah murah bagi masyarakat dengan keadaan khusus ( rumah di luar persyaratan : goronggorong, pemukiman) Mengajukan proposal untuk pengadaaan air bersih. Pengadaan jamban umum di daerah padat penduduk. Pengadaan tempat sampah organic dan anorganik di kampong-kampung/ pada rumah susun/ pada pemukiman Mengadakan lomba rumah sehat (dimamna rumah harus memenuhi persyaratan rumah sehat)

Kekurangan

Membutuhkan dana yang cukup besar dalam mewujudkan rencana. Membutuhkan waktu cukup lama dalam pengajuan prorposal ke pusat. Diperlukan kerja sama antar lintas sector. Contohnya : dinas pekerjaan umum.

21

Membentuk kader di kampung untuk memantau rumah penduduk dalam mewujudkan karakter rumah sehat. P2 (penggerak, pelaksanaan) Penggerak : Banyak ahli dari berbagai sector yang ikut berpartisipasi dalam sosilisai. Kader-kader di berbagai kampong sudah terbentuk dan akan mulai melaksanakan tugasnya masingmasing. Acara di dukung oleh berbagai pihak (baik oleh sector negri ataupun swasta). Pelaksanaan : Survey ke lapangan (pemukiman ) sudah dikukan 1 minggu sebelum sosialisasi. Survey dilakukan secara mendadak. Sosialisasi sudah di lakukan di pemukiman : dasan agung, si peresak Pelaksanaan : Pada saat survey banyak warga yang terlihat mandi, mencuci pakaian, prabotan , dan kakus di satu sungai yang sama. Pada saat survey kerumah penduduk, banyak penduduk yang menolak untuk Penggerak : Masih kekurangan pembicara/ informan. Dalam pemlihan kader tidak ada persyaratan tertentu, hanya sukarela.

22

kecamatan narmada dan banyak warga yang ikut berpartisipasi. Pada saat sosialisai diikuti dengan pembagian 10 buah tempat sampah masing-masing tempat sampah organic dan anorganik. Pembuatan jamban umum sedang dalam proses pembangunan dan berkerjasama dengan dinas pembangunan umum dan di bantu oleh warga sekitar. Akan di buatkan 5 jamban umum di masingmasing pemukiman akan di bangun di lahan kosong. Pengadaan air bersih masih dalam proses dan bekerjasama dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) . Peresmian pembukaan pengadaan lomba rumah sehat 2013

diperiksa keadaan rumahnya. Semua pelaksanaan membutuhkan waktu yang relative lama. Pada saat sosialisasi warga meminta adanya uang registrasi. Banyak warga yang tidak tertib mengikuti sosialisai. Banyak warga yang tidak setuju untuk pengadaan rumah murah karena sudah nyaman dengan tempat tinggalnya sekarang. Warga yang belum mengerti dengan sampah organic dan sampah anorganik.

23

akan diselenggarakan di kecamatan dasan agung dan dusun peresak kemudian akan di nilai 1 bulan kemudian yaitu pada tanggal 20 april 2013 oleh kader-kader yang sudah dipilih.

P3 (pengawasan, penilaian, pengedalian)

Pengawasan : Pada saat survey kembali sudah sedikit wargalagi yang mandi, kakus, dan mencuci di sungai. Pembangunan jamban sudah selesai. Pengadaan air bersih sudah tersedia. Pada saat survey kerumah penduduk, terlihat rumah bersih. Banyak warga yang sangat memanfaatkan air bersih untuk memasak dan minum. Penilaian : Sudah didapatkan hasil pelaporan lomba rumah sehat oleh kader-kader. Dan hadiah sudah

Pengawasan: Anak-anak kecil masih suka mandi di sungai. Di tempat sampah masih bercampur antara sampah organic dan anorganik. Pada saat survey kerumah-rumah ventilasi belum cukup memadai.

Penilaian : Warga yang mengeluh air yang dipasok PDAM, sering mati. Tempat sampah yang

24

diberikan sesuai dana yang disediakan oleh pihak penyelanggara dan disaksikan oleh kepala camat. Pembuatan jamban sudah sesuai dengan persyaratan. Pasokan air sudah masuk ke rumahrumah warga.

kurang dimanfaatkan. Tempat sampah yang hilang. Pada saat penggunaan jamban, sering kali kotor. Kader mengajukan proposal untuk pengadaan gaji untuk kader.

Pengendalian : Banyak warga yang merasakan manfaat program rumah sehat . Warga dihimbau untuk tetap membuang sampah pada tempat yang sesuai. Setiap bulan akan diadakan program gotong royong dikampung dan masjid-masjid terdekat yang akan di pantau oleh kaderkader. Akan diadakan larangan mandi, kakus, dan mencuci di sungai.

Pengendalian : -

25

4.2. ANALISIS PENYEBAB MASALAH (FISH BONE ANALYSIS)

MONEY

METHODE

MAN

PENDAPATAN RENDAH

MSYR TDK DTG PGRAHAN

PENDIDIKAN RENDAH

RUMAH SEHAT
KURANG

BERSIH

TIDAK TERJANGKAU NYA

LINGKUNGAN

MACHINE

MATERIAL

4.3. PENYEBAB MASALAH YANG PALING MUNGKIN a. Masyarakat tidak peduli akan kebersihan rumah b. Kurangnya pendidikan masyarakat c. Biaya pembangunan rumah sehat yang banyak dan penghasilan kurang d. Lingkungan kurang bersih e. Material tidak dapat terjangkau 4.4. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH a. Tidak peduli akan kebersihan Pemecahan : 1. penyuluhan 2. kunjungan kerumah rumah 3. demostrasi rumah sehat b. kurangnya pendidikan masyarakat Pemecahan:
26

1. penyuluhan 2. diberikan pelatihan c. Biaya yang banyak dan penghasilan kurang Pemecahan: 1. mengadakan pelatihan/memberikan keterampilan 2. koperasi simpan pinjam d. Lingkungan kurang bersih Pemecahan: 1. Gotong royong 2. pengadaan tempat sampah organik dan no oranik e. Material yang tidak terjangkau Pemecahan: 1. pinjaman 2. pengadaan rumah murah

4.5. SKALA PEMECAHAN MASALAH Peneyelesaian masalah Penyuluhan M 5 I 5 4 V 3 4 C 1 2 M.I.V/C 75 32

kunjungan kerumah 4 rumah & demonstrasi mengadakan pelatihan 3 & memberikan

6,75

keteramplan

Koperasi pinjam Pengadaan sampah Pengadaan murah Gotong royong

simpan 3

5,4

tempat 5

62,5

rumah 5

25

50

27

Urutan prioritas pemecahan masalah No Urutan 1 2 3 4 5 Pemecahan masalah

Penyuluhan Pengadaan tempat sampah Gotong royong kunjungan kerumah rumah & demonstrasi Pengadaan rumah murah mengadakan pelatihan & memberikan 6 keteramplan 7 Koperasi simpan pinjam

4.6. PENGAMBILAN KEPUTUSAN Di lihat dari tabel scoring diatas, penyuluhan memiliki skala yang besar, maka dari itu di ambilah penyuluhan sebagai langkah untuk menanggulangi masalah kesehatan yang terjadi.

28

BAB V PENUTUP 5.1. KESIMPULAN Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan (PMPK) dalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metoda tertentu untuk menentukan urutan dalam pemecahan suatu masalah sampai membuat plan of action. Tahapan dari PMPK terdiri dari Identifikasi masalah, Analisis masalah,

Alternatif pemecahan masalah dan yang terakhir dapat menetapkan keputusan. Untuk mengidentifikasi suatu masalah hal yang harus dilakukan adalah menentukan besarnya suatu masalah, menentukan besarnya gegawatan suatu masalah, menentukan kemudahan dalam penanggulangan suatu masalah, dan menentukan PEARL faktor. Setelah masalah teridentifikasi maka di cari prioritas masalahnya dengan cara mengolah seluruh angka yang di dapat. Masalah yang di dapat dapat di cari alternatif pemecahan masalahnya dan di lakukan scoring untuk menentukan masalah mana yang paling murah. Dari scoring kami simpulkan untuk mengambil penyuluhan sebagai pemecahan masalah yang akan di lakukan.

29

LAMPIRAN 1

Puskesmas Salaman, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 2013

30

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan proposal kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan tema Pencapaian Target Program Wajib Puskesmas Salaman Khususnya Program Kerja

Rumah Sehat. Kegiatan ini merupakan perwujudan niat tulus dan semangat kerjasama, untuk
mewujudkan Indonesia Sehat 2015. Proposal ini terdiri dari latar belakang kegiatan, konsep kegiatan, jadwal acara, dan anggaran dana agar semua pihak dapat mengetahui dengan jelas gambaran jalannya kegiatan ini. Harapan kami dengan adanya proposal ini dapat memberikan dukungan baik moril maupun materil kepada kami sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu kami membuka saran dan kritik demi kelancaran kegiatan ini. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam menyukseksan kegiatan ini.

Jawa Tengah, 19 Maret 2013

Panitia

31

32

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................. 2 Daftar Isi BAB I ........................... 3 PENJELASAN UMUM

1.1 Latar Belakang Kegiatan................................................................................. 4 1.2 Tujuan Kegiatan.............................................................................................. 4 1.3 Landasan Kegiatan.......................................................................................... 5 1.4 Konsep Kegiatan............................................................................................ 5 1.5 Nama Kegiatan................................................................................................ 5 1.6 Tema Kegiatan............................................................................................... 5 1.7 Peserta Kegiatan.............................................................................................. 5 1.8 Pelaksanaan Kegiatan...................................................................................... 6 BAB II PENJELASAN KEGIATAN 2.1 Penyuluhan Rumah Sehat 2013....................................................................... 8 BAB III KEPANITIAAN............................................................................................... 10 BAB IV ANGGARAN DANA........................................................................................ 12 BAB V PENUTUP ...........................................................................................................13 LAMPIRAN

33

BAB I PENJELASAN UMUM

1.1

LATAR BELAKANG KEGIATAN Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia disamping sandang dan pangan. Masalah perumahan merupakan masalah yang mempunyai pengaruh didalam kehidupan manusia sehari-hari. Akhir akhir ini dengan bertambahnya populasi manusia, dan kurangnya lahan untuk membangun rumah, sehingga sering muncul masalah kesehatan pada rumah dan lingkungannya. Kegiatan penyuluhan ini merupakan sala satu penunjang kegiatan yang di lakukan oleh puskesmas Salaman yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan perumahan agar menurunkan angka kesakitan dari penyakit-penyakit menular seperti TCB, malaria, muntaber, dll. Lingkungan Salaman, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang kami jadikan objek kajian dalam penyuluhan ini karena berkaitan erat dengan buruknya masalah kesehatan yang ada di daerah Salaman.

1.2

TUJUAN KEGIATAN a. Demi tercapainya target Standar Pelayanan Minimal di bidang Pelayanan Masyarakat khususnya Program Promosi Kesehatan yaitu Rumah Sehat 2013. b. Memberi wawasan kepada warga di Kelurahan Salaman mengenai Rumah Sehat. c. Memberi pengetahuan kepada warga di Kelurahan Salaman mengenai karakterisitik / persyratan Rumah Sehat. d. Dapat menurunkan angka kesakitan penyakit menular seperti diare, TBC, dan lain-lain. e. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama warga Salaman agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan mutu kesehatan.

34

1.3

LANDASAN KEGIATAN a. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1457/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar

Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota. b. Keputusan Menteri Kesehatan RI. No. 1193/MENKES/SK/X/2004 tentang

pelaksanaan program Promosi Kesehatan di Daerah (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) c. Program kerja wajib Puskesmas Salaman sesuai SPM (standar pelayanan minimal) dibidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

1.4

KONSEP KEGIATAN (Terlampir)

1.5

NAMA KEGIATAN Nama kegiatan ini adalah Penyuluhan Rumah Sehat 2013 yang dilakukan di aula kantor lurah lingkungan Salaman, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

1.6

TEMA KEGIATAN Tema umum kegiatan ini adalah Pencapaian Target Program Wajib Puskesmas Salaman Khususnya Program Kerja Rumah Sehat

1.7

SASARAN KEGIATAN Peserta Penyuluhan Rumah Sehat 2013 dengan tema Pencapaian Target Program Wajib Puskesmas Salaman Khususnya Program Kerja Rumah Sehat diikuti oleh masyarakat terutama warga Lingkungan Salaman.

1.8

PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan ini dilaksanakan pada: Hari Tanggal Waktu : Minggu, : 24 Maret 2013 : 09.00 WITA selesai*

35

Tempat

: Aula Kantor Lurah Salaman, lingkungan Salaman, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

36

BAB II PENJELASAN KEGIATAN

2.1

PENYULUHAN RUMAH SEHAT 2013 Topik Latar Belakang Rumah Sehat 2013 Penyuluhan merupakan salah satu usaha edukatif yang bisa kita laksanakan untuk meningkatkan pemahaman tentang Rumah Sehat, karena dengan penyuluhan, suasana berjalan santai, serius, dengan gaya bahasa yang persuasif, asyik didukung dengan perlengkapan penyuluhan yang mendukung isi penyuluhan tersebut. Diskusi pada proses penyuluhan pun juga dapat terjalin antara audiens dan penyuluhnya sehingga penyuluhan menjadi pilihan pada kegiatan ini. Tujuan Memberi wawasan kepada warga mengenai Rumah Sehat. Memberi pengetahuan kepada warga mengenai karakterisitik / persyratan Rumah Sehat. Dapat menurunkan angka kesakitan penyakit

menular seperti diare, TBC, dan lain-lain. Metodologi : Hari/Tanggal Waktu Tempat : 24 Maret 2013 : 09.00 s.d selesai* : Aula Kantor Lurah Salaman,

lingkungan Salaman, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Sasaran Hasil yang diharapkan Warga Lingkungan Salaman Kec. Ampenan Warga mendapatkan pengetahuan tentang karaktristik /syarat rumah sehat.
37

Warga dapat menerapkan pengetahuannya tentang rumah sehat dalam kehidupannya.

2.2 SUSUNAN ACARA (Lampiran 2)

2.3 DRAFT PENYULUHAN (Lampiran 3)

38

BAB III KEPANITIAAN

Pelindung/ penasehat dr. Iing dr. Ananta

Penanggung jawab Dr. Hartoyo, M.Kes ( Kepala Puskesmas Salaman) Organizing Comitte (OC) Ketua Wakil ketua Sekertaris Bendahara : dr. Yayan Ari Kurniawan : dr. Mustafa Holidi : dr. Ni Luh Putu Ayu Septhiari Artati : Cinta laura

Divisi Acara : dr. Pande Tiara Maharani dr. Made Ayu Mirah Wulandari Arif Hidayatullah

Divisi Konsumsi : dr. Erika Sonarizanti Komang Ayu Intan Maharani Nila Maheswari

Divisi Publikasi & Dokumentasi : dr. Elok Izawati


39

Juniawan Apriyandi Made Wirya Putra

Divisi Keamanan : Dewa Ardinata Agus Suartana Erwin Juanda Teguh Kurniawan

Divisi Perlengkapan dan transportasi : dr. Ririn Septemi dr. Made Dwi Juniartha S Krisna Maharama Gilang Putra Rio Rifqi Hidayatullah S. Kep

40

BAB IV ANGGARAN DANA

No I

Anggaran TRANSPORTASI a. Mobil b. Sepeda Motor

Rincian

Jumlah

@200.000 @50.000

200.000 50.000

II

KONSUMSI a. Snack b. Nasi Kotak 300 x @5000 300 x @15.000 1.500.000 4.500.000

III

PERLENGKAPAN dan PERALATAN a. Sepanduk b. Kursi c. Sound System d. Camera e. Baterai 2 x @150.000 300 x @1000 2 x @200.00 @200.000 4 x @5000 150.000 300.000 300.000 400.000 200.000

IV V

DOKUMENTASI ACARA a. Door Prize

400.000 1.000.000 Rp. 9.000.000

IV

DANA TAK TERDUGA

JUMLAH

41

BAB V

PENUTUP

Demikian proposal ini dibuat, untuk digunakan sebagai acuan pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Rumah Sehat yang pada dasarnya kegiatan ini akan berhasil dengan adanya bantuan, dukungan, dan partisipasi berbagai pihak yang ikut serta dan terlibat dalam menyukseskan acara ini. Semoga petunjuk, bimbingan, dan kekuatan senantiasa Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada kita semua, serta meridhoi setiap niat baik dan amal kita. Amin.

Hormat kami, Jawa Tengah, 24 Maret 2013

Panitia Pelaksana Penyuluhan Rumah Sehat 2013

Ketua

Sekretaris

dr. Yayan Ari Kurniawan NIP. 01006000713

dr. Ni Luh Putu Ayu Septhiari A NIP. 01006004913

Mengetahui, Penanggung Jawab

Dr. Hartoyo, M.Kes

42

LAMPIRAN 2 SUSUNAN ACARA

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Waktu 08.00-09.00 09.00-09.30 09.30-10.00 10.00-10.15 10.15-11.00 11.00-11.15

Acara Persiapan Registrasi Peserta Pembukaan Sambutan Materi Penyuluhan Sesi tanya jawab

Penanggung Jawab Panitia Panitia MC (mirah waw) dr. Hartoyo M,Kes dr Tiara MC,dr Hartoyo M,Kes dan dr Tiara

7. 8. 9.

11.15-12.00 12.00-12.15 12.15-selesai

ISOMA Pembagian DoorPrize penutup

Panitia + Peserta Panitia + Peserta Dr Holid

43

LAMPIRAN 3

DRAFT PENYULUHAN

1. Karakteristik Rumah Sehat a. LINGKUNGAN RUMAH. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam lingkungan rumah apabila menghendaki suatu linkungan yang baik dan sehat adalah : Sampah sampah di tempat tinggal dapat ditanggulangi dengan cara dibuang dilokasi pembuangan sampah (yang jauh dari lingkungan tempat tinggal), atau dengan pembuatan lubang sampah, dengan menimbun atau dikelolah untuk dibuat pupuk kandang. Genangan air, air tidak boleh tergenang lebih dari seminggu, karena dapat dijadikan tempat berkembang biaknya nyamuk, masalah ini dapat diatasi dengan pembuatan parit parit atau selokan agar air dapat mengalir. Sumber Air (sumur), konstruksinya baik dan memenuhi syarat, perlu diperhatikan saat membuat sumur, jarak minimal dari sumber air kotor (septick tank, sumur resapan, saluran air kotor yg tidak kedap air) adalah 7 meter, agar sumur tidak tercemar. Tanaman disekitar rumah, pepohonan yang rindang akan mengakibatkan lingkungan yang gelap dan lembab, diusahakan agar sinar matahari pagi dapat menyinari rumah, tanpa terhalang oleh pepohonan Kandang hewan (biasanya untuk rumah di pedesaan), letaknya diusahakan agar tidak terlalu dekat dengan rumah terutama pembuangan kotoran, dapat dibuatkan tempat tempat tertentu. b. KONSTRUKSI RUMAH Konstruksi Bambu. Apabila usuk menggunakan bambu, harus diperhatikan dalam pemotongan bambu, diusahakan pemotongannya tepat pada ruas, bila tidak ujung bambu, agar tidak lembab dan menjadi sarang tikus. Lantai rumah. Harus selalu kering, maka tinggi lantai harus disesuaikan dengan kondisi setempat, lantai harus lebih tinggi dari muka tanah. Penempatan langit-langit.
44

Dibuat sedemikian rupa, sehingga masih ada ruang antara, adanya ruang tersebut antara atap dan langit-langit, agar orang dapat masuk kedalamnya untuk membersihkan ruang dan perbaikan. Dinding Rumah. Apabila dibuat dinding rangkap tidak boleh ada ruang antara, karna akan menjadi sarang tikus, dan bila terbuat dari bata atau sejenisnya diusahakan menggunakan komposisi campuran yg benar dapat dilihat disini. Sudut Kemiringan atap. Kemiringang atap disesuaikan dengan bahan yang akan dipakai, agar air hujan dapat mengalir dengan baik. Atap dari bahan alam = 30 derajat Atap genteng = 25 derajat Atap asbes,seng = 15 derajat.

c. KEBUTUHAN UDARA Pada daerah tropis, setiap orang membutuhkan hawa udara 500 lt/jam sampai dengan 1500 lt/jam. Kecepatan angin atau udara yang melaluli ventelasi pada ketinggian 2 meter dari muka tanah rata-rata sekitar 0,01 0,5 m/lt. Pada rumah sehat kebutuhan udara tersebut dapat dipenuhi dengan memperhatikan lubang ventelasi pada rumah tersebut, dengan cara perhitungan sebagai berikut : Q = K.A Q = Volume udara dalam ruangan A = Luas lubang ventelasi Koefesien K = (0,6 0,8 untuk arah angin ventelasi), (0,3 0,4 untuk arah angin dating bersudut 45o).

d. KEBUTUHAN CAHAYA Kebutuhan cahaya (Er). i. ii. Ruang gambar = 300 lux Ruang Sekolah= 150 lux

iii. Ruang kediaman= 125 lux Perbandingan luas jendela dengan luas lantai :
45

Ruang kerja , luas jendela 1/5 a 1/3 luas lantai Ruang sekolah, luas jendela 1/6 a 1/3 luas lantai Ruang kediaman, luas jendela 1/8 a 1/6 luas lantai Ruang orang sakit, luas jendela 1/5 a luas lantai Sudut datang lebih besar atau sama denga 27 derajat. Sudut lihat lebih besar 5 derajat. 2. Cara Memillih Rumah Sehat a. Rumah Sehat Rumah harus difungsikan sebagai tempat terapi fisik dan mental seluruh penghuni rumah. Rumah harus sehat sehingga penghuni rumah jadi ikut sehat. Dengan segala keterbatasan anggaran uang dan lahan, berbagai desain rumah hemat yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan mulai ditawarkan, dan itu tidak selalu harus mahal, asalkan tahu kiat-kiatnya. Keluarga yang hendak membeli rumah akan lebih bijaksana jika memilih rumah tumbuh atau rumah tingkat siap pakai. Sebab, setelah dihitung-hitung, peningkatan rumah standar menjadi rumah tingkat biayanya tetap lebih besar ketimbang membeli rumah tumbuh atau rumah tingkat sejak awal. Perhatikan pula kualitas dan struktur bangunan rumah. Luas lahan dan anggaran biaya yang terbatas mendorong penghuni rumah untuk mengoptimalkan fungsi rumah. Penggabungan fungsi-fungsi ruang mulai dari carport, teras, dan taman depan menjadi ruang tamu umum sekaligus tempat nongkrong anak-anak. Ruang tamu keluarga dan ruang makan sekaligus ruang bermain anak-anak. Penyatuan ruang makan, dapur, teras, dan taman belakang yang membatasi ruang cuci dan menjemur pakaian. Rumah sehat akan semakin berfungsi baik dengan didukung taman yang menghadirkan suasana alami yang sejuk dan teduh. Rumah taman akan menyatukan seluruh ruangan dan bangunan rumah dengan lingkungan sekitar. Dominasi warna hijau akan memberikan suasana tenang dan nyaman. Selingan aromatik tanaman dan warna-warni tanaman berbunga dan atau berdaun indah akan menambah keceriaan dan kehangatan rumah.

46

Kehadiran kolam air yang berisikan ikan dan tanaman air yang berupa kolam yang besar, tempayan atau gerabah, hingga kolam akuarium dilengkapi tanaman air seperti teratai, papirus atau eceng gondok, dan sereh, dapat pula memberikan ketenangan. Untuk mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat harus

memperhatikan lokasi, kualitas tanah dan air tanah, kualitas udara ambien, kebisingan, getaran dan radiasi, sarana dan prasarana lingkungan (saluran air, pembuangan sampah, jalan, tempat bermain, dan sebagainya), binatang penular penyakit (vektor), dan penghijauan. Bila lingkungan perumahan tidak diperhatikan, maka dapat memudahkan terjadinya penularan dan penyebaran penyakit, seperti diare, cacingan, ISPA, TBC, demam berdarah, malaria, typhus, leptospirosis, dan dapat menyebabkan kecelakaan seperti kebakaran, tertusuk paku atau kaca, terpeleset, terantuk, dan sebagainya. 3. Penyehatan perumahan a. Rumah Sehat Bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga serta memenuhi syarat kesehatan. Rumah sehat secara sederhana adalah rumah yang memiliki ruangan terpisah untuk keperluan hidup sehari-hari dengan ukuran yang memadai, anatara lain : Kamar tidur Ruang Makan/keluaraga Dapur Kamar mandi Jamban / WC Tempat cuci pakaian

Syarat Rumah Sehat : Bahan bangunan tidak terbuat dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Lantai sebaiknya yang kedap air, dinding kuat dan tidak lembab serta berwarna cerah

47

b.

Memiliki ruang-ruangan yang tertentu Pencahayaan alam atau buatan harus cukup Suhu antara 18o 30oC Memiliki Ventilasi

Kesehatan Lingkungan Perumahan Lingkungan perumahan yang memiliki persyaratan kesehatan, antara lain : tidak terletak pada daerah rawan bencana Kualitas air tanah dan air minum harus baik dan memenuhi persyaratan kesehatan. Sarana dan prasarana lingkungan harus bagus. Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan pembuangan sampah tidak mencemari air tanah, tidak berbau, tidak dipakai untuk sarang penyakit, dan lain-lain. Penghijauan

c. Rumah Yang Tidak Sehat Dan Akibatnya. Rumah dengan kondisi berikut : Kotor Ruangan pengap, lembap. asap dapur tidak keluar dari rumah sampah menumpuk kamar mandi dan tempat air tidak bersih. Lantai kamar mandi berlumut penggunaan alat elektronik yang tidak tepat

d. Upaya Agar Rumah Menjadi Sehat Yang perlu dilakukan agar rumah menjadi sehat : membuka jendela kamar setiap pagi dan siang Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari. Kamar mandi dijaga kebersihannya setiap hari. Membuang sampah pada tempatnya
48

Mendapat penerangan yang cukup Dinding diusahakan terang. Menata rapi barang di rumah Melakukan penghijauan pada halaman Menguras bak mandi

e. Manfaat Rumah Sehat 1. UDARA Udara ambien harus dijaga kualitasnya dan harus mengandung sejumlah zat yang dibutuhkan oleh makhluk hidup seperti ozon untuk melapisi sinar ultraviolet dan sinar kosmis, gas rumah kaca untuk menghangatkan suhu bumi, oksigen untuk pernapasan, CO2 dan air untuk fotosintesis, serta nitrogen, belerang dan karbon untuk senyawa bio molekul. Disamping itu udara harus bebas radiasi dan tidak mengundang polutan yaitu zat-zat yang berbahaya lagi kelangsungan makhluk hidup. Pencemaran udara menurut tempat. Pencemaran udara outdoor yaitu yang mempengaruhi kualitas udara ambien. Pencemaran udara indoor yaitu yang mempengaruhi kualitas udara ruangan berasal dari aktivitas manusia di dalam rumah, sekolah, kantor, dan sebagainya seperti asap dapur, asap rokok, pemakaian obat nyamuk, cat kayu dan cat tembok, bahan / material bangunan. Dampak pencemaran udara di dalam ruangan lebih berbahaya karena adanya pengaruh suhu, kelembaban, pencahayaan dan erat kaitannya dengan pertumbuhan bakteri mycrobacterium, tubercolosis, streptococcus, pneunomia, dan sebagainya. Untuk tempat beristirahat, tempat tinggal dan kegiatan hidup harian Melindungi manusia dari cuaca baik / buruk Mencegah penyebaran penyakit menular. Melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya dari luar. Meningkatkan hubungan sosial diantara penghuninya.

49

2. RADIASI Radiasi merupakan faktor resiko karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, oleh karena itu di dalam rumah harus diupayakan pengendalian agar pejanan yang diterima seminimal mungkin. Sumber Radiasi Di Dalam Rumah Radiasi medan listrik Radiasi cahaya tampak Radiasi gelombang mikro Radiasi gas rodon dan thoron

Dampak Radiasi Dapat menyebabkan rasa letih, hilang nafsu makan, mual, muntah, ranbut rontok, kemandulan, kematian sel-sel tubuh, gangguan sistem darah, sistem reproduksi, sistem syaraf, sistem endokrim, sistem kardiovaskuler dan dampak psikologis/ rasa takut. Cara Pengendalian Dampak Radiasi Radiasi medan listrik, medan magnet dan kerapatan daya dari pesawat televisi. Menonton tv sebaiknya pada jarak terhadap layar minimal 4x diagonal atau menjaga jarak terhadap layar minimal 2 meter. Berada di depan layar televisi tidak melebihi 4 jam secara terus menerus. Tidak berada pada belakang tabung monitor komputer kurang dari 1 meter. radiasi medan listrik, medan magnet dan daya kerapatan dari computer Menggunakan komputer tidak melebihi dari 4 jam per hari (sebaiknya diselingi istirahat setap 1 jam. Menggunakan alat pelindung pada layar komputer. radiasi gelombang mikro dari oven mikrowave (alat pengering/ pemanas )
50

Tidak berada di dekat oven mikrowave dalam keadaan hidup kurang dari 20 cm. Tidak membuka mikrowave pada saat hidup/ berfungsi. radiasi cahaya tampak, ultraviolet dan infra merah dari matahari Dilarang berjemur pada siang hari (setelah jam 11.00) Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung dan cream yang mengandung tabir surya. radiasi cahaya tampak pada peralatan las listrik/ karbit Menggunakan pelindung mata/ kaca mata las untuk pekerja las. Bekerja tidak terus menerus atau non-stop. radiasi gelombang mikro (kerapatan daya) dari telepon seluler Menggunakan hear-set sewaktu menggunakan telepon seluler. Jangan digunakan saat sinyal rendah. Pengguna telepon seluler dibatasi bagi anak-anak dan remaja. Membawa dan menyimpan telepon seluler sebaiknya jauh dari organ reproduksi seperti saku samping dan saku depan. Pengguna telepon seluler sebaiknya dibatasi. radiasi gas rodon dan thoron dari tanah, air, bahan bangunan dan gas elpiji Peredaran udara di dalam rumah harus lancar, ventilasi memenuhi syarat kesehatan dan jendela dibuka setiap hari. Menggunakan kipas angin/ fan/ exhausfan. 3. VEKTOR Keberadaan vektor di dalam dam di luar rumah perlu diawasi karena serangga/ binatang pengerat seperti tikus mempunyai peran penting di dalam penularan berbagai jenis penyakit. Adapun jenis vektor dan penyakit ditularkan adalah sebagai berikut : Nyamuk aedes aegypty > demam berdarah culex quinques > filarial

lalat : musca domestica > dysentri, diare, typhoid (lalat rumah) kecoa : blatella germanica > dysentri, diare, typhoid, cholera (kecoa jerman) tikus : rattus-rattus diardi > pes, murine typhus (tikus rumah).
51

52