Anda di halaman 1dari 1

Hesti Lestari Farmasi-Unpad Angkatan 2010 STUDY KASUS MANAJEMEN KONFLIK INTERNAL Pada suatu kepanitiaan, koordinator acara

ini adalah orang yang ingin bergerak cepat, detail, dan dia adalah orang yang sibuk (banyak kegiatan) sedangkan ketua acara adalah tipikal orang yang agak santai dan tidak memperhatikan detail, sehingga saat acara sudah mematangkan konsep untuk siap bergerak, divisi lain progress nya hanya sedikit. Saat koordinator acara protes kepada ketua karena kinerja nya untuk mengorganisir lambat, ketua hanya berkata iya iya. Oleh karena itu koordinator acara sedikit-sedikit mulai mengambil job ketua acara untuk menginstruksikan divisi lain. Lambat laun, konflik mulai terjadi karena koordinator acara merasa capek ikut mengerjakan jobdesk ketua dan dia menganggap dia kerja sendiri tanpa didampingi ketua yang kurang greget dalam mengorganisir acara. Jika posisi kamu sebagai koordinator acara, apa yang akan dilakukan? JAWAB Penyelesaian kasus diawali dengan menghipotesis masalah yang ada. Masalah utama berada di pihak ketua acara. Oleh karena itu lebih baik, saat kondisi koordiator acara sedang dingin, kita ngobrol dengan ketua acara, ditanyakan sebenarnya kesulitan apa yang dihadapi ketua acara sehingga ia lambat dalam mengorganisir acara ini. Dari obrolan ini akan didapatkan akar permasalahan konflik ini, misal jika ketua acara sebenarnya belum terlalu berpengalaman mengorganisir acara, solusi nya kita perlu memberikan gambaran jobdesk dia dan menyusun strategi agar acara berjalan mulus, misal dengan mulai menetapkan timeline apa saja yang harus dilakukan ketua, dll. jika misal akar permasalahannya adalah ketua acara juga sibuk mengurus akademik sehingga acara berjalan lambat, maka solusinya adalah kita mengusulkan agar dibentuk wakil ketua acara, sehingga ketua bisa berbagi jobdesk dengan wakil ketua dan acara ini tetap berjalan mulus.

Anda mungkin juga menyukai