Anda di halaman 1dari 10

SISTEM STARTER

A. Fungsi Sistem Starter Suatu mesin tidak dapat mulai hidup (start) dengan sendirinya, maka mesin tersebut memerlukan tenaga dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk menghidupkan. Dari beberapa cara yang ada, mobil umumnya mempergunakan motor listrik, digabungkan dengan magnetic switch yang memindahkan gigi pinion yang berputar ke ring gear yang dipasangkan pada bagian luar dari fly wheel, sehingga ring gear berputar (dan juga poros engkol). Motor stater harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga yang kecil yang tersedia pada baterai. Hal lain yang harus diperhatikan ialah bahwa motor starter harus sekecil mungkin. Untuk itulah, motor seri DC (arus searah) umumnya yang dipergunakan.

Gb. 1 Sistem Starter

Motor starter yang dipergunakan pada automobile dilengkapi dengan magnetic switch yang memindahkan gigi yang berputar (selanjutnya disebut gigi pinion) untuk berkaitan atau lepas dari ring gear yang dipasangkan mengelilingi flywheel (roda gila) yang dibaut pada poros engkol. Saat ini kita mengenal dua tipe motor starter yang digunakan pada

kendaraan atau truck-truck kecil, yaitu motor starter konvensional dan reduksi. Mobil-mobil yang dirancang untuk dipergunakan pada daerah dingin mempergunakan motor starter tipe reduksi, yang dapat menghasilkan momen yang lebih besar yang diperlukan untuk menstart mesin pada cuaca dingin: Motor starter tipe ini dapat menghasilkan momen yang lebih besar dari pada motor starter konvensional untuk ukuran dan berat yang sama, saat .ini mobil cenderung mempergunakan tipe ini meskipun untuk daerah yang panas. Pada umumnya motor starter digolongkan (diukur) berdasarkan output nominalnya (dalam KW) makin besar output makin besar kemampuan starternya.

Gb.2 Motor starter reduksi B. Komponen-komponen Motor Starter 1. Yoke dan Pole Core Yoke dibuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup. Pole core berfungsi sebagai penompang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.

core Gb. 3 Penampang motor starter 2. Field Coil (Medan Magnit) Field coil dibuat dari lempengan tembaga dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus iisirik yang cukup kuat/besar. Field coil berfungsi untuk dapat membangkitkan medan magnet. Pada starter biasanya digunakan empat field coil yang berarti mempunyai empat core. Yoke

Core

Field coil Gb. 4. Penampang yoke

3. Armature dan shaft Armature terdiri dari sebatang besi yang berbentuk silinder dan diberi slot-slot, poros, komutator serta kumparan armature. Dan berfungsi untuk merubah listrik menjadi energi mekanik, dalam bentu gerak putar.

Gb. 5 Armature dan shaft

4. Brush Brush dibuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komulator. Umumnya starter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua. Dua buah disebut dengan brush positif. Dua buah disebut dengan brush negatif.

Gb.6 Posisi brush 1

Gb. 7 Posisi Brush 2

5. Drive Lever ( Tuas penggerak ) Drive Lever berfungsi untuk mendorog pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.

Gb. 8 Drive lever

Gb. 9 Posisi drive

lever 6. Starter Clutch Starter clutch berfungsi untuk memindahkan momen punter dari armature saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar. Starter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.

Gb. 10. Starter Cluth

7. Sakelar Magnet (Magnetic Switch) Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke.-dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.

Gb.11 Pemeriksaan magnetic switch

Gb.12 Rangkaian Magnetic switch

C. Cara kerja Motor Starter

1.

Pada saat starter switch ON

Gb. 13 Prinsip kerja pada saat starter switch ON Apabila starter switch diputar ke posisi ON. maka arus baterai melalui hold in coil ke massa dan di lain pihak pull in coil, field dan ke massa armature. Pada saat ini hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan sama Seperti pada gambar diatas. Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak ke arah menutup main switch, sehingga drive lever bargerek menggeser starter clutch ke arah posisi berkaitan dengan ring gear. Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut :
Baterai Baterai Armature Terminal 50 Terminal 50 Massa Hold In Coil Pull In Coil Massa Field Coil

Oleh karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu relatif kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dengan ring gear menjadi lembut. Pada keadaan ini kontak plate belum menutup main switch.

2. Pada saat Pinion Berkaitan Penuh.

Gb.12 Pada saat pinion berkaitan penuh Bila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear, kontak plate akan mulai menutup main switch. Lihat gambar diatas, pada saat ini arus akan mengaiir sebagai berikut :
Baterai Baterai Armature Terminal 50 Main Switch Massa Hold In Coil Terminal C Massa Field Coil

Seperti pada gambar diatas di terminal C ada arus. maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja. Bersama dengan itu arus yang besar akan mengalir dari baterai ke field coil armature massa melalui main switch. Akibatnya starter dapat menghasilkan momen puntir yang besar yang digunakan memutarkan ring gear. Bilamana mesin sudah mulai hidup. Ring gear akan memutarkan armature , melalui pinion. untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling starter akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

3.

Pada saat Starter Switch OFF

Sesudah starter switch diputar ke Off, main switch dalam keadaan belum bebas dari kontak plat.maka aliran arus sebagai berikut : Baterai terminal 30 main switch terminal C field coil armature massa. Karena starter switch sudah off maka pull in coil dan hold in coil tidak mendapat arus dari terminal 50 melainkan dari terminal

C. Sehingga aliran arus menjadi : Batere terminal 30 main switch terminal C pull in coil hold in coil massa. Karena arus pull in coil dan hold in coil berlawanan maka arah gaya, magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga keduanya saling rnenghapuskan, hal ini mengakibatkan kecepatan return spring mengembalikan kontak plate keposisi semula. Dengan demikian drive lever menarik starter clutch dan pinion gear terlepas dari perkaitan.