Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

REPRODUKSI SEL MITOSIS

Oleh : MURDIONO NPM. E1J010065

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU 2011

A.

Dasar Teori Pada dasarnya, pembelahan sel dibedakan menjadi 2 macam, yaitu

pembelahan sel secara langsung dan secara tak langsung. Pembelahan sel secara langsung jika proses pembelahan tidak didahului dengan pembentukan gelondong pembelahan dan penampakan kromosom. Adapun pembelahan sel secara tak langsung jika proses pembelahan didahului dengan pembentukan gelondong pembelahan dan penampakan kromosom. Pembelahan sel secara langsung disebut amitosis, sedangkan pembelahan secara tidak langsung meliputi pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis. (Dakhlan, 2009). Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. (Prabowo, 2000). Mitosis adalah proses pembahagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik, yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fasa mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal. Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner. (Wiki,2011). Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induknya. Meiosis terjadi pada alat reproduksi, yaitu pada gametosit (sel kelamin jantan dan sel kelamin betina). Pembelahan kromosom berlangsung dua kali berurutan tanpa diselingi interfase, yaitu meiosis I dan meiosis II. (Dakhlan, 2009).

Perbedaan Antara Mitosis Dengan Meiosis Aspek yang dibedakan Tujuan Hasil pembelahan Sifat sel anak Tempat terjadinya Mitosis Untuk pertumbuhan 2 sel anak diploid (2n) sel somatis Meiosis Sifat diploid 4 sel anak haploid (n) sel gonad mempertahan-kan

Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel penyusun tubuh). Sel sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda beda dalam melakukan pembelahannya, ada sel sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel sel kulit yang rusak atau mati. Akan tetapi sel sel yang ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel sel saraf pada jaringan saraf yang sama sekali tidak tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu. Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan jam, sehingga haya dalam waktu beberapa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan sel bakteri. Sama dnegan bakteri, protozoa bersel tunggal mampu melakukan pembelahan hanya dalam waktu singkat, misalkan amoeba, paramecium, didinium, dan euglena. (Crayonpedia,2009). Kariokinesis selama mitosis menunjukkan cirri yang berbeda beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah ubah pada struktur kromosom,membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Ciri dari tiap fase pada kariokinesis adalah: a) Profase o o Benang benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer. Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.

o o

Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan. Serat serat gelendong atau benang benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

b) Metafase Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor. c) Anaphase Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan. Pada akhir Anafase, semua kroatida sampai pada kutub masing masing. d) Telofase Pada telofase terjadi peristiwa berikut: o Kromatida yang berada pada kutub berubah menjadi benang benang kromatin kembali. o Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru. o Serat serat gelendong menghilang. o Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan kromosom induknya.

B. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum ini adalah: Mengamati tahapan yang ada dalam proses mitosis Memahami fungsi asetokarmin untuk mengamati proses mitosis Membandingkan dan mendiskusikan perbedaan setiap fase yang ada pada proses mitosis

C. BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM


o Bahan Praktikum Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah: Mikroskop Ujung akar bawang merah Gelas pengamat Gelas objek Gelas penutup Jarum pengiris Scalpel Forset Pewarna asetokarmin Larutan 1 M HCL Larutan 70% dan 96% alcohol o Cara Kerja 1. Teteskan larutan 1 M HCL di atas gelas pengamat secukupnya 2. Letakkan potongan akar sepanjang 1 cm di atas HCL tersebut, lebih kurang 5 menit. Lebih lama lebih baik. 3. Ambil ujung akar yang sudah lunak tersebut dan pindahkan ke gelas objek yang sebelumnya telah ditetesi dengan asetokarmin 4. Cacahkan potongan akar yang ada dalam asetokarmin tersebut dengan skatpel sampai halus. Ingat! Waktu mencacah jangan sampai terputus akarnya, tapi dipipihkan dengan pangkal skatpel. Catat: besi yang ada pada

pangkal skatpel atau jarum pengiris akan bereaksi dengan asetokarmin untuk menghasilkan pewarna yang lebih baik. 5. Tutup gelas objek dengan gelas penutup 6. Lewatkan gelas objek tersebut diatas api alcohol, jangan sampai mendidih. Kemudian balik slide tersebut, latakkan asat tissue dan tekan agak keras dengan menggunakan ibu jari. Hal ini akan meratakan sel-sel dan memencarkan jaringan sehingga memungkinkan untuk diamati dibawah mikroskop. 7. Diatas gelas penutup diteteskan minyak emerson untuk menjelaskan pengamatan 8. Amati objek tersebut dibawah mikroskop. Gunakan pembesaran rendah (10x) dahulu, kemudian pembesaran lebih tinggi (40x), dan pembesaran paling tinggi (100x) 9. Gambar fase-fase mitosis yang dapat ditemukan, cocokkan pada fase-fase mitosis yang ada pada preparat yang telah disediakan atau dengan bagan yang sudah ada.

D. PEMBAHASAN
Bersadarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pembelahan mitosis terjadi melalui beberapa tahapan (fase), dan masing-masing tahapan-tahapannya memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda satu sama lain. Organel sel yang tampak berubah pada saat pembelahan mitosis ini dan sekaligus menjadi penanda setiap tahapan adalah inti sel (membran inti), sentriol dan mikrotubulus. Dalam pengamatan tampak terjadi perubahan pada struktur materi genetik di dalam membran nukleus, yaitu perubahan pada struktur kromosomnya. Pada tahap awal dapat dilihat bahwa benang-benang kromatin di dalam nukleus menjadi memendek dan menebal, sehingga terbentuk benang-benang kromosom. Tiap kromosom lalu memanjang dan hasilnya disebut kromatid. Tahap ini disebut sebagai tahap profase awal. Kemudian membran inti mulai menghilang dan sentriol yang berbentuk seperti bintang di dalam sitoplasma juga membelah. Masingmasing sentriol tadi bergerak kearah yang berlawanan membentuk dua kutub dan berbarengan dengan itu terbentuk benang-benang spindel (samar-samar) yang menghubungkan dua sentriol pada kedua kutub tadi. Tahap ini disebut tahap profase akhir atau tahap metaphase awal (prometafase).

Tahapan

selanjutnya

dapat

diamati

bahwa

kromosom-kromosom

tadi

menempatkan diri di tengah (bidang ekuatorial) dari sel, yaitu menggantung (melekat) pada benang-benang spindle tadi. Tahap dimana kromosom berada di bidang ekuator ini disebut tahap metafase. Pada tahap selanjutnya dapat dilihat bahwa pasangan kromosom yang disebut kromatid tadi memisahkan diri dan ditarik oleh benang-benang spindle (gelendong) kearah kutub yang berlawanan. Tahap ini disebut tahap anaphase. Berdasarkan teori, tiap kromatid itu membawa sifat keturunan yang sama, dan sejak saat ini kromatidkromatid itu berlaku sebagai kromosom baru untuk membentuk individu baru. Tahap selanjutnya yaitu yang disebut tahap telofase, dapat dilihat bahwa disetiap kutub sel terbentuk set (stel) kromosom yang serupa, benang-benang spindel mulai lenyap dan membran inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi menjadi dua bagian. Proses ini dinamakan sitokinesis. Pada sel hewan sitokinesis ditandai dengan melekuknya membran sel kedalam, sedangkan pada tumbuhan karena selnya berdinding, maka sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengahtengah sel. Dari proses mitosis ini dapat diketahui bahwa tiap sel induk yang diploid (2n) menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel indukya. Setelah dilakukan pengamatan kemudian hasil pengamatan dicocokkan dengan bagan proses pembelahan mitosis yang sudah ada, dan ternyata diperoleh hasil yang sama. Tetapi pada bagan lebih tampak jelas perbedaan-perbedaan setiap fase dan proses yang terjadi selama pembelahan. Hal ini dikarenakan saat pengamatan pada media yang telah disediakan penampakannya tidak terlalu jelas bagi praktikan atau karena praktikan kurang teliti dalam mengamati. Selain itu praktikan juga tidak mampu menggambarkan semua yang dilihat dengan baik sehingga gambar yang diperoleh tidak memperlihatkan proses mitosis secara jelas. Namun demikian pada hasil yang diperoleh ini masih dapat diamati dan dibedakan tahapan-tahapan atau fase-fase dalam pembelahan mitosis karena masih memperlihatkan ciri-ciri utama setiap tahapan.

E. KESIMPULAN
Dari praktikum yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa: Ada dua macam pembelahan sel yaitu, pembelahan sel secara langsung dan pembelahan sel secara tak langsung Pembelahan tak langsung ada dua macam yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis adalah reproduksi sel yang terjadi pada sel somatic, sedangkan meiosis adalah reproduksi sel yang terjadi pada sel gonad atau sel kelamin. Fase-fase mitosis terdiri dari profase, metafase, anafase, dan telofase.

Jawaban Pertanyaan 1. Apakah kegunaan dari larutan 1M HCl dalam praktikum ini? Jawaban: Untuk melunakkan akar bawang merah. 2. Apakah kegunaan asetokarmin? Jawaban: Sebagai pewarna, karena asetokarmin berwarna merah terang. Sehingga mempermudah mengamati proses mitosis yang terjadi. 3. Mengapa digunakan akar bawang merah dalam parktikum ini? Jawaban: Karena pada akar bawang merah proses pembelahan mitosis bisa diamati secara jelas. Selain itu akar bawang merah merupakan jaringan meristem yang sedang tumbuh dengan pesat, sehingga pembelahannya bisa diamati, karena mitosis terjadi secara aktif pada jaringan ini. 4. Bahas secara rinci setiap fase mitosis! Jawaban: a. Interfase Selama proses interfase kromosom tidak kelihatan karena benang-benang kromatin tidak berpilin. Pada fase ini terjadi pembentukan organel untuk pertumbuhan itu sendiri. Kemudian terjadi sintesis terutama sintesis materi genetik, yaitu bahanbahan yang akan diwariskan pada keturunannya. Materi genetik yang disintesis adalah DNA. Dan terjadi juga pembentukan organel untuk sel anakan.

b. Profase Benang-benang kromatin semakin menebal dan memendek, menjadi kromosom. Terdapat sister kromatid. Nukleolus (anak inti) melebur. Benang gelendong mulai terbentuk. c. Metafase Kromatid terletak di bidang ekuator, menggantung pada benang spindel melalui sentromer. Benang-benang spindel tampak semakin jelas dan teratur seperti kumparan. d. Anafase Kromosom berada di kutub masing-masing. Akhir anaphase sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator. e. Telofase Benang-benang gelendong hilang. Benang-benang kromosom semakin menipis, berubah menjadi benang kromatin yang tipis. Nukleolus tampak lagi. Pada akhir telofase terbentuklah dua sel anak yang diploid (2n).

DAFTAR PUSTAKA
http://www.crayonpedia.org/mw/B._Pembelahan_Sel_Secara_Mitosis_12.1 Dakhlan.2009. http://iptekdakhlan.blogspot.com/2009/07/pembelahan-sel-i-embelahansel-secara.htm Suryati, D. 2011. Penuntun Pratikum Genetika Dasar. Bengkulu: Lab. Agronomi Universitas Bengkulu. Wiki. 2011. Mitosis. http://id.wikipedia.org/wiki/Mitosis