Anda di halaman 1dari 6

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B DEBAT TEORI AKUNTANSI POSITIF: TELAAH KEMUNCULAN PERKEMBANGAN, KOMENTAR, DAN

KRITIKAN Sutrisno Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Pengantar Perkembangan teori akuntansi pada hakikatnya dapat dikelompokkan ke dalam teori akuntansi tradisional dan teori akuntansi positif. Teori akuntansi tradisional berkembang sebelum tahun 1970-an, dimana kelompok yang ikut andil dalam perkembangannya mulai dari Hendriksen (Induktif dan deduktif (1977)) sampai Sanders et al., (1938). Teori akuntansi tradisional adalah normatif, prespektif dan deskriptif yang oleh Watts dan Zimmerman (1979,1986) disebutnya sebagai tidak ilmiah (non-scientific). Hendriksen (1977) mengkaji definisi teori sebagai seperangkaat prinsip, pragmatis, konseptual dan hipotesis yang terpadu, yang membentuk suatu rerangka referensi umum untuk bidang studi (definisi dari ASOBAT, 1966). Teori akuntansi tradisional menggunakan pendekatan kos histories ( historical cost) , sehingga dapat menghasilkan informasi yang andal (reliable), meskipun tidak serelevan dengan pendekatan penilaian yang didasarkan pada nilai sekarang (present value). Pendekatan tradisional mempunyai ciri yaitu tidak adanya proses pembuktian yang teliti dalam upaya untuk mengembangkan teori akuntansi, dan merupakan riset yang konvensional dibandingkan dengan aliran riset baru yang mengandalkan penalaran tradisional untuk memutuskan suatu rerangka konseptual akuntansi. Pendekatan tradisional ini terdiri atas: (1) pendekatan non-teoritis, praktis atau pragmatis (informal) dan (2) pendekatan teoritis: deduktif, induktif, etis, sosiologis, dan ekonomis. Teori akuntansi positifpertama kali diusulkan oleh Watts dan Zimmerman pada tahun 1978 dan 1979 dalam artikelnya mengenai akuntansi positif, yaitu: (1) artikel 1978: Towards A Positive Theory of the Determination of Accounting Standards; dan (2) artikel 1979: The Demand for and Supply of Accounting Theory : The Market fo Excuses. Di

Teori Akuntansi

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B dalam bukunya Positive Accounting Theory (1986) Watt and Zimmerman menunjukkan dampak negatif pemilihan metode akuntansi yang berbeda, akan menguntungkan salah satu fihak dan merugikan fihak yang lain. Scoot (2000) menyebutnya sebagai perilaku oportunistik akibat dimungkinkannya penggunaan metode pengukuran yang berbeda. Selain dalam bentuk perilaku oportunistik yang negatif, teori akuntansi positif juga diinterpretasi positif yang disebut dengan kontrak efisien (efficient contracting). Di dalam bentuk ini manajemen memilih metode akuntansi dengan tujuan kepentingan perusahaan, dan bukan kepentingan pribadi. Hal tersebut mengarahkan bahwa akuntansi berhubungan dengan pasar modal. Kemunculan dan perkembangan teori akuntansi positif memfasilitasi riset-riset akuntansi. Studi Ball and Brown (1968) mendominasi teori dan riset akuntansidan keuangan berbasis pasar sejak tahun 1968. selanjutnya studi mereka direplikasi atau dikembangkan oleh peneliti-peneliti berikutnya, seperti Easton, Haris, dan Ohlson (1992), yang menemukan bahwa hubungan antara returns sekuritas dan laba berdasarkan kos histories. Selain itu juga berkembang studi hubungan antara laba dan volume perdagangan saham yang dilakukan oleh Beaver (1968), dan dikembangkan oleh Bamber dan Cheon (1995), dan Baron (1995, studi rasio keuangan untuk prediksi kebangkrutan dilakukan oleh Altman (1968), dan dikembangkan Ohslon (1980), studi rasio keuangan untukprediksi laba pertama kali ilakukan oleh Ou dan Penman (1989), studi hubungan antara arus kas dan returns oleh Wilson (1987), dan Livnat dan Zarowing (1990), studi akrual akuntansi oleh Sloan (1996), studi manajemen laba oleh (Healy (1985), Jones (1991), Cahan (1992), Sweenwy (1994), dan Dechow, Sloan dan Sweeney (1996). Perkembangan riset akuntansi dan keuangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari muncul dan berkembangnya teori akuntansi positif (Watts dan Zimmerman, 1986) yang sangat dominan dalam mewarnai riset-riset akuntansi saat ini. Teori akuntansi positif adalah teori yang digunakan untuk mempredikasi tindakan pemilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan perusahaan dan bagaimana perusahaan akan merespon standar akuntansi yang baru (Scoot, 2000). Teori akuntansi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan

Teori Akuntansi

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B dan memprediksi fenomena akuntansi. Teori tidak akan dibuktikan kebenarannya, namun demikian akan diuji apakah prediksinya dapat ditolak oleh bukti secara empiris. Studi ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap debat kemunculan, perkembangan, dan kritikan teori akuntansi positif. TEORI AKUNTANSI SEBAGAI BARANG EKONOMIS: ANALISA

PERMINTAAN DAN PENAWARAN Artikel Watts dan Zimmerman (1979) menelaah pertanyaan tentang mengapa teori akuntansi secara dominan dikuasai oleh aliran normatif, dan mengapa tidak ada saru teori yang bisa diterima secara umum. Teori akuntansi dianalisa sebagaimana barang ekonomis, yang dibentuk sebagai respon dari permintaan ( demand) terhadap teori. Bentuk dari sifat permintaan di dalam artikel tersebut diuji, yaitu pertama pada kondisi ekonomi tanpa regulasi (unregulated), dan kedua dalam kondisi ekonomi yang terregulasi (regulated). Nantinya akan timbul bermacam-macam teori ,masing-masing kelompok dipengaruhi oleh permintaan dari perubahan akuntansi dan teori yang mendukung posisinya, sehingga teori akuntasi tersebut merpakan sifat dari aliran noratif, karena dipergunakan sebagai alasan (excuses) untuk tindakan politis. Literature yang secara umum disebut sebagai teori akuntansi keuangan adalah didominasi oleh preskritif (prescriptive). Secara umum belum terdapar kesimpulan bahwa teori akuntansi keuangan bersifat substantif, dan mempunyai akibat langsng terhadap praktik atau formulasi kebijakan tertentu walaupun riset akuntansi telah berlangsung sejak lama. Peneliti tidak dapat memuaskan semua praktisi akuntansi yang bisa diterima secara umum oleh badan penentu standar akuntansi. Komite Asosiasi Akuntan Amerika (American Accounting Association) sampai saat ini telah menyatakan bahwa: belum ada satu dasar teori akuntansi yang diterima secara universal. Tujuan dari artikel Watts dan Zimmerman (1979) adalah untuk memulai membangun teori yang dapat menentukan teori akuntansi. Teori ini diharapkan merupakan teori positif, yaitu teori yang mampu untuk menjelaskan faktor-faktor yang

Teori Akuntansi

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B menentukan literature akuntansi yang telah ada, memprediksi bagaimana riset akan berubah apabila faktor-faktor yang mendasarinya berubah, dan menjelaskan peran teori dalam menentukan standar akuntansi. Permintaan Teori Akuntansi 1. Akuntansi Pada Kondisi Ekonomi Tanpa Regulasi Sampai saat ini pengauditan laporan keuangan perusahaan secara sukarela (voluntarily) dilakukan untuk memenuhi kewajiban yang disyaratkan ileh lembaga pemerintah. Watt (1977) menyatakan bahwa pelaksanaan audit laporan keuangan suatu perusahaan, pada awalnya dilakukan oleh manajer yang memiliki kontrak atau perjanjian utang. Watt (1977) melakukan analisis hubungan agensi, dan menyimpulkan bahwa fungsi dari audit laporan keuangan di dalam kondisi ekonomi tanpa regulasi adalah untuk mengurangi kos agensi, yang muncul karena kepentingan manajer yang tidak selalu searah dengan kepentingan puhak stakehoder atau bondholder. 2. Fungsi Teori Akuntansi Prosedur akuntansi digunakan sebagai alat untuk mengurangi biaya kontrak ( cost of contracts). Karena kos agensi jumlahnya bervariasi, maka prosedur akuntansinya juga akan bervariasi. Selain permintaan untuk menjelaskan variasi di dalam praktik akuntansi, terdapat pula permintaan untuk memprediksi pengaruh dari prosedur akuntansi, baik terhadap kesejahteraan manajer maupun kesejahteraan auditor. Seperti penelitian Matheson (1893). 3. Akuntansi Pada Kondisi Ekonomi Teregulasi Pada kondisi ekonomi teregulasi terdapat peranan akuntansi secara langsung dan tidak langsung. Peran akuntansi secara langsung adalah transfer kesejahteraan, dalam bentuk subsidi kepada perusahaan, tariff, walfarei, keamanan sosial, maupun komisi regulator. Sedangkan peran secara tidak langsung adalah penggunaan isi laporan keuangan oleh komisi pemerintah dalam proses regulator yang sering dijadikan dasar tindakan bagi legislative. Hal ini akan mendorong

Teori Akuntansi

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B manajemen untuk memilih prosedur akuntansi yang memenuhi syarat, baik untu mengurangi biaya maupun untuk meningkatkan keuntungan. Penawaran Teori Akuntansi Peneliti akuntansi sering memasukkan rekomendasi politis sebagai bagian dari proyek riset mereka. Sebagian dari teoritis percaya bahwa tujuan riset mereka dan alasan mereka mensuplai teori, adalah untuk memberi pengetahuan yang akan meningkatkan praktik akuntansi, dan bukan sebagai penawaran (supply) dari excuses. Konsumen atau pemakai (vested interest) akan menentukan produksi atau hasil riset akuntansi melalui dorongan yang diberikan oleh teori akuntansi. Hubungan Empiris Intervensi Pemerintah dan Teori Akuntansi Teori akuntansi (konsep depresiasi, akuntansi akrual,, aplikasi konsep income ekonomi, dan ide mengenai tujuan dari laporan keuangan pada umumnya untuk memenuhi informasi investor dari pada untuk mengontrol kos agensi), yang mengikuti intervensi pemerintah. METODOLOGI TEORI AKUNTANSI POSITIF Berbagai metodologi diungkapkan mulai dari Christenson (1983), Watts dan Zimmerman yang merujuk pada pendapat Jensen (1976), Watts (1977), Watts dan Zimmerman (1978) Zimmerman (1980), dan Caws (1972) yang semuanya saling melengkapi. Metodologi dari akuntansi positif merupakan aspek yang paling controversial dari hasil kerja Watts dan Zimmerman secara umum. Cristenson (1983) mengkritik pendekatan metodologi Watts dan Zimmerman, pertama, mereka mengklaim lebihmenyukai positifdibandingkan normatif. Kedua, mereka menekankan pada pembuktian empiris dari pada teori yang a priori. Dasar metodologi teori akuntansi positif mempunyai tujuan untuk menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi. Hal ini berbeda dengan proposisi normatif yang berusaha mencari preskripsi isi laporan keuangan. Teori positif adalah bebas nilai dan scientific, sedangkan teori normatif adalah high value laden. Dua penolakan yang dapat dilakukan adalah, pertama, teori positif tidak bebas dari nilai judgement atau implikasi

Teori Akuntansi

Fitry Nur Aini 0110233036 Akuntansi Reg-B preskriptif. Kedua, akan menjadi tidak benar untuk mengasumsikan bahwa semua teori yang tidak positif, yang mengarah pada proposisi yang dapat diuji secara empiris, adalah normatif yang berhubungan dengan preskripsi. SIMPULAN Perkembangan teori akuntansi dapat dikelompokkan menjadi teori akuntansi tradisional dan teori akuntansi positif. Teori akuntansi positif pertamakali diusulkan oleh Watts dan Zimmerman pada tahun 1978 dan 1979 melalui teori akuntansi positifnya. Kemunculan dan perkembangan teori akuntansi positif memfasilitasi riset akuntansi yang sampai saat ini telah didominasi riset akuntansi. Studi Ball dan Brown (1968) merupakan studi monumental yang mendominasi teori dan riset akuntansi dan keuangan berbasis pasar sejak tahun 1968. selanjutnya studi ini direplikasi atau dikembangkan oleh penelitipeneliti berikutnya, seperti studi hubungan antara returns sekuritas dan laba berdasarkan kos histories, serta penelitian-penelitian lainnya. Berkembangnya teori akuntansi positif ini telah mendapat banyak perdebatan, baik dalam bentuk kritik metodologi, filosofi, maupun komentar. Cristenson mencoba mengkritik konsep bahwa teori positif bersifat scientific, sedangkan teori normatif adalah unscientific. Menurut Cristenson scientific itu hanya hanya karena menggunakan statistika. Cristenson berpendapat bahwa teorinya Watts dan Zimmerman tersebut bukan teori positif dalam arti sesungguhnya. Namun teori riset yang menggunakan metodologi positif. Namun demikian Cristenson juga menghormati dan menghargai Watts dan Zimmerman beserta teorinya, karena bagaimanapun mereka siap untuk dikritik, dan bukan menganggap teori mereka sudah mapan (settle).

Teori Akuntansi