Anda di halaman 1dari 7

PETA TOPOGRAFI 2

I.

Macam-Macam Bentang Alam Struktural


Bentang alam struktural dapat dikelompokkan berdasarkan struktur yang

mengontrolnya. Klasifikasi bentang alam struktural berdasarkan struktur geologi pengontrolnya menjadi 3 kelompok utama, yaitu dataran, pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Pada dasarnya struktur geologi yang ada tersebut dapat ditafsirkan keberadaannya melalui pola ataupun sifat dari garis kontur pada peta topografi. Secara umum struktur yang menyusun bentang alam struktural ada 3, yaitu sesar, lipatan dan kekar. 1.1 Sesar Macam-macam sesar, diantaranya : 1.1.1 Normal Faults (Sesar Turun) Adalah patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horizontal pada batuan yang bersifat retas dimana hanging wall block telah mengalami pergeseran relatif kearah bagian bawah terhadap footwall block. 1.1.2 Reverse Faults (Sesar Naik) Adalah patahan hasil dari gaya tegasan kompresional horisontal pada batuan yang bersifat retas, dimana hangingwall block berpindah relatif kearah atas terhadap footwall block. 1.1.3 Strike Slip Faults (Sesar Geser) Adalah patahan yang pergerakan relatifnya berarah horizontal mengikuti arah patahan. Patahan jenis ini berasal dari tegasan geser yang bekerja di dalam kerakbumi. Patahan jenis strike slip fault dapat dibagi menjadi 2 (dua) tergantung pada sifat pergerakannya. Dengan mengamati pada salah satu sisi bidang patahan dan dengan melihat kearah bidang patahan yang berlawanan, maka jika bidang pada salah satu sisi bergerak kearah kiri kita sebut sebagai patahan leftlateral strike-slip fault. Jika bidang patahan pada sisi lainnya bergerak kearah kanan, maka kita namakan sebagai right-lateral strike-slip fault. Contoh patahan jenis strike slip fault yang sangat terkenal adalah patahan San Andreas di California dengan panjang mencapai lebih dari 600 km

1.1.4

Dip Slip Faults Adalah patahan yang bidang patahannya menyudut (inclined) dan

pergeseran relatifnya berada disepanjang bidang patahannya atau offset terjadi disepanjang arah kemiringannya. Sebagai catatan bahwa ketika kita melihat pergeseran pada setiap patahan, kita tidak mengetahui sisi yang sebelah mana yang sebenarnya bergerak atau jika kedua sisinya bergerak, semuanya dapat kita tentukan melalui pergerakan relatifnya. Untuk setiap bidang patahan yang yang mempunyai kemiringan, maka dapat kita tentukan bahwa blok yang berada di atas patahan sebagai hanging wall block danblok yang berada dibawah patahan dikenals sebagai footwall block. 1.1.5 Horsts & Grabens Dalam kaitannya dengan sesar normal yang terjadi sebagai akibat dari tegasan tensional, seringkali dijumpai sesar-sesar normal yang berpasang pasangan dengan bidang patahan yang berlawanan. Dalamkasus yang demikian, maka bagian dari blok-blok yang turun akan membentuk graben sedangkan pasangan dari blok - blok yang terangkat sebagai horst. Contoh kasus dari pengaruh gaya tegasan tensional yang bekerja pada kerak bumi pada saat ini adalah East African Rift Valley suatu wilayah dimana terjadi pemekaran benua yang menghasilkan suatu rift. Contoh lainnya yang saat ini juga terjadi pemekaran kerak bumi adalah wilayah di bagian barat Amerika Serikat, yaitu di Nevada, Utah, dan Idaho. 1.1.6 A Thrust Fault Adalah patahan reverse fault yang kemiringan bidang patahannya lebih kecil dari 150. . Pergeseran dari sesar Thrust fault dapat mencapai hingga ratusan kilometer sehingga memungkinkan batuan yang lebih tua dijumpai menutupi batuan yang lebih muda. 1.2 Transform-Faults Adalah jenis patahan strike-slip faults yang khas terjadi pada batas lempeng, dimana dua lempeng saling berpapasan satu dan lainnya secara horisontal. Jenis patahan transform umumnya terjadi di pematang samudra yang mengalami pergeseran (offset), dimana patahan transform hanya terjadi diantara batas kedua pematang, sedangkan dibagian luar dari kedua batas pematang tidak terjadi pergerakan relatif diantara kedua bloknya karena blok tersebut

bergerak dengan arah yang sama. Daerah ini dikenal sebagai zona rekahan (fracture zones). Patahan San Andreas di California termasuk jenis patahan transform fault. 1.2 Lipatan Berdasarkan kedudukan garis sumbu dan bentuknya, lipatan dapat dikelompokkan menjadi: 1.2.1 1.2.2 Lipatan paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap. Lipatan similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama. 1.2.3 Lipatan harmonic atau disharmonic adalah lipatan berdasarkan menerus atau tidaknya sumbu utama. 1.2.4 1.2.5 1.2.6 1.2.7 Lipatan ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya. Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar. Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar. Lipatan klin bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar. Disamping lipatan tersebut diatas, dijumpai juga berbagai jenis lipatan, seperti Lipatan Seretan (Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat seretan suatu sesar. 1.3 Kekar Ada beberapa jenis kekar, yaitu : 1.3.1 Kekar Pengerutan (Srinkage Joint) Yaitu kekar yang terbentuk karena gaya pengerutan yang timbul karena pendinginan (pada batuan beku) atau pengeringan (pada batuan sediment). Kekar ini biasanya berbentuk polygonal yang memanjang. 1.3.2 Kekar Lembar (Sheet Joint) Yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat penghilangan beban batuan yang tererosi. 1.4 Kekar Gerus Yaitu kekar yang terbentuk oleh gaya kompresi. Gaya kompresi adalah gaya-gaya yang bekerja menuju ke satu titik yaitu gaya menekan daerah tersebut.

1.5

Kekar Tarik Yaitu kekar yang terbentuk akibat gaya tarik, yaitu gaya-gaya yang

bekerja meninggalkan satu titik atau disebut juga gaya yang merengangkan daerah tersebut.

II.
2.1

Kenampakan Bentang Aam Struktural Pada Petatopografi


Sesar Kenampakan sesar di lapangan adalah terdapat gawir, atau bukit yang

tampak tiba-tiba mengalami penurunan, lalu jika dapat melihat susunan perlapisannya pasti ada suatu batas garis yang memisahkan dan membuat perlapisan tersebut tidak padagarisnya, dengan kata lain ada perlapisan yang lebih di atas dan di bawah. 2.2 Kekar Kenampakan kekar di lapangan ditandai dengan adanya tanah yang retakannya dalam dan bentuknya biasanya simetris, segi 4 ataupun segi 6. Umumnya dicirikan oleh pola aliran sungai rektangular, dan kelurusan-kelurusan sungai dan bukit 2.3 Lipatan Lipatan pada saat di lapangan dapat dilihat seperti bukit kecil yang disebabkan oleh gaya endogen dari samping, dan jika kita dapat melihat perlapisannya pasti lapisan itu tidak berbentuk garis lurus namun ada bagian cembungan dan cekungannya.

III.
3.1

Morfogenesa
Sesar Pada awalnya sesar hanyalah sebuah perlapisan yang terbentuk dalam

kurun waktu tertentu, lalu dengan adanya gaya endogen dari dalam bumi yang menekan mereka dari sudut-sudut tertentu dan energi tersebut melewati batas elastisitas mereka, maka terjadilah patahan yang mana patahan ini merupakan pergeseran barisan lapisan pada satu atau kedua sisinya. 3.2 Lipatan Proses pembentukan lipatan pada dasarnya sama seperti sesar namun energi yang menekan pada lipatan atau fold ini lebih rendah sehingga tidak sampai terpatahkan. Sumbu gaya endogen yang menekan perlapisan tersebut

datang dari arah kanan dan kiri sehingga terbentuk lipatan yang cembung dan cekung. Bentuk dari lipatan sendiri di pengaruhi oleh faktor arah gaya endogen dan eksogen. 3.3 Kekar Kekar terbentuk karena adanya intrusi dari dalam yang menyebabkan penekanan pada suatu struktur lalu tekanan tersebut berkurang energinya sehingga menyebabkan bekas seperti rekahan. Kekar biasa ditemukan di pinggir pantai.

IV.
4.1

Cara Pendeteksian Di Lapangan


Sesar Kenampakan sesar di lapangan adalah terdapat gawir, atau bukit yang

tampak

tiba-

mengalami

penurunan,

lalu

jika

dapat

melihat

susunan

perlapisannya pasti ada suatu batas garis yang memisahkan dan membuat perlapisan tersebut tidak pada garisnya, dengan kata lain ada perlapisan yang lebih di atas dan di bawah. 4.2 Lipatan Lipatan pada saat di lapangan dapat dilihat seperti bukit kecil yang disebabkan oleh gaya endogen dari samping, dan jika kita dapa melihat perlapisannya pasti lapisan itu tidak berbentuk garis lurus namun ada bagian cembungan dan cekungannya. 4.3 Kekar Kenampakan kekar di lapangan ditandai dengan adanya tanah yang retakannya dalam dan bentuknya biasanya simetris, segi 4 ataupun segi 6.

KESIMPULAN

Bentang alam fluvial adalah bentang alam hasil dari proses kimia maupun fisika yang menyebabkan perubahan bentuk muka bumi karena pengaruh air permukaan (proses fluvial). Air permukaan dapat berupa sungai yang mengalir di bukit-bukit (sheet water). Sebagaimana proses geomorfik yang lain, proses fluvial akan menghasilkan suatu bentang alam yang khas sebagai tingkah laku air yang mengalir di permukaan. Bentang alam yang dibentuk dapat terjadi karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh air permukaan.

DAFTAR PUSTAKA

Dhani, Arya, 2009, Bentang Alam Struktural. http://aryadhani.blogspot.com/ 2009/05/bentang-alam-struktural.html. Diakses tanggal 19 April 2013. (online) Ahmad, Zulhikmal, 2010, Geologi Struktur. http://www.docstoc.com/docs/748 28940/7-GEOLOGI-STRUKTUR. Diakses tanggal 19 April 2013. (word) Adi, Prasetya, Yogi, 2011 Chapter 8 Penafsiran Peta Topografi.

http://www.scribd.com/doc/38459941/35147136-Chapter-8-PenafsiranPeta-Topografi. Diakses tanggal 19 April 2013. (pdf) Mulawardhani, Aditya. 2009. Bentang Alam Fluvial. http://www.adityamula wardhani.blogspot.com/2009/07/Bentang-alam-fluvial.html. tanggal 19 April 2013. (online) Saumi, Rahmawati, 2009, Kontur Peta Topografi. http://oti Diakses

saumirahmawati.wordpress.com/2009/11/29/Kontur-peta-topografi/. Diakses tanggal 27 Maret 2013. (online)