Anda di halaman 1dari 16

U,

PENILAIAN MUTU PELAYANAN KEBIDANAN MELALUI OBSERVASI WAWANCARA DAN DOKUMENTASI A. Pengertian Observasi, wawancara, dokumentasi merupakan bagian penting dari administrasi yang efektif dalam suatu organisasi. Hal ini suatu proses bantuan kepada staf untuk mencapai tujuan organisasi. Hasil yang diharapkan dikaitkan dengan standar yang digunakan dalam pelayanan kesehatan akan bermakana apabila tujuan dapat dicapai dengan hasil yang baik. Hasil tersebut sangat tergantung pada kualitas kinerja yang ditampilkan oleh klinisi, termasuk perawat dan bidan. Oleh sebab itu salah satu bagian yang penting dalam proses manajemen adalah melakukan monitoring untuk mengetahui bagaimana perawat dan bidan melakukan pekerjaannya. B. Tujuan a. Tujuan dokumentasi adalah : 1. Menentukan kompetensi pekerjaan. 2. Meningkatkan kinerja dengan menilai dan mendorong hubungan yang baik diantara pegawai (perawat dan bidan). 3. Menghargai pengembangan staf dan memotivasi pegawai kearah pencapaian kualitas yang tinggi. 4. Menggiatkan konseling dan bimbingan. b. Tujuan observasi adalah: 1. Memperoleh informasi terutama tentang kegiatan apakah telah

dilaksanakan sesuai dengan rencana dan memberikan umpan balik. 2. Mempertanggung jawabkan tugas/ kegiatan yang telah dilakukan. 3. Menentukan kompetensi pekerjaan dan meningkatkan kinerja dengan menilai dan mendorong hubungan yang baik diantara pegawai. 4. Menggiatkan konseling dan bimbingan. c. Tujuan wawancara adalah : 1. Mengetahui secara langsung masalah keperawatan/kebidanan. 2. Mengambil langkah korektif untuk erbaikan secepatnya. 3. Mengukur pencapaian sasaran/target 4. Mengkaji kecenderungan status kesehatan pasien/masyarakat yang mendapat pelayanan.

U,

HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN 1. Monitoring kinerja klinis perawat dan bidan berdasarkan indikator kinerja klinis. 2. Indikator kinerja berdasarkan standar dan uraian tugas. 3. Indikator kinerja klinis dipilih yang menjadi indikator kunci. 4. Dalam waktu tertentu dapat dilakukan perubahan.

LANGKAH-LANGKAH KERJA 1. Perencanaan a. Merancang sistem monitoring yang spesifik. b. Menentukan scope monitoring. c. Memilih dan menentukan indikator tentukan sasaran batasan kelompok. d. Menentukan sumber-sumber informasi, memilih metoda pengumpulan data. 2. Implementasi a. Mengumpulkan data penggunaan format pengumpulan data, termasuk memilih menetukan proses supervisi dan prosessingnya (kemana kan dikirim). b. Tabulasi data dan analisa data. c. Temuan dalam monitoring d. Menggali penyebab dan mengambil tindakan perbaikan. e. (Rencana) serta memberi efek sesuai dengan harapan. 3. Menentukan kelanjutan monitoring Kegiatan monitoring dirancang untuk memperoleh hasil kinerja sekarang (rutin) atau jangka pendek bagi manajer atau user lainnya. Ketika program atau kegiatan rutin telah memberikan perubahan signifikan, maka kelangsungan program kinerja memerlukan perhatian. Review secara periodik tetap diperlukan. Sistem informasi manajemen akan membantu manajer untuk mempertimbangkan kapan indikator dan frekuensi monitoring dikurangi dan pada bagian mana perlu direncanakan lagi dan dilanjutkan.

METODE EVALUASI KERJA a. Catatan Anecdotal b. Penilaian diri sendiri c. Check list d. Peer Review

U,

INDIKATOR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN TENTANG PENINGKATAN KINERJA BIDAN A. Latar belakang masalah Kinerja (performance) menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan yang bermutu tinggi. B. Pengertian kinerja Kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Kinerja : keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan Kinerja : pekerjaan yang merupakan gabungan dari karakteristik pribadi dan pengorganisasian seseorang. Kinerja : apa yang dapat dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

C. Komponen penting kinerja Kompetensi berarti individu atau organisasi memiliki kemampuan untuk mengidentifikasikan tingkat kinerjanya. Produktifitas : kompetensi tersebut diatas dapat diterjemahkan ke dalam tindakan atau kegiatan-kegiatan yang tepat untuk mencapaai hasil kinerja (outcome) D. Tujuan kinerja Meningkatkan prestasi kerja staf, baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi-tingginya. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi. Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan, sehingga terbuka jalur komunikasi dua antara pimpinan dan staf E. Kinerja indikator Secara garis besar ada 5 kegiatan utama : Merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus dicapai oleh seorang bidan dan disepakati oleh atasannya. Menyepakati sasaran kerja dalam bentuk hasil yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.

U,

Melakukan monitoring, koreksi, memfasilitasi serta memberi kesempatan untuk perbaikan Menilai prestasi bidan dengan membandingkan prestasi aktual dengan standar yang telah ditetapkan. Memberikan umpan balik kepada bidan yang dinilai berhubungan dengan seluruh hasil penilaian.

F. Pengertian indikator Indikator : pengukuran tidak langsung suatu peristiwa atau kondisi. Contoh : berat badan bayi dan umurnya adalah indikator status nutrisi dari bayi tersebut. G. Klasifikasi indikator Indikator Input Indikator Proses Indikator output Indikator outcome

H. Pengukuran indikator kerja klinis Untuk menilai keberhasilan suatu kegiatan layanan kebidanan dipergunakan indikator kinerja klinis. Indikator adalah pengukuran kuantitatif yang meliputi: numerator dan denominator. I. Sasaran kunci pengumukan data kinerja Menata sistem informasi yang akurat yang mendasari keputusan mendatang. Menghindari aspek hukum yang berkaitan dengan pengukuran dan hasil data yang dikumpulkan. Menemukan lingkungan tepat. Menumbuhkan motifasi staf dan merencanakan peningkatan kinerja itu sendiri. Mengumpulkan data interval secara reguler terhadap proses-proses kritis dalam upaya mempertahankan kinerja yang sudah meningkat. Mengumpulkan data objektif dan sabjektif.

U,

PENILAIAN MUTU KEBIDANAN TENTANG KONSEP PDCA Penilain Mutu Mutu pelayanan keshatan adalah penampilan yang pantas dan sesuai (yang berhubungan dengan standar-standar) dari suatu intervensi yang diketahui aman, yang dapat memberikan hasil kepada masyarakat yang bersangkutan dan yang telah mempunyai kemampuan untuk menghasilkan dampak. Mutu merupakan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Dimensi mutu pelayanan kebidanan adalah : Kompetensi teknis (Technical competence) Akses terhadap pelayanan (access to service) Efektifitas (effectiveness) Efisiensi (efficiency) Kontinuitas (continuity) Keamanan (safety) Hubungan antar manusia (Interpersonal relations) Kenyamanan (amenities)

Menurut Amiruddin (2007) dalam pelakuan penilaian mutu ada tiga pendekatan penilaian mutu, yaitu : a. Struktur Struktur meliputi sarana fisik perlengkapan dan peralatan, organisasi dan manajemen, keuangan, sumber daya manusia lainnya difasilitas kesehatan. Struktur = Input Baik tidaknya struktur sebagai input dapat diukur dari : b. Proses Proses merupakan semua kegiatan yang dilaksanakan secara profesional oleh tenaga kesehatan (dokter, perawat dan tenaga profesi lain) dan interaksinya dengan klien. Proses mencakup diagnosa, rencana pengobatan, indikasi tindakan, prosedur dan penanganan kasus. Jumlah, besarnya Input Mutu struktur atau mutu input Besarnya anggaran atau biaya Kewajaran

U,

Baik tidaknya proses dapat diukur dari : Relevan tidaknya proses itu bagi klien Fleksibilitas dan efektivitas Mutu prose situ sendiri sesuai dengan standar pelayanan yang semestinya. Kewajaran, tidak kurang dan tidak berlebihan.

Outcomes Outcome adalah hasil akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap klien Dapat berarti adanya perubahan derajat kesehatan dan kepuasan baik positif maupun negatif. Outcome jangka pendek adalah hasil dari segala suatu tindakan tertentu atau prosedur tertentu. Outcome jangka panjang adalah status kesehatan dan kemampuan fungsional klien.

SIKLUS PDCA Konsep siklus PDCA pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930 yang disebut dengan shewhart cycle. PDCA, singkatan bahasa Inggris dari plan, do, check, act (Renacanakan, kerjakan, cek, tindak lanjuti), adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah interatif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Selanjutnya konsep ini dikembalikan oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan The Deming Wheel. Siklus PDCA terdiri atas empat tahapan : Perencanaan Pelaksanaan Pemeriksaan Perbaikan

Siklus PDCA P

U,

INDIKATOR PELAYANAN KEBIDANAN TENTANG STANDAR OUTCOME PENDAHULUAN Indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau menunjukkan satu kecenderungan situasi, yang dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan. Indikator adalah variabel untuk mengukur suatu perubahan baik langsung maupun tidak langsung. Outcome adalah hasil akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap klien. Outcome dapat berarti adanya perubahan derajat kesehatan dan kepuasan baik positif maupun negatif.

PEMBAHASAN A. Pengertian Outcome adalah hasil akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap klien. Dapat berarti adanya perubahan derajat kesehatan dan kepuasan baik positif maupun negatif. Outcome jangka pendek adalah hasil dari segala suatu tindakan tertentu atau prosedur tertentu. B. Mutu Pelayanan Kebidanan Standar Outcome Kepuasan pelanggan Kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome layanan kesehatan yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang. Tingkat kepuasan adalah suatu fungsi dari perbedaan antara penampilan yang dirasakan dan harapan. Efesiensi pelayanan kesehatan Efesiensi mutu pelayanan kesehatan merupakan dimensi penting dari mutu karena efesiensi akan mempengaruhi hasil pelayanan kesehatan, apalagi sumber daya pelayanan kesehatan pada umumnya terbatas. Pelayanan yang efesien akan memberikan perhatian yang optimal dari pada memaksimalkan pelayanan kepada pasien dan masyarakat. Petugas akan memberikan pelayanan yang terbaik dengan sumber daya yang dimiliki.

U,

Efektivitas program Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuantujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektivitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Sistem untuk peningkatan kinerja bidan Kinerja bidan : proses yang dilakukan dan hasil yang dicapai oleh suatu organisasi dalam memberikan jasa atau produk kepada pelanggan. Sekumpulan prinsi-prinsip pedoman untuk kegiatan dimana pekerjaan setiap individu memberikan sumbangan bagi perbaikan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Bagaimana saya dapat membantu orang lain untuk memahami arti pekerjaan bagi keseluruhan.

U,

STANDAR PELAYANAN MINIMAL A. STANDAR PELAYANAN MINIMAL Pengertian standar itu sendiri sangat beragam, diantaranya : Standar adalah sesuatu ukuran atau patokan untuk mengukur kuantitas, berat, nilai dan mutu. Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan. Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal, atau disebut pula sebagai kisaran variasi yang masih dapat diterima (Clinical Practice Guideline, 1990). 1. Syarat Standar Syarat-syarat standar yaitu : Bersifat jelas Masuk akal Mudah dimengerti Dapat dicapai Absah Meyakinkan Mantap, spesifikasi serta eksplisit

Secara umum standar program menjaga mutu dapat dibedakan menjadi : 1. Standar persyaratan minimal 2. Standar penampilan minimal Standar penampilan minimal adalah yang menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang mash dpt diterima. Standar ini karena menunjuk pada unsur keluaran maka sering disebut dengan standar keluaran atau standar penampilan (Standar of Performance). B. Mutu Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan pelanggan (ASQC dalam Wijoyo, 1999)

U,

C. Pelayanan Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, banyak syarat yang harus dipenuhi, syarat yang dimaksud mencakup delapan hal pokok, yakni : Tersedia (available) Wajar (appropriate) Berkesinambungan (continue) Dapat diterima (acceptable) Dapat dicapai (accesible) Dapat dijangkau (affordable) Efesien (effecient) serta Bermutu (quality) Unsur-unsur yang mempengaruhi mutu pelayanan Unsur masukan Unsur lingkungan Unsur proses Ruang lingkup standar pelayanan kebidanan adalah sebagai berikut : Standar pelayanan umum (2) Standar 1 : persiapan untuk kehidupan keluarga Standar 2 : pencatatan dan pelaporan Standar pelayanan antenatal (6) Standar 3 : identifikasi ibu hamil Standar 4 : pemeriksaan atau pemantauan Standar 5 : palpasi abdominal Standar 6 : pengelolaan anemia pada ibu hamil Standar 7 : pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan Standar 8 : persiapan persalinan Standar pelayanan persalinan Standar 9 : asuhan persalinan kala I Standar 10 :persalinan kala II yang aman Standar 11: penatalaksanaan aktif persalinan kala III Standar 12: penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi Standar pelayan nifas Standar 13: perawatan bayi lahir

U,

Standar 14: penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan Standar 15: pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas Standar pelayanan kegawatdaruratan obstetri-neonatal (9) Standar 16: penanganan perdarahan dalam kehamilan pada trimester III Standar 17: penanganan kegawatan pada eklampsia Standar 18: penanganan kegawatan pada partus lama/macet Standar 19: persalinan dengan menggunakan vacum ekstraktor Standar 20: penanganan retensio plasenta Standar 21: perdarahan perdarahan postpartum primer Standar 22: penanganan perdarahan postpartum sekunder Standar 23: penanganan asfiksia neonatorum

U,

INDIKATOR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN TENTANG DISIPLIN DALAM SPK A. DEFINISI STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN (SPK) Adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan yaitu standar pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawab profesi bidan. B. Manfaat standar pelayanan kebidanan Standar pelayanan berguna dalam penerapan norma tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Melindungi masyarakat Sebagai pelaksanaan, pemeliharaan, dan penelitian kualitan pelayanan. Untuk menentukan kompetisi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktek sehari-hari Sebagai dasar untuk menilai pelayanan, menyusun rencana pelatihan dan pengembangan pendidikan. C. Format SPK Tujuan merupakan tujuan standar Pernyataan standar berisi pernyataan tentang pelayanan kebidanan yang dilakukan, dengan penjelasan tingkat kompetensi yang diharapkan. Hasil yang akan dicapai oleh pelayanan yang diberikan dan dinyatakan dalam bentuk yang dapat di atur. Prasyarat yang diperlukan (misalnya : alat, obat,keterampilan) agar pelaksana pelayanan dapat menerapkan standar Proses yang berisi langkah-langkah pokok yang perlu diikuti untuk penerapan standar D. Dasar hukum penerapan SPK Undang-undang kesehatan nomor 23 tahun1992 Pertemuan program safe motherhood dari negara-negara diwilayah SEARO (Asia Tenggara) tahun 1995 tentang SPK Pertemuan program tingkat provinsi DIY tentang penerapan SPK 1999 Keputusan menteri kesehatan RI nomor 900/menkes/sk/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan.

U,

E. Penerapan disipi dalam SPK Standar outcome Kepuasan pelanggan Efesiensi pelayanan kesehatan Efektifitas program Sistem untuk peningkatan kinerja bidan Prinsip perbaikan mutu

U,

SAFE MOTHERHOOD SAFE MOTHERHOOD Berbagai upaya terus diusahakan dalam rangka menurunkan angka ke-ma-tian ibu. Salah satu-nya adalah mengimlementasikan program sa-fe motherhood. Safe motherhood adalah usaha-usaha yang dilakukan agar seluruh perempuan menerima perawatan yang me-reka butuhkan selama hamil dan bersalin. Program itu terdiri dari empat pilar yaitu ke-luarga berencana, pelayanan antenatal, per- salinan yang aman dan pelayanan obs-te-tri esensial. KELUARGA BERENCANA (KB) Konsep KB pertama kali diperkanalkan di Matlab, Bangladesh pada tahun 2010. KB bertujuan merencanakan waktu yang tepat untuk hamil, mengatur jarak kehamil-an, dan menentukan jumlah anak. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi ke-hamil-an yang tidak diinginkan sehingga ang-ka aborsi akan berkurang. Pelayanan KB harus menjangkau siapa saja, baik ibu/ ca-lon ibu maupun perempuan remaja. Dalam memberi pelayanan KB, perlu diadakan kon-seling yang erpusat pada kebutuhan ibu dan berbagai pilihan metode KB termasuk kontrasepsi darurat. Angka kebutuhan tak terpenuhi (unmet ned) dalam pemakaian kontrasepsi (contraceptive prevalence rate) di Indonesia baru mencapai 54,2% pada tahun 2010. Bila KB ini terlaksana dengan baik maka dapat menurunkan diperlukannya intervensi obstetri khusus. PELAYANAN ANTENATAL Pelayanan antenatal sangat penting untuk mendeteksi lebih dini kom-plikasi ke-hamilan. Selain itu, juga menjadi sa-ra-na edu-kasi bagi perempuan tentang ke-hamil-an. Komponen penting pelayanan an-te-na-tal meliputi : Skrining dan pengobatan anemia, ma-laria, dan penyakit menular seksual Deteksi dan penanganan komplikasi se-perti kelainan letak, hipertensi, edema, dan pre-eklampsia Penyuluhan tentang komplikasi yang potensial serta kapan dan bagaimana cara memperoleh pelayanan rujukan.

U,

PERSALINAN YANG AMAN Persalinan yang aman bertujuan untuk memastikan setiap penolong kelahiran/persalian mempunyai kemampuan, keterampilan dan alat untuk memberikan pertolongan yang bersih dan aman, serta memberkan pelayanan nifas pada ibu dan bayi. Sebagian besar komplikasi obstetri yang berkaitan dengan kematian ibu tidak dapat dicegah dan diramalkan. Tetapi da-pat ditangani bila ada pelayanan yang memadai. Kebanyakan pelayanan obstetri esen-sial dapat diberikan pada tingkat pela-yanan dasar oleh bidan atau dokter umum. Akan tetapi, bila komplikasi yang dialami ibu tidak dapat ditangani ditingkat elayanan dasar, maka bidan atau dokter harus segera merujuk dengan terlebih da-hulu melakukan pertolongan pertama. Dengan memperluas berbagai pelayanan ke-se-hatan ibu samai ke tingkat masyarakat dengan jalur efektif ke fasilitas rujukan, keadaan tersebut memastikan bahwa se-tiap wanita yang mengalami komplikasi obstetri mendapat pelayanan gawat darurat secara cepat dan tepat waktu. PELAYANAN OBSTETRI ESENSIAL Pelayanan Obstetri Esensial pada ha-ke-katnya adalah tersedianya pelayanan se-ca-ra terus menerus dalam waktu 24 jam untuk bedah cesar, pengobatan pen-ting (anestesi, antibiotik, dan cairan infus), transfusi darah, pe-ngeluaran pla-sen-ta secara manual, dab aspirasi va-kum untuk abortus inkomplet. Tanpa pe-ran serta masyarakat, mustahil pelayanan obstetri esensial dapat menjamin tercapainya diperlukan strategi berbasis masyarakat yang

keselamatan ibu. Oleh karena itu, meliputi :

Melibatkan anggota masyarakat, khu-susnya wanita dan pelaksanaan pe-layanan setempat, dalam upaya memperbaiki kesehatan ibu. Bekerjasama dengan masyarakat, wa-nita, keluarga, dan dukun untuk mengubah sikap terhadap keterlambatan mendapat pertolongan. Menyediakan pendidikan masyarakat un-tuk meningkatkan kesadaran tentang komplikasi obstetri serta kapan dan dimana mencari pertolongan.

U,

PERANAN PUSKESMAS Puskesmas telah dikenal masyarakat se-bagai tempat memperoleh layanan ke-sehatan secara umum yang murah, se-der-hana dan mudah terjnagkau terutama ba-gi kalangan kurang mampu. Sejak pertama kali dicetuskan, puskesmas ditar-getkan menjadi unit pelaksana teknis pe-la-yanan tingkat pertama/terdepan dalam sistem kesehatan nasional. Maka dari itu, puskesmas juga menjadi salah satu mata rantai

pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui programprogramnya yang mengacu pada empat pilar Safe Motherhood. Dalam pilar pelayanan obstetri esensial, puskesmas menekankan kebijakan berupa : a. Memberikan pelayanan kesehatan un-tuk semua macam penyakit obstetri b. Khusus untuk obstetri harus mampu melakukan :

b.3 pelayanan obstetri esensial darurat (POED) Melakukan pertolongan persa-linan sungsang Melakukan pertolongan persa-linan vakum ekstraksi Melakukan plasenta manual Memasang infus dan membe-ri-kan obat parenteral Meneruskan system rujukan bi-la fasilitas tidak memadai

b.2 pelayanan obstetri dan neonatus esensial darurat (PONED) Merupakan pelayanan POED ditambah dengan melakukan pe-layanan neonatus yang mengalami as-fiksia ringan, sedang dan berat. Bila tidak memungkinkan, segera melakukan rujukan. c. Melaksanakan konsep sayang ibu dan sayang bayi