Anda di halaman 1dari 3

Dewi Lestari Natalia (1006704530) Kelompok 16

Paper Uji Keras

Pengaruh Unsur Karbida dan Nitrida pada Kekerasan Baja Karbon

Dalam ilmu perlakuan panas, hardening pada prinsipnya dilakukan dengan membentuk suatu baru struktur yang keras pada material. Mekanisme yang biasa dilakukan ialah dengan penambahan suatu unsur atau sekedar membuat suatu struktur yang keras dengan komposisi yang telah ada pada material, seperti pada baja karbon. Baja karbon adalah material logam yang terbentuk dari unsur pertama Fe, unsur yang kedua adalah karbon yang berpengaruh pada sifat-sifat baja, sedangkan unsur yang lainnya berpengaruh menurut presentasinya. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon (C) , tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium, mangan, fosfor, belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. Unsur-unsur dalam campuran itulah yang mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya, tetapi unsur zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya. Unsur-unsur paduan pada baja juga memiliki pengaruh tersendiri dalam proses Heat Treatment. Unsur panduan dapat meningkatkan maupun menurunkan sifat akhir baja hasil perlakuan panas. Salah satu sifat yang dapat ditingkatkan adalah kekerasan baja. Kekerasan baja dapat ditingkatkan dengan penambahan beberapa unsur ke dalam paduannya. Contoh-contoh unsur paduan tersebut misalnya Carbon (C), Mangan (Mn), Silikon (Si), Sulfur (S), Kromium (Cr), Vanadium (Vn), Molibden (Mo), Wolfram (Wo),, dan Pospor (P). Salah satu unsur yang ditambahkan adalah Karbon. Karbon merupakan paduan utama dan pengaruhnya sangat besar pada baja dengan membentuk karbida Fe3C/cementite yang keras. Karbon adalah unsur pengikat bagi unsur paduan lainnya (pembentuk karbida) yang nantinya akan berkontribusi pada sifat-sifat baja itu sendiri. Karbida yang adalah paduan besi karbon, di dalamnya mengandung karbon yang melebihi batas

Depertemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Dewi Lestari Natalia (1006704530) Kelompok 16

Paper Uji Keras

larutan sehingga membentuk fasa kedua atau karbida besi yang memiliki komposisi Fe3C, akan tetapi kisi Kristal yang membentuk atom besi dan karbon mempunyai perbandingan 3:1. Karbida ini akan meningkatkan kekerasan pada baja. Semua unsur tambahan pembentuk karbida dapat berpotensi untuk meningkatkan kekerasan pada baja. Selain penambahan paduan unsure karbida pada baja, ada juga yang disebut nitriding, yang sama-sama berfungsi untuk meningkatkan kekerasan pada baja. Nitriding adalah proses pengerasan permukaan pada baja melalui pemanasan. Kekerasan yang terjadi karena masuknya atom Nitrogen (N) di permukaan baja membentuk lapisan nitrida (FeN). Nitridisasi ini dapat terjadi karena atmosfer furnace yangbanyak terdapat atom (N) yang berasal dari Amonia (NH3). Gas NH3 ini akan bereaksi melepaskan atom Nitrogen (N) yang akan berdifusi masuk ke dalam permukaan baja. Temperatur kerjanya di sekitar 500-550oC. Atom-atom nitrogen ini akan bereaksi dengan baja (Fe) untuk membentuk lapisan nitrida Fe3-N. Proses inilah yang menyebabkan kekerasan dipermukaan baja menjadi lebih tinggi. Struktur yang terbentuk adalah martensit (sama seperti hasil quench di normal hardening), bedanya di permukaan baja yang terbentuk adalah lapisan keras Nitrida Fe3-N.

Gambar 1. Mikrostruktur permukaan nitride yang terdifusi

Depertemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Dewi Lestari Natalia (1006704530) Kelompok 16

Paper Uji Keras

Nitriding menghasilkan senyawa intermetalik keras di permukaan. Lapisan tersebut secara intrinsik keras dan tidak perlu perlakuan panas sendiri. Nitrogen difusi (nitriding) sering dilakukan pada atau di bawah suhu tempering dari baja yang digunakan. Oleh karena itu mereka dapat mengeras sebelum nitridasi dan nitriding juga dapat digunakan sebagai temper. Proses nitriding ini hampir sama dengan proses karburisasi. Perbedaannya terdapat pada unsur yang didifusikan pada proses ini adalah nitrida. Nitridanya didapat dari gas NH3. Kekerasannya mencapai 800 1050 HV (paling tinggi diantara proses lainnya). Reaksi dari proses ini adalah 2NH3 > 2N + 3H2 Keuntungan dari proses nitriding yaitu : permukaan lebih keras dan tahan aus ketahanan tempering dan kekerasan pada temperatur tinggi kekuatan fatiguenya tinggi meningkatkan ketahanan korosi untuk baja yang bukan stainless steel kestabilan dimensinya tinggi

Referensi: Handout BAB I Material PT FSCM Manufacturing Indonesia (http://www.scribd.com/doc/102722511/Baja-Karbon-dan-TeoriDasar-Heat-Treatment) http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/pengaruh-unsurpaduan/ http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/105/jtptunimus-gdlmuhamadkat-5236-3-bab2.pdf

Depertemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia