Anda di halaman 1dari 3

Membangun DNS Slave pada Linux Debian dengan BIND

By panggilsajazul on November 5, 2011 Baik sy langsung saja yah masuk ke materi, sebelum mengkonfigurasi BIND ngopi dulu..! hehe. . Ok, pertama kita pahami struktur direktori bind itu sendiri,menurut saya ini penting agar kita dapat lebih cepat membangun DNS Server sesuai dengan keinginan kita. Saya akan deskripsikan kedalam bentuk tree(konsep tree yang saya buat ini hanya mewakili pembangunan DNS Slave saja) :

/etc/bind : nah konfigurasi utama dari bind ada didalam direktori ini. o File konfigurasi utamanya adalah named.conf, file ini akan meng-include 3 file , yaitu : - named.conf.options -> file ini adalah file untuk menampung opsi-opsi yang bisa digunakan di bind, misalkan file ini akan mendaftarkan direktori /var/cache/bind yang direktorinya akan digunakan untuk menyimpan zone yg digunakan sebagai DNS Slave. (untuk membangun DNS Server fsederhana biasanya file tidak perlu dirubah atau diedit, biarkan saja default). - named.conf.default-zones -> nah ini default zones-nya bind yg isinya menginclude file file .dbnya bind. - named.conf.local -> nah nanti kita akan bermain di file ini, file ini menampung zone-zone yang akan kita buat untuk memetakan Domain ke IP server kita. /var/cache/bind : nah ini nanti jika ingin membuat zone dengan tipe slave simpanlah file db.* disini Nah itu adalah teorinya, yang belum paham, hehe., sabar yah. Bisa dibaca sekali lagi atau dibiarkan dulu dan langsung ke prakteknya(biasanya pas praktek baru deh paham teorinya).

Praktek dimulai..! 1. Login sebagai root 2. Masuk ke direktori /etc/bind


cd /etc/bind

3. Mari kita buat zones baru yang nantinnya kita simpan di direktori /var/cache/bind, dan cara termudah untuk membuat zone baru adalah mencopas file zone punyanya bind, ingat nama filenya harus memiliki prefik db., contoh : db.siapasajaboleh.com.
cp db.local /var/cache/bind/db.siapasajaboleh.com

4.

Nah sekarang kita edit tuh db.siapasajaboleh.com

nano /var/cache/bind/db.siapasajaboleh.com

5. Ganti Filenya dengan script dibawah ini :


$ORIGIN . $TTL 38400 ; 10 hours 40 minutes ;siapasajaboleh.com itu adalah domain yang sudah terdaftar di DNS master yang nantinya akan di ;arahkan ke server kita atau dengan kata lain diarahkan ke DNS Slave ; example.net adalah DNS masternya(ingat kita sedang buat DNS Slave) ;ns.example.net adalah name server dari DNS Master ;mail.exmple.net adalah kontak alamat emailnya ;ingat nama domain selalu diakhiri dengan . siapasajaboleh.com IN SOA ns.example.net. mail.example.net. 2008091601 ; serial 10800 ; refresh (3 hours) 3600 ; retry (1 hour) 604800 ; expire (1 week) 86400 ; minimum (1 day) ) NS ns.example.net. A 192.168.1.5 ; isi dengan IP DNS Slavenya A 192.168.1.10 ; isi dengan IP DNS Masternya MX 10 mail.siapasajaboleh.com. $ORIGIN siapasajaboleh.com. ftp CNAME siapasajaboleh.com. localhost A 127.0.0.1 mail CNAME siapasajaboleh.com. www CNAME siapasajaboleh.com.

6.

Simpan filenya , dan sekarang kita kembali ke direktori /etc/bind

ctrl + o lalu ketik y sebagai konfirmasi ya untuk menyimpan file lalu tekan ctrl + x untuk keluar

7.

Nah sekarang kita buka file named.conf.local lalu tambahkan scirpt ini :
named.conf.local "siapasajaboleh.com" { slave; "/var/cache/bind/db.siapasajaboleh.com";

nano zone type file

masters { 192.168.1.10; }; };

8.

Simpan filenya. Lalu restart deh orangnya

eh bindnya .

ctrl + o lalu ketik y sebagai konfirmasi ya untuk menyimpan file lalu tekan ctrl + x untuk keluar /etc/init.d/bind9 reload

9.

Klo sudah cek deh di console ketik

nslookup siapasajaboleh

nanti muncul seperti ini


Server: localhost Address: 127.0.0.1#53 Name: www.siapasajaboleh.com Address: 192.168.1.5

10. Atau ke url langsung dan ketikan nama domainnya klo berhasil muncul halaman seperti ini (sy tidak tahu persis apakah halamannya akan muncul persis seperti ini atau tidak):

11. Selesai. ! tinggal arahin deh domainnya ke source webnya dengan mengatur apache servernya.