Anda di halaman 1dari 6

ANALISA TINDAKAN I Tindakan Pemeriksaan Leopold dilakukan pada: Nama Usia HPHT HPL Usia kehamilan : Ny, T : 25 tahun

: 18 Juni 2012 : 25 Maret 2013 : 38 minggu

TUJUAN PEMERIKSAAN LEOPOLD : Pemeriksaan Leopold dapat dilakukan pada kehamilan trimester II dan III untuk menentukan presentasi janin. Ada 4 langkah pemeriksaan Leopold dengan masing-masing mempunyai tujuan berbeda. Leopold I bertujuan untuk menentukan tinggi fundus uteri dan menentukan presentasi teratas janin yang terdapat pada fundus uteri Leopold II bertujuan untuk menentukan letak punggung dan bagian kecil (ekstremitas) janin. Leopod III bertujuan untuk menentukan presentasi terbawah janin pada bagian bawah uterus , dan apakah bisa digerakkan. Leopold IV bertujuan untuk menentukan bagian terendah janin apakah sudah masuk PAP. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN: 1. Wastafel/air mengalir 2. Sabun 3. Handuk/tissu 4. Handscone 5. Pita meter 6. Doppler 7. Kassa 8. Alcohol
1

PROSEDUR : 1. Cuci tangan 2. Menjelaskan prosedur dan tujuan 3. Menanyakan kesediaan 4. Klien dipersilahkan untuk berbaring, tangan sejajar dengan badan. 5. Menjaga privasi 6. Memakai handscone 7. Pemeriksa berada di sebelah kanan klien 8. Membuka pakaian hanya di daerah abdomen 9. Leopold I a. Meletakkan sisi lateral telunjuk tangan kiri pada bagian atas abdomen/puncak fundus uteri, sedikit ditekan-tekan dan digeser untuk menentukan tinggi fundus. b. Jika sudah menemukan, Perhatikan untuk tidak mendorong uterus ke bawah. c. Meletakkan sisi lateral telunjuk tangan kanan untuk mencari batas simfisis pubis dengan abdomen, sedikit ditekan-tekan dan digeser hingga merasakan adanya perbedaan tulang dengan simfisis pubis dengan abdomen. d. Tangan kanan mengambil pita meter, meletakkan ujung pita di puncak fundus uteri kemudian di tarik ke bawah sampai batas simfisis pubis dengan abdomen. e. Mencatat hasil ukuran tinggi fundus f. Meletakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada puncak fundus uteri dan rasakan bagian dari bayi tersebut. sedikit menekan dan menggeser secara bergantian. 10. Leopold II a. Meletakkan telapak tangan kiri pada dinding abdomen lateral kanan dan telapak tangan kanan pada dinding abdomen lateral kiri. b. Telapak tangan kiri diam dan menahan, sedangkan telapak tangan kanan bergerak menekan serta bergeser hingga merasakan apakah terasa ada punggung janin atau bagian kecil janin (ekstremitas). c. Sebaliknya, telapak tangan kanan diam dan menahan, sedangkan telapak tangan kiri bergerak menekan serta bergeser hingga merasakan apakah terasa ada punggung janin atau bagian kecil janin (ekstremitas). d. Tentukan letak punggung janin serta ekstremitas janin, e. Jika sudah menemukan, dengarkan Denyut jantung janin di bagian punggung janin dengan menggunakan Doppler. 11. Leopold III
2

a. Menempatkan diri pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki ibu. b. Meletakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan kanan pada dinding lateral kanan bawah perrut ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian untuk menentukan bagian bawah bayi. (bagian keras, bulat adalah kepala, sedangkan tonjolan lunak dan kurang simetris adalah bokong) c. Kemudian goyangkan, apakah masih bisa bergerak atau tidak. 12. Leopold IV a. Meletakkan ujung telapak tangan kanan dan kiri pada dinding lateral kiri dan kanan uterus bawah. b. Ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis pubis. c. Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan semua jari-jari tangan kanan yang meraba dinding bawah uterus. d. Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan kanan (konvergen/divergen). e. Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian bawah bayi (bila presentasi kepala upayakan memegang bagian kepala didekat leher dan bila

presentasi bokong upayakan untuk memegang pinggang bayi f. Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggil, kemudian letakkan jari-jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawa telah memasuki pintu atas panggul. 13. Menutup kembali pakaian 14. Mengembalikan klien ke posisi semula 15. Cuci tangan 16. Mendokumentasikan

ANALISA TINDAKAN PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN : Pemeriksa hanya mempersiapkan pita meter dan Doppler. Tidak dilakukan pembersihan pada alat Doppler sebelum dipakai maupun setelah dipakai. PROSEDUR : 1. Cuci tangan Analisa tindakan : Pemeriksa tidak melakukan cuci tangan terlebih dahulu. Menjelaskan prosedur dan tujuan Analisa tindakan : Pemeriksa hanya sekedar memberitahu untuk memeriksa posisi janin Menanyakan kesediaan Analisa tindakan : Pemeriksa tidak menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan pemeriksaan Leopold. Klien dipersilahkan untuk berbaring, tangan sejajar dengan badan. Analisa tindakan : Klien dibantu oleh pemeriksa saat akan terbaring Menjaga privasi Analisa tindakan : Pemeriksa menutup ruangan Memakai handscone Analisa tindakan : Pemeriksa tidak memakai handscone, hal tersebut karena tidak terbiasa Pemeriksa berada di sebelah kanan klien Analisa tindakan : Pemeriksa berada di sebelah kanan klien Membuka pakaian hanya di daerah abdomen Analisa tindakan : Pemeriksa membantu untuk membuka pakaian Leopold I a. Meletakkan sisi lateral telunjuk tangan kiri pada bagian atas abdomen/puncak fundus uteri, sedikit ditekan-tekan dan digeser untuk menentukan tinggi fundus. b. c. Jika sudah menemukan, Perhatikan untuk tidak mendorong uterus ke bawah. Meletakkan sisi lateral telunjuk tangan kanan untuk mencari batas simfisis pubis dengan abdomen, sedikit ditekan-tekan dan digeser hingga merasakan adanya perbedaan tulang dengan simfisis pubis dengan abdomen. d. Tangan kanan mengambil pita meter, meletakkan ujung pita di puncak fundus uteri kemudian di tarik ke bawah sampai batas simfisis pubis dengan abdomen. e. Mencatat hasil ukuran tinggi fundus
4

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

f.

Meletakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada puncak fundus uteri dan rasakan bagian dari bayi tersebut. sedikit menekan dan menggeser secara bergantian. Analisa tindakan : pemeriksa sudah sesuai melakukan tindakan Leopold I, pemeriksa juga mengajak klien komunikasi. Pemeriksa sedikit kesulitan dalam menentukan batas simfisis pubis dengan abdomen, ukuran perut yang sudah besar. Pemeriksa meminta klien untuk menekuk kedua kaki supaya lebih mudah dalam memeriksa. Hasil pengukuran tinggi fundus teraba di Px , ukurannya 40 cm. Puncak fundus teraba bulatan lunak, tidak ada lentingan (bokong)

10. Leopold II a. Meletakkan telapak tangan kiri pada dinding abdomen lateral kanan dan telapak tangan kanan pada dinding abdomen lateral kiri. b. Telapak tangan kiri diam dan menahan, sedangkan telapak tangan kanan bergerak menekan serta bergeser hingga merasakan apakah terasa ada punggung janin atau bagian kecil janin (ekstremitas). c. Sebaliknya, telapak tangan kanan diam dan menahan, sedangkan telapak tangan kiri bergerak menekan serta bergeser hingga merasakan apakah terasa ada punggung janin atau bagian kecil janin (ekstremitas). d. e. Tentukan letak punggung janin serta ekstremitas janin, Jika sudah menemukan, dengarkan Denyut jantung janin di bagian punggung janin dengan menggunakan Doppler. Analisa tindakan : Pemeriksa sudah sesui melakukan tindakan Leopold II. Kaki klien masih di tekuk. Hasil pemeriksaan perut kanan teraba tahanan panjang (punggung janin). Perut kiri teraba bagian kecil-kecil (ekstremitas). CIA mengatakan Denyut Jantung Janin terdengar di perut kanan bawah. Pemeriksa tidak dapat mendengarkan Denyut Jantung Janin karena kurang terbiasa. 11. Leopold III a. b. Menempatkan diri pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki ibu. Meletakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan kanan pada dinding lateral kanan bawah perrut ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian untuk menentukan bagian bawah bayi. (bagian keras, bulat adalah kepala, sedangkan tonjolan lunak dan kurang simetris adalah bokong) c. Kemudian goyangkan, apakah masih bisa bergerak atau tidak. Analisa tindakan :
5

Posisi pemeriksa di sisi kanan klien tapi menghadap ke klien, tidak menghadap ke kaki klien. Kaki klien masih di tekuk. bagian terbawah janin teraba bulatan keras, tidak dapat di goyangkan (kepala). 12. Leopold IV a. Meletakkan ujung telapak tangan kanan dan kiri pada dinding lateral kiri dan kanan uterus bawah. b. c. Ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis pubis. Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan semua jari-jari tangan kanan yang meraba dinding bawah uterus. d. e. Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan kanan (konvergen/divergen). Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian bawah bayi (bila presentasi kepala upayakan memegang bagian kepala didekat leher dan bila presentasi bokong upayakan untuk memegang pinggang bayi f. Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggil, kemudian letakkan jari-jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawa telah memasuki pintu atas panggul. Analisa tindakan : Pemeriksa sudah sesuai melakukan tindakan Leopold IV namun hanya tangan kanan dan tangan kiri pemeriksa dipertemukan saja, kaki klien diluruskan.. Hasil PAP yaitu kepala masuk PAP sebagian. 13. Menutup kembali pakaian Analisa tindakan : Sesuai dengan tindakan 14. Mengembalikan klien ke posisi semula Analisa tindakan : Sesuai dengan tindakan 15. Cuci tangan Analisa tindakan : Pemeriksa melakukan cuci tangan 16. Mendokumentasikan Analisa tindakan : Pemeriksa mencatat hasil dan memberitahukan kepada klien Daftar Pustaka : Catatan prosedur pemeriksaan Leopold oleh ibu Dwi Susilawati, S.Kep., M.Kep., Sp.mat

Anda mungkin juga menyukai