Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU Untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum kerja bangku yang dibimbing bapak

Djoni Bangun Disusun oleh DENI PURWOSARI 209511423903 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN 2009/2010 KATA PENGANTAR Puji sukur saya kepada Tuhan YME karena berkat dan rahmat Nya saya dapat menyelesaikan laporan ini dengan sebaik-baiknya. Ucapan terimakasih yang pertama saya sampaikan kepada dosen pembimbing matakuliah Praktikum Kerja Bangku yaitu bapak Djonni Bangun yang telah membimbing saya dalam perkuliahan Praktikum Kerja Bangku selama 3 minggu. Yang kedua kepada bapak ibu saya yang telah membiayai kuliah saya . selanjutnya kepada teman-teman saya telah membantu saya dalam pratikum dan dalam penyusunan laporan ini. Dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan-kekurangan dalam bentuk kata-kata maupun dalam penyusunan kalimat. Kritik dan saran kami perlukan untuk memperbaiki laporan laporan berikutnya. Semoga laporan ini dapat berguna bagi yang membacanya, terimakasih. Malang, 20 september 2010. Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI ii 1. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang 1 2. Tujuan .. 1 1. BAB II KAJIAN TEORI 1. Kikir 2 2. Ragum 3 3. Gergaji 3 4. Penggores 3 5. Mistar besi 3 6. Jangka sorong. . 4 7. Penitik .4 8. Mal huruf 5

1. BAB III LAPORAN PRAKTIKUM 1. Mengikir 6 2. Menggores 6 3. Setemple 7 1. BAB IV PENUTUP 2. Kesimpulan 9 3. Saran 9 1. DAFTAR RUJUKAN BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Praktikum kerja bangku adalah salah satu mata kulah pokok yang diajarkan difakultars Teknik Universitas Negeri Malang. Mata kuliah ini sangat penting guna untuk melatih keterampilan dan kejelian mahasiawa dalam bidang permesinan. Praktikum kerja bangku ini merupakan langkah awal mahasiswa untuk maju ke peralatan permesinan lebih canggih dan modern sesuai dengan pekembangan jaman. Dalam praktikum ini mahasiswa hanya mengenal alat-alat paraktikum sederhana dan dikerjakan dengan manual dan tanpa mengguna kan mesin guna untuk melatik keterampilan mahasiswa, sehingga dalam praktikum selanjutnya mahasiswa tidak mengalami banyak kesulitan. Alat-alat kerja bnagku tiu antara lain:

Kikir Ragum Gergaji Penggores Mistar besi Jangka sorong. Penitik Mal huruf

Tujuan

Mahasiswa dapat mengoprasikan alat-alat kerja bangku dengan baik dan benar. Mahasiswa mengerti fungsi dari alat kerja bangku. Mahasiswa mampu menggunakan alat ukur dengan benar. Mahasiswa mampu menentukan mana bagian yang harus dikikir sehngga ditemekan permukaan yang presisi. Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik Teknik Mesin serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

BAB II KAJIAN TEORI Dalam bab ini kita akan mempelajari secara detail bagaimana cara kerja dan kegunaanya dari alat kerja bangku. Disini saya hanya ingin membahas alat kerja bangku yang telah saya pergunakan dalam praktikum. Alat kerja bangku adalah alat yang pengoprasianya secara manual tanpa menggunakan mesin,disinilah kemudahan dari alat kerja bangku bisa dioperasikan dengan mudah namun harus dengan penuh ketelitian,keterampilan dan keuletan dalam pengerjaanya. Sebelum kita membahas satu persatu dari alat kerja bangku perlu kita ketahui bahwa semua alat yang kita gunakan dikerjakan secara manual maka dari itu perlunya keseimbangan antara posisi

tubuh dan gerakan tubuh. Selain itu juga kita harus menggunakan pelindung tubuh untuk menghindari bahaya keselamatan kerja. 1. 1. Kikir Mengikir adalah salah satu dari kerja bangku yang bertujuan untuk melakukan proses pemakanan tatal tatal pada benda kerja yang proses pengerjaannya secara manual. Kikir dibedakan dua jenis kikir halus dan kikir kasar. Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara poros ragumdan kaki mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan. Gerakan badan dan kaki Posisi badan berdiri tegak dan berlahan-ahan condong maju selama gerak pemotongan. Kaki sebelah kanan tetap lurus. Pandangan lurus selalu ditujukan pada benda kerja. Perhatikan Cara memegang kikir

Tangan kanan : Peganglah tangkai kikir dengan posisi ibu jari di atas pegangan dan jari lainnya di bawah pegangan. Tangan kiri :Tempatkan ibu jari pada ujung kikir dan jarijari yang lain sedikit ditekukan akan tetapi tidak sampai memegang atau menggenggam. Menggunakan kikir yang kecil dengan gerakan yang tidak terlalu kuatdan pegang kikir dengan tangan kanan dan ujung kikir dipegang olehibu jari dan jari-jari lainnya.

Cara kerja Pada usapan pertama yaitu usapan maju tekanan kedua tangan maksimum dan fungsi tubuh mendorong kedepan.dan pada saat usapan kedua yaitu kebelakang tekanan minimum. Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikirdan benda kerja yang dikikir. 1. 2. Ragum Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum, benda kerja yang keluardari mulut ragum janganlah terlalu tinggi, terrutama apabila bahan bendakerja itu terbuat dari logam tipis. Bila memungkinkan perbandingan bahanyang keluar dari mulut ragum harus lebih kecil daripada bagian yang terjepit Berdasarkan fungsinya ragum untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan tetap, tapi disamping tekanan yang kuat, benda kerja yang kita jepit akan meninggal kan bekas. Maka dari itu kita perlu matras permukaan yang halus. Caranya yaitu dengan menaruh plat yang permukaanya halus dan lunak di kedua bagian pemukaan penjepit. 1. 3. Gergaji Pada umumnya proses kerja gergaji hampir sama dengan proses kerja kikir namun perbedaanya yaitu fungsinya kalu gergaji digunakan untuk memotong atau membelah sedangkan kikir digunakan untuk mengurangi pemukaan yang kurang rata untuk menentukan permukaan yang presisi. Cara kerja Beda dengan kikir kita menggunakan kedua tangan untuk menekan sedangkan pada gergaji kita hanya menggunakan satu tangan saja yaitu pada pegangan gergaji. Tekanan maksimal diberikan pada gerakan maju sedangkan pada gerakan mundur tekanan minimal. 1. 4. Penggores

Alat ini duigunakan untuk menandai ukuran pada benda kerja atau bahan yang akan diolah. Ada bermacam-macam jenis penggores:

Penggores tangan sedukan. Penggores dengan satu ujung bengkok. Penggores dengan satu ujung dirobah.

Dan cara pemakainnya adalah sebagai berikut: Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat. Tekan penggores pada gambar. Condongkan penggores kearah maju. 1. 5. Mistar besi Yitu berfungsi untuk membuat garis garis. Kenapa menggunakan penggaris besi, karena semua benda kerja yang kita kerjakan terbuat dari besi mka alat ukurnya pun harus terbuat dari besi. Kalu kita menggunakan alat ukur yeng terbuat dari plastic maka akan cepat aus dan alt ukur tersebut tidak standart lagi. 1. 6. Janka sorong Jangka sorong adalah alat ukur yang mempunyai ketelitian ukur hingga Seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagianbergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian danketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapidengan bacaan digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01. Kegunaan jangka sorong adalah: ~ Mengukur Diameter Luar Benda Cara mengukur diameter, lebar atau ketebalan benda:Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang, masukkan benda ke rahang bawah jangka sorong, geser rahang agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan. ~ Mengukur Diameter Dalam Benda Cara mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa atau tabung : Putarlah pengunci ke kiri, masukkan rahang atas ke dalam benda , geser agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan. ~ Mengukur Kedalaman Benda Cara mengukur kedalaman benda : Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang sorong hingga ujung lancip menyentuh dasar tabung, putar pengunci ke kanan. cara menggunakan jangka sorong yaitu; Mula-mula perhatikan skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utama. Hitunglah berapa skala hingga ke angka nol. Suatu misal skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah 4 skala. Artinya angka tersebut 0,4 mm. Selanjutnya perhatikan skala utama. Suatu misal angka nol pada sekala nonius tepat pada angka 4,7 Sehingga benda yang diukur sama dengan 4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm. 1. 7. Penitik Yaitu berfungsi untuk menitik benda setelah selesai penggoresan benda kerja. Cara menggunakan penitik bias dikatakan mudah karena tidak diperlukan cara yang khusus. Tinggal tentukan tempat mana yang akan di titik dan pukul satu kali.

1. 8. Mal huruf Mal huruf digunakan untuk proses steempling yaitu member nomor atau huruf pada benda kerja. Dalam proses seteampel ini harus extra hati-hati karena dilakukan dengan satu kali pukulan saja, kenapa? karena apabila kita melakukan pemukulan berulang kali maka posisinya akan berubah dan huruf atau angka akan hancur. Cara kerja Tempakan mal pada tempat yang akan di beri huruf dan kemudian pukul satu kali saja. Lakukan berulang kali sesuai susunan abjad yang diinginkan. 1. 9. Benda kerja Benda kerja terbuat dari sebuah balok besi yang berukuran kurng lebih; panjang 13,5 cm tinngi 2,5cm dan lebar 4,2cm. BAB III LAPORAN PRAKTIKUM Dalam bab ini saya ingin memjelaskan hasil praktikum yang telah saya jalani selama kurang lebih 3 minggu ada beberapa pekerjaan yang saya lakukan yaitu; 1. 1. Mengikir Yaitu mengikir benda kerja sesuai ukuran yang ditentukan oleh dosen pembimbing. Alat yang digunakan yaitu:

Kikir kasar dan kikir halus Ragum Benda kerja Jangkasorong Jobset Penggaris siku

Cara kerja

Siapkan benda kerja dan alat-alat yang digunakan. Gunakan pakaian pengaman dan kaos tangan sebagai pelindung tangan. Jepit benda kerja dengan ragum, dengan bagian benda terjepit. Kemudian lakukan pengikiran dengan arah usapan maju tekanan penuh dan pada saat usapan mundur tekanan minimum. Ini berguna untuk memaksimalkan pengikiran dan memperpanjang umur kikir. Perlu kita perhatikan Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara poros ragumdan kaki mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan. Dan gerakan pengikiran diikuti seleruh bagian tubuh bukan tanganya saja yang bergerak.

1. 2. Menggoresan Yaitu memberi garis-garis pada benda kerja. Alat yangdigunakan yaitu:

Penggores Penggaris Penitik

Cara kerja

Letakkan benda kerja pada meja. Beri ukuran jarak antar garis Letakkan penggaris pada benda kerja kemudian tekan penggaris. Dan gores dangan penggores.

1. 3. Seteample Yaitu memberi huruf atau angka pada benda kerja;alat yang digunakan adalah;

Mal huruf Palu Bantalan besi

Cara kerja

Pertama letakan benda yang sudah diberi garis atau kolom pada bantalan besi. Tempatkan mal huruf pada posisinya. Kemudian pukul menggunakan palu Perlu diketahui bahwa pada proses steampling ini menggunakan ketelituan dan kejelian, salah satu contoh pada saat kita memukul mal huruf posisinya harus benar-benar tepat karena pemukulan hanya dilakukan satu kali saja. Kalu dilakukan secara ber ulang-ulang takutnya posisinya berubah dan huruf akan hancur.

BENDA KERJA SEBELUM DIKERJAKAN Table Laporan praktikum setiap pertemuan NO PERTEMUAN PENGERJAAN KE UKURAN AWAL UKURAN SESUDAH DIKERJAKAN P L T 135,5 42,9 24,oo

10

Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang ditentukan dan kepresisian Pengikiran benda untuk memperoleh ukuran yang

P L 135.7 43,2

T 25,1

135.5 43,9

24,00

135,4 42,7

24,oo

135,4 42,7

24,oo

135,2 42,68 23,80

135,2 42,68 23,80

135,0 42,50 23,60

135,0 42,50 23,60

134,5 42,15 23,60

134,5 42,15 23,60

133,1 42,00 23,40

133,1 42,00 23,40

132,7 41,9

23,32

132,7 41,9

23,32

131,6 41,9

23,2

131,6 41,9

23,2

130,7 41,7

23,2

131,6 41,9

23,2

130,7 41,7

23,2

11 12 13 BAB IV PENUTUP Kesimpualm

ditentukan dan kepresisian Member garis-gari pada benda kerja 131,6 41,9 Menyeteample benda 131,6 41,9 Menyeteample benda 131,6 41,9

23,2 23,2 23,2

130,7 41,7 130,7 41,7 130,7 41,7

23,2 23,2 23,2

a) Perlu diketahui bahwa proses kerja bangku adalah proses kerja yang memiliki jiwa kesabaran ,keuletan dan kejelian dalam pengerjaanya. b) Pengikiran adalah suatu proses pemakanan tatal-tatal benda kerja yang dikerjakan secara manual atau pengikisan benda kerja untuk memperoleh ukuran yang di tentukan, yang dalam penggunaanya secara manual. c) Dalam proses pengikiran, penggoresan dan penyetempelan benda kerja mahasiswa harus memahami bagaimana cara pengerjaanya yang benar. d) Mahasiswa juga perlu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja pada dirinya dan juga rekan kerjanya serta pada alat-alat yang digunakanya. Maka dari itu mahasiswa perlu mengenkan pakaian kerja untuk menghindari bahaya keselamatan kerja Saran a) Semua pekerjaan yang kita lakukan akan berhasil apabila disertai jiwa yang sabar,ulet,terampil dan mau bekerja keras. b) Semua pekerjaan akan terasa mudah apabila kita tidak takut untuk mencoba lagi apa bila terjadi kesalahan. DAFTAR RUJUKAN 1. http://www.scribd.com/doc/12829841/Kerja-Kikir-Dan-Penggoresan.

Anda mungkin juga menyukai