Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI HARI/TGL : SENIN, 25 MARET 2013 NAMA : MANSYUR ACARA : VI FILUM MOLUSKA NO. MHS : D61112007 I.

MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari praktikum Paleontologi ini adalah sebagai syarat lulus mata kuliah Paleontologi dan sebagai salah satu bentuk pembelajaran dan pemahaman terhadap P aleontologi yang menunjang kuliah di dalam kelas. Tujuan diadakannya praktikum ini adalah agar setiap praktikan dapat mengetahui t entang filum Moluska, pembagian kelasnya, bagian- bagian tubuhnya, contoh fosil filum Moluska serta manfaat dan kegunaan fosilnya. II. ALAT DAN BAHAH Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sampel fosil filum Moluska HCl 0.1 M Lap kasar Lap Halus Alat Tulis Menulis Format Praktikum III. TEORI RINGKAS 3.1. Definisi Moluska Moluska berasal dari bahasa Romawi yaitu molis yang berarti lunak. Moluska merup akan binatang yang berdaging dan tidak bertulang, ada yang dilindungi cangkang d an ada pula yang tidak dilindungi cangkang. Bentuk cangkang bermacam-macam, ada yang bercangkang tunggal (Gastropoda), bercangkang berganda (Bivalvia), berbentu k tanduk (Scaphoda), berlapis-lapis seperti susunan genting (Polyplacophora) dan yang bercangkang di dalam tubuh, misalnya Loligo sp. (Dharma, 1988). Selanjutny a, Oemarjati dan Wardhana (1990) mengatakan bahwa Moluska adalah hewan simetri b ilateral, bertubuh lunak dan tidak bersegmen. Kebanyakan dari anggotanya mempuny ai cangkang yang terbuat dari zat kapur dengan bentuk beranekaragam. Menurut Dharma (1988) Filum Moluska dibagi tujuh kelas yaitu Aplacophora, Mono placophora, Polyplacophora, Scaphopoda, Gastropoda, Pelecypoda dan Cephalopoda. Sementara itu Nontji (1993) mengatakan bahwa Moluska terdiri atas lima kelas yak ni Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda dan cephalopoda. Dari kelima k elas tersebut hanya tiga yang penting karena mempunyai arti ekonomi yaitu Gastro poda (jenis-jenis keong), Pelecypoda (jenis-jenis kerang dan Cephalopoda (cumi-c umi, sotong dan gurita). Anggota filum Moluska merupakan yang kedua terbanyak setelah filum Arthopoda. Pa ra ahli memperkirakan anggota filum Moluska yang masih hidup sekarang berjumlah kurang lebih 100.000 spesies dan diperkirakan di Indonesia dapat ditemukan lebih dari 20.000 spesies Moluska (Dharma, 1988). Sementara itu, Barth and Broshears (1982) menyatakan bahwa anggota filum Moluska yang masih hidup diperkirakan berj umlah 80.000 spesies dan 35.000 spesies ditemukan dalam bentuk fosil. Moluska termasuk hewan yang sangat berhasil menyesuaikan diri untuk hidup di be berapa tempat dan cuaca. Ada yang hidup di hutan bakau, di laut yang sangat dala m, menempel pada substrat karang, di atas pasir, membenamkan dirinya dalam pasir , di atas tanah berlumpur dan ada yang hidup di darat (Dharma, 1988). Kelas Gastropoda dan Bivalvia merupakan dua kelas dari filum Moluska yang mempu nyai anggota terbanyak (Robert et al., 1982). Selanjutnya Dharma (1988) menambah kan bahwa kebanyakan Gastropoda hidup di laut dan di air tawar tetapi ada juga y ang hidup di darat, sedangkan kelas Bivalvia dikenal sebagai penghuni laut dan a ir tawar. 3.2. Ciri ciri Moluska Adapun ciri-ciri filum Mollusca antara lain: 1. Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang. 2. Habitatnya di air maupun darat 3. Merupakan hewan triploblastik selomata.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

.Struktur tubuhnya simetri bilateral. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel. Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf Organ ekskresi berupa nefridia Memiliki radula (lidah bergigi) Hidup secara heterotrof Reproduksi secara seksual

3.3. Ciri tubuh Mollusca Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu: 1. Kaki Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuh yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian mollusca kaki telah termo difikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa. 2. Massa Viseral Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalam m assa viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reprod uksi. Massa viseral dilindungi oleh mantel 3.Mantel Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantel membentuk su atu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan. Cai ran tersebut adalah tempat lubang insang, lubang ekskresi dan anus 3.4. Sistem Syaraf Sistem syaraf Mollusca terdiri dari cincin syaraf. Sistem syaraf ini mengeliling i esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mollusc a juga memiliki lidah bergerigi yang berfungsi untuk melumatkan makanan. Lidah b ergerigi itu disebut radula. Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang y ang berada pada rongga 3.5. Cara Hidup Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan , ikan, ataupun mollusca lainnya. 3.6. Habitat Hidup Mollusca hidup di air maupun di darat. Mollusca yang hidup di air contohnya soto ng dan gurita. Sedangkan yang hidup di darat contohnya Siput 3.7 Reproduksi Moluska Mollusca bereproduksi secara seksual. pada umumnya organ reproduksi jantan dan b etina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, meski begitu jenis siput tertentu ada yang bersifat Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkemba ng menjadi larva dan pada akhirnya akan menjadi mollusca dewasa. 3.8. Klasifikasi Moluska Hewan yang bertubuh lunak atau sering disebut juga dengan moluska dibagi dalam delapan klas yaitu: 1. Lamellibranchiata atau Pelecypoda atau Bivalvia Dalam kelas yang taxonomic Polyplacophora. Mereka mempunyai suatu kulit/kerang t erdiri dari delapan overlap plat. Suatu kaki berotot yang mengenai sirip perut d igunakan untuk merayap,melata sepanjang substrat, atau karena bertaut pada batu karang. Suatu chiton memberi makan oleh ganggang kikisan dan makanan pabrik lain dari batu karang dengan radula yang dibangun dengan baiknya.Hewan berkaki pipih , cangkok berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) terdapat dibagian posterior (punggung). Cangkol tersusun dari zat kapur dan terdiri dari tiga lapisan, yaitu : 1. Periostrakum (luar) 2. Prismatik (tengah, tebal) 3. Nakreas (dalam, disebut pula sebagai lapisan mutiara) Contoh jenis dari kelas tersebut adalah kerang-kerangan, misalnya : 1. Mytilus viridis (kerang hijau) 2. Anadara granosa (kerang darah)

3. Asaphis derlorata (remis ) 4. Meleagrina margaritivera (kerang mutiara) 5. Tridagna gigas (kima) 2. Cephalopda Tubuh Cephalopoda dilindungi oleh cangkok, kecuali Nautillus. Cumi-cumi (Loligo) , sotong (Sepia) dan gurita (Octopus) merupakan jenis-jenis Cephalopoda. Cephalo poda (cephale: kepala, podos: kaki) adalah Mollusca yang berkaki di kepala. Cumi -cumi dan sotong memiliki 10 tentakel yang terdiri dari 2 tentakel panjang dan 8 tentakel lebih pendek. Gurita memiliki 8 tentakel. Kaki (tentakel) ini berfungs i sebagai tangan untuk mencari, merasa dan menangkap makanan. Cumi-cumi, sotong dan gurita adalah contoh hewan kelas Cephalopoda. ubuh Cephalopoda dilindungi ol eh cangkok, kecuali Nautillus. Cumi-cumi (Loligo), sotong (Sepia) dan gurita (Oc topus) merupakan jenis-jenis Cephalopoda. Cephalopoda (cephale: kepala, podos: k aki) adalah Mollusca yang berkaki di kepala. Cumi-cumi dan sotong memiliki 10 te ntakel yang terdiri dari 2 tentakel panjang dan 8 tentakel lebih pendek. Gurita memiliki 8 tentakel. Kaki (tentakel) ini berfungsi sebagai tangan untuk mencari, merasa dan menangkap makanan. Cumi-cumi, sotong dan gurita adalah contoh hewan kelas Cephalopoda. Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala. Leher dan badan. Di depan kepala terdapat mata yang besar dan tidak berkelopak. Mata ini berfungsi sebagai alat untuk mel ihat. Masih di dekat kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi se bagai kemudi. Jika ia ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyempurnakan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fung sinya untuk melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan t inta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga mantel, sedangkan ekskresi dilak ukan dengan ginjal. Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel. Sistem pencernaan makanan terdiri atas: mul ut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu, usus, dan anus. Juga dilengkapi d engan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati, dan pankreas. Contoh jenis dari kelas ini adalah: 1. Loligo indica (cumi-cumi) a. mempunyai kantong tinta, cangkang b. di dalam tubuh terbuat dari c. kitin.Mempunyai 8 tangan dan 2 d. tentakel. 2. Sepia s.p. (sotong) a. mempunyai kantong tinta,cangkang b. di dalam tubuh terbuat dari kapur. c. Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel. 3. Nautilus pampilus a. tidak memiliki kantung tinta, b. cangkang terdapat di luar terbuat c. dari kapur. 3. Scapopoda Hidup di laut, cangkok berbentuk pipa atau gading. Scaphopoda (kulit/kerang-kuli t/kerang gading/taring) sudah suatu kulit/kerang yang diruncingkan, berbentuk pi pa yang bersikap terbuka pada kedua-duanya tujuan, superfisial yang menirukan gd ing/taring dari beberapa binatang menyusui .Kira-kira 350 jenis yang digambarkan semuanya adalah angkatan laut membentuk, biasanya antara 3 dan 6 cm. merinduka n (ukuran yang maksimum suatu jenis yang hidup adalah 15 cm.). Scaphopods[berada /dusta] yang dikuburkan di dalam sedimen-sedimen yang lembut (biasanya pasir), d i dalam dangkal kepada air sedang men[dalam (biasanya kurang dari 2,000 meter me n[dalam), yang lebih besar akhir dari kulit/kerang (berisi kepala dan kaki) meng hadapi mengarah ke bawah, dan dengan semakin kecil pemroyeksian lobang bidik kam era di atas permukaan. Bidang mulut dikepung oleh tombol-tombol lengan gurita pe rekat bearing/tegas, organisma-organisma tangkapan kecil yang seperti foraminife

rans 4. Amphineura/Poliplacophora Hidup di laut, cangkok berlapis-lapis, contoh: Chiton sp. Polyplacophora ,biasan ya yang dikenal sebagai chitons ,mempunyai tujuh atau delapan pelat kelopak di b elakang (meski mereka bisa dicakup/ditutup kebanyakan atau sama sekali oleh tisu lembut dalam beberapa jenis). Kira-kira 600 jenis yang digambarkan secara umum diratakan dan binatang-binatang yang diperpanjang yang pada umumnya ditemukan di dalam penggembalaan zona pasang surut di ganggang yang epibenthic .Bagaimanapun , beberapa jenis laut dalam telah digambarka Chiton atau baju rantai dari besi kulit/kerang-kulit/kerang sudah suatu tubuh ya ng diratakan dan suatu kaki yang luas/lebar, suatu mantel tertutup dengan kulit jangat dan spikula-spikula atau timbangan dan suatu kulit/kerang dari delapan kl ep. Klep-klep kulit/kerang membawa papillae atau aestet berhubungan dengan peras aan. Kebanyakan chitons sedang menggembalakan pemakan tumbuhan, sebagian orang h idup dengan organisma-organisma kolonial, seperti spons/bunga-karang-spons/bunga -karang, dan satu kelompok menangkap mangsa kecil. 5. Gastropoda Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok h ewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya.Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica).Hewan in i memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventrel tubuhnya.Gastro poda bergerak lambat menggunakan kakinya. Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel p endek.Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang.Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba da n pembau.Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat b ernapas menggunakan rongga mantel. 3.9. Manfaat dan Kegunaan Moluska Umumnya mollusca menguntungkan bagi manusia, namun ada pula yang merugikan.Peran mollusca yang menguntungkan adalah sebagai berikut : 1. 1.Sumber makanan berprotein tinggi, misalnya tiram batu (Aemaea sp.), ke rang (Anadara sp.), kerang hijau (Mytilus viridis), Tridacna sp., sotong (Sepia sp.) 2. cumi-cumi (Loligo sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatin a fulica). 3. 2.Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera). 4. 3.Hiasan dan kancing, misalnya dari cangkang tiram batu, Nautilus, dan t iram mutiara. 5. 4.Bahan baku teraso, misalnya cangkang Tridacna sp. Mollusca yang merugikan bagi manusia, misalnya bekicot dan keong sawah yang meru pakan hama dari tanaman.Siput air adalah perantara cacing Fasciola hepatica. ( P ratt, 1923). Referensi : Penuntun Praktikum Paleontologi http://www.scribd.com/doc/57198180/Deskripsi-Mineral http://www.scribd.com/doc/88515833/75539508-3-Mineral-Dan-Batuan http://www.scribd.com/doc/91788724/Deskripsi-Mineral