Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS PENCAHAYAAN RUMAH

(18) Cyndi A.L. 1106014646 (36) Nabila A. 1106055053 (46) Amanda G. 1106069115 (48) Karina A. 1106069140 (49) Ryfa A. H. 1106069153

ANALISIS LIGHTING RUANG KELUARGA

Living room atau ruang keluarga adalah sebuah ruangan yang merupakan salah satu elemen penyusun rumah/tempat bertinggal yang keberadaannya memiliki peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan ruangan ini merupakan suatu area tempat berkumpulnya keluarga untuk melakukan aktivitas dan menghabiskan waktu berkualitas bersama sama. Hal ini menyebabkan faktor kenyamanan menjadi aspek yang sangat penting yang harus dimunculkan dari ruangan ini. Faktor kenyamanan ini dapat dimunculkan dengan didukung oleh beberapa hal, salah satunya adalah pencahayaan atau lighting yang sesuai. Pada preseden ruang keluarga yang diambil diatas, dapat dilihat beberapa perbedaan dari preseden preseden ruang keluarga pada umumnya, dimana jenis pencahayaan atau lighting yang terdapat pada ruangan ini memiliki variasi yang beragam jika dibandingkan dengan ruang keluarga lain pada umumnya. Material yang digunakan pada dinding pun bervariasi dimana salah satu sisi dilapisi wallpaper yang merupakan bahan yang menyerap cahaya sedangkan sisi seberang dan lantainya menggunakan marmer yang merupakan material yang memantulkan cahaya. Warna warna yang digunakan pada ruang keluarga juga mendukung suasana tenang dan hangat.

Bila diuraikan, pencahayaan yang terdapat pada ruang keluarga ini dibagi sebagai berikut:

Recessed Downlight (Lampu Tanam)


Teknik Pencahayaan: Down Lighting Lokasi: Plafon ruang keluarga Jenis Lampu: Flourescent Lamps Lampu ini tersebar merata di masing masing sisi ruang keluarga. Lampu ini merupakan general light dimana lampu ini memiliki peran untuk menerangi seluruh bagian ruangan karena lampu ini merupakan salah satu sumber pencahayaan utama di ruang keluarga.

Recessed Background (Lampu Tanam)


Teknik Pencahayaan: Wall Washer Lokasi: Plafon Ruang Keluarga Jenis Lampu: Lampu TL Lampu ini terletak memanjang di kedua sisi ruang. Lampu ini memiliki fungsi sebagai penunjang keindahan, memnonjolkan detail yang terdapat pada dinding dan juga menimbulkan kesan dramatis pada elemen dinding ruang interior.

Lampu Armatur Gantung (Chandelier)

Teknik Pencahayaan: Down Lighting


Lokasi: Di Bagian tengah ruang keluarga. Jenis Lampu: lampu pijar

Berfungsi sebagai dekorasi dan memberi sentuhan klasik pada ruangan. Lampu ini bukan merupakan sumber pencahayaan utama pada ruang meskipun terletak dibagian tengah ruangan.

Armatur Table Lamp Teknik Pencahayaan: Task Lighting Lokasi: di meja sebalah kursi Jenis Lampu: Lampu Pijar.

Lampu ini merupakan lampu yang memiliki teknik pencahayaan task lighting, dimana lampu ini hanya dinyalakan untuk membantu suatu kegiatan tertentu yaitu membaca dan bukan merupakan lampu utama yang memiliki fungsi menerangi seluruh bagian ruangan. Lampu pijar yang digunakan disini menimbulkan kesan hangat karena warnanya yang kuning.

ANALISIS LIGHTING RUANG KERJA / RUANG BELAJAR

Di dalam rumah jaman sekarang, sudah makin banyak ditemukan ruangan yang khusus diperuntukkan sebagai ruang kerja atau ruang belajar. Ruang kerja adalah ruangan yang bisa mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan khusus yang muncul ketika bekerja, contohnya adalah suasana yang sepi atau cahaya yang terang. Pada umumnya, ruang kerja atau ruang belajar digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan daya pandang yang jelas seperti untuk menulis, mengetik, atau membaca. Pencahayaan di dalam ruang kerja biasanya dipengaruhi oleh pekerjaan apa yang dilakukan di ruang tersebut & suasana apa yang ingin diciptakan dalamn ruangan tersebut. Pencahayaan di dalam ruangan ini terdiri atas beberapa jenis lampu. Berikut uraian dari pencahayaan di dalam ruangan kerja tersebut:

Armature Gantung Teknik pencahayaan: Downlighting Lokasi: Di langit-langit di tengah ruangan Jenis lampu: Fluorescent lamps atau tungsten lamps Lampu ini berfungsi sebagai general lighting yang menerangi seluruh ruangan secara menyeluruh. Penggunaan kap lampu yang bolong bagian atas dan bawahnya (jadi tidak hanya bagian bawah saja) membuat cahaya yang keluar menjadi terbagi ke atas dan bawah sehingga plafon juga ikut tersinari oleh cahaya. Penggunaan kap lampu juga dapat mengurangi tingkat kesilauan atau glare. Kemudian bentuknya yang berupa lampu gantung membuat cahaya yang jatuh ke area meja menjadi lebih dekat

dan lebih terang dibandingkan jika hanya menggunakan recessed atau surface mounted downlight saja.

Recessed Downlight Teknik pencahayaan: Wall washing (spot) Lokasi: Di plafon, dekat pinggir tembok Jenis lampu: Fluorescent Lampu ini berfungsi untuk menerangi area dinding dan memfokuskan pandangan orang yang berada di ruangan agar melihat lukisan-lukisan yang terpampang di dinding. Lampulampu ini sebetulnya menggunakan teknik wall washing untuk menerangi dinding, akan tetapi ketika diletakkan elemen dekorasi seperti lukisan, lampu tersebut juga berfungsi sebagai lampu highlight. Lampu diletakkan dalam posisi yang linear dan berada cukup jauh antara satu dengan yang lain berfungsi agar cahaya yang dipancarkan sesuai dengan arah peletakkan lukisan yang bersifat memanjang sejajar dengan dinding serta agar cahaya yang muncul juga tidak terlalu terang.

Armature Table lamp/desk lamp Teknik pencahayaan: Furnishing; task lighting Lokasi: Di atas meja, deket komputer Jenis lampu: Low voltage halogen Di atas meja, aktivitas yang dilakukan cenderung membutuhkan cahaya yang terang, intensif, dan tidak langsung menyorot ke mata contohnya ketika membaca atau melihat layar komputer. Maka dari itu dipilih lampu low voltage halogen agar cahaya yang dikeluarkan terang dan jelas. Disarankan memilih lampu yang memiliki watt yang sesuai (tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup) karena jika tidak sesuai mata akan jadi cepat lelah dan tidak nyaman

Kamar Mandi
Bathroom atau kamar mandi pada dasarnya mengakomodasi kegiatan manusia untuk membersihkan diri, biasanya ruangan ini merupakan ruang yang sangat privat dan hanya digunakan oleh 1 user setiap pemakaian. Rutinitas penggunaan kamar mandi ini biasanya terbilang singkat, proses bersih diri dalam kamar mandi paling lama 1 jam, sehingga interioritas kamar mandi jarang dipikirkan jika memiliki keterbatasan pada lahan dan keuangan. Hal ini berdampak pada penggunaan cahaya yang digunakan pada kamar mandi biasanya hanya berupa 1 lampu surface-mounted lamp tanpa penggunaan lampu lain. Di sini saya mencoba mencari preseden kamar mandi yang berketerbalikan dari kebiasaan yang ada di kamar mandi rumah.

www.arcadianhome.com

Pada preseden di atas terlihat terdapat beberapa sistem pencahayaan yang digunakan. Berikut dijabarkan jenis-jenis pencahayaan dalam kamar mandi. Daylight Penggunaan jendela dalam ruangan ini terlihat tidak biasa karena umunya kamar mandi merupakan area privat yang tidak ingin untuk dilihat orang lain saat berkegiatan di dalamnya. Akan tetapi dengan penggunaan jendela, cahaya matahari dapat masuk dengan baik dan memberi view tambahan saat user berkegiatan di dalamnya. Hal ini menimbulkan suasana lain dalam kamar mandi sehingga membuat user betah untuk berlama-lama berkegiatan di kamar mandi.

Lampu gantung Jenis: fluorescent lamps Lampu ini terletak di depan cermin sehingga memberi cahaya tambahan saat user menggunakannya. Digantung dari atap sehingga arah cahaya lebih dekat ke arah muka user dan memperjelas pandangan. Akan tetapi lampu yang digunakan tidak terlalu terang, bahkan sedikit redup. Hal ini menurut saya mengurangi kesilauan pada mata karena posisi lampunya yang dekat dengan wajah user dan cermin. Jika lampu yang digunakan terlalu terang, akan memberikan efek lain pada ruangan yang terbentuk dari pantulan cahaya lampu oleh cermin.

Recessed Downlight Saat siang hari daylight dapat menerangi seluruh ruangan tanpa lampu, maka bagaimana penerangan ruangan saat malam hari? Recessed lamps ini berfungsi sebagai general lighting yang mengakomodasi penerangan ruangan pada malam hari. Penggunaan recessed lamps ini menyebabkan cahaya yang terjadi tidak terlalu terang dan hanya terfokus pada bagian bawah lampu saja, maka dari itu terdapat beberapa recessed lamps yang berada dalam kamar mandi ini. Penggunaan beberapa titik lampu dapat menambah variasi pencahayaan dalam ruang. User dapat menggunakan setengah recessed titik lampu tanpa menghidupkan sisanya. Penggunaan yang variatif ini membantu menyesuaikan kebutuhan pencahayaan ruangan tiap user.

DAPUR

Dapur selalu menjadi salah satu area favorit di dalam rumah, dimana pada area inilah terjadi aktivitas mengolah bahan makanan menjadi makanan siap hidang untuk disantap keluarga. Memotong, mengiris, merebus, mencincang, memarut, mengaduk, menggoreng, mencampur bahan makanan, kemudian menjadi aktivitas keseharian yang terjadi di dalam area bekerja yang sangat aktif ini. Hal tersebut mengakibatkan perencanaan pencahayaan menjadi salah satu pertimbangan desain yang paling penting di dalam dapur. Pada preseden dapur diatas, suasana yang terlihat sangatlah berbeda dengan dapur-dapur rumah pada umumnya. Dapur tersebut menjadi sangat menarik justru dengan didominasi oleh pencahayaannya. Dapat kita lihat, suasana dapur menjadi sangat berbeda dengan sinergi yang mucul dari pemilihan material, warna, pencahayaan beserta teknik pencahayaannya. Material marmer, stainless steel yang mengkilap, permukaan putih yang ada di area ini ditambah dengan pencahayaan putih dan biru yang dominan menghasilkan tampilan dapur modern yang sangat minimalis serta meningkatkan citra bersih dan higienis di dalam area dapur yang biasanya cenderung kotor. Bila diuraikan satu persatu mengenai pencahayaan yang ada di dalam dapur tersebut, adalah sebagai berikut:

Lampu Armatur Gantung Teknik Pencahayaan: Down Lighting


Lokasi: Di atas bar/meja makan Jenis Lampu: Tungsten Halogen Lamps Pada dapur ini terdapat meja makan/bar. Seperti umumnya meja makan lainnya yang membutuhkan pencahayaan cukup, lampu

armatur gantung menjadi pilihan tepat karena lampu yang dipasang pada plafon kadang kala tidak memenuhi kebutuhan pencahayaan saat makan, terutama apabila letak plafon terlalu tinggi. Oleh karena itu lampu armatur gantung digunakan agar cahaya terfokus dengan baik ke permukaan meja makan. Kenyamanan pencahayaan saat makan juga dapat diperhitungkan melalui tinggi rendahnya lampu gantung diletakkan dari meja makan. Lampu tersebut diletakkan secara linear. Dimaksudkan agar lampu-lampu gantung tersebut dapat menerangi bentuk meja makan yang memanjang secara efektif. Pola penyususnan linear ini juga cenderung sederhana dan mudah diterapkan, dengan hasil karakter interior yang modern-praktis. Desain kap lampu gantung yang digunakan juga kemudian disesuaikan dengan desain interior dapur.

Recessed Downlight (Lampu Tanam)


Teknik Pencahayaan: Down Lighting Lokasi: Plafon dapur Jenis Lampu: Tungsten Halogen Lamps Lampu ini berfungsi sebagai sumber penerangan ruang/general lighting. Dalam arti, lampu-lampu inilah yang berfungsi menerangi seluruh ruang. Fungsi tersebut terpenuhi dengan menggunakan jenis lampu tungsten halogen yang memiliki intensitas cahaya yang besar, dan diletakkan menyebar pada beberapa titik pada plafon sebagai sumber cahaya utama.

Recessed Background (Lampu Tanam)


Teknik Pencahayaan: Background Lighting Lokasi: Di bagian bawah cabinet sepanjang kitchen set dan bar/meja makan. Jenis Lampu: Blue LED Lampu LED dengan warna biru yang dipasangkan tersembunyi dibalik cabinet inilah yang secara dramatis mampu mengubah mood ruangan ini. Didukung dengan material dapur yang mengkilap dari stainless steel dan permukaan-permukaan lain yang berwarna putih membuat cahaya biru dari LED ini memantul dan seakan menyebar ke seluruh ruangan. Seketika seantero dapur memiliki suasana ke-biru-an.

Recessed Task Light Teknik Pencahayaan: Task Lighting (spot) Lokasi: di atas cabinet dapur Jenis Lampu: Low Voltage Halogen

Lampu ini tepatnya dipasang di dalam instalasi penyedot asap yang berada tepat di atas area meja kerja dapur. Titik lampu ini dipasang dengan lampu jenis halogen yang memiliki intensitas cahaya cukup besar dan tajam, yang disusun dan difokuskan kea rah bidang kerja dalam perabot dapur; meja kerja, kompor, oven, dll. Hal ini dilakukan untuk menunjang aktivitas di dalam dapur yang berlangsung aktif di area meja kerja/ cabinet/ kitchen set tersebut.

ANALISIS PENCAHAYAAN PADA KAMAR TIDUR

Kamar tidur merupakan ruang yang sangat dibutuhkan dan menjadi penting keberadaannya, dimana kamar tidur merupakan tempat untuk beristirahat bagi seseorang setelah melakukan kegiatan sepanjang hari. Dalam kegiatan beristirahat ini pencahayaan dan warna serta nuansa ruangan memiliki peran penting. Karena suasana dan mood seseorang dapat diciptakan dari pencahayaan ruang tersebut. Apabila ruang tidur tersebut tidak bersifat menenangkan dan nyaman, maka pengguna bisa saja tidak dapat melakukan kegiatan istirahatnya. Karena yang dirasakan bukanlah ketenangan, tetapi perasaan yang lain, yang mungkin bahkan malah membuat seseorang merasa tidak nyaman, marah, ataupun takut. Warna pada kamar tidur umumnya merupakan warna yang hangat, tenang dan netral seperti putih, krem, abu-abu dan sebagainya. Cahaya buatan yang digunakan biasanya lampu berwarna kuning yang mendukung kegiatan istirahat tersebut. Dalam gambar kamar tidur yang saya analisis, kamar tersebut berwarna putih dengan aksen berwarna cokelat. Warna putih bersifat netral dan menenangkan, sedangkan warna cokelat memiliki sifat menghangatkan sehingga menciptakan ruang tidur yang baik. Selain warna, pencahayaan yang digunakan pada kamar tidur tersebut adalah sebagai berikut General Lighting General lighting merupakan sistem pencahayaan yang menjadi sumber penerangan utama. Tujuan dari penggunaan lampu ini adalah menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh. Pada kamar tidur ini lampu general lighting tidak begitu terang karena aktivitas yang terjadi dalam ruangan ini bukanlah aktivitas yang menuntut gerakan aktif melainkan kegiatan yang lebih santai dan tidak menimbulkan stres atau pressure tertentu. Jenis lampu yang digunakan adalah lampu flourescent. :

Indirect Lighting Indirect lighting merupakan pencahayaan dengan lampu tersembunyi yang hanya memanfaatkan biasa cahayanya saja. Sehingga tidak terasa silau dan menimbulkan kehangatan dengan cahaya yang tidak terlalu terang. Indirect Lighting ini biasanya digunakan untuk menimbulkan kesan dramatis. Jenis pencahayaan yang menggunakan indirect terdapat pada dinding di belakang dan samping tidur. Pada dinding disamping tempat tidur menggunakan teknik pencahayaan uplighting, yaitu pencahayaan yang berasal dari bawah sehingga terdapat bias cahaya ke atas. Sedangkan pada dinding di bagian belakang tempat tidur menggunakan teknik pencahayaan background lighting. Dimana lampu yang digunakan adalah lampu downlight dan uplight dengan bukaan pada dinding di bagian kanan dan kirinya. Sehingga bias cahaya terlihat dari sisi kanan dan kiri. Jenis lampu yang biasanya digunakan adalah lampu halogen.

Task Lighting Pada kamar tidur ini juga terdapat task lighting yang terdapat di sisi tempat tidur. Task lighting merupakan sistem pencahayaan yang difokuskan pada suatu area dengan tujuan untuk membantu aktivitas tertentu. Jenis lampu yang digunakan adalah tungsten.

Decorative Lighting Decorative Lighting pada kamar ini adalah lampulampu berwarna oranye yang mengelilingi tempat tidur. Lampu ini bertujuan menciptakan mood tenang dan rileks serta memberi batasan area tempat tidur dengan area sekitarnya. Jenis lampu yang digunakan adalah LED