Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ALAT DISTILASI/ PEMISAHAN FLUIDA

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Alat Industri Kimia Disusun Oleh : CITRA KUSUMA PARAHITA 121012041

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA PROGRAM SARJANA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI IST. AKPRIND YOGYAKARTA 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah yang diberikanNya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah alat distilasi ini. makalah ini disusun dan diajukan sebagai satu syarat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen pengampuh mata kuliah Alat Industri Kimia. Dalam penyusunan makalah ini penyusun banyak mendapat bantuan dan dorongan baik berupa materi maupun non material dari berbagai pihak, sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penyusun sangat menghargai kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan dari laporan ini. Penyusun mengharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca.

Yogyakarta, Oktober 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada perkembangan industri minyak dan gas yang cepat saat ini, seorang sarjana teknik kimia dituntut untuk menguasai proses pemisahan bahan baku menjadi produk yang terdapat pada proses produksi industri minyak dan gas. Seorang sarjana teknik kimia harus mengerti dan memahami alat-alat proses yang digunakan pada proses produksi. Salah satu alat proses yang menjadi elemen dasar pada proses pemisahan adalah Kolom Distilasi. Alat ini digunakan untuk memisahkan bahan baku proses menjadi produk berdasar titik didih bahan. Selain mengetahui prinsip dasar alat distilasi, sarjana teknik kimia juga harus mengetahui jenis distilasi, syarat suatu bahan digunakan proses distilasi, jenis kolom distilasi, serta alatalat penunjang sistem distilasi. B. Manfaat dan Tujuan : 1. Mengetahui tentang definisi distilasi 2. Mengetahui jenis proses distilasi 3. Mengetahui jenis kolom distilasi

BAB II PEMBAHASAN

A. DEFINISI DISTILASI Distillasi atau penyulingan adalah proses dimana suatu cairan atau campuran uap dari dua atau lebih zat yang dipisahkan menjadi fraksi komponen yang diinginkan, dengan aplikasi dan pembuangan panas. Proses distilasi didasarkan pada pemisahan komponen uap yang terkandung pada komponen yang memiliki titik didih lebih rendah. Uap komponen kemudian didinginkan dan terkondensasi, kondensat akan mengandung komponen yang lebih mudah menguap. Distilasi kolom di design untuk memisahkan komponen secara efektif. Meskipun banyak definis tentang distilasi, namun ada beberapa aspek penting menurut sudut pandang manufaktur : Distilasi adalah teknik pemisahan yang secara umum digunakan untuk pemisahan komponen yang memiliki perbedaan titik didih relatif besar. Membutuhkan sejumlah energi yang besar, untuk pemanasan dan pendinginan bahan Ada beberapa syarat untuk terjadinya pemisahan komponen distilasi secara umum yaitu : Dalam keadaan standar, campurannya berbentuk cair dan homogen Mempunyai sifat penguapan relatif yang besar Tidak membentuk cairan azeotrop B. JENIS KOLOM DISTILASI Ada banyak jenis kolom distilasi, disesuaikan dengan jenis pemisahan komponennya. 1. Berdasarkan proses, distilasi dibagi menjadi dua macam yaitu : a. Distilasi Kontinyu b. Distilasi Batch 2. Berdasarkan basis tekanan operasinya dibagi menjadi tiga macam, yaitu : a. Distilasi Atmosferik ( 0,4 5.5 atm mutlak ) b. Distilasi Vakum ( 300 mmhg dibagian atas kolom ) c. Distilasi Tekanan ( 80 psia dibagian atas kolom) 3. Berdasarkan jumlah komponen yang dipisahkan, yaitu : a. Distilasi sistem biner b. Distilasi sistem multi komponen 4. Berdasarkan keluarnya umpan yang digunakan membantu pemisahan, yaitu : a. Distilasi Extraktif b. Distilasi Azeotropik 5. Berdasarkan Tray yang digunakan di kolom : a. Tray kolom b. Packed kolom

C. SISTEM DISTILASI DAN PERALATAN OPERASI Kolom distilasi terdiri dari beberapa komponen, yang masing-masing mempunyai fungsi sebagai transfer energi panas maupun sebagai perpindahan material bahan. Komponen utama penunjang kolom distilasi adalah : Shell vertikal yang merupakan tempat dimana pemisahan komponen cair dilakukan. Kolom internal yang berbentuk piringan/plat atau packed yang digunakan untuk meningkatkan pemisahan komponen. Reboiler, untuk mensuport panas yang dibutuhkan untuk penguapan komponen Kondenser, untuk mendinginkan dan mengkondensasi uap yang meninggalkan bagian atas kolom. Tangki refluks, digunakan untuk mengumpulkan hasil kondensasi komponen yang nantinya akan dialirkan menjadi produk atau dikembalikan lagi ke kolom sebagai refluks.

Gambar 1. Skema Sistem Distilasi dan Peralatan Operasi D. SISTEM OPERASI KOLOM DISTILASI Campuran bahan baku masuk dibagian tengah dari kolom ke tray atau piringan. Bahan masuk mengalir kebawah yang kemudian mendapatkan panas yang dipasok dari reboiler untuk menghasilkan uap. Uap hasil pemanasan naik ke atas kolom yang kemudian didinginkan dengan kondenser. Kondensat hasil kondensasi ditampung di tangki reflux yang nantinya akan dialirkan menjadi produk atau dikembalikan ke kolom sebagai reflux. Campuran bahan yang tidak teruapkan keluar melalui pipa pengeluaran bawah menjadi bottom produk.

Gambar 2. Proses di Top produk

Gambar 3. Proses di Bottom produk

E. Tray dan Packed kolom Ada beberapa jenis tray yang digunakan secara umum, yaitu : 1. Buble Caps Tray Sebuah piringan yang bergelembung yang memiliki riser atau cerobong asap yang dipasangkan disetiap lubang piringan dan topi yang menutupi riser. Uap naik melewati celahtopi dan riser.

Gambar 4. Buble Caps Tray 2. Valve tray Dalam piringan terdapat katup yang mumbuka dan menutup saat uap lewat. Tutup akan bergerak horizontal saat uap melewati tutup kedalam cairan sehingga memberi campuran kontak yang lebih baik.

Gambar 5. Valve tray 3. Sieve tray Piringan yang hanya berbentuk lubang-lubang. Uap lewat lurus melewati pelat ke atas melalui piringan. Pengaturan jumlah lubang dan ukuran lubang sudah dihitung berdasarkan perhitungan desain.

Gambar 6. Sieve Tray 4. Aliran fluida dan uap pada tray kolom Digambarkan kontak antara fluida dan uap yang terdapat di dalam kolom dan aliran fluidanya.

Gambar 7. Aliran kontak dan penampang kontak Tempat terkumpulnya fluida yang jatuh karena adanya grafitasi disebut dengan downcomer. Aliran fluida bahan jatuh yang kemudian kontak dengan uap uap yang naik menuju kolom atas.

Selain tray, digunakan packed sebagai tempat kontak antara fluida dan vapour . packed digunakan untuk memperbesar daerah kontak terhadap fluida dan vapour. Ada tiga jenis packed yang biasa digunakan.

Gambar 8. Contoh jenis packed Ada beberapa kelebihan Packed kolom dibandingkan dengan tray kolom, yaitu : 1. Luas permukaan kontak lebih luas dibandingkan tray kolom 2. Tingkat efisiensi pemisahan lebih tinggi sebanding dengan ketinggian kolomnya 3. Packet kolom lebih pendek dibandingkan dengan tray kolom.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Alat distilasi kolom adalah alat yang biasanya digunakan dalam industri pemisahan fluida yang didasarkan pada titik didih dari komponen tersebut. Pemisahan komponennya bisa dua macam atau lebih. Alat distilasi kolom dibagi menjadi dua macam, yaitu tray kolom dan packed kolom. Penggunaan tray kolom dan packed kolom disesuaikan dengan komponen yang akan dipisahkan, titik didih serta kebutuhan luas kontak dari fluida itu sendiri. Efisiensi energi yang digunakan untuk pemisahan juga berpengaruh pada pemilihan alat kontak.

SARAN Pada pembelajaran alat distilasi kolom akan lebih apabila ditunjukan langsung bagaimana bentuk, cara kerja, prinsip dasar distilasi. Agar pembelajar bisa memahami alat distilasi kolom dengan baik dan sesuai prinsip kerja alat tersebut.

DAFTAR PUSTAKA Costello, RC,2010 .Distillation Column. United State Amerika McCabe, W.L., Smith, and Harriot, J.C, 1993. Operasi Teknik Kimia. 1st Edition New York : McGraw-Hill Book Company Inc.