Anda di halaman 1dari 6

SEKILAS TENTANG ENZIM PROTEASE (Tugas Integrasi Regulasi metabolisme)

OLEH: SIHABUDIN G84100068

DEPARTEMEN BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTUTUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

PROTEASE Protease adalah enzim yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana seperti peptida kecil dan asam amino. Berdasarkan cara pemotongan ikatan peptida, enzim protease dapat dibagi menjadi eksopeptidase dan endopeptodase. Eksopeptidase terdiri atas karboksiekso-peptidase yang memotong peptida dari arah gugus karboksil terminal dan amino-eksopeptidase dari gugus amino terminal, sedang endopeptidase memecah ikatan peptida dari dalam. Sebagai enzim proteolitik yaitu enzim yang dapat mengurai/memcah protein, Protease merupakan polimer heterogen dari molekul asam amino. Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalis dalam sel hidup. Kelebihan enzim dibandingkan katalis biasa adalah (1) dapat meningkatkan produk beribu kali lebih tinggi; (2) bekerja pada pH yang relatif netral dan suhu yang relatif rendah; dan (3) bersifat spesifik dan selektif terhadap subtrat tertentu. Enzim telah banyak digunakan dalam bidang industri pangan, farmasi dan industri kimia lainnya. Dalam bidang pangan misalnya amilase, invertase, glukosaisomerase, papain, dan bromelin, sedangkan dalam bidang kesehatan contohnya amilase, lipase, dan protease. Enzim dapat diisolasi dari hewan, tumbuhan dan mikroorganisme Protease merupakan enzim proteolitik yang mengkatalisis pemutusan ikatan peptida pada protein. Protease dibutuhkan secara fisiologi untuk kehidupan organisme pada tumbuhan, hewan maupun mikroorganisme (Rao et al., 1998). Penggunaan tumbuhan sebagai sumber protease dibatasi oleh tersedianya tanah untuk penanaman dan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan. Disamping itu proses produksi protease dari tumbuhan sangat memakan waktu. Protease tumbuhan yang dikenal antara lain papain, bromelain, dan keratinase. Protease hewan yang paling dikenal adalah tripsin, kimotripsin, pepsin dan rennin. Enzimenzim ini dapat diperoleh dalam keadaan murni dengan jumlah besar (Boyer, 1971).

Klasifikasi protease Bergman dan Futon (1941) dan Bergman (1942) menggolongkan enzim proteolitik : 1. Eksopeptidase, terbagi atas : a. Karboksi (ekso) peptidase, memotong peptida dari arah gugus karboksil terminal b. Amino (ekso) peptidase, memotong peptida dari arah gugus amino terminal. 2. Endopeptidase, memecah protein atau ikatan peptida dari dalam. Hartley (1960) membagi protease menjadi 4 golongan : 1. Protease serin, a. Memiliki residu serin dalam lokasi aktifnya. b. Bersifat endopeptidase c. Yang termasuk enzim ini: tripsin, kimotripsin, elastase dan subtilin 2. Protease sulfhidril a. Memiliki residu sulfhidril pada lokasi aktif b. Kerja enzim ini dapat dihambat oleh senyawa oksidator, alkilator dan logam berat c. Yang termasuk enzim ini : protease dari tanaman dan mikroba seperti papain, fisin dan bromelin 3. Protease metal a. Keaktifannya tergantung pada adanya metal dengan hubungan stoikiometrik 1 mol metal/1 mol enzim b. Dapat dihambat oleh EDTA (Ethlene Diamine Tetra Acetic Acid) dimana dapat mengkelat metal sehingga keaktifan enzim hilang/berkurang. c. Yang termasuk enzim ini : karboksipeptidase untuk beberapa aminopeptidase 4. Protease asam a. Enzim yang pada lokasi aktifnya terdapat dua gugus karboksil b. Aktif pada pH rendah

c. Keaktifannya dapat dihambat oleh p-bromofenasilbromida. d. Yang termasuk enzim ini : pepsin, renin dan protease kapang. Beberapa protease
Protease 1. Fisin Fungsi Pengempuk daging dan 2. Papain pengawet bir Pengempuk daging dan 3. Bromelin pengawet bir Penjernih bir Nenas Sumber Getah pohon ficus Getah pepaya Karakteristik Termasuk protease sulfhidril Termasuk protease sulfhidril Termasuk protease sulfhidril Merupakan glukoprote 4. Renin Proses pembuatan kejudan pudding rennt 5. Protease dari kapang Industri keju Industri kecap, sake, miso, tauco, tempe dan oncom Lambung anak sapi, domba atau kambing Penicillium roqueforti P. camenberti Aspergillus oryzae in Dibuat dari prorenin, yaitu bentuk inaktif dari rennin Penambahan enzim murni belum banyak berhasil sehingga penambahan kapang murni masih perlu dilakukan - Rhizopus sp untuk pembuatan tempe, kecap, oncom, tauco dan miso - Aspergillus oryzae untuk pembuatan sake, kecap dan miso 6. Protease bakteri Menghidrolisis casein, hemoglobin dan gelatin Enzim subtilin dari B. Subtilis. Di pasaran dikenal dg nama Subtilin Carlsberg, Stabil pada pH 5.36.5 & inaktif pada pH 8.1-9.5. Enzim dapat disimpan lama pada larutan gliserol Additional information

subtilin Novo, Subtilin BPN 7. Tripsin Hanya memecah ikatan peptide antara lysine dan arginin Kelenjar pancreas Termasuk endopeptidase dan protease serin, bentuk inaktif disebut tripsinogen, diproduksi oleh kelenjar pancreas yang diaktifkan oleh asam. Trispsin dapat mengaktifkan tripsinogen, kimotripsinogen dan prokarboksi8. Kimotripsinogen Hanya memecah ikatan peptide antara AA aromatic spt. Tirosin, phenilalanin dan 9. Pepsin triptophan Pencernaan protein di lower track (usus) 10. Kolagenese Menghidrolisi kalogen Mikroba dalam lambung hewan dan manusia Clostridium perfringens Clostridium histolitica Kelenjar pancreas peptidase Protease serin, dalam kelenjar pancreas sapi terdapat kimopepsinogen A dan B Aktif pada pH asam, dibentuk dari pepsinogen Kalogen is protein berbentuk serabut (otot archilles dan 11. Elastase Menghidrolisis elastin. Elastin memecah ikatan peptide pada AA non-aromatic & 12. Keratinase tdk bercabang Memecah ikatan Streptomyces Apabila S. fradiae Pancreas Mikroba Protease serin Stabil pada pH 6 kulit) Elastin yaitu jaringan ikat berbentuk serabut. e.g. otot leher Keratin Adanya rasa pahit karena terdapat peptide yang bulky dan sangat hidrofobik Tripsin inhibitor : Kunits inhibitor STI inibitor

disulfida pada keratin yaitu unsure utama wool, rambut, tanduk, kuku, bulu dan sisik ikan

fradiae Streptomyces microflavus

tumbuh pada wool, maka wool akan terhidrolisis dan rusak

memiliki ikatan yang kuat karena adanya ikatan disulfide S-S