Anda di halaman 1dari 14

PERCOBAAN III PENGUAT MEMBALIK (INVERTING) A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1.

Tujuan : - Mengetahui bentuk signal keluaran dan masukan penguat membalik - Mengetahui besar nilai penguat tegangan AV 2. Hari , Tanggal 3. Tempat : : Laboratorium Fisika Dasar FMIPA, UNRAM

B. ALAT DAN BAHAN 1. Alat Signal generator Dsciloskop Multimeter digital Power suplay Op Amp 741 Resistor Papn roti Kabel penghubung

2. Bahan

C. LANDASAN TEORI Rangkaian penguat tegangan inverting ialah sinyal input berada pada terminal (-) sedangkan non invarting (terminal +) digunakan seperti gambar di bawah ini.

Seperti sudah kita ketahui sebelumnya, penguat operasional yang ideal mempunyai penguat tak berhingga. Rumus :
A = V0 : V s atau Vs = Vo A

Menjadi Vs =

V0 = 0 (nol)

Jadi jelas bahwa pada penguat operasioanal, tegangan diferensialnya adalah nol (Vs = 0) dan gaya Is = 0. karena Vs = 0 maka tegangan input (Vi) memberikan arus melalui Ri dan Rf yang sama besarnya dengan Ii = If oleh karena itu berlaku hukum Ohm, bahwa : Ii =
Vi ..(1) Ri

Karena tahanan feed back Rf sejajar dengan amplifier, maka tegangan out put V0 sama dengan tenganan yang terdapat pada Rf yaitu
V0 = I f . R f

Atau
If = V0 (tanda menunjukkan fase yang berlawanan) Rf

Berarti dari persamaan (1) dan (2) dapat dijabarkan menjadi :


Rf V0 = sebab Ii = If Vi Ri

Atau :

Rf Rf V0 V0 = karena A = maka dapat ditulis menjadi AV = Vi Vi Ri Ri

Jadi dari persamaan di atas jelas bahwa penguatannya ditentukan oleh besarnya tegangan Ri dan Rf, namun untuk paramter penguat opersional tanpa feedback tetap tidak ada arus mengalir melalui terminal (-) tetapi harus melalui Rf (ganti Depuri 1992 : 34 36).

terminal masukan tak membalik (non inverting) digroundkan. Tegangan masukan Vi dikeluarkan V0, karena perolehan A dari penguat operasional (A juga dinamakan perolehan lingkar terbuka) sangat besar. Tegangan V pada terminal masuk pembalik sangat kecil. Pada kenyataannya mendekati potensial bumi. Jadi, walaupun titik G, sebenarnya tidak dihubungkan ke bumi, secara semu (virtual) benda pada potensial bumi, tidak bergantung pada besarnya potensial Vi dan V0. Arus I yang melewati Ri diberikan oleh i = (Vi V) / Ri. Dengan mengumpamakan bahwa penguat operasional idealnya mempunyai impedansi masukan tidak berhingga. Arus i akan mengalir melewati Rf dan tidak ke dalam Op-Amp. Dengan menggunakan hukum arus kirchoff pada titik 6 dapat ditulis :
Vi V V V0 = Ri Rf

karena titik 6 dibumikan semu, yakni V = 0 dari persamaan di atas


Vi V0 = perbandingan tegangan keluaran V0. dan tegangan masukan Vi Rf Rf

merupakan perolehan dari penguat sehingga untuk perolehan penguat membalik (D. Chattophodhyay. 1969 : 237)
Rf V0 = Vi Rf

Perhatikan bahwa titik a pada tanah maya, sehingga Va = 0. nyatalah Vi Va = i1 R1 dan Rin =
Vi = R1 Ri

Hambatan keluaran penguat amatilah kecil, yaitu :


Av t R0 . lt = (R0lt) Av b

Oleh karena itu titik a dan titik b ada dalam keadaan terhubung singkat maya dan b pada tanah, maka titik a ada pada tanah maya. Tegangan isyarat pada titik a mendekati nol. Akan tetapi titik a terpisah dari tanah oleh hambatan masukan R1d yang amat besar. Oleh karena adanya hambatan dalam antara masukan membalik dan membalik amat besar maka i2 0, sehingga i1 i3. kedua hal ii yaitu bahwa kedua masukan Op-Amp amat kecil sehingga dapat diabaikan, merupakan dasar berpikir terhadap cara kerja rangkaian yang mengandung Op-Amp (Sutrisno. 1987 : 120). D. PROSEDUR PERCOBAAN Penguat membalik (inverting)

1. Dibuat rangkaian seperti pada gambar di atas, lalu suapkan daya 15 V dan pasang signal generator pada masukan dengan f = 400 Hz dan tegangan 1 Vpp 2. Pasang R1 = R2 = 10 k 3. Setel pada 0,5 V/div. 1mde/div dan ac coupling serta pasang Osciloskop CH1 pada masukan dan CH2 pada keluaran, dan perhatikan hasilnya. Dibaca Vpp keluaran berapa masukannya? Dibandingkan dengan teori

4. Dengan V1 dan R2 yang sama dan R1 yang berubah ubah, diisi tabel pengamatan.

E. HASIL PENGAMATAN R1 10 20 30 200 100 Yin (volt) 2 2 2 4,4 4,4 Yout (volt) 2 1 0,6 0,2 0,4 V/div 0,5 0,5 0,5 0,2 0,2

F. ANALISIS DATA Penguat tegangan Av inverting dengan cara/secara teori Untuk R1 dan R2 = 10 k Dik : R1 = 10 k R2 = 10 k Av = . Dimana Av =
Av =
= =

V0 Vin V0 Vin
R2 R1

10 10 = 1 x

Untuk R1 = 20 k R2 = 10 k
AV = R2 R1

10 20 =1 x 2 = 0,5 x =

Untuk R1 = 30 k R2 = 10 k
AV = R2 R1

10 30 =1 x 3 = 0,33 x =

Untuk R1 = 200 k R2 = 10 k
AV = R2 R1

10 200 =1 x 20 = 0,05 x =

Untuk R1 = 100 k R2 = 10 k
AV = R2 R1

10 100 =1 x 10 = 0,1 x =

Penguat tegangan berdasarkan praktikum untuk Av inverting. Dik R2 = Sama untuk semuanya atau tetap Untuk R1 Yin = 10 k = 2 volt

Y/div = 0,5 Yout = 2 o Pada input : Vp in = V/dic x div Yin = 0,5 x 2 =1 Vpp in =
V p in 2

1 2 = 0,5 V =

o Pada output : Vp out = V/div x div Yout = 0,5 x 2 =1 Vpp out =


=

V p out 2

1 2 = 0,5 V

AV =

V pp out V pp in

0,5 V 0,5 V

=1x Untuk R = 20 k Yin = 2 volt Y/div = 0,5 Yout = 1 o Pada input : Vp in = V/div x div Yin = 0,5 x 2 =1

Vpp in =

V p in 2

1 2 = 0,5 Volt =

o Pada output : Vp out = V/div x div Yout = 0,5 x 1 = 0.5 volt Vpp out =
=
Vp 2

0,5 2 =1 V 4 = 0,25 volt

Maka :
AV = V pp out V pp input = 0,25 V 0,5 V

= 0,5 x Untuk R3 Yin = 30 k = 2 volt

Y/div = 0,5 Yout = 0,6 o Pada input : Vp in = V/div x div Yin = 0,5 x 2 = 1 volt Vpp in =
V p in 2

1 2 = 0,5 Volt =

o Pada output : Vp out = V/div x div Yout = 0,5 x 0,6 = 0.3 volt Vpp out =
=

Vp 2

0,5 2 0,3 = V 2 = 0,15 volt

Maka :
AV = V pp out V pp input = 0,15 V 0,5 V

= 0,3 x Untuk R1 Yin = 200 k = 4,4 volt

Y/div = 0,2 Yout = 0,2 o Pada input : Vp in = V/div x div Yin = 0,2 x 4,4 = 0,88 volt Vpp in =
V p in 2

0,88 2 = 0,44 Volt =

o Pada output :

Vp out = V/div x div Yout = 0,2 x 0,2 = 0,04 volt Vpp out =
=

Vp 2

0,04 2 = 0,02 volt

Maka :
AV = V pp out V pp input = 0,02 V 0,44 V

= 0,045 x = 0,05 x Untuk R1 Yin = 100 k = 4,4 volt

Y/div = 0,2 Yout = 0,4 o Pada input : Vp in = V/div x div Yin = 0,2 x 4,4 = 0,88 volt Vpp in =
V p in 2

0,88 2 = 0,44 Volt =

o Pada output : Vp out = V/div x div Yout = 0,2 x 0,4 = 0,08 volt Vpp out =
Vp 2

0,04 2 = 0,04 volt =

Maka :
AV = V pp out V pp input = 0,04 V 0,44 V

= 0,0909 x = 0,09 x = 0,1 x G. PEMBAHASAN Pada praktikum ini yaitu praktikum penguat Membalik (Inverting). Dimana pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui bentuk signal pada tegangan masukan dan tegangan keluaran dari suatu rangkaian inverting serta mengetahui besarnya tegangan Av dari penguat inverting. Penguat inverting atau membalik adalah penguat yang isyarat masukannya di hubungkan pada masukan negatif (-), sedangkan masukan positifnya (-) digroundkan. Penguat membalik memiliki bentuk signal yang berbeda atau terbalik dari signal tegangan masukan, yang fase signal keluaran dan masukan berbeda fase pada penguat inverting, penguat oprasional yang ideal memiliki penguat tak berhingga yaitu = Vs =
Vo Vo Vs = = 0 (noi). A

Ini berarti pada penguat oprasional tegangan differensialnya adalah nol ( Vs = 0). Dari sini dapat disimpulkan bahwa tegangan input (Vi) memberikan arus melalui Ri dan Rf. Karena tahanan feedback Rf sejajar dengan amplifier atau penguat oprasional maka tegangan out put Vo sama dengan tegangan yang terdapat pada Rf. Pada praktikum kali ini kami akan menentukan nilai dari penguat tegangan Av dari dua resistort yaitu R1 dan R2 serta R2 atau Rf. Disini nilai dari dua Rf tidak di ubah-ubah atau tetap, namun R1 yang berubah-ubah atau diganti dimana R2 =10 k sedangkan untuk R1 =10 k ,20 k ,30 k ,200 k dan 100 k . pada percobaan pertama ketika R1=R2=10 k

diproleh nilai dari penguat tegangan adalah ( 1 x ) satu kali, yang berarti bahwa tegangan keluaran sama dengan tegangan masukan, pada R1=20 k dengan Rf tetap maka diperoleh nilai Av adalah 0,5 x, untuk R1= 30 k diperoleh Av = 0,3x dan untuk R1= 200 k dengan Rf tetap maka diperoleh nilai Av = 0,5 x dan untuk R1=200k didapat nilai Av=0,05x serta ketika R1 =100k dengan Rf tetap di peroleh nilai Av= 0,1x. berdasarkan diatas kita dapat ketahui bahwa nilai penguat bergantung pada R1 yaitu tahanan input dan tahanan feedback. Semakin besar penguat R1 maka penguatannya akan semakin kecil, ini terjadi karena tahanan feedback yang lebih kecil dibandingkan dengan tahanan inputnya.untuk mengukur atau mengetahui nilai penguatan tegangan pada inverting berlaku rumus : Av = RF R2

Pada persamaan di atas tanda (-) menunjukan fase yang berlawanan. Sehingga secara berturut-turut dari perhitungan Avkali ini bertanda min (-) yang artinya berada pada fase yang berlawanan. Dalam praktikum kali ini juga kita akan melakukan perhitungan secara atau berdasarkan teori dan perhitungan secara teori dan berdasarkan praktikum adalah sama artinya nilai dari penguat tegangan (Av) secara teori dan praktikum adalah sama. Hasil ini menunjukan bahwa penguat tegangan Av menunjukan kesamaan atau tidak jauh berbeda dengan yang ada pada teorinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar hambatan masukan R1 maka penguatannya akan semakin besar. H. KESIMPULAN 1. Kesimpulan Penguat inverting atau membalik adalah penguatan yang isyarat masukannya dihubungkan pada masukan negatif (-) sedangkan masukan positifnya (+) digroudkan Sinyal keluaran pada penguat inverting berlawanan fase atau memiliki fase yang berbeda.

Besarnya penguat tegangan Av dipengaruhi oleh hambatan masukan R1 da Rf. Semakin besar nilai R1 maka nilai penguat tegangan Avakan semakin besar dengan kata lain penguat tegangan Av akan semakin besar dengan kata lain penguat tegangan Av berbanding terbalik dengan nilai R1

Nilai atau besarnya penguat tegangan (Av ) untuk inverting dapat dicari dengan rumus : Av ==
VO karena i Vi
RF R1

i3, maka

Hasil atau besarnya nilai penguat tegangan yang diperolah secara praktikum maupun teori adalah sama denga. Dimana R2 =10 k dan R2 = Rf serta Rf tetap. Sedangkan R1 berubah-ubah nilai yang diperoleh ketika R1 = 10 k , 20 k ,30 k , 200 k serta 100 k

adalah Av = 1x , 0,5x ,0,3x ,0,05x serta 0,1x.


Nilai yang diperoleh dari praktium hampir sama dengan teori dengan kata lain penguat tegangan Av menunjukan kesamaan atau tidak jauh beda dengan ada di teori. 2. Saran Harap memaklumi laporan ini bila terdapat banyak kesalahan Fasilitas alat-alat perlu diperbaharui dan diperbanyak Tetima kasih telah membimbing kami dalam praktikum kali ini.

DAFTAR PUSTAKA Chattophdhyay,D . dkk .1989. Dasar Elektronika. Jakarta ; VI . press Depuri, Ganti .1992. Teori Rangkaian Elektronika .Bandung ;Sinar Baru . Sutrino. 1987. Elektronika teori dan penerapannya. Bandung ; ITB Press