Anda di halaman 1dari 5

Klasifikasi Material cetak Impression material adalah bahan yang digunakan untuk membuat cetakan.

Bahan cetak dapat dikelompokkan sebagai revesibel atau ireversibel Tabel Klasifikasi Bahan Cetak Kedokteran Gigi Berdasarkan mekanisme pengerasan Reaksi kimia (ireversibel) Berdasarkan aplikasi Atau sifat mekanis Non elastis Plaster of paris Oksida seng eugenol Elastis Hidrokoloid agar Elastomer :
Polosulfid Polieter Silikon kondensasi Silikon adisi

Perubahan temperatur (reversibel)

Kompound Agar hidrokoloid Malam

(anusavice,2004)1

Definisi gigi tiruan Gigi tiruan atau protesa adalah adalah gigi palsu pengganti gigi yang hilang akibat proses pencabutan atau trauma. Penggantian gigi ini ditujukan agar estetik tetep terjaga.3 Klasifikasi Gigi tiruan a. b. c. d. e. f. Gigi tiruan : dapat dilepas sendiri oleh pasien (removable prothodontic) Gigi tiruan cekat : tidak dapat dilepas sendiri oleh pasien (fix prothodontic) Gigi tiruan keseluruhan : meliputi keseluruhan jumlah gigi (dengan undercut)/ full denture Gigi tiruan sebagian ; meliputu sebagian gigi/parsial dexture Gigi tiruan konvesional ; pemasangan setelah pencabutan Gigi tiruan imbicliate ; pemasangan setelah gigi dicabut.1,4

FAKTOR PATAH mudah patah dan patahnya basis gigitiruan dapat terjadi di luar mulut yaitu jatuh pada tempat yang keras, sedangkan patah yang terjadi di dalam mulut dapat disebabkan oleh karena fatique maupun occlusal forces. Fraunhofer (1981) mengatakan bahwa patahnya basis gigitiruan dapat disebabkan oleh adaptasi dari gigit iruan yang tidak baik, tidak adanya keseimbangan oklusi, fatique maupun jatuh.4

Definisi

Self Cure Acrylic adalah polimer akrilik yang polimerisasinya tanpa menggunakan pemanasan tetapi dengan akselerator kimia, yang sifatnya eksothermis sehingga proses ini dapat berlangsung meskipun pada suhu kamar.4

2.1

Komposisi Self Cure Acrylic Akrilik terdiri dari 2 bagian yaitu bubuk polimer dan cairan monomer. Komposisi

bubuk polimer adalah poli( metil metakrilat ), organic peroxide initiator, agen titanium dioksida dan pigmen inorganik ( untuk warna ). 1,5,6 Komposisi cairan monomer adalah metil metakrilat, hidroquinon inhibitor untuk mencegah polimerisasi spontan, dimethacrylate atau agen cross linked, organic amine accelerator dan dyed synthetic fibers ( untuk estetik).

2.12Kelebihan dan kekurangan Self Cure Acrylic Kelebihan aklirik 1. Warna menyerupai warna gusi 2. Mudah direstorasi bila patah tanpa mengalami distorsi 3. Mudah dibersihkan

4. Pengerjaan dan manipulasinya mudah 5. Harganya cukup mrah dan cukup awet/tahan lama

Kekurangan Akrilik : 1. Menimbulkan macam-macam porositas 2. Suatu termal konduktor yang baik 3. Dapat mengalami perubahan bentuk jika disimpan dalam keadaan kering 4. Dapat menimbulkan alergi.

INDIKASI DAN KONTRA

Indikasi1 Reparasiprotesa yang frakturdanrusak Relining, yaitumenggantipermukaanprotesa yang menghadapjaringan Rebasing, yaitumenggantikeseluruhan basis protesa Sendokcetakperorangan

Kontraindikasi1 Dibersihkandenganpembersihrumahtangga, sepertibahanabrasifdapurdankamarmandi. Penggunaanjangkapanjangdaribahantersebutsecaranyatamengubahpermukaanprotesabai k internal maupuneksternal, sertamungkinmempengaruhifungsidanestetika. Oral hygiene yang jelek

2.13 Tahap Polimerisasi Self Cure Acrylic Resin akrilik berpolimerisasi melalui reaksi polimerisasi tambahan. Pada reaksi ini, tidak terjadi perubahan komposisi tetapi menghasilkan molekul raksasa dalam ukuran yang hampir tidak terbatas. Proses polimerisasi jenis ini terdiri dari 4 tahap seperti yaitu :7

a) Aktivasi (Induksi) : Untuk memulai proses polimerisasi tambahan, haruslah terdapat radikal bebas. Radikal bebas dapat dihasilkan dengan mengaktifkan molekul monomer dengan sinar UV, sinar biasa, panas, atau pengalihan energi dan komposisi lain yang bertindak sebagai radikal bebas. b) Inisiasi (Penyebaran) : Reaksi rantai harus berlanjut dengan terbentuknya panas, sampai semua monomer telah diubah menjadi polimer. Meskipun demikian, reaksi polimerisasi tidak pernah sempurna. c) Propagasi (Pengalihan rantai) : Reaksi rantai dapat diakhiri dengan baik dengan cara penggabungan langsung atau pertukaran atom hidrogen dari satu rantai yang tumbuh ke rantai yang lain. d) Terminasi (Pengakhiran) : Keadaan aktif diubah dari satu radikal aktif menjadi suatu molekul tidak aktif, dan tercipta molekul baru untuk pertumbuhan selanjutnya.

2.14 Manipulasi Self Cure Acrylic1,4,7 Tahap 1 : Adonan seperti pasir basah (sandy stage). Tahap 2 : Adonan seperti Lumpur basah (mushy stage). Tahap 3 : Adonan apabila disentuh dengan jari atau alat bersifat lekat, apabila ditarik akan membentuk serat (stringy stage). Butir-butir polimer mulai larut, monomer bebas meresap ke dalam polimer. Tahap 4 : Adonan bersifat plastis (dough stage). Pada tahap ini sifat lekat hilang dan adonan mudah dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Tahap 5 : Kenyal seperti karet (rubbery stage). Pada tahap ini lebih banyak monomer yang menguap, terutama pada permukaannya sehingga terjadi permukaan yang kasar. Tahap 6 : Kaku dan keras (rigid stage). Pada tahap ini adonan telah menjadi keras dan getas pada permukaannya, sedang keadaan bagian dalam adukan masih kenyal.

DAFTAR PUSTAKA 1. Anusavice, Kenneth J. Phillips : Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Edisi 10. Jakarta: EGC, 2003. 2. Rachmadi, Priyawan. Buku Petunjuk Praktikum Blok 4 Bahan Kedokteran Gigi. Program Studi Kedokteran gigi Universitas Lambung Mangkurat 3. 4. Rahmawan, Dzanuar. Gigi Tiruan. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, 2010. Combe, EC.1992.Sari Dental Material. penerjemah : slamat tarigan. Jakarta : Balai Pustaka. 5. Powers JM, Wataha JC. Dental Materials Properties and Manipulation. 9th Ed. Missouri : Mosby Elsevier , 2008 . 6. Barbosa DB, de Souza RF, Pero AC, et al. Flexural Strength of Acrylic Resins Polymerized by Different Cycles. J Appl Oral Sci 2007; 15(5): 424 8 7. OBrien dan Gunnar Ryge.1985. An Outline of Dental Materials and Their Selection. 9th edition. Philadelphia USA : W.B Saunders Company.