Anda di halaman 1dari 5

10. 6 Permasalahan 1.

pengukuran dengan menggunakan Scintillometer pada stasiun di interval 25 ft diatas garis paralel 25 ft yang yang terpisah dari area Saskatchewan selama program explorasi uranium tersebut. Hasil pengukuran yang dihitung permenit, ditabulasikan seperti dibawah ini ! Garis Stasiun -------------------------------------------------------------------------------------------------1 1 2 3 4 5 5 6 7 8 8 9 10 11 12 11 12 14 17 19 -16 17 16 -15 14 13 12 2 11 12 14 15 18 30 25 23 17 -22 18 15 12 3 11 11 12 15 18 21 24 25 30 -36 22 18 15 4 12 12 14 15 18 24 23 28 36 70 1200 50 22 18 5 11 12 14 15 17 22 28 34 46 200 200 35 26 17 6 12 15 17 24 34 -47 47 66 -310 35 26 17 7 14 15 17 17 22 -27 30 47 66 260 46 33 14 8 15 17 17 17 16 -18 24 38 60 40 25 17 13

Tabel diatas mencakup plot dan kontur, hitung strike dan lebar dari zona anomali. Apakah ada indikasi dari kedalaman yang membebani dan variasi pembebanan ketebalan pada nilai ini ? 2. A 25 kg batuan sample telah diteliti kadar yang radioaktifnya dengan emggunakan scintillometer, keduanya diteliti didalam kontainer pelindung yang besar. Hasil rata-rata pengukurannya adalah 540 cpm. Perhitungan background di kontainer adalah 35 cpm. Asumsikan efesiensi keseluruhan dari scintillometer menjadi 30 % , radioaktifitas kira-kira sama-sama terdistribusikan antara uranium, thorium, potasium atau tidak mengandung potasium di dalam batuan dan U/Th rasio ( lih. Problem 7 & gbr

10.17 ) sekitar 05, tentukan kadar dari tiap elemen pada sample untuk 2 kasus ( lih. Tabel 11.1, 11.3. 1b ) 3. Scintillometer dan komponen vertikal kontur magnetik, diambil secara teliti daerah uranium di Kanada Utara ditunjukkan pada gambar 10.14. Dikutip dari laporan geologi daerah tersebut menyatakan bahwa : Secara geologi, daerah ini benar-benar tidak tergambarkan dan mengandung kuarsa merah jambu dengan dengan tanda yang gelap dari mineral mafic, yang terakhir adalah kejadian yang kebetulan dengan radioaktifitas dan anomali magnetik pada suatu daerah. Buatlah sebuah interpretasi pada bagian kecil ini menggunakan keterbatasan data yang tersedia dan berpikirlah tentang kemungkinan kejadian yang berhubungan antara magnetik dan anomali radiometrik, variasi kedalaman terhadap pembebanan , kehadiran batuan granitik ( K40 radioaktifitas ) , dan lain-lain. Sebagai bantuan pada saat interpretasi , disarankan untuk melapisi 2 kontur peta dan juga beberapa profil yang bisa diambil dari tiap peta. 4. Seperti yang disebutkan pada 10.3.5 . Tipe dari sinar gamma spectometer memiliki tiga chanel pada 146, 176 dan 262 MeV untuk memisahkan K, U dan Th secara benar. Konsekuensinya kemungkinan untuk menentukan jumlah individu dari potasium , uranium, thorium pada suatu sampel batuan saat spectometer dikalibrasi dengan standar contoh batuan yang telah diketahui kandungannya. Kita masukkan kandungan relatif dari 3 elemen dalam waktu yang dihitung pada instrumen seperti garis besar berikut ini : Tak satupun sinar gamma dari uranium atau potasium memiliki energi yang cukup untuk merekam pada thorium ( 262 ) MeV , oleh sebab itu T = k1Tc Dimana T = kandungan thorium dalam dalam part/million, Tc = 262 MeV chanel dihitung dari sisa, k1 = konstanta untuk chanel thorium. Untuk 176 MeV rekaman chanel uranium radiasi gamma untuk uranium dan thorium tapi tidak dari potasium . oleh sebab itu : U = k2 ( Uc - S1Tc )

Dimana U = kandungan uranium dalam part/million, k 2 = konstanta untuk chanel uranium, Uc = 176 MeV chanel sisa, S1 = konstanta untuk thorium sainar gamma dalam chanel uranium. ( lihat dibawah ). Akhirnya , pada 146 MeV chanel potasium kita dapat menghitung dari uranium dan thorium sebagimana pada potasium. Kandungan potasium , K% ( dalam persentase karena umumnya jauh lebih besar dari jumlah U dan Th ) , maka didapat K% = k3 { Kc - S2(Uc - S1Tc) - S3Tc }, Dimana k3 = konstanta untuk chanel potasium , Kc = 145 MeV chanel dihitung dari sisa dasar dan S2, S3 = kontanta untuk U dan Th sinar gamma pada chanel K . Spektrum sinar gamma adalah invarian , konstanta stripping rasio tertentu dari perhitungan untuk U atau Th pada tingkat energi yang tepat ; jadi ,S 1 adalah rasio dari perhitungan Th dalam 2 chanel pada 176 dan 262 MeV , oleh sebab itu melipatgandakan pengamatan tehadap perhitungan untuk 262 MeV chanel oleh hasil S 1 perhitungan thorium yang akan diamati pada saat yangsama pada 176 MeV chanel. Secara teoritis , hanya satu thorium , 2 uranium dan 3 potasium sampel standar yang dibutuhkan untuk memberi data dalam menyelesaikan 3 persamaan dan menentukan 6 konstanta, k1, k2, k3, S1, S2, S3 . Latihan adalah cara terbaik dalam menggunakan sebanyak mungkin standar karena instrumental dan sampling error. Tabel berikut didapat dengan sinar gamma spectometer pada yang melintasi perpendicular foliasi singkapan granite - gneiss dekat St Columban, Quebec. Spectrometer ( cpm ) Stasiun 0 ft 100 170 200 210 230 300 400 ----------------------------------------------------------------------------------------Tc 13 8 22 25 18 10 15 15 Uc 28 27 34 36 30 24 27 30 Kc 195 243 265 218 135 223 193 197

425 500

12 8

20 21

242 233

k1 = 06, k2 = 013, k3 = 0020, S1 = 10, S2 = 15, S3 = 17, tentukan Th, U dan K pada tiap stasiun dan plot profil untuk tiap elemen seperti profil pada Th/U rasio. Formasinya muncul secara homogen , hal itu menunjukkan granit, kecuali sisa dari bahan sedimen pada 35 ft dan 215 ft . Apakah profil tersebut melintasi keseluruhan 500 ft atau bagian lain ? Berdasarkan asumsi bahwa Th/U rasio lebih berkarakter sedimen daripada intrusif granite-gneiss , apkah Th/U memberikan tambahan informasi ? Apakah densitas samplecukup memadai untuk sebuah studi petrogenik pada batuan ? 5. Keterbatasan penggunaan metode radioaktif terjadi pada eksplorasi minyak bumi seperti disebutkan pada 10.4. Gambar 10.15 menunjukkan kontur radiometrik dari survey udara terhadap ladang minyak Redwater dekat edmonton, Alberta. Daerah tersebut telah diterbangi dua kali , pertama tahun 1951 dan selanjutnya 1957, sinar gamma spektrometer tipe terbang yang hanya merekam energi dibawah 150 MeV, jadi menghilangkan efek potasium. Batuan pada area ini didominasi oleh serpih dan batu pasir, dengan sedilit konglomerat, kuarsa hitam dan batu pasir argillaceous di barat daya dan tenggara dari daerah survey. Serpih hijau membentuk caprock dicebakan minyak. Data penelitian dari udara telah dianalisis oleh Sikka ( 1959 ), orang yang menkoreksi variasi pada radioaktif pada tanah yang berbeda di daerah tersebut. Rata-rata aritmatik dan standar deviasi, telah dikalkulasi pada derah tersebut. Perbedaan dari tiap nilai pengamatan dan rata-rata aritmatik dibagi dengan standar deviasi dan hasilnya diplot sebagai nilai nilai stasiun ; jadi, interval kontur adalah perkalian dari standar deviasi. Sikka juga mengukur distribusi dari emisi radon disekitarnya. Dalam hal ini dia menemukan berbagai tipe tanah , contohnya pasir, lempung berpasir, lempung dan lainlain. -- Seperti material tanah yang mengontrol pola regional dari radioaktif yang luas sekali . Untuk lebih teliti dapat ditemukan pada pekerjaan yang sesungguhnya. Hasil survey udara data radiometrik 1951 ( gbr 10.15 b ) telah dikoreksi hanya untuk tipe tanah. Kontur 1975 ( gbr 10.15 a ) telah dikoreksi untuk induk material tanah.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan signifikasi dari kedua faktor. Sikka menulis 2 peta yang sama jika koreksi komplit telah dibuat pada kedua kasus tersebut. Pada hipotesis radioaktifitas reflek rendah batuan kedap air di cebakan minyak, cobalah garis besar pada batasnya dari tiap peta. ( ctt : survey mencakup hanya sekitar 65 % dari total area ladang minyak ) 6. Gambar 10.16 diambil dari survey secara teliti pada metal dasar dan uranium. Pencatatan dari stasiun dilakukan tiap 10 ft. Korelasi magnetik-radiometrik sama pada ganbar 10.13 , meskipun berbeda secara geologi dan anomali ini mempunyai panjang 1600 ft. Tentukan sumber radioaktif , batas dari anomali magnetik dan dip dari bagian mineralisasi . Apakah sumber dari mineralisasi magnetik tersebut ? 7. Beberapa hasildari survey radiometrik tentang pegmatik di Portneuf County sekitar 35 mil barat kota Quebec, ditunjukkan gambar 10.17 . Singkapan ini menerus jaraknya hingga sekitar 1100 ft. Seperti terlihat pada gambar 10.17a , strike diukur secara kasar N 20 0 W melewati dari panjangnya, lebar utama bermacam-macam antara 30 dan 80 ft ; Sekumpulan batuannya adalah gneisses dan beberapa hornblade. Uranium, thorium dan potasium dikandung oleh batuan, ditunjukkan pada gambar 10.17b , didapat dari sinar gamma multichanel spektrometer dengan metode yang sama pada problem 4. tempatkan bagian pegamatik utama dan pegmatik tambahan berdasarkan data. Apakah ini bagian yang dangkal atau dip yang curam ? Dapatkah anda menentukan petunjuk dari dip ? Apakah mineralisasi uranium muncul menjadi tingkat yang ekonomis ? Bandingkan U/Th rasio dengan uranium aktual dan konsentrasi thorium beberapa tempat di gambar. Apakah rasio besar untuk mengkorelasikan dengan kandungan uranium tinggi ?