Anda di halaman 1dari 14

I. Nomor Percobaan (Sembilan) II. III.

Nama Percobaan Tujuan percobaan : : : Untuk Amilase : IX

menentukan aktivitas enzim amilase dalam urine IV. Dasar Teori Enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup dan mempunyai fungsi penting sebagai katalisator reaksi biokimia yang secara kolektif membentuk metabolisme perantara (intermediary metabolism) dari sel. Pasteur pada tahun 1960, telah menunjukkan bahwa proses fermentasi dikatalis oleh enzim yang secara konstruktil terikat didalam sel ragi, ekstraksi enzim pertama kali dilakukan oleh Buchner paada tahun 1897 terhadap enzim sel ragi yang berfungsi dalam fermentasi alkohol. Enzim urease dari kacang-kacangan tertentu telah diisolasi sebagai kristal murni untuk pertama kali oleh Summer dalam tahun 1926. kemudian Northrop dalam tahun 1930-1936 melakukan hal yang sama terhadap enzim pepsin, tripsin, dan kimotripsin. Penelitian terhadap enzim sejak beberapa tahun yang lalu telah menghasilkan penelitian yang jelas peranan enzim dalam biologi sel, yaitu kontrol sintesis enzim dalam berbagai proses pertumbuhan dan diferensiasi atau pembelahan sel. Penamaan dan klasifikasi enzim Penamaan enzim secara trival yaitu secara non sistematik misalnya : pepsin, tripsin, kaatalase tidak dapat menerangkan sifat dan macam reaksi kimia yang terjadi. Penamaan dan klasifikasi enzim secara sistematik telah ditentukan oleh suatu badan internasional Commision on Enzymes Of The International Union Of Biochemistry (CEIUB). Enzim dibagi menjadi enam golongan utama dan setiap golongan dibagi menjadi sub golongan.

Klasifikasi enzim secara internasional meliputi nama golongan, nomor kode, dan macam reaksi yang dikatalisnya dan tiap golongan utama terbagi lagi menjadi kelompok-kelompok enzim berdasarkan gugus substrat yang di serangnya : 1. Oksido-reduktase : berperan dalam reaksi oksidasi reduksi 2. Transferase : berperan dalam reaksi pemindahan gugus tertentu 3. Hidrolase : Berperan dalam rekasi hidrolisis 4. Liase : mengkatalis reaksi adisi atau pemecahan ikatan rangkap dua 5. Isomerase : mengkatalis reaksi isomerisasi 6. Ligase : mengkatalis reaksi pembentukan ikatan dengan bantuan pemecahan ikatan dalam ATP. Suatu enzim adalah suatu katalis biologis. Hewan tingkat tinggi mengandung ribuan. Hampir tiap reaksi biokimia dikatalis oleh enzim. CO2 + H2O Bahkan kesetimbangan H 2CO3 dikatalis oleh enzim karena laju penyeimbangan tanpa

katalis tidak menghasilkan asam karbonat cukup cepat untuk keperluan hewan. Temperatur tinggi, tekanan tinggi, atau reagensia yang dapat reaktif (seperti NaOH atau LiAlH4) tidak tersedia lagi bagi suatu organisme. Enzim juga memungkinkan suatu selektivitas pereaksi-pereaksi dan suatu pengendalian laju reaksi yang tidak dimungkinkan oleh katalis lain. Kebanyakan enzim diberi nama menurut reaksi yang dikatalisisnya. Biasanya akhiran untuk nama enzim ialah ase. Nama itu dpat bersifat umum dan merujuk kesuatu kelas enzim yang mengkatalisis suatu tipe umum reaksi. Misalnya suatu polimerisasi adalah enzim sembarang yang mengkatalisis suatu reaksi reduksi. Suatu nama enzim juga dapat merujuk kesuatu enzim spesifik : asam askorbat oksidase adalah enzim yang mengkatalisis oksidase asam askarbat, sementara fosfoglukoisomerase mengkatalisis isomerisasi glukosa 6 fosfat menjadi fruktosa 6 fosfat. Semua enzim adalah protein. Beberapa mempunyai struktur yang agak sedehana, namun sebagian besar enzim mempunyai struktur yang rumit. Banyak enzim memerlukan gugus-gugus prosteti, atau kofaktor. Kofaktor ini merupakan

bagian non-protein dari enzim itu. Suatu kofaktor dapat berupa ion

logam

sederhana. Ion tembaga misalnya, merupakan kofaktor bagi enzim asam askorbat oksidase. Enzim lain mengandung molekul organik seringkali ditunjuk sebagai suatu koenzim. Jika suatu organisme tak dapat mensintesis suatu kofaktor yang diperlukan, maka kofaktor itu harus terdapat dalam makanan dalam jumlah kecil. Satuan-satuan aktif dari banyak kofaktor adalah vitamin. Beberapa enzim telah dipelajari secara terinci, namun masih banyak yang harus dipelajari, bahkan mengenai enzim yang telah dikenal baik. Diduga enzim menyesuaikan diri disekitar substrat (molekul yang akan dikerjakan) untuk membentuk suatu kompleks enzim subtrat. Ikatan ikatan substrat dapat menjadi tegang oleh gaya tarik antara substrat dan enzim. Ikatan tegang memiliki energi tinggi dan lebih mudah terpatahkan, oleh karena itu, reaksi yang diinginkan berlangsung lebih mudah dan menghasilkan suatu kompleks enzim produk. Analisa kuantitatif aktivitas enzim Jumlah enzim dalam ekstrak suatu jaringan ditentukan secara kuantitatif berdasarkan fungsi katalisnya. Untuk penentuan perlu dikethui : 1. Persamaan reaksi yang dikatalis oleh enzim tersebut 2. Dibutuhkan atau tidaknya ko-faktor seperti ion-ion logam atau ko-enzim (aktivitas kebanyakan enzim dibantu oleh ko-enzim berperan sebagai tempat atau bagian aktif dalam rekai enzim. 3. Pengaruh konsentrasi substrat dan o-faktor 4. pH optimum (aktivitas suatu enzim dipengaruhi pH medium). Pada keadaan aktivitas enzim paling besar pHnya merupakan pH optimum untuk reaksi enzim tersebut. 5. Daerah temperatur saat enzim mantap dan mempunyai aktivitas yang tinggi. 6. Barbagai cara analisis yang sederhana untuk penentuan berkurangnya substrat atau bertambahnya hasil reaksi.

V.

Alat Dan Bahan Alat : 1. Pipet tetes 2. Erlenmeyer 3. Gelas ukur 4. Pengaduk

: Bahan : 1. NaCl 2. urine 3. Natrium Wolframat 4. Aquadest

5. Spektrometer UV 6. Sentrifuge VI. Prosedur Percobaan :

Masukkan kedalam tabung reaksi yang ditulisi kontrol 1,0 ml serum/plasma 0,5 urine + 0,5 ml 0,85 % NaCl kedalam tabung lain (No.2) pipetkan 7,0 ml substrat. Taruhkan kedua tabung kedalam termosat pada 40oC. sesudah 5 menit tambahkan 1,0 ml serum plasma atau 0,5 urine + 0,5 0,85% NaCl ke dalam tabung No.2 Sesudah tepat 30 menit, ambil semua tabung dari termosat tambahkan segera 1,5 ml 2/3 N H2SO4 padaa tiap-tiap tabung dan dicampur dengan baik-baik. Lalu tambahkan 0,5 ml 10% Natrium Wolframat campur baik-baik Tambahkan 7,0 ml sustrat kedalam tabung kontrol dan campurkan baik-baik. Saring, sentrifuge kedua larutan. Kemudian cari data absorbnnya dengan menggunakan spektrometer UV dengan panjang gelombang 470 u.

VII. Hasil pengamatan Tabung Blangko 20 menit Blangko 30 menit Blangko 40 menit Blangko 50 menit Kontrol Substrat 20 menit Substrat 30 menit Substrat 40 menit Substrat 50 menit = 470 nm

: Absorban

0,002 0,004 0,005 0,006 0,008

VIII.Reaksi-reaksi - amilase Pati (amilase) H 1. O CH2OH O OH O


+

: - amilase Maltosa H CH2OH O OH OH O - amilase n H2SO4


+

D - glukosa

H HO H H

CHO OH H n

OH Amilum (pati) 2. H HO H H O C-H OH H OH OH CH2OH D glukosa + 2CuO(aq) Fehling

OH OH CH2OH D- glukosa

O C - OH H HO H H CH2OH Asam D glukonat OH H OH OH + CuO(s)

IX. Analisa data X. Pembahasan

: :

Dalam percobaan amilase yang bertujuan untuk menentukan aktivitas enzim manusia. Pada percobaan ini sealin urine juga menggunakan zat tepung secagai substratnya. Di alam amilase terdapat dalam dua bentuk yaitu amilase dan amilase. Alpha-amilase biasa ditemukan pada bakteri, getah-getah atau cairan yang dikeluarkan oleh hewan dan manusia seperti urine, air liur, darah dan juga getah pankreas. Beta-amilase terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi. Karena pada praktikum ini menggunakan urine berarti jenis amilasenya yaitu alpha-amilase. Aktivitas -amilase dari larutan yang diberikan, yaitu enzim ini menghidrolisis ikatan -1,4-glikosidik yang terdapat dalam amilum menjadi glukosa. Pengubahan amilum menjadi glukosa dikarenakan adanya zymogen yaitu cairan yang dikeluarkan oleh enzim -amilase . Proses hidrolisis ini terjadi pada pH optimum yaitu 5,6-7 , dan suhu optimumnya 40oC. Oleh karena itu, untuk membuat kondisi pada suhu yang optimum seperti itu maka substrat tepung diinkubasi dengan suhu dijaga tetap 40 oC selama proses hidrolitis berlangsung. Setelah terbentuk glukosa substrat ditambahkan asam sulfat 2/3 N yang berguna sebagai katalisator yang mendukung efisiensi aktivitas kerja enzim. Karena salah satu faktor yang mendukung efisiensi katalitik enzim adalah katalisator umum amilase pada urine manusia. Aktivitas enzim amilase urine pada manusia berguna untuk menentukan kadar gula dalam darah

asam-basa. Sebelum ditambahkan asam sulfat 2/3 N terlebih dahulu dilakukan penyaringan agar didapatkan hasil yang sempurna. Untuk mendeteksi adanya glukosa maka ditambahkan larutan fehling. Dari hasil pengamatan pada kelima tabung reaksi hanya tabung reaksi pertama yang tidak ditambahkan urine yang berwarna yang bening selainnya berwarna biru. Hal itu terjadi karena tidak terjadinya hidrolisis amilum menjadi glukosa Warna biru menunjukkan bahwa didalam larutan tersebut terkandung glukosa. Semakin banyak besar volume urine yang digunakan maka warna biru semakin pekat. Hal itu dikarenakan kadar glukosa semakin besar. XI. Kesimpulan :

1. Enzim amilase menghidrolisis amilum menjadi monosakarida (glukosa). 2. Pada percobaan ini larutan asam sulfat digunakan sebagai katalisator 3. Larutan Fehling yang ditambahkan pada larutan digunakan untuk kadar glukosa dalam urine dengan menunjukkan warna biru.

XII. Daftar Pustaka

Lehninger,Albert.1995.Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta : Erlangga Fessenden dan Fessenden. 1999. Kimia Organik Edisi ketiga Jilid . Jakarta : Erlangga Wirahadikusumah, Muhammad. 1985. Biokimia. Bandung : ITB

JAWABAN PERTANYAAN 1. Aktivitas -amilase dari larutan yang diberikan yaitu enzim ini menghidrolisis ikatan -1,4-glikosidik yang terdapat dalam amilum menjadi glukosa. 2. Guna asam sulfat yang dipakai pada penentuan aktivitas amilase adalah sebagai katalisator umum asam yang mendukung efisiensi kerja enzim. 3. Aktivator yang penting bagi -amilase pada manusia adalah ion logam sederhana atau molekul-molekul organik. Sedangkan inhibitor bagi -amilase pada manusia adalah senyawa asam atau basa dengan pH tinggi dan molekul-molekul yang mempunyai gugus aktif yang sama dengan substrat. 4. Enzim -amilase serum berasal dari serum atau plasma darah manusia. 5. Guna aktivitas enzim -amilase serum dan urine pada manusia adalah untuk menentukan kadar gula dalam darah manusia. 6. Zymogen yaitu cairan yang dikeluarkan oleh enzim -amilase dan prinsip pengaktivannya adalah mengubah amilum menjadi glukosa. 7. Prinsip penentuan aktivitas -amilase yaitu cairan yang hendak diselidiki diinkubasi dengan larutan tepung dalam buffer fosfat pada suhu 40oC selama 30 menit. Hasil penguraian yang bersifat reduksi ditetapkan kadarnya sebagai glukosa.

XIII.

Waktu(menit) kontrol 20 30 40 50

Absorbansi 0,002 0,0004 0,005 0,006 0,008

Larutan konntrol (urine) = 0,18 At Ak 100 x2x As 2mp Untuk urine = amilase/ jam = Waktu(menit) 30 45 60 75 90 105 Ak 0.18 0.18 0.18 0.18 0.18 0.18 At 0.21 0.22 0.245 0.23 0.2 0.24 As 0.26 0.26 0.26 0.26 0.26 0.26 Amilase/jam 11.54 15.38 25 19.23 7.69 23.07

120

0.18

0.25

0.26

26.92

1.

Pembahasan Seperti diketahui bahwa didalam alam terdapat dua macam amilase yaitu -

amilase dan - amilase. Umumnya - amilase terdapat pada tumbuh tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan - amilase ditemukan pada bakteri dan getah getah atau cairan yang dikeluarkan oleh hewan dan manusia (air liur, darah, urine dan getah pankreas). Enzim amilase mengkatalis penguraian hidrolitis daripada ikatan -1,4 glikosidik yang terdapat pada polysakarida, dalam percobaan ini digunakan amilum (tepung), untuk membentuk mono dan olygosakarida yaitu glukosa. Pada percobaan amilase ini adalah bertujuaan untuk menentukan aktivitas enzim - amilse yang terdapat dalam urine atau serum manusia. Oleh karena itu dalam percobaan ini digunakan urine dan sebagai substratnya digunakan substrat tepung yang telah dicampur dengan buffer fosfat pH = 7.Proses penguraian (hidrolisis) ini terjadi dalam keadaan yang optimum yaitu pada pH optimum(pH optimum amilse = 5,6 7), dan suhu optimum yaitu 40 oO C. Oleh karena itu untuk membuat kondisi seperti ini maka substrat tepung ditambahkan dengan larutan buffer fosfat pH 7 dan tempatkan didalam termostat dengan suhu dijaga tetap 40oC selama proses hidrolosis berlangsung. Setelah amilum diuraikan menjadi monosakaridanya yaitu glukosa, kemudian substrat ditambahkan dengan larutan asam sulfat 2/3 N, agar aktivitas enzim amilase lebih efisien. Hal ini dilakukan, karena salah satu faktor yang mendukung efisien katalik enzim adalah katalisator umumn asam basa. Dan setelah itu pada semua substrat ditambahkan larutan Fehling untuk mendeteksi adanya glukosa yang terbentuk dalam larutan. Dalam percobaan ini, untuk menentukan aktivitas enzim amilase perlu dilakukan pengukuran absorban substrat dengan menggunakan spectrometer UV Vis. Dari data yang kami peroleh, dapat diketahui bahwa semakin lama waktunya didalam termostat maka absorbansi yang diperoleh akan semakin besar seiring

dengan pertambahan waktunya.Tetapi pada waktu 90 menit terjadi penurunan harga absorbansi hal ini kemungkinan dikarenakan larutan yang kami gunakan terkontaminasi dengan zat lain. Untuk tabung kontrol bereaksi negatif terhadap tabung fehling ini karena dalamnya ditambahkan urine atau enzim amilase yang menguraikan amilum menjadi glukosa. Kegagalan dalam percobaan ini mungkin disebabkan oleh : tiodak dilakukan penyaringan pada substrat tepung saat akan ditambahkan Fehling, urine yang ditambahkan terlalu sedikit, suhu pada incubator menurut prosedur percobaan adalah 40oC, sedangkan menurut literature suhu optimum enzim adalah 25 38oC. Jadi kemungknan enzim sudah rusak. Atau mungkin juga larutan Fehling yang digunakan sudah tidah baik atau terkontaminasi.

1.

Daftar Pustaka

Lehninger Albert, 1995. Dasar dasar Bikimia. Jilid I. Erlangga. Jakarta. Fessenden dan Fessenden. 1999. Kimia Organik. Jilid 2. Erlangga. Jakarta. Wirahadikusumah. Muhammad. 1985. Biokimia. ITB. Bandung.

Jawaban Pertanyan 2. Aktivitas - amilase dari larutan yang diberikan yaitu enzim ini menghidrolisis ikatan - 1,4 glikosidik yang terdapat dalam amilum menjadi glukosa.

3. Guna asam sulfat yang dipakai pada penentuan aktivitasd amilase adalah sebagai katalisator umum asam yang mendukung efisiensi kerja enzim. 4. Aktivator yang penting bagi - amilase pada manusia adalah ion logam sederhana atau molekul molekul organic. Sedangkan inhibitor bagi - amilase pada manusia adalah senyawa asam atau basa dengan pH tinggi dan molekul molekul yang mempunyai gugus aktif yang sama dengan substrat. 5. Enzim amilase serum berasal dari serum atau plasma darah manusia. 6. Guna aktivitas enzim - amilase serum dan urine pada manusia adalah untuk menentukan kadar gula dalam darah manusia. 7. Zymogen yaitu cairan yang dikeluarkan oleh enzim 8. prinsip pennetuan aktivitas amilase dan prinsip pengaktivannya adalah kadar mengubah amilum menjadi glukosa. amilase yaitu cairan yang hendak diselidiki dinkubasi dengan larutan tepung dalam buffer fosfat pada suhu 40 oC selama 30 menit. Hasil penguraian yang bersifat reduksi ditetapkan kadarnya sebagai glukosa.