Anda di halaman 1dari 12

PRESENTASI KASUS

PARKINSON

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Bagian Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati bantul

Disusun oleh Nama : Nio Angelado

NIM : 2006 031 0114

Diajukan kepada: dr. Yoseph Budiman, Sp.S BAGIAN SARAF RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

LEMBAR PENGESAHAN

PRESENTASI KASUS ILMU PENYAKIT SARAF PARKINSON

Diajukan oleh : Nio Angelado 2006.031.0114

Telah dipersembahkan : September 2012

Mengetahui Dokter Pembimbing,

dr. Yoseph Budiman Sp.S


BAB I

STATUS PASIEN IDENTITAS Nama Usia Pekerjaan Pendidikan Status Agama Alamat Tanggal masuk ANAMNESIS Keluhan utama Tangan kanan gemetar terus-menerus sejak 6 bulan SMRS Riwayat penyakit sekarang Pasien datang dengan keluhan tangan kanan bergetar sejak 6 bulan sebelum masuk rumah sakit (SMRS) dan memburuk atau bertambah dalam 1 bulan belakangan ini.Tangan bergetar terus menerus dan tiada henti. Pasien juga merasakan kekakuan jika kepalan tangan yang bergetar tersebut digerakkan terasa ada tahanan, pasien juga menjadi lambat jika berjalan. Pasien juga merasa bergetar tanpa sadar dan tak terkendali. BAB & BAK dalam keadaan normal. Riwayat penyakit dahulu Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. Riwayat kencing manis disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat trauma disangkal Riwayat stroke disangkal Riwayat penyakit jantung disangkal : Ny. R T : 72 tahun : Ibu rumah tangga : SLTA : Menikah : Islam : Pundong, Bantul : 30 Juni 2012

Riwayat penyakit keluarga

Riwayat mengalami keluhan yang sama disangkal. Riwayat hipertensi disangkal. Riwayat kencing manis. Riwayat kencing manis disangkal. Riwayat jantung disangkal.

Riwayat pengobatan Pasien sempat berobat ke dokter umum tetapi tidak ada perubahan. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Kesadaran GCS Tanda vital - TD 110/70 mmHg - Nadi 88 kali/ menit - Suhu 36,5 C - Pernapasan 20 kali/ menit Status generalis Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Leher Thorax - Inspeksi - Palpasi - Perkusi : Pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis : Krepitasi -/: Sonor pada seluruh lapang paru : Normocephal : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/: Dalam batas normal : Dalam batas normal : Dalam batas normal : Pembesaran KGB (-), tiroid (-), massa (-) : Tampak sakit sedang : Compos mentis : E4M6V5 15

- Auskultasi : Vesikuler kiri dan kanan, ronki +/+, wheezing -/Jantung

Inspeksi Perkusi Auskultasi

: Iktus kordis tidak terlihat : Batas jantung normal : Bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-), murmur (-)

Palpasi : Iktus kordis tidak teraba

Abdomen Inspeksi Perkusi : Datar, jejas (-) : Timpani Palpasi : Nyeri tekan (-), supel Auskultasi : Bising usus (+) normal

Ekstremitas - Atas Bawah : akral hangat, RCT < 2 detik : akral hangat, RCT < 2 detik

Status Neurologis Pemeriksaan pupil - Diameter : 2mm/2mm, isokor - Refleks cahaya langsung : +/+ - Refleks cahaya tidak langsung : +/+ Pemeriksaan tanda rangsang meningeal - Kaku kuduk : (-) - Laseque sign : (-) - Kernigs sign : (-) - Brudzinski I : (-) - Brudzinski II : (-) Nervus cranialis N. I (Olfaktorius) Daya penghidu N. II (Optikus) : Normal

Visus

: Tidak dapat dilakukan

Lapangan pandang : Normal N. III (Okulomotorius) Reflex cahaya langsung Bentuk pupil Ptosis Strabismus divergen Gerak bola mata N. IV (Troklearis) Strabismus konvergen Gerak bola mata N. V (Trigeminus) Menggigit : (+) Reflex bersin Reflex masseter : : t.d.l t.d.l t.d.l + Membuka mulut : (+) Sensibilitas wajah : (+) Reflex kornea N. VI (Abdusen) Strabismus konvergen Diplopia Gerak bola mata lateral Nystagmus N. VII (Fasialis) Reflex glabella Mengedip Menutup mata Lakrimasi R. visuopalpebra : t.d.l : (+/+) : (+/+) : t.d.l : t.d.l R. aurikulopalpebra Bersiul Meringis Tic facialis Dayakecap 2/3 ant Mengembungkanpipi : (+) : (+/+) : (+/+) : (-/-) : t.d.l : (+/+) Mengerutkan dahi : Normal : (-/-) : (+/+) : Normal : (-/-) : (+/+) : (-/-) : Normal : (+/+) : Bulat, isokor : (-/-) : (-/-) : Normal Reflex cahaya konsensuil : (+/+)

Reflex zygomatikum : Gerakan mengunyah :

N. VIII (Vestibulo-koklearis) Tes berbisik TesRinne : (+/+) : t.d.l

Tes Weber TesSchwabach

: t.d.l : t.d.l

N. IX (Glosofaringeus) Reflex muntah Daya kecap 1/3 post N.X (Vagus) Bersuara : (+) Menelan : (+) N.XI (Asesorius) Memalingkan kepala Sikap bahu N. XII (Hipoglosus) Artikulasi Tremor Menjulurkan lidah PemeriksaanMotorik Tonus o Ekstremitas atas : Hipotonus tangan kanan : Normal : (-) : Deviasi 9-0 Deviasi lidah Kekuatan lidah : (-) : t.d.l : (+/+) : Simetris Kekuatan bahu Trophy otot bahu : (+/+) : Eutrophy : t.d.l : t.d.l Suarasengau Reflex tersedak : (-) : t.d.l

o Ekstremitas bawah : Normal Konturotot o Atrofi (+) tangan kanan o Hipertrofi (-) LenganAtas D Kekuatan 4 Tonus hipotonus TungkaiAtas D Kekuatan 5 Tonus N S 5 N S 5 N LenganBawah D 4 hipotonus TungkaiBawah D 5 N S 5 N D 5 N S 5 N Tangan D 4 hipotonus Kaki S 5 N S 5 N

Reflex fisiologis dextra/sinistra

Bisep +/+, Tricep +/+, Brachioradialis +/+ Patella +/+, Achilles +/+ Reflex patologis D/S Babinski -/-, Chaddock -/-, Gordon -/-, Sensorik, Otonom, Koordinasi Kesan sensorik : Normal Otonom Inkontinensia urin (-) Inkontinensia alvi (-) Retensio urin (-) Koordinasi Point to point test : baik Disdiadokinesis : baik PemeriksaanPenunjang CT Scan Kesan : Atrofi Otak DIAGNOSA Diagnosa klinis Diagnosa topis Diagnosa etiologis Diagnosa patologi TERAPI Trihexyphenidyl 2 x 1 Asam folat 2 x 1 Cefazid 2 x 1 : Sindroma parkinson : Substansia nigra :: Degeneratif Shaeffer -/Oppenheim -/-, Hoffman-tromner -/-

BAB II

TINJAUAN KASUS

PARKINSON DEFINISI Penyakit Parkinson yaitu bagian dari Parkinsonism yang secara patologi ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNC) yang disertai adanya inklusi sitoplasmi ke osinofilik (Lewy bodies). Parkinsonism adalah suatu sindroma yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan hilangnya reflex postural akibat penurunan kadar dopamine dengan berbagai macam sebab. EPIDEMIOLOGI Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 510% orang yang terjangkit penyakit parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1% di seluruh dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60 64 tahun sampai 3,5 % pada usia 85 89 tahun. PENYEBAB Penyakit parkinson terjadi ketika sel saraf atau neuron di dalam otak yang disebut substantia nigramati atau menjadi lemah. Secara normal sel ini menghasilkan bahan kimia yang penting di dalam otak yang disebut dopamine. Dopamine adalah suatu bahan kimia yang dapat menghantarkan sinyal-sinyal listrik diantara substantia nigra dan di sepanjang jalur sel saraf yang akan membantu menghasilkan gerakan tubuh yang halus. Ketika kira-kira 80% sel rusak, yang gejala memproduksi dopamine

penyakit parkinson akan nampak.

FAKTOR RESIKO

Faktor resiko (multifaktorial) yang telah diidentifikasi, yaitu : a. Usiameningkat pada usia lanjut. b. Rasial orang kulit putih lebih sering daripada orang Asia dan Afrika. c. Genetik d. Lingkungantoksin, penggunaan pestisida, infeksi. e. Cedera kranioserebralmasih belum jelas. f. Stres emosional. GAMBARAN KLINIS 1. Tremor saat istirahat 2. Rigiditas 3. Akinesia / bradikinesia o Kedipan mata berkurang o Wajah sepert itopeng o Cara berjalan : langkah kecil-kecil o Kegelisahan motorik (sulit duduk atau berdiri) 4. Hilangnya reflex postural (lost of postural reflex) KriteriaDiagnostik (Kriteria Hughes): Possible : terdapat salah satu gejala utama yaitu tremor istirahat, rigiditas, bradikinesia, kegagalan reflex postural. Probable : bila terdapat 2 gejala utama atau 1 dari 3 gejala pertama yang tidak simetris. Definite : bila terdapat kombinasi tiga dari empat gejala atau dua gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris. Tanda khusus : Meyersonssign : Tidak dapat mencegah mata berkedip kedip bila daerah glabela diketuk berulang. Ketukan berulang ((2x/detik) pada glabela membangkitkan reaksi berkedip-kedip (terus menerus).

PEMERIKSAAN PENUNJANG Dilakukan bila ada indikasi, antara lain: Neuro imaging : CT-Scan, MRI Laboratorium (Parkinson sekunder) : patologi anatomi

PENATALAKSANAAN Anticholinergik Benztropine (Cogentin), trihexyphenidyl (Artane). Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. Untuk mengaluskan pergerakan. Carbidopa/levodopa Pengobatan utama untuk penyakit parkinson. Di dalam otak levodopa dirubah menjadi dopamine. Obat ini mengurangi tremor, kekakuan otot dan memperbaiki gerakan.Penderita penyakit parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal. Levodopa diberikan bersama carbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya dan mengurangi efek sampingnya. COMT inhibitors Entacapone (Comtan), Tolcapone (Tasmar). Untuk mengontrol fluktuasi motor pada pasien yang menggunakan obat levodopa. Dopamine agonis Bromocriptine (Parlodel), Pergolide (Permax), Pramipexole (Mirapex). Obat ini di berikan pada awal pengobatan, dan sering kali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru. MAO B inhibitor Selegiline (Eldepryl), Rasagaline (Azilect). Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. Untuk mengaluskan pergerakan. Amantadine (Symmetrel) Berguna untuk perawatan akinesia, dyskinesia, kekakuan, gemetaran. Selain terapi obat yang diberikan, pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan,karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menelan sehingga bisa terjadi kekurangan gizi (malnutrisi) pada penderita. Makanan berserat akan membantu mengurangi ganguan pencernakan yang disebabkan kurangnya aktivitas, cairan dan beberapa obat.