Anda di halaman 1dari 42

Disgestive

Piter Pical Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana 102010235 Jalan Anggrek XVI Blok PS nomor 6 Harapan Indah Bekasi Barat www.piter_1992@yahoo.com

Pendahuluan
Sistem Digestivus adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus. Hepar merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, dengan berat sekitar 1300-1500 gram, dan pada keadaan hidup, hepar berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Bagian superior dari hepar berbentuk cembung dan terletak di bawah kubah kanan diafragma. Sementara bagian inferior hepar berbentuk cekung dan dibawahnya terdapat ginjal kanan, gaster, pankreas, dan usus.1

Struktur Pencernaan
1. Mulut

Makroskopis

Sistem

Rongga mulut terdiri dari vestibulum oris dan cavum oris propium (gigi geligi, palatum, diaphragm oris, isthmus faucium, dan lidah) 1 a. Vestibulum Oris Merupakan daerah di antara bibir dan pipi sebelah luar dan di antara gigi geligi dengan processus alveolaris di sebelah dalam. Pembuluh nadi : Aa. Labiales superiores et inferiores, cabang a. facialis dan a. Temporalis superficialis. Pembuluh balik : V. Facialis anterior et posterior yang bergabung menjadi v. Facilais communis dan bermuara ke dalam v. Jugularis interna. Getah bening : Nnll. Submentales, submadibulares, dan parotideae yang kemudian dialirkan ke dalam Nnll. Caevicales profundae. b. Cavum Oris Propium Gigi geligi. Terletak pada processuus alveolaris, yang dilapisi oleh selaput lender (gingival). Setiap orang memiliki 16 gigi rahang atas maupun rahang bawah, yang terdiri atas 2 gigi seri (dens incivus), 1 gigi taring (dens caninus), 2 geraham depan (dens premolaris) dan 3 geraham belakang (dens molaris). Pada gigi dapat dibedakan corona (tajuk), collum (leher) dan radix (akar). Pembuluh nadi : atas : rr. alveolaris superiores, a. Infraorbitalis r. Alveolaris superior anterior bawah : a. alveolaris inferior pembuluh balik : atas : v. Facialis atau plexus pterygoideus bawah : v. Alolaris inferior Palatum Palatum durum adalah suatu sekat yang terbentuk oleh processus palatinus ossis maxillae dan processus horizontalis ossis palatini. Tulang-tulang ini dilapisi oleh selaput lendir di sisi superior dan inferior.

Palatum

molle

terdiri

atas

suatu

aponeurosis

yang

merupakan tempat lekat bagi beberapa otot. Pendarahan : cabang-cabang a. maxilaris yakni a. palatina descendens, aa. Palatina mayor ( palatum durum), dan aa. Palatinae minores (palatum molle). Persarafan : plexus pharyngeus (N. IX +N. X), kecuali M. Tensor veli palatini oleh n. Tensoris veli palatini cabang n. Trigeminus V3. Diaphragma oris. Dasar mulut dibentuk oleh 3 otot yakni M. Digastricus venter anterior, M. Mylohyoideus, dan M. Geniohyoideus. Fungsinya untuk membuka mulut. Isthmus faucium adalah hubungan antara rongga mulut dan ororpharynx. Batas-batasnya yakni : tepi bebas palatum molle, arcus palatoglossus, dan dorsum linguae. Lidah (lingua) mengisi cavum oris hampir seluruhnya dan melekat pada dasar mulut. Pembuluh nadi : a. lingualis Pembuluh balik : v. Dorsalis linguale, Vv. Profunda linguae, V. Sublingualis. Persarafan: sensibel : N. Lingualis V3, N. IX, N. X Pengecap : N. Lingualis V3 (chorda typani N. VII), N. X Persarafan : Nn. Alveolares superiores (V2), N. Alveolaris inferior 2. Tenggorokan (Faryngx) Pharynx merupakan suatu pipa musculo-fascial yang kontraktil. Pharynx terbentang di antara basis crania sebelah cranial dan berakhir pada oesophagus di sebelah kaudal setinggi vertebra cervicalis VI. Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Dinding faring terdiri dari 3 lapis yakni: 1. Tunica mucosa pharyngis (V5)

Terdiri atas nasopharynx yang berfungsi untuk pernafasan, oropharynx yang berfungsi untuk pencernaan, dan laryngopharynx. 2. Tunica submucosa pharyngis Di bagian atas sangat tebal dan melekatkan pharynx pada dasar tengkorak. Di bagian bawah, di laryngopharyns, submukosa lebih elastis sehingga memudahkan pada saat menelan. 3. Tunica muscularis pharyngis Terdiri atas otot-otot melingkar dan membujur: Otot-otot melingkar terdapat pada dinding posterior dan lateral pharynx. M. constrictor pharyngeus superior M. constrictor pharyngeus media M. constrictor pharyngeus inferior

Otot-otot membujur M. palatopharyngeus M. stylopharyngeus M. salpingopharyngeus : A. thyroidea superior, A. pharyngea

Pendarahan

ascendens. Plexus venosus pharyngeus Persarafan: plexus pharyngeus (N. IX + N. X) 3. Oesophagus Oesophagus merupakan sebuah tabung otot yang dapat kolaps dengan panjang sekitar 25cm yang menghubungkan pharynx dengan gaster. Sebagian besar oesophagus terletak di dalam thorax. Oesophagus masuk ke abdomen melalui lubang yang terdapat pada crus dextrum diaphragma. Setelah berjalan sekitar 1,25cm, oesophagus masuk ke lambung sebelah kanan garis tengah. Di anterior oesophagus berhubungan dengan fascies posterior lobus hepatis sinister dan di posterior dengan crus sinistrum diaphragma.

Oesophagus berfungsi untuk menyalurkan makanan dari pharynx ke dalam gaster. Kontraksi bergelombang lapisan otot disebut periistaltis yang akan mendorong makanan ke depan. 2 Pada esofagus dapat dibedakan 3 bagian yakni: 1. Pars cervicalis (C6-7) Anterior : trachea, gl. Thyreoidea Posterior : vertebra cervicalis Lateral Kanan/Kiri : A. carotis communis, N. recurrens Lateral Kiri : A. subclavia, ductus thoracicus 2. Pars thoracalis Anterior : trachea + bronchus kiri, pericardium + atrium kiri, diaphragma Posterior: vertebra thoracalis, ductus thoracicus,v.azygos,aorta ascenden Kiri: Arcus aorta, N. recurrent kiri , A. subclavia kiri, ductus thoracicus, pleura Kanan: pleura, v. azygos 3. Pars abdominalis

4. Gaster (Lambung) Gaster merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan memiliki tiga fungsi: menyimpan makanan, pada orang dewasa gaster mempuunyai kapasitas sekitar 1500 ml; mencampur makanan dengan getah lambung untuk membentuk chymus yang setengah cair; mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorpsi yang efisien dapat berlangsung. Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai region epigastrica dan umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang :
2

Ostium cardiacum, merupakan tempat oesophagus masuuk gaster. Ostium pyloricum, dibentuk oleh canalis pyloricus yang panjangnya sekitar 2.5 cm. Tunica muskularis stratum circulare yang meliputi gaster jauh lebih tebal di daerah ini dan membentuk musculuus sphincter pyloricus.

Mempunyai dua curvature : Curvature major, jauh lebih panjang dibandingkan curvature minor dan terbentang dari sisi kiri ostium cardiacum melalui kubah fundus dan sepanjang pinggir kiri gaster sampai ke pylorus. Curvature minor, membentuk pinggir kanan gaster dan terbentang dari ostium cardiacum sampai pylorus. Curvature minor digantung pada hepar oleh omentum minus. Mempunyai dua dinding : Paries anterior Paries posterior. tebal, mengandung banyak pembuluuh

Tunica mukosa gaster

darah dan terdiri atas banyak lipatan (plica gastricae, yang akan menjadi licin bila teregang) atau rugae, yang arahnya terutama longitudinal. Tunica muscularis gaster, mengandung stratum longitudinal (terletak paling superficial dan paling banyak di sepanjang curvature), stratum sirkular (letaknya lebih dalam mengelilingi corpus gastricum dan menjadi sangat tebal pada pylorus untuk membentuk musculus sphincter pyloricus) dan tunica muscularis fibrae obliguae (fibrae obliguae membentuk lapisan tunica muscularis yang paling dalam, melingkari fundus dan berjalan turun sepanjang paries anterior dan posterior, berjalan parallel dengan curvature minor). 2 Peritoneum, meliputi seluruh permukaan gaster. Peritoneum meninggalkan curvature minor sebagai omentum minus dan

meninggalkan curvature major sebagai ligamentum gastrolienale dan omentum majus. Gaster relative terfiksasi pada kedua ujungnya, tetapi diantara ujung-ujung tersebut gaster sangat mudah bergerak. Gaster cenderung terletak tinggi dan transversal pada orang pendek dan gemuk dan memanjang vertical pada orang yang tinggi dan kurus. Gaster dibagi menjadi bagian-bagian berikut: Fundus gastricum: berbentuk kubah, menonjol ke atas dan terletak di sebelah kiri ostium cardiacum. Biasanya fundus berisi penuh udara. Corpus gastricum: terbentang dari ostium cardiacum sampai incisura angularis (suatu lekukan yang selaluu ada pada bagian bawah curvatureaminor). Anthrum pyloricum: terbentang dari incisura angularis sampai pylorus. Pylorus: merupakan bagian gaster yang berbentuk tubular. Dinding pylorus yang tebal membentuk musculus sphincter pyloricus. Rongga pylorus dinamakan canalis pyloricus. Pendarahan: Pembuluh nadi : A. gastrica sinistra, A. gastrica dextra, A. gastroepiploica dextra, A. gastroepiploica sinistra, A. gastrica brevis. Pembuluh balik : V. gastrica brevis V.lienalis, V. gastroepiploica sinistra, V. gastroepiploica dextra, V. gastrica sinistra, V. gastrica dextra Persarafan: parasimpatis : N. X kanan ( posterior ), N. X ki. (anterior) simpatis : serabut.preganglionic (N.splanchnicus Thoracalis), serabut.post ganglionic (ggl.plexus celiacus) 5. Hati

Hepar merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh dan memiliki banyak fungsi. Tiga fungsi dasar hepar yaitu: Membentuk dan mensekresikan empedu ke dalam traktus intestinal. Berperan pada banyak metabolisme yang berhubungan dengan karbohidrat, lemak dan protein. Menyaring darah untuk membuang bakteri dan benda asing lain yang masuk ke dalam darah dan lumen intestinum. Hepar bertekstur lunak, lentur dan terletak di bagian atas cavitas abdominalis tepat di bawah diaphragm. Sebagian besar hepar terletak di profunda arcus costalis dextra dan hemidiaphragma dextra memisahkan hepar dari pleura, pulmo, pericardium dan cor. Hepar terbentang ke sebelah kiri untuk mencapai hemidiaphragma sinistra. Permukaan atas hepar yang cembung melengkung di bawah kubah diaphragma. Fascies visceralis atau posteroinferior membentuk cetakan visera yang letaknya berdekatan sehingga bentuknya menjadi tidak beraturan. Permukaan ini berhubungan dengan pars abdominalis oesophagus, gaster, duodenum, flexura coli dextra, serta vesica biliaris. Hepar dibagi oleh ligamentum peritoneale dan ligamentum falciforme menjadi: Lobus hepatis dexter yang besar terbagi menjadi lobus quadrates dan lobus caudatus oleh adanya vesica biliaris, fissure ligament tertis, vena cava inferior dan fissure ligament venosi. Lobus hepatis sinister yang kecil. Seluruh hepar dikelilingi oleh capsula fibrosa, tetapi hanya sebagian ditutupi oleh peritoneum. Hepar tersusun oleh lobuli hepatis. Vena centralis pada masing-masing lobulus bermuara ke venae hepaticae. Di dalam ruangan diantara lobulus-lobulus terdapat canalis hepatis yang berisi cabang-cabang arteria hepatica, vena portae hepatis dan sebuah cabang ductus

choledochus. Darah vena dan arteri berjalan di antara sel-sel hepar melaui sinusoid dan dialirkan ke vena centralis. 6. Lien Lien berwarna kemerahan dan merupakan sebuah massa limfoid terbesar di dalam tubuh. Lien berbentuk lonjong dan memiliki incisura di ekstremitas anteriornya, terletak tepat di bawah pertengahan kiri diaphragm, dekat dengan costae IX, X dan XI. Sumbu panjangnya terletak sepanjang corpus costalis X. kutub bawahnya membentang ke depan hanya sampai linea axilaris media dan tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik.lien diselubungi oleh peritoneum dan yang berjalan dari hilum lienale sebagai ligamentum gastro lienale ke curvatur gastrica major. 2 7. Usus Halus (Intestinum tenue) Intestinum tenue merupakan bagian yang terpanjang dari saluran pencernaan dan terbentang dari pylorus pada gaster sampai juncture ileocaecalis. Sebagian besar pencernaan dan absorbs makan terjadi di intestinum tenue. Intestinum tenue terbagi atas: a. Duodenum Duodenum merupakan saluran berbentuk huruf C dengan panjang sekitar 25 cm yang merupakan organ penghubung gaster dengan jejunum. Duodenum merupakan organ penting karena merupakan tempat muara dari ductus choledochus dan pancreaticus. pancreaticus. Duodenum terletak pada region epigastrica dan umbilicalis. Duodenum dibagi menjadi empat bagian: Pars Superior Duodenum Panjangnya sekitar 5 cm, mulai dari pylorus dan berjalan ke atas dan belakang pada sisi kanan vertebra lumbalis I. jadi bagian ini terletak pada planum transpyloricum.. Duodenum melengkung di sekitar caput

Pars Descendens Duodenum Panjangnya sekitar 8 cm dan berjalan vertical ke bawah di depan hilum renale dextra, di sebelah kanan vertebrae lumbales II dan III. Kira-kira pertengahan arah ke bawah, pada margo medialis, ductus choledochus dan ductus pancreaticus menembus dinding duodenum. Kedua ductus ini bergabung untuk membentuk ampula hepatopancretica yang akan bermuara ke papilla duodeni major. Ductus pancreaticus acesorius bila ada, bermuara ke dalam duodenum sedikit lebihh tinggi yaitu pada papilla duodeni minor.

Pars Horizontalis Duodenum Panjangnya sekitar 8 cm dan berjalan horizontal ke kiri pada planum subcostae, berjalan di depan columna vertebralis dan mengikuti bagian bawah caput pancretis.

Pars Ascendens Duodenum Panjangnya sekitar 5 cm dan berjalan ke atas dan ke kiri ke flexura duodenujejunalis. Flexura ini difiksasi oleh lipatan peritoneum, ligamentum Treitz, yang melekat pada crus dextrum diaphragma.

b. Usus Kosong (jejenum) Usus kosong atau jejunum adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium. Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Jejunum mempuyai dinding yang tebal, diameter yang lebih besar daripada illeum, arcade yang setingkat, Nnll. yang soliter, vasa recta yang panjang, dan pita sirkular yang rapat.

10

c. Usus Penyerapan (illeum) Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu. Sifat illeum berlawanan dari Jejunum yakni mempunyai dinding yang tipis, diameter yang kecil, arcade yang bertingkat, Nnll. yang aggregati, vasa recta yang pendek, dan pita sirkular yang renggang. 1,2

8. Intestinum Crassum (Usus Besar) Intestinum crassum terbentang dari ileum sampai anus. Fungsi utama intestinum crassum adalah mengabsorbsi air dan elektrolit dan menyimpan bahan yang tidak dicerna sampai dapat dikeluarkan dari tubuh sebagai feces. Intestinum crassum terbagi atas: a. Caecum Caecum adalah bagian intestinum crassum yang terletak di perbatasan ileum dan intestinum crassum. Caecum merupakan kantong buntu yang terletak pada fossa iliaca dextra. Panjang caecum sekitar 6 cm dan seluruhnya diliputi oleh peritoneum. Caecum mudah bergerak walupun tidak mempunyai mesenterium. Adanya lipatan di sekitar caecum membentuk recessus ileocaecalis superior, recessus ileocaecalis inferior dan recessus retrocaecalis. b. Appendix Vermiformis Appendix vermiformis adalah organ sempit berbentuk tabung yang mempunyai otot dan banyak mengandung jaringan limfoid.

11

Panjang appendix vermiformis bervariasi dari 8-13 cm. dasarnya melekat pada permukaan posteromedial caecum sekitar 2,5 cm di bawah junctura ileocaecalis. Bagian appendix vermiformis lainnya bebas. Appendix vermiformis diliputi seluruhnya oleh peritoneum yang melekat pada bagian bawah mesenterium intestinum tenue melalui mesenteriumnya sendiri yang pendek, mesoappendix. Appendix vermiformis terletak di region iliaca dextra dan pangkal diproyeksikan ke dinding anterior abdomen pada titik sepertiga bawah garis yang menghubungkan spina iliaca anterior superior dan umbilicus. c. Colon Ascendens Panjang colon ascendens sekitar 13cm dan terletak di kuadran kanan bawah. Colon ascendens membentang ke atas dari caecum sampai permukaan inferior lobus hepatis dexter, lalu colon ascendens membelok ke kiri membentuk flexura coli dextra, dan melanjutkan diri sebagai colon transversum. Peritoneum meliputi bagian depan dan samping colon ascendens dan meghubungkan colon ascendens dengan dinding posterior abdomen. d. Colon Transversum Panjang menyilang hepatis colon transversum sekitar 38cm dan berjalan Colon abdomen, dan menempati tergantung region ke bawa umbilicalis. oleh

transversum mulai dari flexuura coli dextra di bawah lobus dexter mesocolon transversum transversum dari pancreas. Kemudian colon

berjalan ke atas sampai flexura coli sinistra di bawah lien. Flexura coli sinistra lebih tinggi daripada flexura coli dextra dan digantungkan ke diaphragma oleh ligamentum phrenicocolicum. Mesocolon transversum, menggantungkan colon transversum dari facies anterior pancreas. Mesocolon transversum dilekatkan pada pinggir superior colon transversum dan lapisan posterior

12

omentum

majus

dilekatkan

pada

pinggir

inferior.

Karena

mesocolon transversum bervariasi dan kadang-kadang dapat mencapai pelvis. e. Colon Descendens Panjang colon descendens sekitar 25cm dan terletak di kuadran kiri atas dan bawah. Colon ini berjalan ke bawah dari flexura coli sinsitra sampai pinggir pelvis, disini colon transversum melanjutkan diri menjadi colon sigmoideum. Peritoneum meliputi permukaan depan dan sisi-sisinya serta menghubungkannya dengan dinding posterior abdomen. 2 9. Rectum dan Anus Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Rectum merupakan ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah colon sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada colon desendens. Jika colon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar.orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda buang air besar. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup. 2

13

Struktur Mikroskopis Sistem Pencernaan


1. Rongga Mulut Di dalam rongga mulut terdapat bibir, pipi, lidah, gigi, dan kelenjar liur. a. Bibir Pada bibir jaringan utamanya tersusun oleh otot rangka yang terpendam dalam jaringan ikat fibroelastis. Bibir terdiri atas: permukaan luar bibir, merah bibir dan permukaan dalam bibir. Permukaan luar bibir tersusun dari epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. Pada permukaan ini terdapat rambut dan folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Permukaan dalam bibir diliputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk Di bawah epitel terdapat lamina propia yang banyak mengandung kapiler darah dan ujungujung saraf. Submukosa mengandung serat-serat elastin yang mengikat epitel secara erat pada otot sehingga mencegah terbentuknya lipatan mukosa yang dapat tergigit di antara gigi geligi ketika rahang tertutup. Di submukosa ini juga banyak mengandung kelenjar mukosa dan seromukosa (kelenjar campur srosa dan mukosa). Merah bibir mempunyai struktur yang mirip dengan permukaan luar tetapi tidak terdapat rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea. Disamping itu epidermisnya mengalami modifikasi, mengandung banyak keratohialin dan stratum lusidumnya tebal. Ditengah-tengah merah bibir, permukaan luar dan permukaan dalam bibir terletak otot lurik. Permukaan dalam bibir mudah mengalami trauma atau luka berdarah karena tidak mengandung lapisan tanduk dan banyak kapiler darah. Banyaknya pembuluh darah juga 14

memungkinkan luka cepat menyembuh. Selain itu permukaan dalam juga mudah mengalami infeksi oleh virus atau bakteri yang disebut dengan Stomatitis Apthosa (Sariawan).3

15

b. Lidah Permukaan luar lidah ditutupi oleh epitel gepeng berlapis tanpa lapisan tanduk. Di bawah epitel banyak terdapat serat-serat lurik dan kelenjar serosa serta mukosa . Pada permukaan lidah terdapat banyak tonjolan-tonjolan kecil disebut papil lidah. Ada 4 jenis papil lidah yaitu: Papila filiformis (fili=duri), bentuknya runcing-runcing seperti kerucut dengan tinggi antara 2-3mm. Epitel yang meliputi papila sebagian mengalami pertandukan. Papila fungiformis (fungi=jamur) terletak di antara filiformis Papila berbentuk seperti (Vallum= jamur. dinding). Papila Tiap ini papil mengandung kuncup kecap (tastebud). sirkumvalata menonjol sedikit di atas permukaan dan dibatasi oleh suatu parit melingkar dengan banyak kuncup kecap pada dinding lateralnya. Papila foliata (folia= daun) terletak pada bagian samping dan belakang lidah, berbentuk lipatan-lipatan mirip daun dengan kuncup kecapnya pada lipatan. Papila ini tidak terdapat pada manusia tetapi pada kelinci.

16

Pada papil lidah terdapat kuncup kecap (taste bud). Selain di lidah kuncup kecap juga ditemui dalam rongga mulut, palatum dan epiglotis. Dengan mikroskop cahaya kuncup disusun pengecap kecap oleh mudah 3 jenis dikenal sel sebagai sel untuk bangunan penyokong menerima pucat atau dan berbentuk seperti irisan bawang. Pada kuncup kecap ini yaitu sustentakular, sel pengecap neuroepitel dan sel basal. Sel neuroepitel berfungsi meneruskan rangsang rangsang kimiawi dari makanan atau minuman yang kita makan atau minum. Rasa manis dan asin dirasakan pada ujung lidah, rasa asam pada samping lidah dan pahit pada daerah pangkal lidah.3

17

c. Gigi Gigi berasal dari mesoderm dan ektoderm. Gigi tertanam di dalam tulang rahang. Pada manusia dapat dibedakan dua macam gigi yaitu: - Gigi Susu (Gigi primer /desidua) Terdapat selama masa anak-anak dengan jumlah total 20 buah. Gigi ini muncul pada usia sekitar 6 bulan sampai 2 tahun dan akan tanggal pada umur 6 sampai 12-13 tahun. - Gigi permanen (Gigi dewasa) Gigi ini berjumlah seluruhnya sebanyak 32 buah. Gigi ini muncul secara bertahap mulai usia 12 tahun. Berdasarkan bentuknya gigi dibagi mernjadi 3 jenis yaitu gigi seri (untuk memotong), gigi taring (untuk merobek atau mengoyak) dan gigi geraham untuk mengunyah. Gigi terdiri atas mahkota gigi yang terihat menonjol di atas gusi atau ginggiva dan akar gigi yang terpendam di dalam alveolus maksila dan mandibula. Mahkota dan akar gigi bertemu pada leher gigi. Bagian-bagian gigi terdiri atas: - Email Merupakan penutup dentin pada mahkota gigi. Email terutama terdiri atas 99% bahan anorganik terutama kalsium fosfat dan bahan organik 1% yang mengandung protein enamelin. Email dibentuk oleh sel-sel ameloblas yang merupakan sel-sel berbentuk silindris tinggi. Lapisan email ini dapat dirusak oleh kuman-kuman atau makanan tinggi karbohidrat atau yang terlalu asam. Kerusakan pada email dapat berlanjut ke lapisan dibawahnya dan menimbulkan gibi berlubang yang disebut karies dentis. - Dentin

18

Berjalan mengitari rongga pulpa, merupakan jaringan yang telah mengalami kalisfikasi. Dentin dibentuk 80% oleh garam kalsium dan 20% dari bahan organik terutama odontoblas. terdiri atas yang serat disintesis merupakan kolagen oleh selapis dan sel-sel sel-sel glikosaminoglikan,

Odontoblas

silindris dengan inti di bagian basal yang terletak di pinggir pulpa menghadap permukaan dalam dentin. Dentin muda yang baru terbentuk merupakan lapisan yang berhubungan dengan pangkal tonjolan odontoblas dan disebut predentin. kolagen. Kerusakan Predentin tidak mengandung pada dentin akibat proses mineral dan terdiri atas substansi dasar dan serat-serat pembusukan oleh kuman-kuman atau makanan tinggi karbohidrat dan makanan yang sangat asam disebut karies dentis (Gigi berlubang) dan dapat menimbulkan rasa ngilu atau nyeri tumpul. - Sementum Merupakan lapisan yang menutupi dentin akar gigi mulai dari leher sampai ujung bawahnya dan berfungsi untuk mengikat gigi pada membran periodontal. Susunan histologis mirip dengan tulang yaitu mengandung berkas serat-serat kolagen kasar yang terpendam dalam matriks yang berkapur. - Pulpa

19

berasal dari jaringan mesenkim dan mengisi rongga pulpa dan saluran pada akar gigi. Pulpa gigi terdiri atas sel-sel, serat kolagen dan glikosaminoglikans. Rongga pulpa terisi oleh 1 arteriol (cabang arteri kecil) dan 2 venula (cabang vena kecil) serta serat saraf. Serat saraf ini akan memberikan cabang-cabang saraf yang halus tanpa pembungkus (mielin) yang berjalan menembus odontoblas dan berakhir pada predentin dan dentin. Bila timbul rangsangan pada serat-serat saraf ini akibat kerusakan menimbulkan pada rasa predentin nyeri dan tumpul, dentin akan sedangkan

peradangan yang menembus sampai rongga pulpa akan mengiritasi serat-serat saraf dan menimbulkan nyeri tajam berdenyut. Peradangan pada pulpa disebut pulpitis. - Membran periodontal Merupakan jaringan ikat fibrosa yang terletak di antara tulang alveolar dengan gigi dan turut menyokong ginggiva pada leher gigi. Fungsinya tidak hanya sebagai periosteum tulang alveolar, tetapi sebagai ligamen penyangga gigi di dalam soketnya. - Gusi (Ginggiva) Merupakan lapisan yang mengelilingi gigi dan merupakan membran mukosa yang terdapat di antara dan berhubungan dengan periosteum tulang alveolar pada tonjolan dan bagian atas leher gigi. Ginggiva akan melekat erat pada email. Perlekatan dengan email ini makin melemah dengan bertambahnya umur, sehingga ginggiva hanya melekat pada sementum dan seluruh mahkota gigi dapat terlihat.3 d. Kelenjar Liur

20

Membran mukosa rongga mulut dan bibir di basahi oleh air liur yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar liur yang kecil yang terdapat disekitar rongga mulut. Disamping itu terdapat 3 kelenjar besar yaitu parotis, submandibularis dan sublingualis yang menge-luarkan sekretnya dalam jumlah banyak setelah dirangsangn secara mekanis, kimiawi, psikis atau olfaktorik karena adanya makanan atau dugaan adanya makanan. Kelenjar-kelenjar ini mengeluarkan sekretnya ke dalam rongga mulut melalui saluran keluarnya. - Kelenjar Parotis Kelenjar parotis merupakan kelenjar yang terletak di bagian bawah depan telinga dan meluas kebagian muka bawah di bawah lengkung zigomatikus. Kelenjar ini terdiri atas bagian sekretorius (penghasil sekret) dan saluran keluar. Bagian sekretorius disusun oleh sel-sel berbentuk kuboid dan dibagian basalnya terdapat selsel mioepitel yang berfungsi untuk memeras keluarnya sekret menuju ke saluran keluar . Saluran keluarnya disebut Duktus Stensen yang bermuara pada mukosa rongga mulut berhadapan dengan gigi geraham kedua atas. Kelenjar ini merupakan kelenjar liur terbesar dan akan menghasilkan liur yang bersifat serosa. Peradangan pada kelenjar ini akibat virus disebut Parotitis Epidemika. - Kelenjar Campur

21

Ada

macam

kelenjar dan

campur

yaitu

kelenjar Kelenjar

submandibularis

sublingualis.

submandibularis terletak pada dasar mulut sedangkan saluran keluarnya (saluran Wharton). Bermuara dibawah ujung lidah. Kelenjar ini merupakan kelenjar mukoserosa yaitu kelenjar yang mengandung bagian serosa lebih banyak daripada mukosa. Kelenjar sublingualis terletak di bawah membran mukosa dasar mulut dekat saluran keluar kelenjar submandibularis. Kelenjar ini sebaliknya mengandung lebih banyak bagian mukosa daripada serosa. Bagian sekretorius serosa serupa dengan kelenjar parotis, sedangkan bagian mukosanya tampak sitoplasma yang jernih. Saluran keluarnya mirip dengan kelenjar parotis. - Air Liur Air liur akan membasahi makanan sehingga mudah ditelan, juga meningkatkan cita rasa karena bahan kimia yang berhubungan dengan cita rasa harus berada dalam larutan untuk dapat merangsang kuncup kecap. Air liur mengandung: Amilase Lisosim dan dan maltase untuk mencerna sebagian zat karbohidrat. peroksidase yang merupakan antibakteri. Gamma globulin terutama IgA, sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh. 4 Dinding saluran cerna pada dasarnya dapat dibagi menjadi 4 lapisan, yaitu: 1. Tunika mukosa. 2. Tunika submukosa. 3. Tunika muskularis. 4. Tunika serosa.

22

Tunika mukosa terdiri atas suatu membran epitel permukaan yang basah dilapisi mukus yang terletak di atas suatu lamina basal. Di bawahnya terdapat sedikit jaringan ikat longgar (lamina propia) dan lapisan tipis otot polos (muskularis mukosa). Tunika submukosa terdiri atas jaringan ikat areolar kasar. Pada bagian ini terdapat pleksus Meissner yang merupakan serabut saraf parasimpatis. Disamping itu juga terdapat pembuluh darah yang halus. Tunika muskularis terdiri atas 2 lapisan berkas serat otot polos yaitu lapisan muskularis sirkular di sebelah dalam dan longitudinal di sebelah luar. Di antara ke 2 lapisan tersebut terdapat pembuluh darah dan pleksus saraf yang berhubungan dengan banyak ganglion kecil yang disebut pleksus mienterikus Auerbach. Tunika muskularis mendorong bahan makanan di dalam lumen saluran cerna. Gerakan ini disebut gerak peristaltik usus yang membantu mencampurkan bahan makanan dengan ensim pencerna dengan gerakan mengaduk. Tunika serosa atau adventisia merupakan lapisan terluar dibentuk oleh jaringan areolar elastis yang relatif padat. Lapisan ini juga mengandung pembuluh darah dan limfe.3 2. Oesophagus Oesophagus merupakan saluran yang berhubungan dengan faring pada tepi bawah tulang rawan krikoid kemudian melalui leher bagian bawah dan mediastinum toraks lalu menembus diafragma sampai akhirnya bermuara ke dalam lambung. Tunika mukosa oesophagus terdiri atas epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Tunika submukosa mengandung serat-serat elastin dan kelenjar serosa dan mukosa. Tunika muskularisnya pada sepertiga atas terdiri atas otot rangka, sepertiga tengah terdiri atas campuran otot rangka dan polos lalu kandungan otot polosnya makin ke arah lambung makin sedikit dan pada sepertiga bawah hanya terdiri atas otot polos.

23

Fungsi oesophagus hanya merupakan jalan makanan menuju ke lambung. 3 3. Gaster Secara umum lambung di bagi menjadi 3 bagian: 1. Kardia/kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Ini hanya mensekresi mukus. 2. Fundus/gastric terletak hampir di seluruh corpus, yang mana kelenjar ini memiliki tiga tipe utama sel, yaitu : Sel zigmogenik/chief cell, mesekresi pepsinogen. Pepsinogen ini diubah menjadi pepsin dalam suasana asam. Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting. Sel parietal, mensekresi asam hidroklorida dan factor intrinsic. Faktor intrinsic diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 dalam usus halus. Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti. 3. Pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Kelenajr ini mensekresi gastrin dan mukus, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung. Lapisan Lapisan Lambung Lambung terdiri atas empat lapisan : 1. Lapisan peritoneal luar atau lapisan serosa yang merupakan bagian dari peritoneum viseralis. Dua lapisan peritoneum visceral menyatu pada kurvatura minor lambung dan duodenum, memanjang kearah hati membentuk omentum minus. Lipatan peritoneum yang kelaur dari organ satu menuju organ lain disebut

24

ligamentum. Pada kurvatura mayor peritoneum terus kebawah membentuk omentum mayus. 2. Lapisan berotot yang terdiri atas tiga lapis: - serabut longitudinal, yang tidak dalam dan bersambung dengan otot esofagus, - serabut sirkuler yang paling tebal dan terletak di pilorus serta membentuk otot sfingter; dan berada di bawah lapisan pertama, dan - serabut oblik yang terutama dijumpai pada fundus lambung dan berjalan dari orifisium kardiak, kemudian membelok ke bawah melalui kurvatura minor (lengkung kecil). 3. Lapisan submukosa yang terdiri atas jaringan areolar berisi pembuluh darah dan saluran limfe. Lapisan mukosa yang terletak di sebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banyak kerutan atau rugue, yang hilang bila organ itu mengembang karena berisi makanan. 4. Membran mukosa dilapisi epitelium silindris dan berisi banyak saluran limfe. Semua sel-sel itu mengeluarkan sekret mukus. Permukaan mukosa ini dilintasi saluransaluran kecil dari kelenjar-kelenjar lambung. Semua ini berjalan dari kelenjar lambung tubuler yang bercabangcabang dan lubang-lubang salurannya dilapisi oleh epithelium silinder. Epithelium ini bersambung dengan permukaan mukosa dari lambung. Epithelium dari bagian kelejar yang mengeluarkan sekret berubah-ubah dan berbeda-beda di beberapa daerah lambung.3 Fungsi Lambung Secara umum gaster memiliki fungsi motorik dan fungsi pencernaan dan sekresi, berikut fungsi Lambung: 1. Fungsi motorik Fungsi reservoir

25

Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak ke saluran pencernaan. Menyesuaikan peningkatan volume tanpa menambah tekanan dengan relaksasi reseptif otot polos yang diperantarai oleh saraf vagus dan dirangsang oleh gastrin. Fungsi mencampur Memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang mengelilingi lambung. Fungsi pengosongan lambung Diatur oleh pembukaan oleh sfingter pylorus yang dipengaruhi viskositas, volume, keasaman,

aktivitas osmotis, keadaan fisisk, emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan lambung di atur oleh saraf dan hormonal. 2. Fungsi pencernaan dan sekresi Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL. Sintesis dan pelepasan gastrin. Dipengaruhi oleh protein yang di makan, peregangan antrum, rangsangan vagus. Sekresi factor intrinsik. Memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal. Sekresi mucus. Membentuk selubung yang melindungi lambung serta berfungsi sebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah untuk diangkut. 4 4. Usus Halus Usus halus terdiri atas 3 bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum. Duodenum tidak digantung oleh mesenterium (penggantung usus) terletak retroperitoneum, sedangkan yeyunum dan ileum digantung oleh mesenterium. Tunika mukosa usus halus terdiri atas:

26

- Plika sirkularis Kerckring yaitu lipatan yang berjalan sirkular atau spiral yang dapat melingkari lumen usus. Plika ini dibentuk oleh lapisan mukosa dan submukosa. - Vilus intestinalis yaitu tonjolan kecil mirip jari atau daun pada membran mukosa. Tiap vilus terdiri atas epitel dan lamina propria. Lapisan ini mengandung pembuluh darah, limfatik dan jaringan ikat. - Kriptus Lieberkuhn yaitu kelenjar kelenjar yang terdapat pada usus halus yang merupakan bangunan berbentuk tabung dan bermuara di dasar vili usus. Sel-sel epitel yang melapisi tunika mukosa usus halus terdiri atas: Sel Silindris (torak) Sel ini mempunyai mikrovili (silia/brush border). Mikrovili merupakan perluasan sitoplasma sel-sel epitel ke dalam lumen. Mikrovili ini berperan untuk memperluas permukaan penyerapan makanan. Sel-sel yang melapisi epitel ini dikenal juga sebagai sel silindris (Sel absorptif) . Sel-sel ini berasal dari sel-sel induk atau sel stem (stem cell) yang terdapat didasar kriptus liberkuhn yang bergeser ke arah lumen seiring dengan pematangan sel. Sel-sel ini menghasilkan lapisan glikoprotein dan mengandung ensimensim seperti disakarida dan dipeptidase yang memecah gula dan peptida. Sel ini juga menghasilkan enterokinase dan fosfatase alkali. Sel Goblet (sel piala atau cangkir). Sel-sel ini terletak di antara sel-sel silindris. Dasar sel ramping bewarna gelap dan berisi inti. Puncaknya menggembung berbentuk khusus karena berisi kumpulan butir-butir sekret mukus. Sel ini juga dibentuk dari sel induk yang disebut oligomukosa yang terdapat di dasar kriptus Liberkuhn. Sel ini akan bermigrasi menuju lumen seiring dengan tingkat pematangan sel. Sel ini menghasilkan

27

glikoprotein asam yang mem-bentuk lapisan pelindung pada permukaan lumen usus halus. Seperti sel-sel silindris, sel-sel goblet juga ditemukan sepanjang usus halus mulai dari duodenum sampai ileum. Sel Paneth Sel-sel ini banyak terdapat di yeyunum dan terletak hanya didasar kriptus Liberkuhn. Sel ini berbentuk piramid dengan dasar lebar dan puncaknya sempit. Sitoplasmanya mengandung butir asidofilik. Sel Paneth menghasilkan lisozim, suatu ensim yang mencerna tertentu dan diduga bakteri mempunyai tertentu. memfagositosis dinding sel bakteri kemampuan Walaupun untuk fungsinya

belum diketahui pasti , tetapi mengatur flora mikrobial usus. Sel Enteroendokrin

diduga berperan dalam

Sel-sel ini berukuran kecil dan berbentuk piramid dengan sitoplasma jernih tak bewarna. dengan sel enterokromafin. Sel Sel ini dapat enteroendokrin diwarnai dengan kalium bikromat sehingga disebut juga menghasilkan beberapa peptida murni seperti sekretin, kolesistokinin dan gastrin. Hormon-hormon ini berhubungan dengan sekresi lambung, motilitas intestinal, sekresi pankreas dan kontraksi kandung empedu. Lamina propia terdapat diantara kelenjar intestinal dan ditengah vilus, mengandung serat-serat retikulin dan sel-sel retikulir primitif dengan inti besar, lonjong dan pucat, limfosit, makrofag dan sel plasma. Lamina propia juga mengandung serat otot polos tipis, pembuluh limfe dan pembuluh darah. Selain limfosit yang tersebar, di dalam lamina propia juga terdapat sejumlah folikel limfoid atau noduli limfatisi yang menyendiri. Folikel ini terutama terdapat dalam jumlah banyak pada ileum. Massa limfoid

28

ini disebut plaque Peyeri atau noduli agregatii. Jaringan limfoid B. Sel yang B terdapat di dalam dan usus (GALT= Gut Association Lymphoid Tissue) mengandung limfosit T dan menjadi matang diperbanyak dalam limfonoduli dan plaque Peyeri. Banyak pula yang menjadi sel plasma penghasil antibodi terutama imunoglobulin A (IgA). Immunoglobulin itu menuju ke sel epitel lalu berikatan dengan komponen sekretoris glikoprotein untuk kemudian dilepaskan kedalam lumen usus, sehingga dapat bergabung dengan antigen, mikroorganisma, dan toksin sebagai mekanisme pertahanan. Pada penderita tifus abdominalis plaque Peyeri akan membesar dan menjadi sangat aktif. Tunika submukosa pada duodenum diisi oleh kelenjar duodenum (Brunner). Sel-sel kelenjar berbentuk kuboid tinggi dengan inti gelap, gepeng terletak pada basal sel dan sitoplasmanya jernih bervakuola. Kelenjar ini menghasilkan mukus basa. Mukus basa ini penting untuk menetralisir asam lambung dan mencegah erosi pada mukosa duodenum. Kelenjar Brunner mengandung urogastrone, suatu peptida yang menghambat sekresi asam lambung. Tunika muskularis terdiri atas lapisan sirkularis di sebelah dalam dan longitudinal disebelah luar. Di antara ke dua lapisan otot ini terdapat pleksus myenterikus Aurbach. Tunika serosa atau adventisia terdiri atas jaringan ikat jarang. - Proses pencernaan bahan makanan di dalam lumen usus membuat makanan terpecah-pecah menjadi ukuran molekular. Ini dilakukan oleh sekret pencernaan besar (pankreas dan hati) dan oleh getah usus yang terutama dihasilkan oleh kelenjar intestinal ( kelenjar liberkuhn). Empedu dari hati akan memecah lipid

29

menjadi trigliserida sedangkan getah-getah pankreas mengandung ensim lipolitik, ensim proteolitik , dan ensim pemecah karbohidrat. Getah usus mengandung lipase, maltase dan peptidas. - Pada orang dewasa asam amino diserap oleh epitel usus. Sebagian besar lipid di absorpsi sebagai micelles asam lemak dan monogliserida yang akan diubah menjadi trigliserida. Trigliserida akan bergabung dengan protein membentuk kilomikron.3 5. Usus Besar Tunika mukosa bagian usus besar dilapisi oleh epitel selapis silindris dengan sel goblet. Pada permukaannya tidak mempunyai vilus, hanya kriptus Lieberkuhn. Permukaan mukosa rata dan seragam tingginya yang menandakan bahwa usus besar tidak mempunyai vilus tetapi hanya kriptus Lieberkuhn. Pada lamina propia kadang ditemukan adanya noduli limfatisi, disamping itu juga terdapat lapisan otot polos (tunika muskularis mukosa). Tunika submukosa terdiri atas jaringan ikat longgar. Tunika muskularisnya sama seperti lapisan usus lainnya terdiri atas lapisan sirkular dan longitudinal. Tunika adventisia atau serosanya terdiri atas jaringan ikat jarang. Bahan makanan masuk ke dalam usus besar dalam keadaan setengah cair yang kemudian diubah menjadi setengah padat yang merupakan konsistensi feses. Fungsi usus besar: - Absorpsi cairan - Sekresi mukus yang berfungsi sebagai pelumas feses yang telah diabsorpsi cairannya agar tidak merusak mukosa. - Tempat pembusukan sisa makanan oleh bakteri normal usus besar. 6. Anus

30

Anus terdiri atas epitel gepeng berlapis tanpa lapisan tanduk yang pada bagian distalnya dapat ditemui adanya lapisan tanduk. Pada anus tidak ditemui lagi nodulus limfatikus. Tunika muskularis mukosa dan lamina propria tidak ditemui lagi tetapi digantikan oleh dermis. Di dalam dermis dapat ditemui adanya kelenjar kitar dubur (kelenjar sirkum anal) yang merupakan kelenjar apokrin. Tunika submukosa digantikan oleh dermis dan hipodermis. Tunika muskularis yang melingkar pada daerah rektum menebal membentuk otot lingkar yaitu muskulus sfingter ani internum, sedangkan otot memanjang tidak mengalami perubahan. Tunika adventisia terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada bagian luar anus terdapat otot sfingter sfingter ani ekternum.3

Mekanisme Pencernaan
Dalam yaitu: Motilitas Mengacu pada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong vaskuler, isi saluran polos pencernaan. saluran Seperti otot polos terus otot dinding pencernaan menjalankan fungsi sebagai sistem pencernaan terdapat beberapa mekanisme yang mendukung fungsi tersebut,

menerus berkontraksi dengan kekuatan rendah yang dikenal sebagai tonus. Tonus penting untuk mempertahankan agar tekanan pada isi saluran pencernaan tetap setara untuk mencegah permanen dinding setelah saluran pencernaan distensi melebar secara mengalami (peregangan).

Terhadap aktivitas tonik yang terus menerus tersebut, terjadi dua jenis dasar motilitas yaitu gerakan propulsif (mendorong) dan gerakan mencampur. Gerakan mendorong berlaku dengan kecepatan yang berbeda beda sesuai dengan fungsi regio saluran pencernaan yaitu dengan kecepatan yang cukup untuk segmen tersebut menjalankan tugasnya. Gerakan

31

mencampur

mempunyai

fungsi

ganda.

Pertama

untuk

mencampurkan makanan dengan getah pencernaan dan kedua untuk mempermudah penyerapan dengan memajankan semua bagian isi usus ke permukaan penyerapan saluran pencernaan. Sekresi Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran pencernaan oleh kelenjar-kelenjar eksokrin yang terletak di sepanjang rute dengan produk sekretorik spesifiknya yang tersendiri. Tiap sekresei pencernaan terdiri dari air, elektrolit, dan konstituen organik yang spesifik yang penting dalam pencernaan seperti enzim, garam empedu, atau mukus. Sel-sel sekretorik mengekstraksi dari plasma sejumlah besar air dan bahan-bahan mentah yang penting untuk menghasilkan produk sekritorik mereka. Sel-sel eksokrin memiliki banyak mitokondria untuk menunjang tingginya kebutuhan energi yang diperlukan dalam proses sekresi. Sekresi tersebut dikrluarkan ke dalam lumen saluran pencernaan karena adanya ransangan saraf atau hormon yang sesuai. Dalam keadaan normal, sekresi pencernaan direabsorbsi dalam satu bentuk atau bentuk lain untuk dikembalikan ke darah setelah produk tersebut ikut serta dalam proses pencernaan. Kegagaln proses reabsorbsi ini (isalnya akibat diare atau muntah) menyebabkan hilangnya cairan yang dipinjam dari plasma tersebut. Pencernaan Mengacu kepada proses penguraian makanan dari strukturnya yang kompleks diubah menjadi satuan yang lebih kecil yang dapat dicerna oleh enzim-enzim dalam sistem pencernaan. Manusia mengkonsumsi 3 kategori biokimia makanan yang kaya energi yaitu karbohidrat protein dan lemak. Molekul-molekul besar ini tidak mampu menembus membran palasma utuh untuk diserap dari saluran

32

pencernaan ke dalam darah atau limfe. Proses pencernaan menguraikan molekul-molekul besar ini menjadi molekul nutrien yang lebih kecil yang dapat diserap. Penyerapan Pencernaan diselesaikan dan sebagian besar penyerapan terjadi di usus halus. Melalui proses penyerapan (absorbsi), satuan-satuan kecil yang dapat diserap yang dihasilkan dari proses pencernaan tersebut, bersama dengan air, vitamin, dan elektrolit dipindahkan dari lumen saluran pencernaan kedalam darah atau limfe.
5,6

Di mulut terjadi proses sekresi dan digesti dengan bantuan enzim yaitu amilase. Enzim ini mencerna molekul polisakarida menjadi molekul dextin dan disakarida maltosa. Sementara ada motilitas untuk mencampur makanan sambil memotongnya dengan bantuan gigi agar mudah dicerna oleh enzim pencernaan. Setelah cukup dilembabkan dengan bantuan saliva, bolus akan didorong ke oropharynx untuk selanjutnya menuju oesophagus. Di oesophagus hanya terjadi gerakan propulsif yang mendorong makanan secara cepat untuk masuk ke lambung melalui sphingter gastrooesophageal. Setelah memasuki lambung, proses digesti dan sekresi kembali terjadi. Disini disekresikan enzim pencerna protein yaitu pepesin dalam bentuk inaktifnya, pepsinogen. Pepsinogen ini akan diaktifkan oleh asam klorida sehingga bisa memulai proses pencernaan protein. Selain itu proses segmentasi kimus tetap terjadi. Bahan-bahan tertentu seperti aspirin dan alkohol sudah mengalami penyerapan di lambung. Akhirnya kimus akan didorong keluar sedikit demi sedikit menuju duodenum yang merupakan bagian dari usus halus. Begitu memasuki duodenum, kimus yang asam akan dinetralkan oleh sekresi NaHCO3. Setelah itu enzim dari pankreas yaitu lipase, amilase dan enzim proteolitik akan disekresikan

33

menuju duodenum melalui papila vateri. Selain itu akan disekresikan empedu yang mengandung garam empedu, lesitin, kolesterol dan bahan lainnya yang akan membantu proses digesti dari lemak. Pencernaan lemak baru terjadi pada mukosa usus halus. Setelah dicerna menjadi bentuk sederhana yaitu monosakarida, asam amino serta monogliserida dan asam lemak bebas maka di mukosa usus halus dengan bantuan vili intestinalis akan terjadi proses absorbsi yang kemudian akan terus berlanjut hingga dibawa ke pembuluh darah dan pembuluh limfe untuk metabolisme tubuh.Sisa kimus yang tidak diserap di usus halus akan dibawa menuju kolon dengan gerakan propulsif yang lambat sehingga berlangsung secara perlahan-lahan. Fungsi utama kolon adalah absorbsi air dan elektrolit dan menyimpan feses sebelum terjadi defekasi. Dimana bagian proximal dari usus besar adalah tempat penyerapan, sedangkan sisanya adalah tempat penimbunan. Adapun motilitas pada usus besar adalah gerakan mencampur dengan jarak antara gerakan satu dengan lainnya cukup panjang (sekitar 30 menit). Gerakan ini secara tidak langsung mendorong sisa makanan untuk keluar dan bila telah mencapai rektum, akan merangsang refleks berupa perangsangan reseptor regang di dinding rektum untuk memicu terjadinya defekasi. Secara umum uraian diatas telah menggambar fungsi saluran pencernaan serta organ yang terkait di dalamnya.
5

Fungsi dan Mekanisme Empedu


Fungsi utama garam empedu Garam empedu membantu pencernaan lemak melalui efek deterjen (emulsifiksi) dan mempermudah penyerapan lemak melalui partisipasi mereka dalam pembentukan misel. Kedua fungsi ini terkait dengan stuktur garam empedu. Sekresi empedu

34

Empedu disekresikan oleh hati dan dibelokkan ke kandung empedu diantara waktu makan. Lubang duktus biliaris ke dalam duodenum dijaga oleh sfingter oddi, yang mencegah empedu memasuki duodenum, kecuali selam ingesti makanan. Apabila sfingter tertutup, sebagian besar empedu yang disekresikan oleh hati akan dibelokkan ke dalam kandung empedu, suatu struktur kecil berbetuk mirip kantung yang melekat dibawah tapi tidak berhubungan langsung dengan hati. Empedu kemudian disimp[an dan dipekatkan di dalam kandung empedu di antar waktu makan. Setelah makan, empedu masuk ke dalam duodenum akibat kombinasi Daur ulang Garam empedu didaur ulang melalui sirkulasi enterohepatik. Empedu terdiri dari cairan alkalis encer yang serupa dengan sekresi NaHCO3 pankreas serta beberapa konstituent organik termasuk garam-garam empedu, kolestrol, lesitin, dan bilirubin. Konstituen organik berasal dari aktivitas hepatosit, sedangkan air, NaHCO3, dan garam anorganik lain ditambah oleh sel-sel duktus. Walaupun tidak mengandung enzim pencernaan apapun, empedu penting untuk proses pencernaan dan penyerapan lemak terutama melalui aktivitas garam empedu. Garam empedu adalah turunan kolestrol. Secara aktif disekresikan ke dalam empedu dan akhirnya masuk ke duodenum bersama dengan konstituen empedu lainnya. Setelah ikut serta dalam pencernaan dan penyerapan lemak, sebaguan besar garam empedu direabsorbsi ke dalam darah oleh mekanisme transport aktif khusus yang ada di ileum terminal, bagian terakhir dari usus halus. Dari sini, garamgaram empedu dikembalikan melalui sistem porta hepatika ke hati yang kembali mensekresikan mereka ke dalam empedu. efek pengosongan kandung empedu dan peningkatan sekresi empedu oleh hati.

35

Pendaurulangan

garam-garam

empedu

(dan

sebagian

konstituen empedu lain) antara usus halus dan hati ini disebut sebagai sirkulasi enterohepatik. Jumlah total garam empedu di dalam tubuh rata-rata adalah 3 sampai 4gram, namun dalam 1 kali makan, garam empedu yang disalurkan ke duodenum mencapai 3-15gram. Jelaslah bahwa garam empedu harus didaur ulang beberapa kali sehari. Biasanya hanya sekitar 5% dari garam empedu yang disekresikan oleh hati lolos melalui tinja setiap harinya. Garam empedu yang hialng tersebut diganti dengan garam empedu baru yang disintesis oleh hati. Dengan demikian, jumlah simpanan garam empedu dipertahankan konstan. Pembentukan misel Garam empedu bersama dengan kolestrol dan lesitin yang juga merupakan konstituen empedu berperan penting mempermudah penyerapan lemak melalui pembentukan misel. Seperti garam empedu, lesitin memiliki bagian yang larut lemak dan larut air, sementara kolestrol hampir tidak larut sama sekali dalam air. Dalam suatu misel, garam empedu dan lesitin menggumpal dalam kelompok-kelompok kecil dengan bagian larut lemak berkerumun di bagian tengah untuk membentuk inti hidrofobik sementara bagian larit air membentuk selaput hidrofilik di bagian luar. Agregat misel mempunyai ukuran sekitar seperjuta lebih kecil daripada ukuran butir emulsi lemak. Misel karena larut air akibat lapisan hidrofiliknya dapat melarutkan zat-zat yang tidak larut air di intinya yang larut lemak. Dengan demikian, misel adalah vehikulum yang praktis untuk mengangkut bahan-bahan yang tidak larut ddalam isi lumen yang banyak mengandung air. Bahan larut lemak yang paling penting diangkut adalah hasil pencernaan lemak (monogliserida dan asam lemak) serta vitamin larut lemak, yang diangkut ke tempat penyerapannya dengan menggunakan misel. Jika tidak menumpag di misel

36

yang larut air ini, nutrien-nutrien tersebut akan mengapung di permukaan cairan kimus (seperti minyak terapung di atas air) dan tidak pernah mencapai permukaan absorptif usus halus. Selain itu, kolesterol suatu zat yang sangat tidak larut dalam air, larut dalam inti misel yang hidrofobik. Mrkanisme ini penting dalam homeostasis kolestrol. Jumlah kolesterol yang dapat diangkut dalam bentuk misel bergantung pada jumlah relatif garam empedu dan lesitin terhadap kolesterol. Apabila sekresi koleseterol oleh hati melebihi sekresi garam empedu atau lesitin (baik kolesterolnya terlalu banyak atau garam empedu dengan lesitin yang terlalu sikit), kelebihan kolesterol dalam empedu akan mengendap menjadi mikrokristal yang dapat menggumpal menjadi batu empedu. Salah satu pegobatan untuk batu empedu yang engandung kolesterol melarutkan akibat Bilirubin Bilirubin adalah konstituen utama empedu, sama sekali tidak berperan dalam pencernaan, tapi merupakan salah stu dari produk sisa yang dieksresikan dalam empedu. Bilirubin adalah pigmen empedu utama yang berasal dari penguraian sel darah merah yang usang. Masa hidup sel daraj merah dalam sirkulasi rata-rata adalah 120 hari. Sel darah merah yang usang dikeluarkan dari darah oleh makrofag yang melaipisi sinusoid hati dan yang terletak di bagian tubuh lain. Bilirubin adalah produk akhir yang dihasilkan oleh penguraian hem (mengandung besi) dari hemogobin yang terkandung di dalam sel-sel darah merah tersebut. Bilirubin ini diekstraksi adalah ingesti garam-garam hanya empedu 75% untuk batu yakni meningkatkan kandungan garan empedu sebagai usaha untuk kolesterol. Namun sekitar empedu yang berasal dari kolesterol. 25% sisanya terbentuk pengendapan konstituen empedu lainnya bilirubin.

37

dari darah oleh hepatosit dan secara aktif dieksresikan ke dalam empedu. Bilirubin adalah pigmen kuning yang menyebabkan empedu berwarna kuning. Di dalam saluran pencernaan, pigmen ini mengalami modifikasi oleh enzim-enzim bakteri yang kemudian menyebabkan tinja berwarna coklat khas. Jika tidak terjadi sekresi bilirubin, misalnya apabila duktus biliaris tersumbat secara total oleh batu empedu, feses akan berwarna putih keabu-abuan. Dalam keadaan normal, sejumlah kecil bilirubin direabsorbsi oleh usus untuk kembali ke darah dan sewaktu akhirnya dikeluarkan melalui urin, bilirubun tersebut merupakan penentu utama warna kuning pada air kemih. Ginjal baru mampu mengeksresikan bilirubin apabila zat ini telah dimodifikasi sewaktu melalui hati dan usus. 7

Pencernaan Lemak
Lemak dalam diet. Sejauh ini lemak yang paling banyak dalam diet adalah lemak netral, yang dikenal sebagai trigliserida, yang setiap molekulnya tersusun dari sebuah inti gliserol dan rantai samping tiga asam lemak. Lemak netral merupakan unsur utama dalam bahan makanan yang berasal dari hewan dan sangat sedikit ada dalam makanan berasal dari tumbuhan. Dalam diet yang biasa juga mengandung sejumhlah kecil fosfolipid, kolesterol, dan ester kolesterol. Fosfolipid dan ester kolesterol terdiri atas asam lemak dan oleh karena itu dapat dianggap sebagai lemak. Sebaliknya, kolesterol merupakan suatu senyawa sterol yang tidak mengandung asam lemak, tetapi kolesterol memperlihatkan beberapa sifat fisik dan kimia dari lemak. Ditambah lagi, kolesterol ini merupakan turunan lemak, dan

38

dimetabolisme seperti lemak. Oleh karena tu, dari sudut makanan, merupakan suatu lemak. Sejumlah kecil trigliserida dicerna di dalam lambung oleh lipase lingual yang di sekresikan oleh kelenjar lingual di dalam mulut dan ditelan bersama dengan saliva. Jumlah pencernaan ini kurang dari 10% dan umumnya tidak penting. Sebaliknya, pada dasarnya semua pencernaan lemak terjadi di dalam usus sebagai berikut : Emulsifikasi lemak oleh asam empedu dan lesitin. Tahap pertama dalam pencernaan lemak adalah secara fisik memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang sangat kecil, sehingga enzim pencernaan yang larut iar dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak. Proses ini disebut emulsifikasi lemak, dan dimulai melalui pergolakan di dalam lambung untuk mencampur lemak dengan produk pencernaan lambung. Lalu, kebanyakan proses emulsifikasi tersebut terjadi di dalam duodenum dibawah pengaruh empedu, sekresi dari hati yang tidak mengandung enzim pencernaan apapun. Akan tetapi, empedu mengandung sejumlah besar garam empedu juga fosfolipid kesitin, keduanya, tetapi terutama lesitin, sangat penting untuk emulsifikasi lemak. Gugus-gugus polar (titik terjadinya ionisasi didalam air) dari garam empedu dan molekulmolekul lesitin sangat larut air, sedangkan sebagian besar sisa gugus-gugus molekul keduanya sangat larut lemak. Oleh karena itu, gugus yang larut lemak, oleh karena itu, gugus yang larut lemak dari secret hati ini terlarut dala lapisan permukaan gumpalan lemak, sedangkan gugus polarnya menonjol. Penonjolan gugus polar, selanjutnya, terlarut dalam cairan berair di sekitarnya, sehingga sangat menurunkan tegangan antar-permukaan lemak dan membuat lemak tersebut ikut terlarut. Bila tegangan antar permukaan gumpalan cairan yang tidak bercampur ini

39

rendah,

cairan

yang

tidak

bercampur

ini,

melalui

pengadukan, dapat dipecah menjadi banyak partikel yang sangat halus secara jauh lebih mudah daripada bila tegangan antar permukaannya tinggi. Akibatnya, fungsi utama garam empedu dan lesitin, terutama lesitin, dalam empedu adalah untuk membuat gelembung lemak siap untuk dipecah oleh pengadukan dengan air di dalam usus halus. Kerja ini sala seperti yang terjadi pada banyak deterjen yang dipakai pada kebanyakan pembersih rumah tangga untuk membersihkan noda kotor. Setiap kali diameter menggumpal lemak secara signifikan diturunkan sebagai akibat pengadukan pada usus halus, daerah permukaan lemak total meningkat berlipat-lipat. Karena diameter rata-rata partikel lemak dalam usus setelah terjadinya emulsifikasi hanya kurang dari 1 mikro meter, ukuran ini menggambarkan oeningkatan sebanyak 1000 kali lipat pada daerah permukaan lemak total yang disebabkan oleh proses emulsifikasi. Enzim lipase merupakan senyawa yang larut iar dan dapat menyerang gumpalan lemak hanya pada permukaannya akibatnya, dapat dimengerti betapa pentingnya fungsi deterjen garam empedu dan lesitin untuk pencernaan lemak. Pencernaan trigliserida oleh lipase pankreas. Sejauh ini enzim yang paling penting untuk pencernaan trigliserida adalah lipase pankreas, terdapat dalam jumlah sangat banyak di dalam getah pankreas, cukup untuk mencernakan dalam 1 menit semua trigliserida yang dicapainya. Selain itu, enterosit dari usus halus juga mengandunng sedikit lipase yang dikenal sebagai lipase usus, tetapi enzim ini biasanya tidak diperlukan.8

Gangguan Batu Empedu


40

Batu Empedu Kolelitiasis, yaitu adanya batu empedu, merupakan kelainan yang sering ditemukan. Insidensnya meningkat seiring dengan pertambahan usia, sehingga di Amerika Serikat, misalnya, 20% wanita dan 5% pria berusia antara 5065 tahun memiliki batu empedu. Batu ini terdiri dari 2 tipe : batu kalsium bilirubinat dan batu kolestrol. Di Amerika Serikat dan Eropa, 85% batu adalah batu kolestrol. Tampaknya terdapat 3 faktir yang berperan dalam pembentukan batu kolestrol. Salah satunya adalah stasis empedu yaitu batu yang berbentuk dalam empedu yang mengalami sekuestrasi di kamdung kemih dan bukan empedu yang mengalir dalam duktus koledokus. Faktiir kedua adalah supersturasi empedu oleh kolesterol. Kolestrol sangat tidak larut dalam empedu, dan zat ini dipertahankan dilarutan dalam misel hanya pada konsentrasi garam empedu dan kesitin yang tertentu. Emoedu mengalami supersaturasi dan mengandung kristal-kristal kecil kolesterol selain misel. Namun, banyak orang normal yang tidak menderita batu empedu juga memiliki batu empedu yang sangat jenuh. Faktor ketiga adalah campuran faktir-faktir nukleasi yang memudahkan terbentuknya batu dari empedu yang sangat jenuh tersebut. Diluar tubuh, empedu dari pasien kolelitiasis membentuk batu dalam 2-3 hari, sedangkan waktu yang diperlukan oleh empedu orang normal untuk membentuk batu adalah lebih dari 2 minggu. Sifat pasti faktir-faktir nukleasi masih belum diketahui, walaupun melibatkan glikoprotein dalam mukus kandung kemih. Selain itu, masih belum dapat dipastikan penurunan apakah batu terbentuk komponen akibat pembentukan yang berlebihan komponen yang memudahkan nukleasi atau akibat pembentukan antinukleasi mencegah pembentukan batu pada orang normal.4

41

Kesimpulan
Proses pencernaan makanan dalam tubuh bisa berjalan lancar apabila semua sistem pencernaan berjalan sesuai dengan fungsinya. Gangguan pencernaan bukan hanya di akibatkan oleh abnormalnya organ pencenaan tetapi juga bisa di pengaruhi oleh kebiasaan dari setiap individu. Sehingga dari skenario tersebut dapat diambil kesimpulan nyeri di perut kanan atas disertai mual tersebut dipengaruhi oleh gangguan pada struktur dan mekanisme pada sisitem pencernaan.

Daftar Pustaka
1. Anderson. Anatomi fisiologi tubuh manusia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.2004 2. Moore KL. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Kedokteran EGC. 2002. h103-35 3. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar teks dan atlas. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.2007.h278-307 4. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003.h480-6 5. Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2004.h.281-92 6. Watson R. Anatomi dan fisiologi untuk perawat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2004.h134-41 7. Sherwood. Fisiologi Manusia. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2001.p.567-80 8. Guyton H. Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. 2001.p.843-52 Penerbit Buku

42