Anda di halaman 1dari 2

Hashfi Zul Fahmi 2111100127

Sistem Tenaga Listrik Interkoneksi, Kelebihan dan Kekurangannya

Pada saat ini, kehidupan manusia hampir tidak bisa dipisahkan dari penggunaan tenaga listrik. Banyak peralatan disekitarnya menggunakan tenaga listrik, mulai peralatan rumah tangga hingga peralatan industri. Sehingga bisa dikatakan bila listrik menjadi bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Namun, seiring dengan meningkatnya penggunaan tenaga listrik dalam kehidupan manusia, tentu akan terjadi peningkatan beban penggunaan tenaga listrik yang kadang-kadang bisa membebani pembangkit tenaga listrik. Bila hal ini terjadi terus menerus, bisa saja terjadi kerusakan, baik kecil maupun besar, yang dapat mengganggu semua kalangan, baik konsumen maupun petugas yang menangani pembangkit tenaga listrik. Bagi konsumen, aktivitas mereka bisa saja terganggu tanpa adanya listrik. Sementara bagi petugas yang ada pada pembangkit tenaga listrik, mereka harus melakukan suatu perbaikan agar kerusakan tidak terjadi terlalu lama. Maka oleh karena itu, terus dipikirkan, bagaimana cara memenuhi kebutuhan manusia pada listrik tanpa menimbulkan beban berlebih pada sistem pembangkit tenaga listrik. Pada saat ini, banyak dibuat pembangkit tenaga listrik. Salah satu tujuan banyaknya pembangkit tenaga listrik adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik konsumen. Banyak jenis dari pembangkit tenaga listrik yang digunakan saat ini. Ada yang bertenaga uap, air, angin, surya, gas, panas bumi, dll. Maka dengan semakin meningkatnya jumlah pembangkit tenaga listrik diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik manusia. Namun, sebagai selayaknya sebuah mesin, maka harus ada masa istirahat agar kinerja pembangkit tenaga listrik bisa terus bekerja optimal tanpa terjadinya kerusakan yang berlebihan pada sistem tenaga listrik itu sendiri. Dan bisa diduga, dengan adanya masa istirahat pada suatu pembangkit listrik, maka pemenuhan terhadap beban listrik tidak lagi seimbang karena ada pembangkit tenaga listrik yang sedang menjalani masa istirahat. Untuk menjawab hal itu, maka di gunakanlah cara interkoneksi pembangkit tenaga listrik. Maksud dari interkoneksi ini sendiri adalah suatu jaringan yang menghubungkan setiap pembangkit tenaga listrik. Tujuan diterapkannya sistem interkoneksi ini adalah agar terjadi peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik konsumen. Dan dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik konsumen, maka tentu area pelayanan listrik bisa lebih ditambah dan jangkauannya semakin luas. Dalam suatu hal tentu ada kelebihan dan kekurangan, baik dan buruk, dsb. Tentu hal itu tidak luput dari sistem interkoneksi pembangkit tenaga listrik itu sendiri. Keuntungan yang bisa didapat dari interkoneksi pembangkit tenaga listrik seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah untuk peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik

Hashfi Zul Fahmi 2111100127 konsumen. Selain itu juga untuk memperluas jangkauan pelayanan listrik sehingga semakin banyak orang-orang yang merasakan listrik. Dan juga untuk membantu suatu pembangkit listrik agar tidak bekerja sendirian serta mampu saling bergantian menyuplai kebutuhan listrik pada saat ada pembangkit tenaga listrik yang menjalani masa-masa perawatan hingga istirahat. Namun, kekurangan dari interkoneksi pembangkit tenaga listrik adalah semakin meningkatnya jumlah SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi). Dengan tegangan keluaran yang besar dari suatu pembangkit listrik, maka memang diperlukan sebuah saluran udara. Namun dengan semakin banyaknya koneksi antar pembangkit listrik, tentu semakin banyak pula saluran yang harus dibuat dan akan menjadi persoalan manakala saluran udara tersebut melewati permukiman. Bila hal ini terjadi terus menerus, maka akan terjadi ionisasi udara disekitar saluran udara tersebut. Tentu salah satu efeknya adalah gangguan telekomunikasi, kesehatan manusia, dsb. Maka pada akhirnya, pembangunan sistem tenaga listrik interkoneksi harus memerlukan perhitungan yang baik agar tujuan baik dari sistem interkoneksi bisa terlaksana tanpa harus merugikan masyarakat secara keseluruhan.