Anda di halaman 1dari 3

ROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I PROGRAM STUDI ILMU BEDAH SARAF

Kepala : Dr. Kahdar Wiriadisastra, dr, Dipl.SS,Sp.BKetua Ketua Program Studi :


Tujuan Pendidikan Program Studi Ilmu Bedah Saraf

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, secara umum memiliki 2 tujuan utama yang harus dicapai yaitu tujuan institusional dan tujuan profesional.
Tujuan Institusional

Lulusan PPDS Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mampu menguasai dan menerapkan Ilmu Bedah Saraf, baik secara perorangan/tim dan atau melalui kerjasama sesuai dengan tuntutan masyarakat maupun perkembangan ilmu, serta mampu mengaktualisasikan diri sebagai seorang ahli bedah saraf yang profesional dan berakhlak tinggi.
Tujuan Profesional

Lulusan PPDS Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran harus : 1. Mengetahui dan Memahami Pengetahuan Teori Mengenai 1). Neuro Anatomi 2). Neuro Patologi 3). Neuro Fisiologi 4). Neuro Umum, termasuk diantaranya: 1) Psiko-patologi 2) Riwayat penyakit Saraf dan bedah saraf 2. Mengetahui dan Memahami Pengetahuan Dasar Mengenai : 1). Pengobatan sinar 2). Metodik Biokimia 3). Neurooptalmologi 4). Neurootologi 5). Neuroorthopedi 6). Terapi Psikis dan Rehabilitasi 7). Statistik Medik 3. Mengetahui dan Memahami 1). Pengobatan Konservatif 2). Indikasi Operasi Bedah Saraf 3). Dasar-dasar Anestesi 4). Pengetahuan Penanganan Pra dan Pasca-operasi 4. Mampu Melakukan: 1). Penarikan kesimpulan pemeriksaan Neurologi 2). Penarikan kesimpulan singkat pemeriksaan psiko-patologi

3). Pemeriksaan Funduscopy 4). Diagnostik punksi lumbal, suboccipital, dan diagnostik likuor 5). Diagnostik elektro perifer 6). Echoencephalografi 7). Diagnostik 1). Rontgen pada tengkorak dan tulang belakang 2). Myelografl 3). Angiografi 4). Pneumoencefalografi
Lama Pendidikan dan Beban Studi

Lama studi Beban studi Daya tampung

: 12 Semester : 118 SKS : 2 Orang per semester.

Susunan Materi Pendidikan Ilmu Bedah Saraf

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Materi Pendidikan Diskusi pengetahuan dasar dan IBS lanjut Journal Reading Kegiatan malam klinik Visite Besar dan Bedside Teaching Visite Ruangan Dokter jaga Joint Conference Simposium : - Pembicara - Peserta Prosedur Diagnostik Konferensi Pascaoperasi Operasi : - Asisten II - Asisten I - Operator Konferensi Pascaoperasi Kegiatan Kursus Penulisan Referat Penulisan Laporan Kasus Laporan Kasus Kematian Stase Lokal :

Bobot SKS

Semester I - VI I - VIII I - VI I-X I-X I - VIII III - XI V - XI I - XI III - XI I - XI I - VI III - VII VI - XI I - XI III - X III - X II - VI II - VI

12. 13. 14. 15. 16. 17.

1. Bedah, 24 bulan 1. Neurologi, 6 bulan 1. Pathologi, 1 bulan 1. Radiologi, 1 bulan 1. NICU, 1 Bulan Stase Luar Negeri, per minggu 18. Aktivitas Pendidikan RS Luar RSHS 19. Tesis

II - VI II - VI II - VI II - VI II - VI VII - XI I - VIII X - XII

POKOK BAHASAN MATERI PENDIDIKAN 1. DISKUSI PENGETAHUAN DASAR ILMU BEDAH SARAF DAN BEDAH SARAF LANJUT Neuro anatomi, neuro fisiologi, neuro histologi/patologi, neuro kimia, Pengetahuan teori klinik umum ilmu bedah saraf lanjut; Neuro diagnostik; Pemeriksaan klinik neurologik; Pengetahuan teori klinik khusus ilmu, bedah saraf, dan teknik tindakan. 2. PENGETAHUAN TEORI KLINIK KHUSUS DAN PENERAPAN TEKNOLOGI ILMU BEDAH SARAF Ilmu bedah elektif A, ilmu bedah darurat A, ilmu bedah elekfif B, ilmu bedah darurat B, diagnostik, penggunaan alat diagnostik, terapi medik, konferensi pre dan pasca-operasi, tindakan perafif/non-operatif. 3. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN TANGGUNG JAWAB Dokter bedah saraf, dokter jaga I dan bangsal, dokter jaga II dan bangsal; Visite besar dan bedside teaching, visite ruangan, aktivitas pendidikan Rumah Sakit luar RSHS. 4. STASE LOKAL DAN LUAR NEGERI Stase pada Bagian Bedah, Neurologi, Patologi, Radiologi, NICU, dan aktivitas stase luar negeri. 5. PENGEMBANGAN ILMU KEAHLIAN BEDAH SARAF Journal reading, kegiatan malam klinik, joint conference, simposium nasional dan internasional, kegiatan kursus, penulisan referat, penulisan laporan kasus, laporan kasus kematian, memperdalam ilmu bedah saraf ke luar negeri, mengembangkan kerjasama antar bagian di Indonesia, Asean dan Asia. 6. TESIS