Anda di halaman 1dari 15

Ilmu Kedokteran Kehakiman Untuk Mahasiswa Fakultas Hukum UNPAS

H.Padjaman Tojo,dr ,SpPA,SpF, SH.

I. Pendahuluan 1.1 Macam -macam istilah 1. Ilmu Kedokteran Kehakiman 2. Ilmu Dokter Kehakiman 3. Hukum Kedokteran Kehakiman 4. Patologi Forensic 5. Forensic Medicine 6. Legal Medicine 7. Medical Jurisprudence Gerichteliche Medizine (( Jerman ) Medicine Legale ( Petancis ) 8. Gerechtelijke Geneeskunda ( Belanda ) Terjemahan dari Ilmu Tabib Kedokteran Istalah tabib tidak tepat (a) Tidak terdapat dalam KUHAP (b) KUHP mengunakan tabib / dokter (c) UU Kesehatan No 23 / 1992 dokter pasal 133 Tenaga Kesehatan mendapat ilmu / keterampilan melaluai pendidikan formal ( Fak. Kedokteran / Perawat ) 9. Tanatologia Forensics (lmu Kematian Kehakiman) Pemeriksaan untuk kehakiman yang bersangkutan dengan orang yang sudah mati Tidak tepat (a) bagian kecil dari Ilmu Kedokteran Kehakiaman (b) yang diurus korban mati dan korban hidup (c) permerikasan Kimia / Toxycologi 10 Bioligia Forensis ( Ilmu Hayat Kedokteran ) 1..2.Medical jurisprudence Tidak tepat dapat diartikan sebagai " Pengadilan Kedokteran"" iastilah lain juresprudence medicale Pengadilan yang berkaitan dengan perkara jabatan dokter a. masalah praktek kedokteran b kesalahan pengobatan ( malpraktek ) c. sengketa dokter dengan pasien

2 1. 3.Kedokteran Kehakiman dipakai untuk kepentingan pengadilan terdapat dalam KUHAP 133 (1) ------ korban luka keracunan kematian akibat tindak pidana a. bukan mati wajar b.bukan luka karena penyakit (TBC) c. bukan keracunan karena penyakit ( hepatitis ) d.dokter bedah (buat luka) dokter anaestesi (keracunan) pembenar ( 50 / hak jabatan ) pemaaf ( tak ada kesalahan ) (2) tertulis ( korban luka , mayat , bedah mayat ) (3) penuh penghormatan pd mayat Tayangan TV PP 18 th 1981 KUHP 320 menista KUHP 321 pertontonkan / gambat menista Definisi / pengertian Ilmu Kedokteran Kehakiman cabang Ilmu Kedokteran penggunaan Ilmu Kedokteran kedokteran dasar (rambut /sperma ) pre klinik / para klinik ( patologi / gol darah / DNA ) klinik ( infantiside ) untuk membantu pengadilan Beda cara berpikir Dokter Umum dan Dokter Forensik
.

Dokter Umum 1.penyembuhan penyakit 2.labolatoriun untuk diagnise penyakit 3.KUHP 531 4.KUHP 322 5.treatmen 6.luka kecil tak berarti

Dokter Forensik 1 bantu pengadilan 2.kumpulkan benda bukti sebab luka,keracunan ,mati 3.KUHP 224 / 522 4.KUHAP 179 / 120 / 170 5.cause 6.berarti ( pipi / paha ) luka ( sifat , ukuran , lokasi luka perlawanan, )

3 Beda Ilmu Kedokteran Forensic dengan Medical jurisprudence Kedokteran Forensic Medical Jurisprudence 1. cabang ilmu kedokteran 1.bagian ilmu hulum 2.membantu pengadilan 2 penerapan hukum pada profesi kedokteran 3.sumber medical sciense 3. perundang-undangan negara 4.coordinasi 4.sub ordinasi ( dokter taati hukum) Sifat -siafat Legal Medicine 1.Kemampuan kumpulkan fakta- fakta kemudian menggabungkan facta-facta,secara logic untuk dibuat kesimpulan dipakai membantu pengadilan 2.Bersifat jujur hanya untuk mencari kebenaran dalam melaksanakan tugas 3.Kadang-kadang menolak medico legal dengan alasan a. takut , tidak biasa kepengadilan b. menghabiaskan waktu dokter overmacht ( kepentingan saksi KUHP 224 - kepentingan pasien KUHP 531 dan 304 ) dokter tidak dapat menolak KUHAP 179 KUHAP 112 (2) KUHP 224 , 522 dokter dapat menolak KUHAP 120 , 170. 4.Dokter ahli Kedokteran Kehakiman keterangan ahli----- petunjuk KUHAP 133 KUHAP 184 (ket saksi, ket ahli , surat , petunjuk , ket terdakwa ) Ruang lingkup Kedokteran Forensik sangat luas yang penting bagi mahasiswa Fakultas Hukum adalah aspek juridisnya dan kegunaan dalam sidang pengadilan .Yang akan dibahas adalah aspek yuridis dari 1.Pengertian , fungsi Ilmu Kedokteran Forensik 2.certificate / keterangan dokter

surat sakit , surat sehat , surat kematian,surat-surat pengiriman jenasah dalam negeri / luar negeri , bebas narkotik ,visum et repertum , surat kelahiran 3.KUHP dan KUHAP yang berkaitan dengan profesi dokter 4.Identifikasi korban dan pelaku tindak pidana 5.Kepentingan Thanatologi dari segi yuridis definisi mati , lebam mayat , kaku mayat , pembusukan , saponifikasi ( proses penyabunan ) , mummifikasi 6.Toxycoligi umum ( aspek juridis keracunan ) 7. Luka -luka a. tumpul : luka memar , luka lecet , luka robek b. tajam : luka iris , luka tusuk , luka bacok , pecahan botol c luka bakar / cairan panas d.luka listrik dan luka petir e.luka zat kimia corrosive ( air aki ) f. luka khusus: luka tembak , benda explosive Bom ( terorisme ) -------8.Asphyxia ( mati lemas ) .Hanging ( penggantungan ) , manual strangulasi ( pencekikan ) smothering ( pembekapan ) , strangulation ( penjeratan ) Palmar ---- gagging ----- overlaying '/ Burking Drowning ( tenggelam ) 9.Infanticide ( Pembunuhan bayi ) 10.Abortus criminalis 11.Kejahatan kesusilaan 12.Kematian Mendadak ( Natural Sudden Death ) 13.Kecelakaan Lalu lintas Pesawat terbang Kereta Api 14.Toxycoligy.Khusus morphin , heroin aphetamin , ectasy , nitrazepam insectisida , makanan / binatang / tumbuhan.

Peristiwa-peristiwa pidana yang terungkap berdasarkan Keterangan Ahli Ilmu Kedokteran Kehakiman (1) Mayat ditemukan dalam keadaan terbakar dipinggir jalan daerah hutan menuju Pangandaran.Jenasah sudah rusak dikubur di daerah Banjar Ciamis.Dilakukan pengalian kuburan atas perintah penyidik dalam otak yang membusuk terdapat partikel - partikel logam pemeriksaan labolatorium menunjukan luka bakar post mortal cerry red negatif jelaga di saluran napas atas negatip Yang menjadi masalah pada kasus diata adalah 1. siapa korban itu 2. apa sebab kematian korban 3. kapan terjadi kematian 4.dimana korban mati ( kewenangan pengadilan,ajaran tempus dan lokus delikti ) 5. luka bakar intra vital post mortan ( teori sebab akibat ) Ternyata 1.Orang Lampung berbisnis di Purwokerto 2.Dianiaya dan ditembak di Purwokerto 3.Untuk menghilangkan jejas pembunuhan dibuang dihutan Pangandaran dan dibakar 4.Wewenang pengadilan Negeri Purwokerto ( Teori alat yg dijunakan) Tindak Pidana KUHP 338 , 340 ,351, 353( penganiayaan / direncanakan) 181, 320,354, 355 , KUHP 55 ( penyertaan / Deelneming ) UU Senjata API (2) Kejahatan Asuransi Seorang anak wanita 1976 di Purwakarta diadopsi dan diasuransikan Rp 12 juta,Setahun kemudian anak itu mati ,polisi curiga kematiannya tidak wajar, diperintahkan penggalian kuburan , pemeriksaan racun pada tubuh korban menunjukan endrin poaitip Kesimpulan : Mati karena keracunan endrin Tindak pidana KUHP 338 , 340 , 204 , 181 asuransi 381 , 382

3.Meringan kan terdakwa Perkelaian tukang ojeg , korban dipukul dengan helm, selang beberapa hari mati.Pemeriksan otopsi , luka memar dikepala samarsamat,tulang tengkorak baik, otak tak ada perdarang.Jantung dan paru-paru melekat ( penyakit jantung / paru-paru = pleuropercarditis ) Kesimpulam: mati karena penyakit jantung / paru- paru Tuntutan: KUHP 338 , 351 , 353, 354 355 , 352 Pendapat - Pendapat (1).Pada perkara perdata dititik beratkan pada kebenaran formal sedangkan pada pidana lebih berat pada bukti meteriil.Ilmu Kedokteran Kehakiman penting baik dalam perkara perdata maupun pidana Perdata dewasa 21 tahun Perdata 330 paterniti / materniti berkaitan dengan waris pemeriksaan pisik labolatorium , gol. darah , HLA , DNA gugatan perceraian ( impotensi ) perwalian ( terganggu ingatan laki- laki / wanita ( pemeriksaan chromosom ) Pidana jelas dalam KUHAP identifikasi kasus mutilasi berasal dari binatang binatang / manusia tembak homicide suicide, accident Kepentingan umum dan masyarakat 1. perkara jadi terungkap 2.kepentingan terdakwa 378 direncanakan , hukuman mati / seumur hidup, penjara 20 tahun pembunuhan biasa 15 tahun, karena kelalaian KUHP 359 maximum 5 tahun penjara, kurungan 1 tahun Ilmu Kedokteran Kehakiman secara baik dan teliti 1. sangat berguna membantu pengadilan 2.penjatuhan pidana pada perdakwa unsur kesalahan terbukti dapat dipertanggung jawabkan ( visun psikiatri )

rumusan delik memenuhi ( pembunuhan keterangan ahli, surat-surat 3.Bebas dari segala tuntutan hukum (onslag van alle recht vervolging 4.Lepas dari segala tuntutun hukum tak dapat bertanggung jawab KUHP 44 (visum psikistri ) dibawah umur KUHP 45 ( keterangan dokter ) 5 Tuntutun jaksa tak diteraima identifikasi tak jelas, tidak ada visunm et repertum. Peran dokter pada tindak pidana (strafbaar feit) Unsur- unsur stafbaar feit menurut SIMON (1) Perbuatan manusia 1. gigitan / serangan binatang 2.buaya binatang buas pada kematian dihutan 3.perdarahan otak karena dengue 4 kejahatan pada , jiwa , keseopanan , penganiayaan , mati / luka karena salahnya ( pemeriksaan luar / otopsi / labolatorium (2) perbuatan diancam dengan pidana membantu buktikan adanya perbuatan penuhi rumusan delik (pembunuhan, penganiayaan , persetubuhan, pembunuhan bayi ) (3) perbuatan bersifat melawan hukum / dicela oleh mayarakan (semua kejahatan pada tubuh , nyawa , dan kesopanan pasti dicela oleh masyatakat) (4) Perbuatan berhubungan dengan kesalahan kesengajaan (dolus ) membunuh , menusuk bedakan homicide suicide accident tak sengaja ( tertusuk , digantung / tergantung , ditenggelamkan / tenggelam (5) Perbuatan dilakukan oleh orang yang mampu bertanggung jawab terganggu ingatan ( visum psikiatri ) tomor otak gangguan mental pada alkohol chronic narkotika / psikotropika. Peraturan Pemerintah No 26 tahun 1960 ( Lafal Sumpa Dokter ) " saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanuasiaan"

termasuk membantu pengadilan , sumpah palsu KUHP 242. Pompe . ( Gerechtelijke Moorden = pembunuhan yang dilakukan atas perintah pengadilan , tidak dapat dituntut Alasan Pembenar ,dibenarkan menurut UU , perintah atasan Alasan Pemaaf , kesalahanya dimaafkan Cara-cara laksanakan hukuman mati Pen Pres No 2 tahun 1964 jenasah diperiksa oleh dokter. Perbedaan cra kerja dokter umum dengan dokter forensic Dokter Umum 1.dokter umum 2.Lmbarab Negara No 350 th 1937 ahli 3.Kuhap 133,179, 174 KUHP 224,522 (4) 4.sebagai petunjuk Dokter Forensic 1 dokter spesialis 2.KUHAP 133, urutan ,ket 3. keahlian / kewenangan UU Kes 23 1992 pasal 32 bedah mayat pasal 70 (3) pidana 82 (c) 5 th Rp.100 juta 4. keterangan ahli

Perhatikan 1. Pengetahuan jaksa / polisi akan kepentingan Ilmu Kedokteran Kehakiman jaksa mutlak perlu visum et repertum / gali kuburan ikut tidak perlu visum et repertum Berkas perkara dikembalikan pada penyidik pencabutan visum et repertum oleh penyidik 2.Tempat terpencil / kasus sederhana ditangani dokter Umum 3.Di tempat ada ahli gunakan ahli Forensik , kasus sulit / gali kuburan. 5.Sebab pasti kematian Pemeriksan Luar Pemeriksaan dalam Pemeriksaan labolatorium Kasus Pilipina Pem Luar TAK dalam Robek jantung

6.Banyak dokter enggan jadi saksi Tidak biasa ke pengadilan / ketrampilan kurang Tidak mau repot-repot Berlindung KUHP 50 1.KUHAP 120 / 170 2.UU KES No 23 1992 7 Jangan sampai terjadi Kesalahan Pengadilan menghukum orang tidak bersalah ( Senkon / Karta ) 8.Penting keyakinan hakim,tidak ada kewajiban untuk mengikuti pendapat ahli

9.Keterangan Ahli Sebagai alat bukti Lembaran Negara 1937 NO 350 UU MA RI No 1 / 1950, Keterangan ahli adalah alat bukti yang sah Staatblad No 275 / 1949 Pasal 1 ,Berita terulis dari orang ahli yang bekerja di Lembaga yang diakui Pemerintah adalah alat bukti yang sah KUHAP 184, Ket Saksi. Ket Ahli , Surat, Petunjuk, Ket Terdakwa. 10.Hak Undur diri KUHAP 170 KUHP 322 wajib simpan rahasia kedokteran PP 10 tahun 1966 rahasia kedokteran KUHP pasal 50

11.Keterangan ahli diperlukan pada keadaan sbb 1. tindak pidana berakibat: luka keracunan dan kematian 2. buktiluka berubah-ubah : sembuh , cacat permanen 3. mayat : tak mungkin dibawa kepengadilan pembusukan bertentangan dengan norma agama PP 18 / 1981

12.Pemasalahan Auotopsi 1.tidak bertentangan dengan agama Islam : Fatwa Majelis Kesehatan dan Syara No 4 / 1955 2.Al Quran Anisa 58: Menghukum manusia dengan seadiladilnya 3.Al Maidah 8. Hendaklah berlakuadil menjadi saksi karena Allah 4.Al Anam 152 : Apabila kamu berkata hendaklah dengan adil sekalipun mengenalorang berkerabat dengan kamu 13 Kegunaan ketrangan ahli ( visum et repertum ) 1. menetapkan sebab pasti kematian ( berkelahi dg koroner) 2. mengarahkan penyidikan 3. menghentikan penyidikan (Homicide, Suicide ,Accident ) 4. menetapkan lamanya hukuman 352 / 351 5. pembebasan hukuman ( Psychiatri Kehakiman, Impotensi ) 14.Peran IKK dalam acara pidana 1. IKK membantu dan melemngkapi Acara Pidana 2. IKK membantu Penyidik kumpulkan barang bukti dan memberikan keterangan ahli aqgar menjadi terang perkara pidana. 3. Masalah benda harus diawetkan bukti termasuk mayat perhatikan KUHP 221 4. dibungkus dan disegel KUHAP 130 5. Bahwa mayat sebagai objek hokum 15.Label Mayat 1. Label mayat pada ubu jari kaki berisi identitas mayat 2. Label orang hudup, identitas penyidik yang mengantar korban 3. Kegunaan label Penuhu kKUHAP pasal 130 Diwajibkan dalam Instruksi KAPOLRI No E/20/ !X/75 Penuhi KUHAP 133 (3) Agar tidak tertukar / ditukarkan mayat atau korban Penuhi aspek legal pembuktian berguna bagi hukum

16.Yang dilakukan / peran ahli dalam membantu peradilan 1. Pemeriksaan forensic dapat menetapkan sebab kematian dan menjelaskan sebab akibat dengan demikian dapat membantu memecahkan perkara pidana 2. Bagian Forensik merupakan perpanjangan tugas Penyidik 3. Maka difinisi IKK : merupakan ilmu yang mempelajari dan mempelajari bentuk dan faal tubuh manusia atau binatang baik dalam keadaan sehat atau sakit maupun kematian 4. Peran dokter secara umum,mencoba / berupaya untuk mengetahui seluasluasnya untuk dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit 17.Bagaimana dengan tugas Dr IKK 1. Tidak sematamata untuk menyembuhkan penyakit 2. Dengan menggunakan ilmu kedokteran seluasluasnya untul dapat membantu menyelsaaikan perkara dalam penggadilan,baik dalan tingkat penyelidikan ,penyidikan ,penuntutan,sidang pengadilan,maupun dalam pelaksanaan hukuman mati 18.Seorang yang didakwa melakukan tindak pidana dalam sidang dibuktikan 1. bahwa dialah yang melakukan perbuatan pidana secara nyata benar- benar dilakukan terdakwa.Hal ini merupakan perbuatan inti ( hakekat ) 2. visum et repertum, sebagai keterangan ahli dan bukti surat 3. KUHAP 183, Keyakinan hakim Sekurang kurangnya 2 alat bukti yang sah 19.JOACHIM GEORGE menjelaskan suatu perkara pidana akan menjadi terang bila sudah dapat terjawan pertanyaan sbb, 1. Apa yang telah terjadi, tindak pidana yang telah terjadi ( Perbuatan melangar delik ) 2. Dimana perbuatan pidana telah terjadi,Tempat terjadinya peristiwa pidana ( Ini syarat dakwaan / penuntutan ) 3. Kapan terjadinya tindak pidana (Waktu Syarat penuntutan ) 4. Dengan alat apa tindak pidana dilakukan ( Tajam,Tumpul, benda bukti ) ( Sebab Kematian )

5. Apa sebab atau motif perbuatan pidana dilakukan (cara kematian ) Homicide Suicide Accident 6.Dengan maksud apa perbuatan dialkukan Merampas barang berharga Napsu sexual Balas dendam dst 7.Siapa pelaku tindak pidana, seorang banyakan Sidik jari Rambut Sperma Serat pakaian dst 8.Siapa korban tindak pidana ( syarat penuntutan ) 20.Perkara menjadi terang dengan mengunakan pemerikasaan system 6 ( enam ) W 1. Who ( Siapa ) pelaku tindak pidana dan siapa korban 2. What ( Apa ), bukti apa, kejahatan apa , alat dan senjata apa 3. Where ( dimana ) TKP perkosaan , Drowning Letak alat bukti digenggam, dibuang 4.When ( Kapan) Kapan peristiwa pidana Kapan bukti diperoleh (toxicology ),pembusukan 5.Why dan How Bunuh diri , pembunuhan , kecelakaan Bagaimana peristiwa terjadi Bagaimana cara menggunakan alat bukti pistol 21.Barabg- barang yang dapat digunakan sebagai barang bukti adalah 1. Barang sebagai objek peristiwa pidana 2. barang sebagai pruduk peristiwa pidana ( keracunan )

3. Barang sebagai alat untuk melakukan tindak pidana ( pisau , tali , jerat, anak peluru dst 4. barang barang terkait pada peristiwa pidana ( racun , obat obatan ) 22.Bukti kedokteran ( Medical Evidence ) dapat berupa 1. Laporan autopsy 2. Testimonial Evidence ( Keterangan Ahli ) 3. Percobaan binatang pada keracunan 4. Exhumation Report ( penggalian kuburan ) 5. Death Certificate 6. Birth Certificate 7. Certificate of Physical Health 8. Certificate of Physical Injuries ( Keterangan Sakit ) Kepustakaan 1. R.Soesilo ,Hukum Pidana 2. KUHAP 3. Roechimat SH.Kewajiban dan Hak seorang dokter sebagai saksi ahli dalam peradilan 4. Hari Sahroji SH. Tehnik Interogasi Kriminal 5. Gerson W Bawengan .Tehnik Interogasi Kasus- kasus Kriminal 6. Musa Perdana Kusukah SH Bab-Bab Penting Kedokteran Forensik 7. Deddy Gazali SH. Ilmu Hukum Kedokteran Kehakiman 8. Pedro P Solis Legal Medicine

POKOK BAHASAN KULIAH ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN FAKULTAS HUKUM UNPAS dosen H.Pardjaman Tojo dr,SpPa,SpPF, SH. (Lektor Kepala IV/ B). 1.Pengertian , fungsi Ilmu Kedokteran Kehakiman 2.Aspek medicolegal Certificate / Keterangan Dokter surat sakit , surat sehat , surat kematian,surat-surat pengiriman jenasah dalam negeri / luar negeri , bebas narkotik ,visum et repertum , surat kelahiran 3.KUHP dan KUHAP yang berkaitan dengan profesi dokter 4.Identifikasi korban dan pelaku tindak pidana 5.Kepentingan Thanatologi dari segi yuridis definisi mati , lebam mayat , kaku mayat , pembusukan , saponifikasi ( proses penyabunan ) , mummifikasi 6.Toxycologi Umum ( aspek juridis keracunan ) 7.Aspek Medico Legal Luka -luka a. tumpul : luka memar , luka lecet , luka robek b. tajam : luka iris , luka tusuk , luka bacok , pecahan botol c luka bakar / cairan panas d.luka listrik dan luka petir e.luka zat kimia corrosive ( air aki ) f. luka khusus: luka tembak , benda explosive Bom ( terorisme ) 8.Aspek medico Legal. Kematian Asphyxia ( mati lemas ) .Hanging ( penggantungan ) , manual strangulasi ( pencekikan )smothering ( pembekapan ) , strangulation ( penjeratan ) Palmar ---- gagging ----- overlaying '/ Burking Drowning ( tenggelam )

9.Aspek Meldicolegal Infanticide ( Pembunuhan bayi ) 10.Abortus criminalis 11.Kejahatan kesusilaan / Prilaku sexual Abnormal 12.Aspek Medico Legal Kematian Mendadak ( Natural Sudden Death ) 13.Aspek Medicolegal Kecelakaan Lalu lintas Kecelakaan Pesawat terbang Kecelakaan Kereta Api 14.Toxycology.Khusus Keracunan morphin , heroin aphetamin , ectasy , nitrazepam insectisida , keracunan makanan / binatang / tumbuhan. Cyanida, Arsen ,zat,kimia organik dan anorganic.
--------------