Anda di halaman 1dari 10

Nilai : (Acc Asisten) LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN AGRIBISNIS PEMBERSIHAN, SORTASI, DAN GRADING BAHAN HASIL

PERTANIAN

Oleh : Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Shift, kelompok Waktu Co.Ass : Rizki Eka Firdaus : 150610100026 : Rabu, 27 Maret 2013 : Shift A2, Kelompok 1 : 14.17-16.00 : 1. Citra Pratiwi 2. R Yudha A 3. Inez Saraswati

LABORATORIUM PASCA PANEN DAN TEKNOLOGI PROSES TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menangani bahan hasil pertanian pasca panen harus dilakukan dengan baik agar bahan hasil pertanian bisa bisa sampai pada tangan konsumen dengan berkualitas baik. Maka dari itu bahan hasil pertanian tersebut dibutuhkan penanganan khusus. Komoditas beras merupakan komoditas yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Karena sebagian besar maysarakat indonesia sangat bergantung pada komoditas ini sebagai makanan pokoknya. Di Indonesia setiap daerahnya mempunyai pusat industri beras, karena beeras merupakan makanan pokok yang dibutuhkan masyarakat disetiap daerahnya. Pusat industri beras daerah yang menjadi transaksi pembelian dan penjualan beras. Penjualan dilakukan setelah produk yang telah dibeli sudah diproses sedemikian ripa dan siap dijual kepada konsumen. Cara untuk mendapatkan hasil yang baik untuk bahan pertanian beras ini kita harus mengetahui cara pembersihan, sortasi, dan grading. Sebab sebelum sampai pada konsumen, beras yang akan dibeli tersebut mengalami perubahan sebagai perwujudan nilai tambah melalui perbaikan kualitas dengan rekayasa teknologi, seperti pengemasan, pensortiran, grading dan lain-lain. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dari beras adalah dengan perlakuan pascapanen yakni pembersihan sortasi dan grading. Dalam praktikum kali ini proses pembersihan, sortasi dan grading akan diujicobakan terhadap komoditas beras guna menilai kualitas dari beras tersebut.

1.2 Tujuan Praktikum Mengukur dan mengamati proses sortasi dan grading bahan hasil pertanian. Melakukan perhitungan kualitas dan variable kualitas untuk mengkaji kelas kualitas (grade), kerusakan yang tampak (visible), kerusakan yang tak tampak (invisible damager), bahan asing (foreign materials), keretakan (sound grain and crack).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembersihan Pengertian pembersihan dalam penanganan bahan hasil pertanian adalah mengeluarkan/ memindahkan benda asing (kotoran) dan bahan-bahan yang tidak diinginkan dari bahan utama (produk yang diinginkan). Secara umum, pembersihan dapat dilakukan dengan dua cara: 1) Dry method yang diantaranya meliputi: Penyaringan (screening) Pemungutan dengan tangan (hand picking)

2) Wei method yang diantaranya meliputi Perendaman (soaking) Perendaman bahan hasil pertanian di dalam air atau cairan lain yang diam atau mengalir akan efektif jika kotoran pada permukaan yang tidak diinginkan pada bahan hanya sedikit. Metoda ini seringkali digabungkan dengan metoda lain yang sebagai perlakuan awal (precleaner). Penyemprotan (watersprays) Pembersihan kotoran dengan menyemprotkan air cocok untuk banyak bahan, tetapi intensitas dan tipe distribusi semprotannya harus dipilih secara hati-hati, sebagai contoh semprotan air untuk kentang yang bertekanan tinggi dan

memusatkan jika digunakan untuk daun selada maka akan merusakan daun selada tersebut. Silinder berputar (rotary drum) Pencuci tipe silinder berputar ini merupakan pencuci komersial karena mekanisme pencuciannya sederhana,

memilki kapasitas yang tinggi, hasilnya bersuh dan hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada bahan. Pencuci ini dapat menggunakan rendaman air atau penyemprot atau keduaduanya . Pada prinsipnya kinerja pencuci ini tergantung pada kecepatan berbutar silinder, kekasaran atau kerutan pada permukaan bahan dan waktu pencucian.

Pembersih bersikat (brush washer) Pencuci ini seringkali digunakan dan sangat efektif terutama untuk menghilangkan pasir atau tanah liat dan residu pestisida yang melekat pada bahan hasil pertanian.

Pembersih bergetar (shuffle or shaker washer) Pencuci ini memiliki mekanisme gerakan bolak-balik yang bertenaga. Karena gerakannya bolak-balik, maka pencuci ini harus dibuat kasar (tidak rata) dan

pemeliharaannya harus hati-hati untuk menghindari gangguan mekanik.

2.2 Sortasi Sortasi adalah pemisahan bahan yang sudah dibersihkan ke dalam berbagai fraksi kualitas berdasarkan karakteristik fisik (kadar air, bentuk, ukuran, berat jenis, tekstur, warna, benda asing/kotoran), kimia (komposisi bahan, bau dan rasa ketengikan) dan biologis (jenis dan jumlah kerusakan oleh serangga, jumlah mikroba dan daya tumbuh khusunya pada bahan pertanian berbentuk bijian. 2.3 Grading Grading adalah proses pemilihan bahan berdasarkan permintaan konsumen atau nilai komersilnya. Tujuan dari grading adalah : baik. Pemilihan berdasarkan kelas kualitas,misalnya kelas 1, 2, 3 dan seterusnya. Memberikan nilai lebih (harga yang lebih tinggi) untuk kualitas yang lebih Standar kriteria pemilahan tergantung permintaan pasar.

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan Alat : Bahan : Beras Wadah Plastik Moisture tester Timbangan Analitik

3.2 Prosedur Percobaan a. Mengukur kadar air bahan dengan moisture tester b. Menyiapkan bahan dan menimbangnya sebanyak 800 gram c. Masukkan bahan ke dalam Sampling homogenizer sampai diperoleh berat sampel sebanyak 100 gram d. Mengamati kualitas bahan berdasarkan persyaratan kualitatif dan kuantitatif dengan cara membandingkan sampel dengan Rice Standart Chart Grains cracking analyzer. dan

BAB IV HASIL PERCOBAAN Kelompok 1 : Bahan beras No Pengamatan = 50 gram Bobot (gram) 1 2 3 4 5 6 7 8 Total Derajat sosoh Butir utuh Butir patah Butir menir Butir hijau/mengapur Butir kuning/rusak Benda asing Butir gabah 0 19,54 24,70 2,38 2,94 0,15 0 0 49,71 Persentase (%) 64,12 39 49,4 4,7 5,8 0,3 0 0 Minimal 45 Minimal 35 Minimal 20 Maximal 2 Maximal 3 Maximal 3 Maximal 0,05 Maximal 2 butir Standar

*Pada total persentase derajat sosoh tidak dijumlahkan Kadar air dihitung menggunakan moisture tester Kadar air : : : 13,1 % 13 % 12,7 %

rata-rata kadar air = 12,9 %

derajat sosoh = [ Ma (5 + 6 + 7 + 8) x 100%] Ma = 64,12 %

Beras hilang

= Ma - Mt (dalam gram) = 50 gram 49,71 gram = 0,29 gram

Jadi jumlah beras yang hilang adalah 0,29 gram

BAB V PEMBAHASAN Praktikum kali ini melakukan penghitungan dan mengamati kualitas untuk mengkaji kelas kualitas (grade), kerusakan yang tampak, dan kerusakan yang tak tampak, bahan asing, dan keretakan pada setiap butir-butir beras. Beras yang digunakan dalam praktikum ini sebesar 50 gram yang harus dipisahkan berdasarkan pembagian kualitasnya. Praktikum kali ini terbilang cukup rumit dalam pembagiannya tetapi karena dilakukan bersama dengan 1 kelompok maka tidak terlalu sulit untuk melakukan praktikum kali ini. Dari literatur standar beras yang berlaku (SNI 6128:2008).

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa beras yang kelompok 3 ujikan tidak terlalu jauh dari standar mutu SNI bisa dikategorikan kedalam mutu III atau II karena derajat sosohnya mencapai 94 %. Sebelumnya, praktikan menghitung kadar air dalam beras dengan menggunakan moisture tester, dan kadar air yang didapat sebesar 12,9 %, dimana berarti bahwa beras yang digunakan memenuhi standar grade kadar air maksimal dalam beras sebesar 14%.

BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan 1. Pada praktikum kali ini membuktikan bahwa dalam beras yang telah dipasarkan juga masih terdapat benda asing atau gabah dari butir beras walaupun dalam jumlah yang kecil. 2. Kurang baiknya mutu yang ada pada sampel beras kali ini dapat disebabkan oleh kesalahan-kesalahan ketika prosese pasca panen yang dilakukan. 3. Terdapat perbedaan berat/jumlah sampel beras saat sebelum dilakukan pengujian dan sesudah dilakukan pengujian.

6.2 Saran Pada praktikum kali ini dapat diberikan saran yaitu : Pada saat memisahkan beras kedalam klasifikasinya sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati. Sebaiknya alat yang digunakan harus lengkap agar setiap kelompok tidak mununggu giliran untuk melakukan proses dalam praktikumnya.

Daftar Pustaka

http://www.scribd.com/doc/76403694/Pembersihan-Sortasi-dan-Grading-BahanHasil-Pertanian Zain, Sudaryanto, Rusendi, Dadi, Nurjanah, Sarifah, Widyasanti, Asri, 2009. Penuntun Praktikum MK. Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Bandung : Universitas Padjadjaran. Kartasapoetra, A. G. 1994. Teknologi Penanganan Pasca Panen. Jakarta : Rineka Cipta. Zain, Sudaryanto, Suhadi, U., Sawitri, Ibrahim, U. 2005. Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Bandung : Giratuna PT

Lampiran

Gambar 1. Proses sortasi manual (pemungutan)

Gambar 2. Timbangan Analitik

Gambar 4. Penghitungan menggunakan moisture tester Gambar 3. Prsoses penghitungan massa beras