Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI BLOK 21 (INTEGUMEN)

OLEH KELOMPOK 6 :
Patricia G. Hartono (08-038) Ifen Ayu Malinda (08-070) Liona C. Pattinasarany (08-097) Citra Purnama Pratiwi (08-102) Rina Dwi Indriyani (08-108) Putu Eka Pujanta P. (08-155) Intan Noormayanti (08-160) Yudha Adhi P. (08-161) Lisda Putri N. Sirait (08-163) Dwi Arum A. (08-181) Alex Toman Fernando (08-192)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA 2011

PENANAMAN KUMAN DI AGAR DARAH DAN PEWARNAAN GRAM


TUJUAN PERCOBAAN ada di kulit. ALAT & BAHAN : 1. Agar darah 2. Kaldu 3. Lidi dengan kapas pada ujungnya 4. Bunsen 5. Zat warna kristal ungu, lugol, alkohol 96%, air fukhsin, NaCl 6. Kertas saring 7. Mikroskop 8. Kaca objek LANGKAH KERJA : 1. Yang pertama dibuat dalam praktikum adalah penanaman kuman di agar darah agar terbentuk dari koloni kuman tersebut. 2. Swabbing dilakukan pada kulit yang normal, tidak ada lesi, maupun sedang tidak mengalami peradangan. Pertama-tama lidi yang berisi kapas pada ujungnya dicelupkan ke dalam kaldu dengan tujuan agar kuman pada kulit akan menempel pada kapas. 3. Setelah kapas tercelup pada kaldu, lakukan swabbing pada kulit, bisa pada telapak tangan, lengan dalam maupun lengan luar. 4. Setelah itu, tanam hasil swabbing pada agar darah dengan mengoleskan kapas tersebut di agar darah secara merata dari atas hingga bawah. 5. Kemudian agar darah ditutup kembali dan didiamkan pada suhu kamar sekitar 370C. 6. Diamkan kurang lebih selama 48 jam. 7. Setelah 48 jam akan tumbuh koloni di agar darah tersebut, perhatikan bentuk koloni, pigmennya, dan ukurannya. : Mengidentifikasi jenis flora normal yang

8. Setelah itu, mulailah langkah pewarnaan gram. Ambil salah satu koloni yang tidak bertumpuk-tumpuk pada agar darah dan langsung oleskan pada kaca objek yang telah ditetesi 1 tetes NaCl. 9. Buatlah gerakan memutar bertauran hingga merata dan searah jarum jam. 10. 11. Fiksasi peparat di atas bunsen. Setelah terfiksasi, tuangkan kristal ungu di atasnya dan

diamkan selama 5 menit. Setelah itu buang zat warna dan cuci pada air mengalir. 12. Langkah berikutnya tuangkan cairan lugol, kemudian diamkan selama 1 menit. Setelah itu buang zat warna dan cuci pada air mengalir. 13. 14. 15. 16. 17. Celupkan sediaan ke dalam alkohol 96% sambil digoyangTuangkan air fukhsin dan diamkan selama 1-2 menit. Setelah itu, keringkan sediaan pada kertas saring, jangan Tetesi sediaan dengan minyak emersi dan amati di bawah Amati dan laporkan hasilnya. goyangkan selama 30 detik. Setelah itu cuci pada air mengalir. Kemudian, buang zat warna dan cuci pada air mengalir. digosok, tetapi ditekan-tekan pada permukan kaca objeknya. mikroskop dengan pembesaran 1000 kali.

HASIL PRAKTIKUM :

(Koloni pada Agar Darah)

(Pengamatan di Bawah Mikroskop) 1. Dari Hasil Pengamatan pada Agar Darah : Setelah didiamkan pada suhu kamar selama 48 jam, terbentuk koloni di agar darah tersebut seperti yang tercantum

pada

gambar.

Sebagain

besar

koloni

berwarna

putih

dan

berdiameter kurang dari 0,5 cm. Namun, ada pula beberapa koloni berpigmen kuning dengan diameter sekitar 0,5-1 cm. Bentuk dari koloni ini bulat dan berbatas tegas. 2. Dari Hasil Pengamatan di Bawah Mikroskop : Saat diambil hasil koloni dari agar darah, dibuat sediaannya, kemudian diamati di bawah mikroskop, kuman disimpulkan termasuk kedalam gram positif karena kuman tersebut nampak berwarna ungu. Selain itu kuman tersebut berbentuk kokus dengan susunan bergerombol seperti buah anggur. KESIMPULAN : Dari hasil pengamatan dari agar darah dan di bawah mikroskop, dapat disimpulkan kuman tersebut adalah kuman Staphylococcus dari famili Micrococcaeceae. Kuman ini biasa ditemukan di kulit dalam keadaan normal, maka dari itu biasa digolongkan ke dalam flora normal kulit. Spesies kuman ini bisa dari Staphylococcus aureus maupun Staphylococcus epidermidis.