Anda di halaman 1dari 4

Kista Duktus Tiroglosus

Kista duktus tiroglosus merupakan 70% dari kasus kista yang ada di leher. Kista ini lebih sering terjadi pada anak. Penatalaksanaan kista duktus tiroglosus bertujuan untuk memperkecil angka kekambuhan yaitu dengan mengangkat kista beserta duktusnya. Pendahuluan Kista duktus tiroglosus merupakan kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang menetap sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid, yaitu dari foramen sekum sampai kelenjar tiroid bagian superior di depan trakea. Kista ini merupakan 70% dari kasus kista yang ada di leher. Kista ini biasanya terletak di garis median leher, dapat ditemukan di mana saja antara pangkal lidah dan batas atas kelenjar tiroid. Penatalaksanaan kista duktus tiroglosus yang banyak dilakukan saat ini bertujuan untuk memperkecil angka kekambuhan, yaitu dengan mengangkat kista beserta duktusnya, bagian tengah korpus hiod, traktus yang menghubungkan kista dengan foramen saekum serta mengangkat otot lidah di sekitarnya, seperti yang dilakukan Sistrunk pada tahun 1920. Benjolan kista duktus tiroglosus terdapat di sekitar os hioid, di garis tengah, dan ikut bergerak waktu menelan dan juga pada penjuluran lidah. Definisi Kista duktus tiroglosus adalah suatu kantung berisi cairan yang terdapat saat lahir pada garis tengah leher. Suatu kista tiroglosus adalah malformasi kongenital (suatu defek lahir). Hal ini terjadi akibat penutupan yang tidak komplit dari suatu segmen duktus tiroglossus, suatu struktur seperti tabung yang normalnya menutup saat perkembangan embrio. Juga disebut kista duktus tiroglossus atau kista tirolingual. Kista duktus tiroglosus adalah sebuah kantong berisi cairan yang terletak pada garis median leher. Kista ini paling sering muncul bersama pembengkakan lunak di bawah dagu yang bergerak selama proses menelan. Adakalanya kista akan muncul bersama infeksi dengan akibat kemerahan, meningkatnya pembengkakan dan kelembutan.

Gambar 1. Kista Duktus Tiroglosus Kekerapan Beberapa penulis menyatakan bahwa kasus ini merupakan kasus terbanyak dari massa nonneoplastik di leher, merupakan 40% dari tumor primer di leher. Ada penulis yang menyatakan hampir 70% dari seluruh kista di leher adalah kista duktus tiroglosus. Kasus ini lebih sering terjadi pada anak-anak, walaupun dapat ditemukan di semua usia. Predileksi umur terbanyak antara umur 0-2 tahun yaitu 52%, umur sampai 5 tahun terdapat 38%. Tidak terdapat perbedaan risiko terjadinya kista berdasarkan jenis kelamin dan umur yang bisa didapat dari lahir sampai 70 tahun, rata-rata pada usia 5,5 tahun. Patofisiologi Duktus yang menandai jaringan bakal tiroid akan bermigrasi dari foramen sekum di pangkal lidah ke daerah di ventral laring dan mengalami obliterasi. Obliterasi yang tidak lengkap akan membentuk kista. Kista terletak di garis tengah, di kranial atau kaudal dari os hioid. Bila terletak di muka rawan tiroid mungkin tergeser sedikit ke paramedian, biasanya ke kiri. Biasanya kista ikut bergerak jika lidah dikeluarkan dari mulut. Sebuah kista duktus tiroglosus paling sering muncul sebelum usia 5 tahun, namun tetap dapat muncul pada segala usia. Terdapat dua teori yang dapat menyebabkan terjadinya kista duktus tiroglosus : 1. Infeksi tenggorok berulang akan merangsang sisa epitel traktus, sehingga mengalami degenerasi kistik. 2. Sumbatan duktus tiroglosus akan mengakibatkan terjadinya penumpukan sekret sehingga membentuk kista. Teori lain mengatakan, mengingat duktus tiroglosus terletak di antara beberapa kelenjar limfe di leher, jika sering terjadi peradangan, maka epitel duktus juga ikut meradang, sehingga terbentuklah kista. Gejala Klinis

Keluhan yang sering terjadi adalah adanya benjolan di garis tengah leher, dapat di atas atau di bawah tulang hioid. Benjolan membesar dan tidak menimbulkan rasa tertekan di tempat timbulnya kista. Konsistensi massa teraba kistik, berbatas tegas, bulat, mudah digerakkan, tidak nyeri, warna sama dengan kulit sekitarnya dan bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah. Diameter kista berkisar antara 2-4 cm, kadang-kadang lebih besar. Bila terinfeksi, benjolan akan terasa nyeri. Pasien mengeluh nyeri saat menelan dan kulit di atasnya berwarna merah.

Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik; yang harus dipikirkan pada setiap benjolan di garis tengah leher. Untuk fistula, diagnosis dapat ditegakkan menggunakan suntikan cairan radioopak ke dalam saluran yang dicurigai dan dilakukan foto Rontgen. Diagnosis Banding 1. Lingual tiroid 2. Kista brankial 3. Kista dermoid 4. Lipoma Tatalaksana Kelainan ini ditangani dengan ekstirpasi seluruh kista dan duktus. Biasanya os hioid harus dipotong sebagian karena duktus sering menempel erat os hioid.kista harus diekstirpasi dengan seluruh sisa duktus sampai ke foramen sekum. Jika ada sisa duktus tertinggal, akan terbentuk fistel di luka operasi setelah beberapa waktu.

Komplikasi Fistel duktus tiroglosus dapat timbul spontan atau sekunder akibat trauma, infeksi atau operasi yang tidak adekuat. Kejadian fistel ini antara 15-34%. Kesimpulan Kista duktus tiroglosus merupakan kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang tetap ada sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid. Kista ini merupakan 70% dari kasus kista yang ada di leher. Biasanya terletak di garis median leher yang dapat ditemukan di mana saja antara pangkal lidah dan batas atas kelenjar tiroid. Kasus ini lebih sering terjadi pada anak-anak, walaupun dapat ditemukan pada semua usia. Penatalaksanaan kista duktus tiroglosus dengan cara Sistrunk yang sudah banyak dilakukan saat ini bertujuan untuk memperkecil angka kekambuhan