Anda di halaman 1dari 6

SMK NEGERI I CIREBON PROG.

KEAHLIAN : TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA KELAS/SEMESTER : XI/2

INSTALASI PENERANGAN DAN TENAGA PERENCANAAN INSTALASI TENAGA

NAMA : RD. INDHAYATI HERLINA WAKTU : 4 X 45 MENIT ( 4 MINGGU (16Jam)) TANGGAL :

A. STANDAR KOMPETENSI Merencanakan instalasi tenaga B. KOMPETENSI DASAR Perencanaan instalasi tenaga C. INDIKATOR 1. Menjelaskan memilih motor listrik penggerak 2. Menentukan ukuran penghantar dan pengaman 3. Menghitung memperbaiki factor daya 4. Menjelaskan gangguan akibat instalasi tenaga 5. Merencanakan dan menggambar instalasi tenaga D. ALAT DAN BAHAN - Kertas HVS - Alat tulis dan kelengkapannya - Penggaris dan kelengkapannya - Peralatan gambar dan kelengkapannya E. TEORI SINGKAT Memilih motor listrik penggerak Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih motor listrik yaitu : 1. Penyesuaian daya mekanik (HP) Untuk menjalankan mesin atau bebannya harus dipilih motor listrik yang dayanya cukup yaitu motor listrik yang daya mekaniknya jangna terlalu keicl dari HP yang diperlukan beban dan juga jangan terlalu berlebihan. Adapun rumus-rumus yang diperlukan ialah : a. Untuk gerakan lurus ( Dimana : ) ( )

N = daya motor P = besarnya beban yang bergerak (kg) V = kecepatan beban yang bergerak (m/detik) = rendemen (efisisensi) total b. Untuk gerakan berputar ( Dimana : N M n Untuk gerakan fan ( ) ) = = = = ( ) daya motor momen putaran dari beban (kg meter) putaran dari beban (RPM) rendemen (efesiensi) total ( )

c.

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2

Dimana : N = daya motor V = volume udara yang dialirkan tiap detik (m3/s) P = tekanan udara (kg/m2) = rendemen (efisiensi) total d. Untuk pemompaan zat cair ( Dimana : N V h ) ( ) = daya motor = debit zar cair (m2/detik) = berat jenis zat cair (kg/dm3) = rendemen total = actual head + friction head (jumlah tinggi sebenarnya dari zat cair yang dipompa + tinggi semu) (meter) 2. Penyesuaian momen putar Untuk memutar beban harus dipilih motor listrik yang mempunyai momen putar yang cukup. Momen putar nominal dari motor listrik adalah : Dimana : N = daya motor listrik (kW) n = putaran motor (RPM) M = momen putar motor (kgm) Pada saat start (permulaan gerak motor) motor harus mempunyai momen pengasutan yang cukup besar untuk mengatasi beban. Jadi dalam menggunakan alat pengasut harus diingat bahwa momen pengasutnya jangan terlalu kecil, agar dapat memutar beban. Penyesuaian putaran motor Suatu mesin/beban ada yang membutuhkan pengaturan putaran secara halus atau kasar, ada pula yang tidak membutuhkan pengaturan putaran. Yang perlu diperhatikan dalam penyesuaian putaran adalah bagaimana dan mesin apa yang harus dijalankan oleh motor itu, apakah mesin itu membutuhkan putaran tinggi atau putaran rendah dan membutuhkan pengaturan putaran halus atau kasar tanpa pengaturan putaran Penyesuaian keadaan ruang kerja kantor Ada bermacam-macam keadaan ruang kerja dari motor, misalnya banyak mengandung debu, mudah meledak/terbakar, ruangan lembab/basah dan sebagainya Penyesuaian dengan macam kerja (duty) dari mesin Menurut VDE dari motor listrik dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Continuous rating (kerja terus menerus) dengan symbol D.B b. Short time rating (kerja jangka pendek) dengan symbol K.B c. Intermitted rating (kerja terputus-putus) dengan symbol A.B d. Continuous operation with intermitted loading (mesin beroperasi terus, tetapi beban terputus-putus) dengan symbol S.A.B e. Continuous operation with short time loading (mesin beroprasi terus, tetapi beban dalam jangka pendek) dengan symbol O.K.B Penyesuaian motor dengan sumber tenaga Suatu instalasi tenaga apabila sumber tenaga apabila sumber tenaganya sudah ada, maka motor-motor listrik yang akan dipakai tinggal menyesuaikan dengan sumber tenaganya yang telah tersedia, dalam hal ini apakah tenaganya, frekuensinya dan sebagainya.

3.

4.

5.

6.

Menentukan ukuran penghantar dan pengaman 1. Instalasi motor yang diberi tenaga listrik Berdasarkan system yang dipakai di amerika national electrical code (NEC) instalasi motor yang diberi tenaga listrik perlengkapanya sebagai berikut :

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2

a. Motor controller yaitu alat yang digunakan untuk menjalankan motor, untuk menghentikan motor dan juga untuk membalikkan putaran motor b. Pengaman motor yaitu alat untuk melindungi motor yang sedang bekerja terhadap kerusakan akibat arus lebih (over current) karena hubungan singkat di dalam motor dan melindungi tegangan yang hilang. c. Pemutus edaran cabang yaitu alat untuk memutuskan aliran ke motor, jika motor ada gangguan d. Pengaman hantaranedaran cabang yaitu suatu sekring, patron lebur yang berfungsi sebagai pemutus arus dan pengaman hantaran edaran cabang terhadap arus hubung singkat e. Hantaran cabang yaitu hantaran yang dipakai untuk menyalurkan tenaga listrik pada motor f. Pengaman hantaran pengisi yaitu suatu sekring untuk melindungi hantaran pengisi dan alat-alat yang dilayani terhadap arus hubungan singkat g. Hantaran pengisi yaitu hantaran yang digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik pada beberapa kumpulan motor h. Perlengkapan pentanahan yaitu untuk menjaga keselamatan jiwa manusia terhadap bahaya-bahaya tegangan sentuh, bila ada kerusakan isolasi pada suatu instalasi 2. Menghitung besarnya arus beban Untuk menghitung besarnya arus beban yang mengalir pada hantaran pada hanataran dapat dipakai rumus : a. Untuk motor arus searah (DC) b. Untuk motor arus bolak balik (AC) a fasa c. Untuk motor arus bolak balik 3 fasa Dimana : In = arus nominal dari motor (A) P = tenaga (daya) mekanik nominal (HP) V = tegangan anatar kawat (Volt) Cos = factor daya = rendemen motor 3. Rating pengaman motor Besarnya rating heater coil/bimetal dan kumparan magnet sama atau lebih besar daripada besarnya arus nominal, dengan ketentuan maksikum 125% arus nominal. 4. Rating pemutus edaran cabang Besarnya rating dari pemutus edaran cabang harus lebih besar dari 115% In. jadi ratingnya minimum 115% In dari motor 5. Rating dari pengaman edaran cabang Pengamanan ini berupa patron lebur (sekring) yang harus dapat menahan besarnya arus pengasutan. Besarnya rating pengamannya disesuaikan dengan macam dan jenis motor maupun macam dan jenis alat pengasut Cara menentukan ukuran pengaman tersebut adalah : a. I sekring I nominal motor b. Untuk motor kontinu kerjanya: I sekring I

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2

Karena arus asut tidak boleh terlalu besar di Negara kita yaitu kurang dari 2,5 X I nominal,maka cara (b) tidak dipakai. Jadi yang dipakai adalah cara (a) dari motor. Ukuran hantaran dipilih sedemikian sehingga kemampuan mengalirkan arus minimum 125% X I nominal. 6. Penentuan ukuran penghantar cabang Hantaran cabang yang melayani satu motor saja, ukuran yang dipilih kemampuan dalam mengalirkan arus minimum 125% X arus beban penuh dari motor (arus nominal motor) Jika hantaran panjang, maka harus dicek rugi tegangannya melebihi batas yang diizinkan 5% atau tidak. Untuk mengecek ukuran penampang agar tidak melebihi batas rugi tegangan dapat menggunakan rumus : a. Untuk arus seara b. Untuk arus bolak balik 1 fasa c. Untuk arus bolak balik 3 fasa Dimana : q = penampang kawat minimum (mm2) Vr = rugi tegangan (Volt) L = jarak dari sumber ke beban (m) I = arus yang mengalir (A) = tahanan jenis kawat (ohm mm2/m) 7. Pemilihan ukran penghantar pengisi dan pengamannya Ukuran dari sekring/pengamanan hantaran pengisi adalah sam atau lebih besar dari arus yang mengalir. Besarnya arus yang mengalir = K X I total ( dimana K = demand factor/factor kesempatan kerja) dan I total = jumlah arus dari semua arus beban penuh dari motor yang dilayani. Memperbaiki factor kerja Factor daya dalam suatu instalasi listrik adalah merupakan perbandingan besarnya daya nyata (KW) dengan besarnya daya semu (KVA) daro system tersebut. Factor daya yang rendah harus diperbaiki, factor yang rendah disebabkan oleh pemakaian daya buta/ daya reaktif (KVAR) dari beban yang berupa : motor induksi, transformator dan reactor, jala-jala dan sebagainya. Cara memperbaiki factor daya untuk instalasi tenaga adalah : a. Secara selektif dan preventif yaitu memperbaiki dengan cara memilih alatalat/motor-motor yang mempunyai factor daya yang tinggi dengna jalan : 1. Digunakan motor-motor sinkron bila mungkin 2. Digunakan motor-motor induksi yang memiliki factor daya tinggi, dan daya yang ukuran motornya sesuai dengan ukuran beban 3. Digunakan transformator yang ukurannya sesuai dengan ukuran bebannya b. Perbaikan factor daya dengan alat-alat yaitu : 1. Synchronous condenser yaitu alat motor sinkron yang tak berbeban yang dipasang dengan beban 2. Shunt capasitor yaitu kapasitas yang dipasang pararel dengan beban.

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2

F. KESELAMATAN KERJA - Bertanyalah pada guru hal-hal yang belum dipahami - Merencanakan sesuai dengan PUIL - Merawatlah peralatan-peralatan gambar - Menggunakan sarung tangan pada saat menggambar agar kertas gambar tidak kotor G. LANGKAH KERJA 1. Menghitung arus nominal motor 2. Menghitung MCB dan penampang penghantar cabang 3. Menghitung ukuran pengaman beban lebih 4. Menghitung MCB dan penampang penghantar pengisi 5. Menghitung penampang kabel pentanahan motor dan panel tenaga 6. Menggambar diagram satu garis instalasi tenaga 7. Menggambar rekapitulasi daya instalasi tenaga H. EVALUASI 1. Tata letak mesin lihat gambar denah instalasi (terlampir) 2. Mesin frais 3 fasa (M1 dan M2) : 2 buah. Tiap mesin dilayani dengan saklar balik magnetic dengan tombol tekan F (start 1), 0 (stop) dan R (start 2) diletakan dekat motor, data mesin sebagai berikut : a. Daya : 10 HP (1 HP = 746 watt) b. Cos : 0,8 c. Rendemen : 0,85 d. Tegangan : AC 380 Volt , 50 Hz 3. Mesin frais 3 fasa (M3, M4, M5 dan M6) : 4 buah. Tiap mesin dilayani dengan saklar balik magnetic dengan tombol tekan FOR diletakan dekat motor, data mesin sebagai berikut : a. Daya : 5 HP (1 HP = 746 watt) b. Cos : 0,8 c. Rendemen : 0,90 d. Tegangan : AC 380 Volt , 50 Hz 4. Mesin frais 3 fasa (M7 dan M8) : 2 buah. Tiap mesin dilayani dengan saklar balik magnetic dengan tombol tekan I (start) dan 0 (stop) diletakan dekat motor, data mesin sebagai berikut : a. Daya : 7,5 HP (1 HP = 746 watt) b. Cos : 0,85 c. Rendemen : 0,90 d. Tegangan : AC 380 Volt , 50 Hz 5. Mesin frais 3 fasa (M9 dan M10) : 2 buah. Tiap mesin dilayani dengan saklar balik magnetic dengan tombol tekan IO diletakan dekat motor, data mesin sebagai berikut : a. Daya : 2,5 HP (1 HP = 746 watt) b. Cos : 0,8 c. Rendemen : 0,90 d. Tegangan : AC 380 Volt , 50 Hz 6. Stop kontak 3 fasa : 2 buah. Daya masing-masing stop kontak 1 KW dengan Cos 0,8 pada saat beban penuh 7. System pengawatan kabel direntang dibawah lantai, jalur rentangan lihat gambar denah instalasi (terlampir) 8. Jenis kabel dipakai jenis kabel NYY 4 inti. Table IV daftar kemampuan hantar arus kabel NYY (terlampir) 9. Pengaman cabang dan pengisi dipakai : MCB 3 fasa. Rating MCB untuk instalasi tenaga maksimum 250% dari arus nominal yang mengalir 10. Pengaman beban lebih dipasang dekat saklar magnetic dengan ketentuan : rating maksimum Ol adalah 125% dari arus nominal motor yang mengalir (table III daftar untuk memilih ukuran OL (terlampir))

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2

11. PHB tenaga dibuat dari plat besi, dipasang pada tembok dengan ketinggian 1,5 meter dari lantai mendapat suplai tenaga AC 380/220 Volt dari PLN 12. Kabel BC untuk pentanahan dipakai kabel tembaga telanjang tanpa pelindung, baik untuk pentanahan pada mesin maupun pada PHB tenaga. Untuk menentukan ukuran kabel BC lihat table V (terlampir) 13. Peraturan dan gambar disesuaikan dengan memenuhi PUIL 2000 a. Tentukan : 1. Menghitung arus nominal motor 2. Menghitung MCB dan penampang penghantar cabang 3. Menghitung ukuran pengaman beban lebih 4. Menghitung MCB dan penampang penghantar pengisi 5. Menghitung penampang kabel pentanahan motor dan panel tenaga 6. Menggambar diagram satu garis instalasi tenaga 7. Menggambar rekapitulasi daya instalasi tenaga Bobot Nilai : a. Skor jawaban Skor jawaban Skor jawaban Skor jawaban Skor jawaban Skor jawaban Skor jawaban b. Skor jawaban c. Nilai Akhir = yang yang yang yang yang yang yang yang benar benar benar benar benar benar benar salah item 1 = 10 item 2 = 10 item 3 = 10 item 4 = 10 item 5 = 10 item 6 = 25 item 7 = 25 per item = 0

Menyetujui, Kepala Program Keahlian,

Cirebon, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran

Drs. J A Y A
NIP.19670628 199112 1 001

Rd. Indhayati H, ST.MM


NIP.19820122 200902 2 002

Mengetahui, WKS Kurikulum,

Y U S U P, S.Pd2
NIP.19531112 198003 1 007

Raden Indhayati Herlina, ST., MM

RPP IPT TK. 2