Anda di halaman 1dari 2

ISPA

I. Pengertian ISPA ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) adalah penyakit infeksi yang sangat umum dijumpai pada anak dan timbul dalam bentuk gejala batuk, pilek panas. II. Penyebab ISPA 1. 2. 3. 4. Tertular penderita lain Immunisasi tidak lengkap Kurang gizi Lingkungan sehat III. Tanda tanda ISPA 1. ISPA ringan a. batuk b. pilek c. serak d. demam 2. ISPA sedang a. pernafasan lebih dari 40 x/mnt untuk anak lebih dari usia 1 tahun b. suhu tubuh > 39c rumah tidak

c. timbul bercak merah pada kulit menyerupai campak. d. Tenggorokan berwarna merah e. Telinga terasa nyeri bahkan sampai mengeluarkan nanah dari lubang telinga. f. Pernafasan cuit 3. ISPA berat Sebagian tanda tanda ISPA berat adalah tanda tanda ISPA ringan dan sedang, namun disertai tanda tanda lain, yaitu bibir dan kulit membiru, lubang hidung tampak kembang kempis saat bernafas dan kadang kadang disertai penurunan kesadaran, respirasi mencapai 60 x/mnt, nadi 160 x/mnt dan bahkan tidak terasa. IV. Pencegahan ISPA 1. Mengusahakan agar anak mendapat gizi yang baik. a. Berikan ASI sampai umur 2 tahun terdengar seperti ngorok ataupun berbunyi mencuit

b. Berkan makanan sesuai dengan umurnya c. Lakukan penimbangan balita secara teratur untuk memantau status gizi anak. 2. Mengusahakan kekebalan anak melalui immunisasi. 3. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan 4. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA yang lain atau penyakit pernafasan lainnya 5. Pengobatan segera jika anak sakit pilek. V. Perawatan ISPA Perawatan ISPA dirumah antara lain : 1. Memberikan kompres dengan air dingin atau air hangat saat suhu tubuh anak naik yaitu didaerah dahi dan ketiak. 2. Memberi obat penurun panas, seperti paracetamol sesuai umur. 3. Mengurangi frekuensi batuk dengan menjauhkan anak dari sumber yang dapat merangsang batuk, seperti :

makanan berminyak, polusi udara, ventilasi dan pencahayaan rumah yang buruk, dan lingkungan rumah yang kotor. 4. Mengatasi sesak nafas dengan membebaskan jalan nafas dari mulut dengan mengatur posisi semi fowler. 5. Memberi minum yang banyak atau tetap memberikan ASI pada anak untuk menjaga kestabilan suhu. 6. Memberi makanan yang bergizi, tinggi kalori dan protein 7. Segera bawa ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan jika tidak ada perubahan selama perawatan dirumah.

yaitu infeksi yang menyerang hidung sampai epiglotis, misalnya rhinitis akut, faringitis akut, sinusitus akut dan sebagainya. b. Infeksi Saluran Pernafasan Akut bagian Bawah (ISPbA). Dinamakan sesuai dengan organ saluran pernafasan mulai dari bagian bawah epiglotis sampai alveoli paru misalnya trakhetis, bronkhitis akut, pneumoni dan sebagainya. Infeksi Saluran Pernapasan bawah Akut (ISPbA) dikelompokkan dalam dua kelompok umur yaitu (1) pneumonia pada anak umur 2 bulan hingga 5 tahun dan (2) pneumonia pada bayi muda yang berumur kurang dari dua bulan. PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIV FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2013

VI. Klasifikasi ISPA Berdasarkan lokasi anatomik (WHO, 2002); a. Infeksi Saluran Pernafasan Akut bagian Atas (ISPaA),