Anda di halaman 1dari 7

TERMODINAMIKA DAN TERMOREGULASI (Blok 4 KU angkatan 2007) Dr. Ratna Indriawati, MKes TIU : 1.

Mahasiswa dapat menjelaskan termodinamika dan metabolisme 2. Mahasiswa dapat menjelaskan konversi energi 3. Mahasiswa dapat menjelaskan pengaturan suhu 4. Mahasiswa dapat menjelaskan transfer panas 5. Mahasiswa dapat menjelaskan termometri 6. Mahasiswa dapat menjelaskan Metode pemanasan dalam Pengobatan TIK : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi termodinamika dan metabolisme 2. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis dan pengaruh konversi energi pada tubuh manusia 3. Mahasiswa dapat menjelaskan pusat, mekanisme dan faktor yang mempengaruhi pengaturan suhu tubuh manusia 4. Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses konduksi, konveksi, evaporasi dan radiasi 5. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis-jenis, prinsip kerja dan manfaat termometer 6. Mahasiswa dapat menjelaskan efek dan kegunaan panas dalam bidang kedokteran Termodinamika dan metabolisme Termodinamika merupakan ilmu mengenai fenomena-fenomena energi yang berubah-ubah karena pengaliran panas dan usaha yang dilakukan. Metabolisme berarti PERUBAHAN yaitu istilah untuk identifikasi perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.

Metabolisme merupakan jumlah total reaksi kimia atau fisika yang diperlukan untuk kehidupan. Metabolisme dipakai dalam batasan untuk menunjukkan serangkaian reaksi dari tipe-tipe makanan atau derivatnya. Anabolisme merupakan reaksi sintesis menjurus ke arah penyimpanan/penyusunan energi di dalam tubuh. Katabolisme menggambarkan degradasi jaringan/pemecahan substrat dan penggunaan dari sumber energi. Konversi Energi Pembakaran dengan kalorimeter: Sukrose menghasilkan 3,94Kcal/gr. Glukose menghasilkan 3,74 Kcal/gr Glikogen menghasilkan 4,19 Kcal/gram Tepung menghasilkan 4,18 Kcal/gr Lemak rata-rata menghasilkan 9,3 Kcal/gr Protein menghasilkan 5,6 Kcal/gr Pada Tubuh Manusia: Protein dan karbohidrat masing-masing 4,1 Kcal/gr Lemak 9,3 Kcal/gr. Pengaturan Suhu Badan Pengaturan temperatur burung dan mammalia secara fisiologis digolongkan dalam worm blooded atau homotermal. Aktivitas pengaturan ini dikendalikan oleh syaraf pusat yang mengendalikan metabolisme, sirkulasi darah, perspirasi (penguapan), dan kerja otot. K = W/H K= efisiensi , H = energi total waktu kerja , W= usaha dalam kg M. Pengaturan Temperatur

Mengatur temperatur heat loss dan heat production. Pengaturan ini hanya terjadi pada makhluk hidup. Tubuh manusia termasuk homoioterm. Pusat termoregulator di hipotalamus akan mengatur produksi dan hilangnya panas untuk mempertahankan temperatur tubuh tetap konstan pada perubahan suhu lingkungan. *Mekanisme umpan balik yang terjadi sebagai respon tubuh terhadap dingin yaitu menggigil, kelaparan, aktivitas otot, penyempitan pembuluh darah kulit, kulit mengkerut, berdiri bulu roma (piloereksi) *Mekanisme umpan balik yang terjadi sebagai respon tubuh terhadap panas adalah pelebaran pembuluh darah, berkeringat, peningkatan pernafasan, nafsu makan berkurang, lesu Panas dapat masuk dan hilang ke dalam lingkungan dengan cara konveksi, radiasi, evaporasi. Konduksi adalah penjalaran panas melalui media dari suhu tinggi ke suhu rendah. Penjalaran panas karena tumbukan antar molekul media. konduksi tergantung kepada besarnya perbedaan temperatur dan konduktivitas termal dari bahan. Semakin padat suatu media, maka konduktivitas termalnya semakin besar. Beberapa material seperti logam merupakan konduktor yang baik, sedang udara merupakan penghantar yang jelek. Kehilangan panas melalui radiasi terjadi jika udara berhubungan langsung dengan tubuh dan temperatur sekeliling obyek sangat rendah. Radiasi berupa transfer energi panas dari permukaan obyek ke obyek lain dengan pancaran tanpa mengalami kontak dari obyek tersebut. Benda hitam merupakan penyerap radiasi yang sangat baik sehingga disebut radiator. Kehilangan panas melalui radiasi terjadi jika udara berhubungan langsung dengan tubuh dan temperatur sekeliling obyek sangat rendah. Kehilangan panas melalui konveksi apabila temperatur sekeliling obyek lebih rendah dibanding suhu tubuh.Kehilangan panas akibat evaporasi jika antara output evaporasi kulit dan pernafasan dari paru.Temperatur 15-20C sekitar 0,4-0,5 liter penguapan melalui kulit disebut perspirasi insensibilis.Mekanisme umpan balik terjadi pada mekanisme aktivitas dingin yaitu menggigil, kelaparan, aktivitas otot, penyempitan pembuluh darah, kulit mengkerut.Mekanisme aktivitas panas, misal

pelebaran pembuluh darah, berkeringat, peningkatan pernafasan, nafsu makan berkurang, lesu Evaporasi (penguapan) adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi gas. Kehilangan panas secara evaporasi dapat terjadi apabila : (1) perbedaan tekanan uap air antara keringat pada kulit dan udara;(2) temperatur lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari keringat dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari tubuh dan itu dapat terjadi jika temperatur basah kering di bawah temperatur kulit; (3) Adanya gerakan angin (4) kelembaban rendah. Jika udara kering evaporasi dapat terjadi, tapi apabila udara lembab, maka evaporasi tidak terjadi. Kehilangan panas melalui evaporasi merupakan gabungan evaporasi melalui kulit dan pernafasan. Pada temperatur 15-200C, sekitar 0,4-0,5 liter penguapan 60-65 %, melalui evaporasi sebesar 20-30 %. Transfer Panas Reaksi kimia dalam tubuh, banyak tergantung pada temperatur. Menurunnya reaksi kimia tubuh seiring dengan menurunnya temperatur (Hukum Vantt Hoff). Konduksi merupakan induksi panas dari suatu obyek yang suhunya lebih tinggi ke obyek lain dengan jalan kontak langsung. Kecepatan konduksi tergantung kepada besarnya perbedaan temperatur dan konduktivitas termal dari bahan. Beberapa material seperti logam merupakan konduktor yang baik, sedang udara merupakan penghantar yang jelek. Konveksi disebabkan adanya aliran dari massa jenis udara panas yang sangat ringan dibandingkan udara dingin. Radiasi berupa transfer energi panas dari permukaan obyek ke obyek lain tanpa mengalami kontak dari obyek tersebut. Benda hitam merupakan penyerap radiasi yang sangat baik sehingga disebut radiator. Kehilangan panas secara evaporasi dapat terjadi apabila : perbedaan tekanan uap air antara keringat pada kulit dan udara; temperatur lingkungan rendah dari 4 melalui kulit disebut perspirasi insensibilis. Pada suhu 70-80 F, kehilangan panas melalui radiasi sebesar

normal sehingga evaporasi dari keringat dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari tubuh dan itu dapat terjadi jika temperatur basah kering di bawah temperatur kulit; Adanya gerakan angin dan adanya kelembaban. Termometri Mengetahui suhu secara obyektif Macam-macam termometer: 1. Termometer air raksa/alkohol: Prinsip pemuaian dan penyusutan volume air raksa/ alkohol karena perubahan suhu 2. Termometer tahanan : termometer elektronik dengan prinsip kerja jembatan wheatston 3. Termometer elemen (termocouple) : termometer elektronik dengan prinsip timbulnya gerak gaya listrik (ggl) pada dua plat berbeda yang mengalami perbedaan suhu 4. Pyrometer optik: untuk pengukuran suhu tungku yang menyala, prinsip persanaan nyala tungku dengan lampu listrik yang direkam arusnya dengan amperemeter 5. Berisi gas hihrogen atau helium : Prinsip peningkatan dan penurunan tekanan gas yang terjadi karena pemuaian dan penyusutan volume gas akibat perubahan suhu. Perubahan tekanan direkam dengan manoneter air raksa Efek Panas 1. Efek fisik: pemuaian 2. Efek kimia: Reaksi kimia dalam tubuh, banyak tergantung pada temperatur. Menurunnya reaksi kimia tubuh seiring dengan menurunnya temperatur (Hk Vantt Hoff). 3. Efek Biologis: Gabungan efek fisik dan kimia, antara lain: vasodilatasi, peningkatan aliran darah, penurunan viskositas darah,peningkatan tekanan O2 dan CO2, peningkatan permeabilitas kapiler dan membran, peningkatan sel darah putih Metode pemanasan dalam Pengobatan

Teknik konduksi: kantong air panas, handuk panas, mandi uap, lumpur panas, wax panas, elektrik pads (kawat elemen yang dibungkus asbes atau plastik).Untuk pengobatan: neuritis, sprain(trauma sendi), strain (regangan otot berlebihan pada orah raga berat), kontusio (memar), sialitis (radang kelenjar),Low back pain (nyeri pinggang bawah) Teknik Radiasi : Radiasi matahari, infra merah (lampu pijar 250 W- 1000 W dan diberi filter merah).Gelombang yang digunakan antara 800-40.000 nm.Penetrasi energi pada kulit 3mm di bawah kulit.Lebih efektif dari metoda konduksi Metode Elektromagnetik : Short wave diathermy, micro wave diathermy, diathermy induksi: dengan dua elektrode yang ditempatkan bersebelahan atau melilitkan kabel pada bagian tubuh yang akan dipanaskan, kemudian dialiri arus bolak-balik berfrekwensi tinggi sehingga bagian tubuh berada dalam lingkungan medan magnet.Untuk kram otot, nyeri diskus intervertebrale, penyakit degeneratif persendian, bursitis (radang bursa sendi), radang tendon, spain, strain Gelombang Ultrasonik Gelombang ultrasonik diperoleh dari gelombang bunyi dengan frekwensi 1 M Hz. Piezo elektrik transduser diletakkan langsung pada jaringan. Intensitas yang digunakan sekitar 5 Watt/ cm2. Penggunaan ultrasonik lebih efektif pada tulang karena tulang lebih banyak menyerap panas. Energi Dingin Kriogenik adalah pengetahuan dan tehnologi penggunaan suhu rendah Efek dingin antara lain: merusak membran, dehidrasi intraseluler, denaturasi protein, hipometabolisme seluler, iskemik lokal, penghentian perdarahan (hemostasis), anastesi, pengawetan Penggunaan: Penyimpanan, pengobatan nyeri, operasi kanker.

REFERENSI Gabriel, Fisika Kedokteran Ganong WF, 2003, Fisiologi Kedokteran, edisi 20, EGC Guyton AC and Hall JE, 2000, Textbook of Med. Phys, 10th Ed, Saunders Philadelphia, Martini, FH., Ober, WC., Garrison, CW.,Welch, K & Hutchings, RT., 2006 Fundamental of Anatomy & Physiology, page 11-14

--------------------------